- Beranda
- Stories from the Heart
Living in Batu City (life stories)
...
TS
vigojinggo
Living in Batu City (life stories)
Trit ini berisi kisah sepasang pengantin baru yang memutuskan untuk memulai kehidupan baru di kota Batu
Quote:

Sejak jaman kuliah aku sudah jatuh cinta dengan kota Batu hingga aku berangan angan ingin tinggal di sana suatu saat nanti , kini setelah tahun demi tahun berlalu akhirnya aku berhasil juga mewujudkan anganku yang dulu kuanggap terlalu muluk itu , selepas menikah pada bulan Mei tahun 2018 kumulai kehidupan baru di kota Batu bersama istriku yang baru saja lulus kuliah , kami berdua sudah muak bertahun tahun tinggal di Jakarta yang selalu saja semrawut tak karuan , kami ingin hidup yang singkat ini dipenuhi rasa damai , tentram dan bahagia seperti selayaknya berada di surga , dan kami selalu meyakini dengan hati bahwa surga itu berada di kota Batu , suatu kota yang indah dan ideal untuk membangun kehidupan secara manusiawi.
Aku Vigo dan istriku Aline dengan ini akan menuliskan sekelumit kehidupan sederhana kami di kota Batu , kisah demi kisah akan kami tuangkan secara berkala dan apa adanya.

vigo , aline
a New Beginning
Fish Business
Wisata Alam
How to be a Good Housewife
All Things I Do in One Day
Day by Day
Ramadhan Pertama
Not Now
Fish Business 2
Kesenian Bantengan
Snack Keripik Buah
Omah Kayu
Xploring Bumiaji
Mbok Tun
Astral Projection
Mbok Tun 2
Indigo
Tirta Nirwana + Candi Songgoriti
Ngastral Around Batu City
One Night in Niagara Hotel part I
One Night in Niagara Hotel part II
Gempa Lombok
Tsunami Palu & Donggala
Gempa Situbondo
Mampir Warungnya Mbak Vesty
Sunda Strait chapter 1
Sunda Strait chapter 2
Ring of Fire
Siaga Bencana
Earth Now
Ring of Fire 2
Hujan Angin
Ngastral ke Pabrik Tekstil Mangkrak
Ngastral ke Blumbang Macari
Goa Jepang di Junrejo
Air Terjun Coban Putri
Kampung Papua
Gempa Malang
Fitrah Nur Ilahiah
Magnitude 9
Madioen Tempoe Doeloe
Kulineran Madiun
Ring of Fire 3
Gempa Banten
Makna Kehidupan
Wild Wind
Gempa Maluku Utara
Ayo Astral !
Keangkeran Rumah Mbak Vesty
Tuyul ATM
Anggaran Belanja Rumah Tangga
Gold Investment
Q n A Indigo
Q n A Astral
2020
Jakarta Kebanjiran
Angkernya Rumah Mbak Vesty
Victim of the Gay
Wisata Baru Kota Batu
Petirtaan Watu Gedi
Jalan Turunan Curam di Jalur Klemuk
Virus Corona
Delusi Akut
Villa Sebelah Rumah Mbak Vesty
Arwah Orang Orang Belanda di jl Trunojoyo
Uninvited Guest
Pabrik Jamur Angker
Rumah Kontrakan Dr Azhari
Now Im Pregnant
Jalan Hidup
Puisi Pagi Bumiaji
Menjelang Lockdown
Power to the People
Starseed Global Meditation
Pagebluk
Dentuman Misterius
Jowo Tugel
Pregnancy of My Wife
Bisnis Mobil Mobilan
Beli Bagi Ikan
Dentuman Lagi
Lagi Lagi Dentuman
Asupan Ibu Hamil
Anakku Lanang
Back to Fish Business
Dentuman Terdengar Lagi
Raise Hell Lower Heaven part 1
Raise Hell Lower Heaven part 2
Live and Let Die !
