- Beranda
- Stories from the Heart
GASLAN
...
TS
hasanudin39
GASLAN

INTRO
Assalamualaikum perkenalkan nama ane Sultan , ane disinih masih newbie banget dan kemaren sempet so so an buat bikin thread and ane lupa akunnya jadi ane mau mulai lagi hehe bismillah semoga lancar jaya ya :}
Cerita ini 100% real yang ane alami dan yang temen seperjuangan ane perjuangin , mohon kiranya agan agan tau nama atau tempat yang ane samarkan , dimohon untuk tidak membeberkannya
salam hangat dari saya #KeepNjoykisah ini dibuat untuk saya , kalian , dan kita semua yang ingin menikmatinya..semoga betah

Spoiler for "INDEX":
PART 1
PART 2 - SIAPA DIA??
PART 3
PART 4 - BASAH DITERIK CERIA
PART 5 - KAMIS USANG
PART 6 - HUJAN LALU PELANGI
PART 7 - G 28 S
PART 8 - G 28 S II
PART 9 - HEI
PART 10 - PEMBEDA
PART 11 - AGAIN?
PART 12 - BUJUGBUNENG
PART 13 - HARUS?
PART 14 - PILIHAN
PART 15 - JUMAT BAROKAH
PART 16 - LAJU
PART 17 - MASIH CINTA
PART 18 - CERAH LANGITKU
PART 19 - NOT BAD
PART 20 - Kebersamaan Tak Secengeng Yang Ku Kira
PART 21 - ONLY YOU
PART 22 - BANYAK
PART 23 - MASALAH
PART 24 - YANG TERLEWATKAN
PART 25 - HUH
PART 26 - CINTA
PART 27 - ARTI SESUNGGUHNYA
PART 28 - CINTA II
PART 29 - APA JADINYA
PART 30 - AWAL PERPISAHAN
PART 31 - SEBUAH KEHARUSAN
PART 32 - SEMU!
PART 33 - ORGANISASI
PART 34 - RABULOVEYOU
PART 35 - KEMUNGKINAN
PART 36 - KANDAS I
PART 37 - KANDAS II
Nama ane Sultan bertempat di Jakarta , ini cerita ane , cerita waktu ane masih SMP kelas 3 , ane bersekolah di daerah jakarta pusat sana , sekolah ane terbilang favorite di kalangan anak anak sekitaran Jakarta pusat-barat , suatu kebanggaan bagi ane pernah tinggal selama 3 tahun di dalamnya....
Senin
Pagi Jakarta waktu itu terasa berbeda dari biasanya entah kenapa hari ini rasanya ada yang aneh , apa jangan jangan karena hari ini tahun ajaran baru? Mangkanya ane jadi semangat ginih? Sebagai cowo yang bisa dibilang playboy ini
ane biasaya ngemulai tahun ajaran baru dengan genit sonoh sinih sama murid baru
dan bodohnya ane lupa kalo kelas 7 dan 8 itu masuk siang , jadinya gagal deDiubah oleh hasanudin39 18-05-2020 22:07
Kurohige410 dan 9 lainnya memberi reputasi
10
9.7K
Kutip
65
Balasan
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
33.1KThread•55.2KAnggota
Tampilkan semua post
TS
hasanudin39
#48
PART 30 - AWAL PERPISAHAN
Quote:
"Aku mau putus" Kata ane ke Pasha melalu chating.
Masih banyak tanda tanya yang sebenarnya berputar putar di otak dan hati ane. Sekali lagi, ane memutuskan untuk pergi, dan kesekian kalinya kalimat kalimat yang mengharuskan ane pergi, kembali terlihat di room chat ini. Room chat yang biasanya diisi oleh kabar dan kata kata manis sekarang berubah menjadi bendungan air yang sedikit berlinang.
"Kenapa putus?" Tanya Pasha.
"Aku bosan, udah gapunya kecocokan sama kamu. Jangan musuhan ya? Aku mau kita temenan sama seperti dulu sebelum pacaran" Balas ane.
