"Jalan ke pusat aja ayo" Kata salah satu teman ane.
"Yaudah ayo jalan lah, pasti gak" Kata yang lainnya.
Kami basis Roxy hari ini akan bergabung bersama basis yang lainnya untuk jalan ke pusat sanah, kami semua mau jalan ke arah pasar baru sanah yang katanya adalah tongkrongan SMPN *. Karena sudah lama tidak jalan jauh mangkanya hari ini pada mau jalan kesanah.
Kami masih ditampung basis Gajah Mada, basis yang cukup banyak pelajarnya dibanding basis yang lain. Kami semua duduk sama rata, saling bertegur sapa walau beda wilayah, ada juga anak kelas 1 dan 2 yang hari ini cabut sekolah, padahal angkatan ane kalo mau jalan itu jarang bilang bilang, jarang nunjukin eksistensi, tapi kami masih tetep ada kok, cuma ya gamau aja terlalu ketauan gerak geriknya...saaiikkk wkwk.
"Nih gak ada yang mau lokit dulu?" Tanya Garry.
"Lokit aja dulu" Kata yang lain.
Ocol, biasanya dia yang ngeliat atau mantekin dan ngasih kabar, tapi kayanya masih lama karena sekarang aja masih jam 12an, katanya sih mereka orang itu bubaran sekitar jam 2'an masih terlalu cepet juga kan kalo dipantekin tengah hari bolong ginih.
Kami semua masih berkumpul di warung tongkrongan biasa anak anak basis Gajah Mada sampai akhirnya harus pindah karena warga disinih sudah pada resah takut akan terjadi tawuran. Mungkin karena ngeliat pelajar ane yang banyak kali yah? Mangkanya pada mikirnya kami bakal tawuran disinih, padahal mah enggak, niatan aja gapunya.
"Ke batu ceper aja" Ajakan dari teman ane.
"Ayo aja" Kata ane.
Kami semua bangun, duduk sama rata berdiri sama tinggi jalan beriringan tak ada yang saling mendahului, kami semua bergerak, kami cuma jalan 1 angkatan, dan orangnya ya yang itu itu aja, tapi gapapalah, kami gapernah maksain yang lain buat bisa gabung, ini cuma untuk kesenengan diantara kejenuhan didalam sekolah.
"Mau disinih aja?" Tanya Garry ketika kami sudah sampai.
"Disinih apa di gang sebelah?" Tanya teman ane.
"Di gang sebelah aja" Kata teman ane.
Kami semua masih menunggu jam pulang sekolah mereka, berkumpul sambil mengobrol jadi alat untuk menghilangkan bosan, ane enggak buka hp terlebih dahulu, takut nyokap nanyain karena jam seginih biasanya ane sudah dirumah + tidur 😂 kalo ada yang nganggep ane sering keluyuran mah itu salah besar karena aslinya ane itu sering sendirian dikamar main hp, bikin kopi sambil chatingan, main keluar kalo lagi bener bener mau dan pas ada duit doang
"Tambahin Tan buat minuman" Kata teman ane menyodorkan topi yang sudah dibalik.
Ane mengeluarkan uang 5ribu'an buat keperluan selama disinih.
Setelah selesai topi berputar 2 teman ane langsung pergi ke warung, ya sekedar beli rokok + minuman palingan.
"Die orang jam seginih biasanya udah pulang" Kata teman ane yang rumahnya di daerah Juanda.
"Apa mau lokit aja?" Kata teman ane.
"Nanti aja disinih dulu, nanti berangkat lagi ke depan ruko" Kata teman ane yang rumahnya di daerah juanda.
Akhirnya kami harus menunggu kembali jam pulang mereka, ane gak habis pikir aja sih, masa anak SMP pulangnya sore banget? Sekolah ane aja udah pulang masa mereka belom? Yakali??
"Kalo lagi beginih inget pas lagi hut dah" Kata teman ane.
"Iyaa pas hut alumni misah, katanya ribut sama **** (sekolah swasta) siang?" Kata ane.
"Iyaa ribut, itu kalo kemarin ada si ***** (salah satu alumni ane yang cukup terkenal namanya) gabakal boleh balik sampe ketemu musuh kalih yah" Kata temen ane.
"Iyaa, bikin cape doang ngiter gajelas gak dapet apa apa" Kata ane.
"Ada yang kentut lagih di dalem kopaja, mana dempet dempetan sialan" Kata Ocol yang tertawa diatas motornya.
Ya emang, itu salah satu kejadian yang tidak bisa ane lupain. Ketika kami semua kecapean karena tidak ketemu siapa siapa dan harus menyetop mobil kopaja, sebenarnya sudah banyak yang naik diatas atap, tapi karena ada salah satu ormas dan polisi akhirnya kami semua masuk kedalam mobil dengan dempet dempetan, mana engap, cape ane dari atas loncat kebawah, eh didalem mobil yang sempit malah ada yang kentut, bangs*t.
"Gatau tuh siapa yang kentut, sialan gak ada yang mau ngaku lagih" Kata ane sambil ketawa kecil.
"Rokok mana rokok" Kata ane.
Ane membakar rokok yang dioper oleh salah satu teman ane yang rumahnya di sekitar sinih, sedikit tenang juga kalo nantinya terjadi apa apa.