Ambyare Segoro Kidul
Raise Hell Lower Heaven part 3
Mau Jadi Papah Muda
Wirausaha
The Rise of Himself
Banyuwangi Mau Kena Tsunami
Mertua Mau Pindah ke Mbatu
Hujan Berlebihan
Ayat Kauniyah
Just a Metaphor
Resesi Ekonomi
Daddy's Little Monster
Bayi Super
Dibalik Awan Lenticular
Jangan Nakal
Move to Jatim Park III Apartment
Batal Pindah ke Apartemen
El Secreto De Universo Part I
El Secreto De Universo Part II
Spaceship
Rumah Baru
The Lecture
Jualan Koleksi Film
Saving Gold
Motor Eropa
Fight 2021
Kilas Kaskus part I
Kilas Kaskus part II
Dentumannya Terdengar Lagi Lur
Dentumannya Terdengar Lagi Lur 2
Malang Terguncang
HELLo tHERE
My Life Now
Wake up People Time to Fuckin Die 1
Wake up People Time to Fuckin Die 2
Orang Miskin Mati Duluan
Fish is Cuan
Mumi Biksu part 1
Mumi Biksu part 2
Datang tak Diundang
Back to 2008
Precognition Dream
Wayahe !.. Wayahe !..
The Fall of Jawadwipa
The Rise of Himself 2
Mayora Untuk Keluarga
Earth Now & Future
Ambyare Segoro Kidul 2
Masa Bersiap
Pemuda Bercahaya
ABC Selalu di Hati
Pendakian Panderman
Piring Terbang Ngapung di Laut
Minyak Misik Hitam
Ikan Bandeng
Keranda Terbang
Sayonara !
Bumiaji Kebanjiran
I Need to Meet Her
Q n A Last 2021
Move to Kyoto
Aku Vigo dan istriku Aline dengan ini akan menuliskan sekelumit kehidupan sederhana kami di kota Batu , kisah demi kisah akan kami tuangkan secara berkala dan apa adanya.
Quote:

vigo , aline
Quote:
a New Beginning
Fish Business
Wisata Alam
How to be a Good Housewife
All Things I Do in One Day
Day by Day
Ramadhan Pertama
Not Now
Fish Business 2
Kesenian Bantengan
Snack Keripik Buah
Omah Kayu
Xploring Bumiaji
Mbok Tun
Astral Projection
Mbok Tun 2
Indigo
Tirta Nirwana + Candi Songgoriti
Ngastral Around Batu City
One Night in Niagara Hotel part I
One Night in Niagara Hotel part II
Gempa Lombok
Tsunami Palu & Donggala
Gempa Situbondo
Mampir Warungnya Mbak Vesty
Sunda Strait chapter 1
Sunda Strait chapter 2
Ring of Fire
Siaga Bencana
Earth Now
Ring of Fire 2
Hujan Angin
Ngastral ke Pabrik Tekstil Mangkrak
Ngastral ke Blumbang Macari
Goa Jepang di Junrejo
Air Terjun Coban Putri
Kampung Papua
Gempa Malang
Fitrah Nur Ilahiah
Magnitude 9
Madioen Tempoe Doeloe
Kulineran Madiun
Ring of Fire 3
Gempa Banten
Makna Kehidupan
Wild Wind
Gempa Maluku Utara
Ayo Astral !
Keangkeran Rumah Mbak Vesty
Tuyul ATM
Anggaran Belanja Rumah Tangga
Gold Investment
Q n A Indigo
Q n A Astral
2020
Jakarta Kebanjiran
Angkernya Rumah Mbak Vesty
Victim of the Gay
Wisata Baru Kota Batu
Petirtaan Watu Gedi
Jalan Turunan Curam di Jalur Klemuk
Virus Corona
Delusi Akut
Villa Sebelah Rumah Mbak Vesty
Arwah Orang Orang Belanda di jl Trunojoyo
Uninvited Guest
Pabrik Jamur Angker
Rumah Kontrakan Dr Azhari
Now Im Pregnant
Jalan Hidup
Puisi Pagi Bumiaji
Menjelang Lockdown
Power to the People
Starseed Global Meditation
Pagebluk
Dentuman Misterius
Jowo Tugel
Pregnancy of My Wife
Bisnis Mobil Mobilan
Beli Bagi Ikan
Dentuman Lagi
Lagi Lagi Dentuman
Asupan Ibu Hamil
Anakku Lanang
Back to Fish Business
Dentuman Terdengar Lagi
Raise Hell Lower Heaven part 1
Raise Hell Lower Heaven part 2
Live and Let Die !