Masih banyak tanda tanya yang sebenarnya berputar putar di otak dan hati ane. Sekali lagi, ane memutuskan untuk pergi, dan kesekian kalinya kalimat kalimat yang mengharuskan ane pergi, kembali terlihat di room chat ini. Room chat yang biasanya diisi oleh kabar dan kata kata manis sekarang berubah menjadi bendungan air yang sedikit berlinang.
"Kenapa putus?" Tanya Pasha.
"Aku bosan, udah gapunya kecocokan sama kamu. Jangan musuhan ya? Aku mau kita temenan sama seperti dulu sebelum pacaran" Balas ane.
-
Bangun pagi dan berjalan menyusuri perkampungan tempat dimana ane dibesarkan, mampir ke warung sebentar untuk membeli sebatang rokok dan granita seperti biasa sudah menjadi kebiasaan ane setiap berangkat ke sekolah.
"Naik bus sekolah ajalah, gua lagi males naik patas" Ucap ane dalam hati.
Ane sudah berada didepan tempat biasa menunggu bus/patas yang akan mengantarkan ke sekolah. Di samping ane ternyata banyak anak sekolah musuh yang juga sedang menunggu bus yang akan mengantarkan mereka ke sekolahnya.
Kami saling menatap satu sama lain, jarak ane dan mereka tidak terlalu jauh. Ane hanya cuek dan memasang muka biasa, gak punya rasa takut di kolekin/dijailin. Karena disituh juga ada beberapa orang yang ane kenal, sedikit ngebuat ane lega juga jadinya hehe.
"Udah lama lu Jo?" Tanya salah satu teman ane yang baru datang.
"Kagak sih, baru aja gua nyampe" Kata ane.
Ane hisap rokok yang sedikit lagi habis itu. Mengeluarkannya kembali dan menghisapnya kembali. Bus sekolah datang, kami semua yang akan berangkat ke sekolah segera bersiap siap. Di belakang bus sekolah juga ada bus yang biasa dinaiki sekolah musuh kami. Kami tak pernah satu bus dengan mereka, karena jurusan dan jalur yang berbeda. Selain itu, bus yang kami tumpangi ini gratis dan pakai AC
beda dengan mereka yang harus bayar dan sempit sempitan.
"Ledekin ledekin" Kata ane.
Lalu teman ane membuka kaca jendela bus sekolah seraya mengacungkan jari tengah dan berteriak.
"Yaa ***** (Nama sekolah ane) pusat nih" Kata teman ane sedikit meledek lalu kembali menutup kaca jendela bus.
Kami semua tertawa karena aksi ledekan di pagi hari itu, cukup lah buat penghibur sebelum sampai ke sekolah.
"Tadi die die orang cuma ngeliatin doang pas kita nunggu bus sekolah" Kata teman ane.
"Haha iya, gua tadi sendirian disituh. Die 5 orang" Kata ane.
"Untung gak di kolekin lo" Kata teman ane.
"Haha enggaklah, itu si **** (Yang ane kenal) die kenal gua" Kata ane.
Mungkin bakal banyak pemikiran "Kenapa enggak ribut ditempat?" "Kok bisa barengan tapi enggak terjadi keributan?"
Sebenarnya kami sama mereka itu kadang suka ngelucu. Pernah waktu itu pas ane masih jadi kelas 8. Ane dan kawan ane 3 orang ngebajak mobil truk biasa, karena pulang sore dan pas pasan dengan jam pulang kantor, alhasil kami terkena macet. Kami ber 4 gak ada yang berani nongol dan mejeng di sisi truk (Hal yang biasa dilakukan ketika lagi ngalong) karena waktu itu gapunya persiapan buat ribut dan cuma pengen pulang dengan selamat. Jalanan masih macet dan kami baru sampai dijalan Cideng. Firasat ane udah gak bagus disituh, karena sekolah musuh juga bisa dateng kapan aja dan mereka punya anak anak siang. Perasaan campur aduk, takut terjadi apa apa. Kebetulan yang kami tumpangi itu adalah truk yang isinya alat alat bangunan, besi besi mah adah deh.