Sudah mau hampir jam setengah 2 siang, tapi kami belum mendapat tanda tanda apapun. Kami semua kembali bangun untuk kembali berjalan ke arah Juanda, kabar yang ane dengan cukup banyak pelajar yang nongkrong disanah, salah satunya yang kami nanti nanti sejak tadi.
"Lu gamau ke mantan lu?" Kania yang dimaksud ocol.
"Yeh tai masih aja diinget" Kata ane lalu duduk dekat si Ozan.
"Yah Ocol mah cewek mulu" Kata Ozan.
"Yoi, ceweknya banyak nih Ocol" Kata teman ane.
"Bukan banyak lagi yegak, oper satu" Kata ane.
"Yeh lu udah punya pacar anjir" Kata Ocol.
"Yaelah lupa nih Col haha" Kata ane.
Salah satu teman menghampiri ane, topi kembali berputar yang nantinya akan dibelikan keperluan selama disinih, ya lumayan kan air sama rokok mah. Dulu mah jarang banget mikirin makan kalo lagi beginih, suer deh haha.
"Ah gajelas nih *(sekolah musuh) nya" Kata teman ane.
"Yaudah gerak ke Pecenongan aja" Kata Iqbal.
Kami semua bangun lagi, jam sudah menunjukan pukul setengah 3 sore.
Kami menunggu di dekat pom bensin Pecenongan, ada 2 orang yang memantau didepan dan sisanya ada dibelakang, salah satu dari kami juga sudah ada yang mengkontek anak anak sekolah mereka dan memberitahu bahwa kami sudah menunggu didekat pom bensin ini.
"Kalo jebol masuk ke gang yang tadi aja" Kata teman ane. Gang yang dimaksud adalah perkampungan dia.
Kami semua mangut dan tetap waspada dengan musuh yang bisa tiba tiba datang.
FINALLY
Mereka datang dari arah Pasar Baru dengan bergerombolan, kami yang melihat mereka semua datang langsung bangun siap siaga.
"Batu gua mana anjing yang tadi disinih" Kata ane mencari batu yang sudah ane persiapkan tadi.
Ane melihat 1 orang dengan celurit ditangannya sambil berlari kearah kami, entah pegangan apa yang dia punya tapi itu mustahil buat orang waras lakukan, dia berlari seperti kijang, berhadap hadapan dengan barisan ane.
Timpuk timpukan sedang berlangsung, ane ada dibarisan tengah, dan yang begonya lagi adalah...
"Weh jangan lari" Kata ane melihat 2 orang teman ane sudah lari kebelakang dan itu jelas membuat ane juga lari sambil masih menimpuk ke barisan mereka.
"Anjing tuh orang yang bawa celurit cepet banget larinya" Kata ane dalam hati.
Ane masih terus berjalan kebelakang, barisan sekolah kami jebol, batu masih terus bertebangan, kami semua mundur. Ane sebenarnya menyesali kejadian tadi, kenapa tiba tiba langsung lari kebelakang? Kan itu sangat fatal banget terlebih untuk membuat mental jatuh pastinya.
Warga sekitar dan tukang ojek mulai membubarkan kami, kami semua masuk kedalam gang yang sudah di bicarakan tadi, kami kalah, kami kalah, kami mengaku kalah.
"Ah lu ngapain lari Tan" Kata Obok menegur ane.
"Gua kaget Bok kenape yang laen tiba tiba kebelakang" Kata ane.
"Itu wapak tuh yang didepan tadi" Kata anak Gajah Mada.
"Iyaa itu gamungkin waras anjir" Kata Ocol yang nafasnya masih terengah engah.
"Ah anjir banget, kaget gua pada lari" Kata ane.
Kami mulai membahas kesalahan tadi dan sedikit menyinggung keras soal kenapa tiba tiba lari kebelakang? Padahal itu adalah awal kejatuhan!. Shit! Kami kalah.
"Udah, kita kalah emang" Kata teman ane lesu.
"Iyaa kita kalah" Kata ane.
Semua masih lemas dengan kejadian tadi, ane duduk beralaskan batu, gapeduli celana ane kotor, pokoknya hari itu benar benar ancur buat pasukan kami. Huft.
"Lu anak mana" Kata abang abang yang naik motor menanyai ane.
Ane diem, tidak menjawab pertanyaan nya, dikarenakan itu akan membuat rugi nama sekolah ane.
"Anak ** (sekolah ane) bang" Kata teman ane.
"Ohh gue alumni lo, lu kenape jebol? Tadi gue udeh tahan padahal" Kata abang itu yang ternyata alumni sekolah ane.
"Itu bang pada kabur kebelakang" Kata teman ane.
"Gada yang bawa BR emang?" Tanya alumni ane.
Jangankan BR, itu tadi aja se adanya
"Yaudeh nanti kalo perlu BR ke kampungan gue aje" Kata alumni ane sambil memberitahu alamat rumahnya.
"Iyaa bang" Kata kami menjawab.
Kami semua masih beristirahat di kampungan teman ane ini, jam sudah menunjukan sore hari, tapi rasa untuk pulang kerumah belum terkumpul...