Ambyare Segoro Kidul
Raise Hell Lower Heaven part 3
Mau Jadi Papah Muda
Wirausaha
The Rise of Himself
Banyuwangi Mau Kena Tsunami
Mertua Mau Pindah ke Mbatu
Hujan Berlebihan
Ayat Kauniyah
Just a Metaphor
Resesi Ekonomi
Daddy's Little Monster
Bayi Super
Dibalik Awan Lenticular
Jangan Nakal
Move to Jatim Park III Apartment
Batal Pindah ke Apartemen
El Secreto De Universo Part I
El Secreto De Universo Part II
Spaceship
Rumah Baru
The Lecture
Jualan Koleksi Film
Saving Gold
Motor Eropa
Fight 2021
Kilas Kaskus part I
Kilas Kaskus part II
Dentumannya Terdengar Lagi Lur
Dentumannya Terdengar Lagi Lur 2
Malang Terguncang
HELLo tHERE
My Life Now
Wake up People Time to Fuckin Die 1
Wake up People Time to Fuckin Die 2
Orang Miskin Mati Duluan
Fish is Cuan
Mumi Biksu part 1
Mumi Biksu part 2
Datang tak Diundang
Back to 2008
Precognition Dream
Wayahe !.. Wayahe !..
The Fall of Jawadwipa
The Rise of Himself 2
Mayora Untuk Keluarga
Earth Now & Future
Ambyare Segoro Kidul 2
Masa Bersiap
Pemuda Bercahaya
ABC Selalu di Hati
Pendakian Panderman
Piring Terbang Ngapung di Laut
Minyak Misik Hitam
Ikan Bandeng
Keranda Terbang
Sayonara !
Bumiaji Kebanjiran
I Need to Meet Her
Q n A Last 2021
Move to Kyoto
Quote:
Quote:
Diubah oleh vigojinggo 06-06-2024 21:51
jundi666 dan 92 lainnya memberi reputasi
87
300.1K
Kutip
3.2K
Balasan
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
32.8KThread•52.8KAnggota
Tampilkan semua post
TS
vigojinggo
#117
Mampir Warungnya Mbak Vesty (vigo)
Quote:

Quote:
Warung kecil di sebelah hotel Tresno Putro daerah Songgoriti itu tak lebih sekedar warung biasa yang menjajakan kopi , gorengan dan mie instant , namun karena sang pemilik warung yang bernama Mbak Vesty pernah menulis cerita horor mengenai keangkeran rumahnya yang berada tepat di belakang warung maka akupun jadi penasaran ingin tau mengenai kebenarannya , apalagi trit cerita horor berjudul 'HOOKYA TERNYATA HANTU ITU ADA YAKK' yang ditulis di forum SFTH Kaskus pada tahun 2017 itu banyak mengisahkan makhluk makhluk usil yang kerap menampakkan diri atau berulah saat malam hari , tentunya akan sangat menarik kalau aku mengajak Aline mampir ke warung itu untuk sekedar ngopi sambil membuktikan kebenaran ceritanya.
Pada malam minggu kemarin akhirnya aku dan Aline mampir ke warungnya Mbak Vesty yang tampak ramai dipenuhi orang orang yang sedang cangkrukan , karena warungnya cukup kecil dan sempit kami terpaksa harus duduk lesehan di karpet merah yang digelar di pojokan , sementara Mbak Vesty sang pemilik warung tampak sibuk meladeni orang sehingga kami harus menunggu agak lama untuk dibuatkan kopi dan mie rebus.