"Kayanya ada ** (Sekolah musuh) didepan" Kata Adut.
"Kalo die ngajak ribut, pake ini aja" Kata ane sambil memegang linggis besi yang lumayan kalo buat ditimpa ke badan orang.
Ane udah siap siap jika nanti bakal ada keributan. Teman ane yang laen juga udah siap kalo nantinya bakal terjadi kenapa kenapa.
"Iyee itu ** (Sekolah musuh) Tan" Kata Adut.
Ane udah megang besi yang ada didalam sini.
Ternyata mereka 3 orang dengan wajah cape, mungkin baru saja pulang sekolah. Mereka ber 3 ngeliatin ane.
"Anak mana lo" Bentak ane sambil menatap mereka.
"Numpang bang, gue anak ***** (Daerah ane) " Kata salah satu dari mereka.
Karena satu daerah dan kayanya masih kelas 1. Mereka ane izinkan pulang bareng. Ada rasa gaenak juga buat nge anuinnya. Mereka satu daerah sama ane, walaupun ada istilah Sekolah sekolah, daerah daerah , tetep aja ane masih punya rasa iba dan gaenak hati.
BACK
Ane sudah sampai dikelas, merapihkan jaket yang lalu ane masuka ke tas buat dijadikan bantal. Huft, habis putus kok malah begini ya, jadi males ngapa ngapain.
Suasana kelas sudah semakin ramai, 5 menit lagi bel akan segera berbunyi. Jam pelajaran pertama adalah IPS. Salah satu pelajaran yang ane sukai, dan guru yang mengajarkan adalah wali kelas ane sendiri. Bu Amroh.
Bu Amroh memulai pelajaran dengan berdoa. Pembahasan yang mudah dimengerti dan itu yang membuat ane suka ketika ada pelajaran dia, suka karena pembawaan ya, bukan orangnya
hehe.
"Sudah mau habis pelajaran ibu, sampai sinih ada yang mau ditanyakan?" Tanya bu Amroh.
Semua murid diam, tanda tidak ada pertanyaan. Bu Amroh izin pamit untuk ke kelas sebelah dan menitipkan pesan supaya tidak ada yang berisik.
"Lu nanti sore ada acara?" Tanya ane ke Fauziyah.
"Emm gatau, kenapa emang?" Kata Fauziyah.
"Gapapa sih pengen maen aja, udah lama gak berduaan" Kata ane.
Tiba tiba si Meli nyeltuk tentang Pasha.
"Weh nyonya lu nanti ngamuk lagi" Kata Meli sambil meledek ane.
"Tau, nanti nyonya lu ngambek" Kata Fauziyah yang ikut meledeki ane.
"Udah enggak Mel, yaampun" Kata ane sambil masang muka sok ketawa. Haha.
"Ohh udah enggak" Kata Fauziyah.
Tiba tiba Danil datang lalu duduk di meja tempat ane ngobrol sama Fauziyah dan Meli.
"Ngehe kebiasaan gua lagi ngobrol" Kata ane ke Danil.
"Deket mulu jadian kagak" Kata Danil. Sialan emang temen yang satu ini.
"Yeeh apasih" Kata Fauziyah.
Danil tertawa lalu cabut ke bangku belakang, sementara ane masih ditempat duduk Fauziyah.
"Kok lu masih disinih?" Tanya Fauziyah.
Ane cuma ketawa sedikit.
"Ya gapapa, kan ini tempat duduk kosong nih, nanti kalo gak gua isi jadinya nanti horor" Kata ane.
"Yehh, udah sonoh maen ke belakang" Kata Farah. Lalu ane kembali ke belakang bergabung dengan yang lainnya.
Dibelakang kelas kami membicarakan tentang sekolah musuh, yang selalu membawa petasan ketika ribut bersama kami. Sebenarnya agak ngeri juga dengan apa yang mereka bawa. Kalo sama pasukannya mah gak terlalu, karena kami selalu menang. Tingkat percaya diri akan naik ketika sudah melihat musuh jatuh, bukan begituh? Haha.
"Mending dah kalo ngarahin kebawah, lah ini kedepan muka. Tas gua kena percikannya aja hampir bolong" Kata ane.
"Tunggu petasan die abis, baru maju" Kata Anca.
"Keburu kita kalah" Kata Ocol.
"Gapapa yang penting mau maju" Kata Anca.
"Die harusnya di pepetin, anak basis *** (basis ane) dari kanan, diem dulu aja. Abis itu basis *** (Basis Garry dkk) dari kiri" Kata Anca.
"Bikin die bingung" Kata Ocol.
"Next time deh" Kata ane.
Obrolan kami terhenti karena bel istirahat sudah berbunyi. Kami semua turun menuju kantin, lalu membeli es untuk sedikit menghilangkan rasa haus yang menempel ditenggorokan.
Kembali lagi di hari itu, hari yang membuat aku dan kamu tidak menjadi satu. Hari dimana semua keawalan kembali terjadi, tidak akan banyak yang berbeda. Kecuali tali hubungan yang dulu kita sama sama ikat untuk menyambung perasaan di hati satu sama lain.
Kamu, wanita yang hebat. Kamu wanita yang hebat. Kamu wanita yang hebat. Mungkin, nanti. Akan ada laki laki yang lebih mengagumi mu dari apa yang ku ketik saat ini. Mungkin, nanti. Akan ada sosok yang lebih mengerti kondisimu dibanding ego ku. Mungkin, nanti. Akan ada satu sosok yang kau jadikan pendamping dan contoh baik untuk dirimu dan dirinya pribadi.
Tetaplah menjadi wanita yang hebat, sebagaimana kamu dulu membuatku takluk lalu memilihmu dibanding wanita yang menungguku, Sa.
"Maafin aku, aku gabisa jaga perasaan kamu" Kata ane ke Pasha lewat chating.
"Maafin aku juga, udah ngebuat kamu bosen. Tapi ini aku, maafin aku" Kata Pasha.
Ane masih memegang hp seraya melihat ke langit langit. Mencoba menenangkan diri supaya tidak ada yang perlu disalahkan saat ini.
"Naik bus sekolah ajalah, gua lagi males naik patas" Ucap ane dalam hati.
Ane sudah berada didepan tempat biasa menunggu bus/patas yang akan mengantarkan ke sekolah. Di samping ane ternyata banyak anak sekolah musuh yang juga sedang menunggu bus yang akan mengantarkan mereka ke sekolahnya.
Kami saling menatap satu sama lain, jarak ane dan mereka tidak terlalu jauh. Ane hanya cuek dan memasang muka biasa, gak punya rasa takut di kolekin/dijailin. Karena disituh juga ada beberapa orang yang ane kenal, sedikit ngebuat ane lega juga jadinya hehe.
"Udah lama lu Jo?" Tanya salah satu teman ane yang baru datang.
"Kagak sih, baru aja gua nyampe" Kata ane.
Ane hisap rokok yang sedikit lagi habis itu. Mengeluarkannya kembali dan menghisapnya kembali. Bus sekolah datang, kami semua yang akan berangkat ke sekolah segera bersiap siap. Di belakang bus sekolah juga ada bus yang biasa dinaiki sekolah musuh kami. Kami tak pernah satu bus dengan mereka, karena jurusan dan jalur yang berbeda. Selain itu, bus yang kami tumpangi ini gratis dan pakai AC
beda dengan mereka yang harus bayar dan sempit sempitan. "Ledekin ledekin" Kata ane.
Lalu teman ane membuka kaca jendela bus sekolah seraya mengacungkan jari tengah dan berteriak.
"Yaa ***** (Nama sekolah ane) pusat nih" Kata teman ane sedikit meledek lalu kembali menutup kaca jendela bus.