Aline : " mbak vestynya kok cuek aja sih mas ??.. ngga nyapa atau gimana gitu ketemu kamu "
Me : " di dunia nyata dia gak kenal sama aku , cuma di dunia maya doang kenalnya "
Aline : " kan sekarang udah tinggal di mbatu , napa gak kenalan aja sekalian ? "
Me : " aku belum siap , ntar kalo waktunya pas baru kenalan "
Sebenarnya di forum SFTH Kaskus aku dan Mbak Vesty sudah saling kenal dan sering balas membalas komentar sambil guyonan , tetapi di kehidupan sehari hari dia sama sekali belum mengenal siapa diriku ini , tapi tak apa aku memang sengaja belum membuka jati diriku yang sesungguhnya karena aku masih ingin dianggap sebagai orang biasa yang cuma sekedar mampir di warungnya , lagipula kalau aku membuka jati diriku sebagai Vigo maka sudah pasti dia akan memandangku sebagai orang linuwih yang bisa astral projection dan menggemari hal hal mistik seperti halnya cerita cerita yang pernah kutulis di Kaskus , mungkin saat ngopi di sini ia akan menanyaiku bermacam pertanyaan mengenai pengalamanku berurusan dengan golongan jin dan sebangsanya.

Mbak Vesty yang bertubuh mungil dan bermata agak sipit itu masih memasak mie rebus yang kami pesan , sambil menunggunya memasak kusuruh Aline untuk melihat keadaan rumah di belakang warung yang halamannya cukup sempit , siapa tau makhluk gaib yang diceritakan Mbak Vesty di Kaskus itu kelihatan batang hidungnya oleh istriku yang mata batinnya terbuka ini.
Me : " ada gak gendruwo atau pocong gitu ?
Aline : " gak ada tuh , boongan kali ceritanya mbak vesty "
Me : " tungguin agak maleman ntar diliat lagi "
Aline tidak melihat apa apa di halaman rumah Mbak Vesty , mungkin karena malam masih belum terlalu larut sehingga makhluk makhluk halus penghuni rumah Mbak Vesty masih bersembunyi dan belum mau menampakkan diri , kurasa lebih baik kami ngopi di sini sampai jam 11 malam untuk menunggu kemunculan makhluk makhluk yang tak kasat mata itu , kalau sampai lewat jam 11 malam Aline tidak melihat batang hidung mereka maka cerita horor Mbak Vesty kuanggap tak lebih sekedar kebohongan belaka.
Sambil tersenyum Mbak Vesty menyajikan mie rebus dan kopi yang kami pesan , tanpa sempat kuajak bicara ia sudah kembali ke mejanya dan sibuk membuatkan minuman untuk orang orang yang baru saja datang ke warung , dengan cekatan ia menuang air panas dan mengaduk aduk gelas yang berisi bubuk kopi sachetan sebelum akhirnya ia sajikan kepada orang orang yang memesannya , setelah itu ia duduk santai di dekat kompor sambil memainkan ponselnya dengan raut muka yang tampak mengantuk.
Mie rebus sudah habis kami santap sementara waktu sudah menunjukkan jam 10 malam lewat seperempat , kini keadaan warung mulai sepi karena orang orang tadi sudah pergi satu persatu , hanya kami saja yang masih berada di sini untuk menunggu kemunculan makhluk makhluk halus yang ada di rumah belakang warung.
Me : " keliatan gak setannya ? "
Aline : " gak ada apa apanya tuh "
Me : " tungguin sampe jam 11 aja , kalo gak ada kita pulang "
Kami merasa tidak enak berlama lama di warung ini padahal kopi kami juga sudah habis tinggal ampasnya saja , akhirnya kupesan kopi lagi biar Mbak Vesty tidak curiga kalau kami sebenarnya sedang mengintai rumahnya yang mulai tampak sepi , mungkin keluarganya sudah bersiap tidur dan warung ini mungkin juga akan tutup tak lama lagi.