Kami semua tertawa karena aksi ledekan di pagi hari itu, cukup lah buat penghibur sebelum sampai ke sekolah.
"Tadi die die orang cuma ngeliatin doang pas kita nunggu bus sekolah" Kata teman ane.
"Haha iya, gua tadi sendirian disituh. Die 5 orang" Kata ane.
"Untung gak di kolekin lo" Kata teman ane.
"Haha enggaklah, itu si **** (Yang ane kenal) die kenal gua" Kata ane.
Mungkin bakal banyak pemikiran "Kenapa enggak ribut ditempat?" "Kok bisa barengan tapi enggak terjadi keributan?"
Sebenarnya kami sama mereka itu kadang suka ngelucu. Pernah waktu itu pas ane masih jadi kelas 8. Ane dan kawan ane 3 orang ngebajak mobil truk biasa, karena pulang sore dan pas pasan dengan jam pulang kantor, alhasil kami terkena macet. Kami ber 4 gak ada yang berani nongol dan mejeng di sisi truk (Hal yang biasa dilakukan ketika lagi ngalong) karena waktu itu gapunya persiapan buat ribut dan cuma pengen pulang dengan selamat. Jalanan masih macet dan kami baru sampai dijalan Cideng. Firasat ane udah gak bagus disituh, karena sekolah musuh juga bisa dateng kapan aja dan mereka punya anak anak siang. Perasaan campur aduk, takut terjadi apa apa. Kebetulan yang kami tumpangi itu adalah truk yang isinya alat alat bangunan, besi besi mah adah deh.
"Kayanya ada ** (Sekolah musuh) didepan" Kata Adut.
"Kalo die ngajak ribut, pake ini aja" Kata ane sambil memegang linggis besi yang lumayan kalo buat ditimpa ke badan orang.
Ane udah siap siap jika nanti bakal ada keributan. Teman ane yang laen juga udah siap kalo nantinya bakal terjadi kenapa kenapa.
"Iyee itu ** (Sekolah musuh) Tan" Kata Adut.
Ane udah megang besi yang ada didalam sini.
Ternyata mereka 3 orang dengan wajah cape, mungkin baru saja pulang sekolah. Mereka ber 3 ngeliatin ane.
"Anak mana lo" Bentak ane sambil menatap mereka.
"Numpang bang, gue anak ***** (Daerah ane) " Kata salah satu dari mereka.
Karena satu daerah dan kayanya masih kelas 1. Mereka ane izinkan pulang bareng. Ada rasa gaenak juga buat nge anuinnya. Mereka satu daerah sama ane, walaupun ada istilah Sekolah sekolah, daerah daerah , tetep aja ane masih punya rasa iba dan gaenak hati.
BACK
Ane sudah sampai dikelas, merapihkan jaket yang lalu ane masuka ke tas buat dijadikan bantal. Huft, habis putus kok malah begini ya, jadi males ngapa ngapain.
Suasana kelas sudah semakin ramai, 5 menit lagi bel akan segera berbunyi. Jam pelajaran pertama adalah IPS. Salah satu pelajaran yang ane sukai, dan guru yang mengajarkan adalah wali kelas ane sendiri. Bu Amroh.
Bu Amroh memulai pelajaran dengan berdoa. Pembahasan yang mudah dimengerti dan itu yang membuat ane suka ketika ada pelajaran dia, suka karena pembawaan ya, bukan orangnya
hehe. "Sudah mau habis pelajaran ibu, sampai sinih ada yang mau ditanyakan?" Tanya bu Amroh.
Semua murid diam, tanda tidak ada pertanyaan. Bu Amroh izin pamit untuk ke kelas sebelah dan menitipkan pesan supaya tidak ada yang berisik.
"Lu nanti sore ada acara?" Tanya ane ke Fauziyah.
"Emm gatau, kenapa emang?" Kata Fauziyah.
"Gapapa sih pengen maen aja, udah lama gak berduaan" Kata ane.
Tiba tiba si Meli nyeltuk tentang Pasha.