Suasana warung kembali ramai saat ada beberapa orang yang berdatangan , sementara aku dan Aline masih menyeruput kopi sambil sesekali celingukan mengamati rumahnya Mbak Vesty , rupanya kali ini Aline melihat sesosok makhluk gaib yang katanya baru saja muncul dari atap rumah dan kemudian nangkring di atap hotel Tresno Putro yang berada tepat di sebelah.
Me : " apaan setannya yang nangkring di atap ? "
Aline : " mmm !!.. arwah nenek nenek pake kebaya ma jarik tuh "
Sosok yang sedang dilihat Aline ternyata adalah arwah nenek yang entah kenapa malah nangkring di atap hotel sebelah , selama beberapa menit Aline terus memandangi atap hotel sebelum akhirnya ia bilang kalau arwah nenek itu tiba tiba malah melayang dan mendarat di parit yang berada di seberang jalan.
Me : " ngapain neneknya ndarat ke situ ? "
Aline : " tau tuh , dia berdiri doang sambil ngelihatin air "
Saat Aline masih memandangi parit di seberang jalan tiba tiba ada sesosok makhluk gaib lain yang dilihatnya , kali ini ia bilang kalau di pepohonan pisang depan hotel Tresno Putro ada sesosok arwah bocah perempuan pirang yang sepertinya adalah anak orang Belanda.
Me : " ngapain dia di situ ? "
Aline : " tau tuh diem doang dianya "
Me : " pake baju apa ? "
Aline : " bajunya kuno mas , rambut pirangnya dikepang "
Kusuruh Aline mengamati sosok arwah bocah perempuan yang berada di pepohonan pisang itu , tak lama kemudian ia bilang kalau sosok itu baru saja melayang dan tiduran di parabola yang terpasang di depan hotel , sementara arwah nenek yang berada di parit seberang jalan sudah menghilang entah kemana.
Me : " ngapain tu bocah tiduran di parabola ? "
Aline : " gak tau tuh , lagi sedih kayaknya mas "
Selama beberapa menit Aline terus memandangi parabola depan hotel sebelum akhirnya ia bilang kalau arwah bocah perempuan itu melayang lagi dan malah nangkring di papan tulisan Indomaret yang berada di sebelah hotel.
Aline : " kayaknya cuman mau mejeng aja tuh bocah belanda mas "
Me : " aneh masak mejengnya di papan indomaret "
Papan tulisan Indomaret itu diterangi lampu yang cukup terang , sementara arwah bocah perempuan yang dilihat Aline katanya masih nangkring di sana sambil menggoyang goyangkan kedua kakinya , hingga tak lama kemudian Aline berkata kalau arwah nenek tadi tiba tiba muncul lagi dari parit seberang jalan.
Aline : " neneknya ngelambain tangan mas , kayaknya manggil manggil si bocah biar ikut ke sono "
Me : " oh ?! "
Sayangnya aku tak bisa melihat arwah arwah yang diceritakan Aline itu , yang bisa kulakukan cuma mendengar apa yang ia katakan sambil membayangkan apa yang dilakukan arwah arwah itu di tempat tempat yang ia tunjuk , aku sendiri sebenarnya bisa menemui arwah arwah itu secara astral namun aku merasa malas untuk melakukannya.
Pada jam setangah 12 malam kami akhirnya beranjak meninggalkan warungnya Mbak Vesty , dengan pembuktian ini kami akhirnya mempercayai bahwa cerita horor yang ditulis Mbak Vesty di Kaskus itu memang benar benar nyata adanya dan bukan sekedar cerita bohongan yang dilabeli true story , kami harap Mbak Vesty dan keluarganya bisa hidup tenang walaupun ada makhluk makhluk tak kasat mata di rumahnya.
Pada malam minggu kemarin akhirnya aku dan Aline mampir ke warungnya Mbak Vesty yang tampak ramai dipenuhi orang orang yang sedang cangkrukan , karena warungnya cukup kecil dan sempit kami terpaksa harus duduk lesehan di karpet merah yang digelar di pojokan , sementara Mbak Vesty sang pemilik warung tampak sibuk meladeni orang sehingga kami harus menunggu agak lama untuk dibuatkan kopi dan mie rebus.