"Weh nyonya lu nanti ngamuk lagi" Kata Meli sambil meledek ane.
"Tau, nanti nyonya lu ngambek" Kata Fauziyah yang ikut meledeki ane.
"Udah enggak Mel, yaampun" Kata ane sambil masang muka sok ketawa. Haha.
"Ohh udah enggak" Kata Fauziyah.
Tiba tiba Danil datang lalu duduk di meja tempat ane ngobrol sama Fauziyah dan Meli.
"Ngehe kebiasaan gua lagi ngobrol" Kata ane ke Danil.
"Deket mulu jadian kagak" Kata Danil. Sialan emang temen yang satu ini.
"Yeeh apasih" Kata Fauziyah.
Danil tertawa lalu cabut ke bangku belakang, sementara ane masih ditempat duduk Fauziyah.
"Kok lu masih disinih?" Tanya Fauziyah.
Ane cuma ketawa sedikit.
"Ya gapapa, kan ini tempat duduk kosong nih, nanti kalo gak gua isi jadinya nanti horor" Kata ane.
"Yehh, udah sonoh maen ke belakang" Kata Farah. Lalu ane kembali ke belakang bergabung dengan yang lainnya.
Dibelakang kelas kami membicarakan tentang sekolah musuh, yang selalu membawa petasan ketika ribut bersama kami. Sebenarnya agak ngeri juga dengan apa yang mereka bawa. Kalo sama pasukannya mah gak terlalu, karena kami selalu menang. Tingkat percaya diri akan naik ketika sudah melihat musuh jatuh, bukan begituh? Haha.
"Mending dah kalo ngarahin kebawah, lah ini kedepan muka. Tas gua kena percikannya aja hampir bolong" Kata ane.
"Tunggu petasan die abis, baru maju" Kata Anca.
"Keburu kita kalah" Kata Ocol.
"Gapapa yang penting mau maju" Kata Anca.
"Die harusnya di pepetin, anak basis *** (basis ane) dari kanan, diem dulu aja. Abis itu basis *** (Basis Garry dkk) dari kiri" Kata Anca.
"Bikin die bingung" Kata Ocol.
"Next time deh" Kata ane.
Obrolan kami terhenti karena bel istirahat sudah berbunyi. Kami semua turun menuju kantin, lalu membeli es untuk sedikit menghilangkan rasa haus yang menempel ditenggorokan.
BACK TADI MALAM
Kembali lagi di hari itu, hari yang membuat aku dan kamu tidak menjadi satu. Hari dimana semua keawalan kembali terjadi, tidak akan banyak yang berbeda. Kecuali tali hubungan yang dulu kita sama sama ikat untuk menyambung perasaan di hati satu sama lain.
Kamu, wanita yang hebat. Kamu wanita yang hebat. Kamu wanita yang hebat. Mungkin, nanti. Akan ada laki laki yang lebih mengagumi mu dari apa yang ku ketik saat ini. Mungkin, nanti. Akan ada sosok yang lebih mengerti kondisimu dibanding ego ku. Mungkin, nanti. Akan ada satu sosok yang kau jadikan pendamping dan contoh baik untuk dirimu dan dirinya pribadi.
Tetaplah menjadi wanita yang hebat, sebagaimana kamu dulu membuatku takluk lalu memilihmu dibanding wanita yang menungguku, Sa.
"Maafin aku, aku gabisa jaga perasaan kamu" Kata ane ke Pasha lewat chating.
"Maafin aku juga, udah ngebuat kamu bosen. Tapi ini aku, maafin aku" Kata Pasha.
Ane masih memegang hp seraya melihat ke langit langit. Mencoba menenangkan diri supaya tidak ada yang perlu disalahkan saat ini.
KMLHPSHNBTA
Quote:
Waktu itu malam Minggu yang macet, ane sudah mengajak Pasha untuk sedikit mencari angin diluar sanah. Dan beruntungnya Pasha mengiyakan ajakan ane. Ane bersiap siap dan memanaskan kendaraan yang ane punya, mengecek bensin apakah cukup dipakai untuk sekedar jalan jalan. Dan ternyata cukup. Kalo habis nanti tinggal beli dijalan hehe.