Aline : " mbak vestynya kok cuek aja sih mas ??.. ngga nyapa atau gimana gitu ketemu kamu "
Me : " di dunia nyata dia gak kenal sama aku , cuma di dunia maya doang kenalnya "
Aline : " kan sekarang udah tinggal di mbatu , napa gak kenalan aja sekalian ? "
Me : " aku belum siap , ntar kalo waktunya pas baru kenalan "
Sebenarnya di forum SFTH Kaskus aku dan Mbak Vesty sudah saling kenal dan sering balas membalas komentar sambil guyonan , tetapi di kehidupan sehari hari dia sama sekali belum mengenal siapa diriku ini , tapi tak apa aku memang sengaja belum membuka jati diriku yang sesungguhnya karena aku masih ingin dianggap sebagai orang biasa yang cuma sekedar mampir di warungnya , lagipula kalau aku membuka jati diriku sebagai Vigo maka sudah pasti dia akan memandangku sebagai orang linuwih yang bisa astral projection dan menggemari hal hal mistik seperti halnya cerita cerita yang pernah kutulis di Kaskus , mungkin saat ngopi di sini ia akan menanyaiku bermacam pertanyaan mengenai pengalamanku berurusan dengan golongan jin dan sebangsanya.

Mbak Vesty yang bertubuh mungil dan bermata agak sipit itu masih memasak mie rebus yang kami pesan , sambil menunggunya memasak kusuruh Aline untuk melihat keadaan rumah di belakang warung yang halamannya cukup sempit , siapa tau makhluk gaib yang diceritakan Mbak Vesty di Kaskus itu kelihatan batang hidungnya oleh istriku yang mata batinnya terbuka ini.
Me : " ada gak gendruwo atau pocong gitu ?
Aline : " gak ada tuh , boongan kali ceritanya mbak vesty "
Me : " tungguin agak maleman ntar diliat lagi "
Aline tidak melihat apa apa di halaman rumah Mbak Vesty , mungkin karena malam masih belum terlalu larut sehingga makhluk makhluk halus penghuni rumah Mbak Vesty masih bersembunyi dan belum mau menampakkan diri , kurasa lebih baik kami ngopi di sini sampai jam 11 malam untuk menunggu kemunculan makhluk makhluk yang tak kasat mata itu , kalau sampai lewat jam 11 malam Aline tidak melihat batang hidung mereka maka cerita horor Mbak Vesty kuanggap tak lebih sekedar kebohongan belaka.
Sambil tersenyum Mbak Vesty menyajikan mie rebus dan kopi yang kami pesan , tanpa sempat kuajak bicara ia sudah kembali ke mejanya dan sibuk membuatkan minuman untuk orang orang yang baru saja datang ke warung , dengan cekatan ia menuang air panas dan mengaduk aduk gelas yang berisi bubuk kopi sachetan sebelum akhirnya ia sajikan kepada orang orang yang memesannya , setelah itu ia duduk santai di dekat kompor sambil memainkan ponselnya dengan raut muka yang tampak mengantuk.
Mie rebus sudah habis kami santap sementara waktu sudah menunjukkan jam 10 malam lewat seperempat , kini keadaan warung mulai sepi karena orang orang tadi sudah pergi satu persatu , hanya kami saja yang masih berada di sini untuk menunggu kemunculan makhluk makhluk halus yang ada di rumah belakang warung.
Me : " keliatan gak setannya ? "
Aline : " gak ada apa apanya tuh "
Me : " tungguin sampe jam 11 aja , kalo gak ada kita pulang "
Kami merasa tidak enak berlama lama di warung ini padahal kopi kami juga sudah habis tinggal ampasnya saja , akhirnya kupesan kopi lagi biar Mbak Vesty tidak curiga kalau kami sebenarnya sedang mengintai rumahnya yang mulai tampak sepi , mungkin keluarganya sudah bersiap tidur dan warung ini mungkin juga akan tutup tak lama lagi.