"Gua udah rapih, lu dimana?" Chat ane ke Pasha.
"Gue di warung biasa" Balas Pasha.
Ane langsung meluncur ketempat tersebut, tidak terlalu jauh.
Setelah lumayan lama tidak berduaan dengan Pasha. Akhirnya hari ini ada sedikit kesempatan untuk mengajaknya berjalan. Hehe.
"Mau kemana kita?" Tanya ane yang sudah berada didepannya.
"Kemana aja, ngiter ngiter aja yuk" Ajak Pasha.
Pasha naik ke motor, lalu ane tancap gas ke daerah Tomang.
"Lu gimana sama k****(Pacar Pasha saat itu) " Tanya ane ketika kami sedang dalam perjalanan.
"Ya gituh, die kadang suka ngilang, gue jadi jarang chatingan" Curhat Pasha.
"Tapi chatingan lancar?" Tanya ane.
"Chatingan mah chatingan, tapi ya gituh. Balesnya kadang lama, kadang gue yang ditinggal. Balesnya paling 'iya' 'oke' gituh" Kata Pasha.
-
Ane cut sampe sinih aja ya? Karena banyak privacy didalamnya
"Makasih ya Sa hehe" Kata ane ketika menurunkan Pasha didepan gapura daerah ane.
"Iyaa Tan, kalo ada apa apa bilang aja ya, gue duluan" Kata Pasha.
Lalu kami berpisah dari acara reuni kecil kecilan itu hehe. Sengaja dibilang reuni, karena kami cuma bisa bertemu, tidak bisa bersatu. (TAPI KALO DIAJAKIN LAGI YA, GAPAP) Hahaha. Enggak deng bercanda
"Gua udah rapih, lu dimana?" Chat ane ke Pasha.
"Gue di warung biasa" Balas Pasha.
Ane langsung meluncur ketempat tersebut, tidak terlalu jauh.
Setelah lumayan lama tidak berduaan dengan Pasha. Akhirnya hari ini ada sedikit kesempatan untuk mengajaknya berjalan. Hehe.
"Mau kemana kita?" Tanya ane yang sudah berada didepannya.
"Kemana aja, ngiter ngiter aja yuk" Ajak Pasha.
Pasha naik ke motor, lalu ane tancap gas ke daerah Tomang.
"Lu gimana sama k****(Pacar Pasha saat itu) " Tanya ane ketika kami sedang dalam perjalanan.
"Ya gituh, die kadang suka ngilang, gue jadi jarang chatingan" Curhat Pasha.
"Tapi chatingan lancar?" Tanya ane.
"Chatingan mah chatingan, tapi ya gituh. Balesnya kadang lama, kadang gue yang ditinggal. Balesnya paling 'iya' 'oke' gituh" Kata Pasha.
-
Ane cut sampe sinih aja ya? Karena banyak privacy didalamnya

"Makasih ya Sa hehe" Kata ane ketika menurunkan Pasha didepan gapura daerah ane.
"Iyaa Tan, kalo ada apa apa bilang aja ya, gue duluan" Kata Pasha.
Lalu kami berpisah dari acara reuni kecil kecilan itu hehe. Sengaja dibilang reuni, karena kami cuma bisa bertemu, tidak bisa bersatu. (TAPI KALO DIAJAKIN LAGI YA, GAPAP) Hahaha. Enggak deng bercanda

Quote:
Terimakasih yang sudah mau mendukung tulisan ane ini. Terimakasih yang sudah mampir, dan terimakasih buat SR, kalian luar biasa. Mampir doang, gak komen, gak ngasih cendol. Hahaha. Gak deng, bercanda. Thanks, masih banyak kelanjutannya, tungguin aja

sultanalhadad memberi reputasi
1
Kutip
Balas