Suasana warung kembali ramai saat ada beberapa orang yang berdatangan , sementara aku dan Aline masih menyeruput kopi sambil sesekali celingukan mengamati rumahnya Mbak Vesty , rupanya kali ini Aline melihat sesosok makhluk gaib yang katanya baru saja muncul dari atap rumah dan kemudian nangkring di atap hotel Tresno Putro yang berada tepat di sebelah.
Me : " apaan setannya yang nangkring di atap ? "
Aline : " mmm !!.. arwah nenek nenek pake kebaya ma jarik tuh "
Sosok yang sedang dilihat Aline ternyata adalah arwah nenek yang entah kenapa malah nangkring di atap hotel sebelah , selama beberapa menit Aline terus memandangi atap hotel sebelum akhirnya ia bilang kalau arwah nenek itu tiba tiba malah melayang dan mendarat di parit yang berada di seberang jalan.
Me : " ngapain neneknya ndarat ke situ ? "
Aline : " tau tuh , dia berdiri doang sambil ngelihatin air "
Saat Aline masih memandangi parit di seberang jalan tiba tiba ada sesosok makhluk gaib lain yang dilihatnya , kali ini ia bilang kalau di pepohonan pisang depan hotel Tresno Putro ada sesosok arwah bocah perempuan pirang yang sepertinya adalah anak orang Belanda.
Me : " ngapain dia di situ ? "
Aline : " tau tuh diem doang dianya "
Me : " pake baju apa ? "
Aline : " bajunya kuno mas , rambut pirangnya dikepang "
Kusuruh Aline mengamati sosok arwah bocah perempuan yang berada di pepohonan pisang itu , tak lama kemudian ia bilang kalau sosok itu baru saja melayang dan tiduran di parabola yang terpasang di depan hotel , sementara arwah nenek yang berada di parit seberang jalan sudah menghilang entah kemana.
Me : " ngapain tu bocah tiduran di parabola ? "
Aline : " gak tau tuh , lagi sedih kayaknya mas "
Selama beberapa menit Aline terus memandangi parabola depan hotel sebelum akhirnya ia bilang kalau arwah bocah perempuan itu melayang lagi dan malah nangkring di papan tulisan Indomaret yang berada di sebelah hotel.
Aline : " kayaknya cuman mau mejeng aja tuh bocah belanda mas "
Me : " aneh masak mejengnya di papan indomaret "
Papan tulisan Indomaret itu diterangi lampu yang cukup terang , sementara arwah bocah perempuan yang dilihat Aline katanya masih nangkring di sana sambil menggoyang goyangkan kedua kakinya , hingga tak lama kemudian Aline berkata kalau arwah nenek tadi tiba tiba muncul lagi dari parit seberang jalan.
Aline : " neneknya ngelambain tangan mas , kayaknya manggil manggil si bocah biar ikut ke sono "
Me : " oh ?! "
Sayangnya aku tak bisa melihat arwah arwah yang diceritakan Aline itu , yang bisa kulakukan cuma mendengar apa yang ia katakan sambil membayangkan apa yang dilakukan arwah arwah itu di tempat tempat yang ia tunjuk , aku sendiri sebenarnya bisa menemui arwah arwah itu secara astral namun aku merasa malas untuk melakukannya.
Pada jam setangah 12 malam kami akhirnya beranjak meninggalkan warungnya Mbak Vesty , dengan pembuktian ini kami akhirnya mempercayai bahwa cerita horor yang ditulis Mbak Vesty di Kaskus itu memang benar benar nyata adanya dan bukan sekedar cerita bohongan yang dilabeli true story , kami harap Mbak Vesty dan keluarganya bisa hidup tenang walaupun ada makhluk makhluk tak kasat mata di rumahnya.
Quote:
Diubah oleh vigojinggo 19-02-2020 18:17
dickyacupunture memberi reputasi
2
Kutip
Balas