Biar.Kita menipu diri dengan hangatnya cinta.Oh, biar lupakan sementara,Semua duka terasa. -Yang Tercinta
"Kalo lo lagi sama gw ya sama gw aja jangan yang lain" Kata Pasha didalam chatan yang sedang ribut itu
"Yakalo gua milih Fauziyah ya pasti gua sama dialah, ngapain gua pilih lu? Otak dipake Sa, jangan kaya anak kecil" Balas ane yang juga sedang kesal
Ini sudah kesekian kalinya ane berantem sama Pasha. Yang diributkan memang tidak jauh dari hal hal yang lalu, nggak tau kenapa si Pasha bisa se marah ini sama ane. Mungkin ane ada salahnya karena masih terus berhubungan via chatan sama si Fauziyah. Ya tapikan dia temen ane juga? Ane juga sadar kalo ane punya Pasha. Gak mungkin lah sampe ngeduain mereka berdua. Seganteng apa coba ane
"Ya lo mikir lah, lo mau gak gue masih deket deket sama mantan gue" Balas Pasha
"Lah emang gua pernah ngelarang lo deket sama siapa aja? Kagak kan, lu boleh deket sama siapa aja asal tau bates, kan udah itu doang minta gua" Balas ane
"Lama lama gue datengin tuh orang kaya mantan lo yang itu (Kania maksudnya)" Balas Pasha
"Gausah deh, orang gua juga gak kenapa kenapa, udahlah lupain, lagian gua juga sadar diri kali" Kata ane
"Gue cape mas, bukan lo doang" Balas Pasha
"Yaudah tidur" Balas ane
"Seterah lo ah" Balas Pasha
Aelah dasar cewek maunya dirayu mulu
"Yaudah sih elah, ambekan lu" Balas ane
"Gtw" Balas Pasha
"Dih ngambek" Kata ane
"Apasih" Balas Pasha singkat
"Kamu tau lagu Iwan Fals yang kemesraan gak?" Tanya ane
"Gatau" Balas Pasha
Gua tau. Lu itu sebenarnya tau, cuma pengen aja kan ngeliat gua ngerayu lu
"Yang kaya gini lho" Balas ane sambil merekam suara ane dan menyanyikan lagu...
Suatu hari
Dikala kita duduk ditepi pantai
Dan memandang
Ombak dilautan yang kian menepi
Burung camar
Terbang bermain diderunya air
Suara alam ini
Hangatkan jiwa kita
Sementara
Sinar surya perlahan mulai tenggelam
Suara gitarmu
Mengalunkan melodi tentang cinta
Ada hati
Membara erat bersatu
Getar seluruh jiwa
Tercurah saat itu
Kemesraan ini
Janganlah cepat berlalu
Kemesraan ini
Ingin kukenang selalu
"Hehe iyaa tau" Kata Pasha yang mulai reda amarahnya
"Nah gituh jangan marah lagi ya" Kata ane
"Iyaa kamu juga jangan ngeselin mangkanya" Balas Pasha
"Iyaa nggak iyaa" Kata ane
"Itu di Fb kamu yang namanya Safanah siapa dah" Tanya Pasha
"Ohh itu anak ***** (nama sekolah ane) kayanya" Balas ane
"Kok gituh sih orangnya, ngechatin kamu mulu, sukak kali dia sama kamu haha" Balas Pasha
"Dih apasih wkwk, itu aja jarang dibales oon, aku gak terlalu kenal sama dia, lagian juga nanya nanya gituh doang" Kata ane
"Alah spik lu, bilang aja dia suka sama lo hahaha" Balas Pasha
"Yeh gua jitakin lu nanti ya kalo ketemu" Balas ane
"Gapernah takut ye mas, sorry ajanih" Balas Pasha
Chatingan ane sama Pasha pun berlanjut sampai waktu biasa kami ingin terlelap tidur dan seperti biasa Pasha selalu ninggalin ane duluan -_-
"Yeh ditinggal lagi gua, yaudah Selamat tidur sa" Chat ane ke Pasha yang mungkin dibalas besok pagi
...
Ane sudah sampai di sekolah dengan selamat tanpa telat sedikitpun. Di hari Rabu yang baik ini dan jam pertamanya adalah bu Ernita yang galak itu ane berharap semuanya akan baik baik saja seperti hari yang indah lalu hari kemarin.
Bu Ernita masuk setelah berbunyi, tumben sekali dia datang cepat hari ini.
"Sebelum kita memulai pelajaran. Tolong ketua kelas pimpin pembacaan doa" Kata Bu Ernita yang sudah duduk di kursinya
"Bersiap. Berdoa mulai" Kata Revika yang saat itu menjabat menjadi ketua kelas
.......
"Berdoa selesai. Memberi salam" Perintah Revika
"Assalamualaikum w.r.b" Ucap kami serentak
"Walaiqumsalam" Kata bu Ernita
"Bab kali ini tentang membuat prakarya ya"
"Ibu mau kalian besok membawa peralatan yang akan ibu sebutkan"
"Yang pertama photo kalian ukuran (ane lupa), triplek dan batu berwarna serta perekat ya"
"Nanti cara kerjanya ibu jelaskan, sekarang kalian kerjakan tugas halaman (ane lupa)" Perintah bu Ernita yang kami iyakan
Lalu setelah memberi tugas Bu Ernita pergi keluar kelas kami.
Ane nyamperin Meli, ada pertanyaan yang ingin ane sampaikan kepadanya.
"Mel, lu kenal Safanah gak" Kata ane
"Kenal, kenapa lu? Suka?" Tanya Meli
"Dih apasih, yang mana bego orangnya" Kata ane
"Gapapa Jo kalo suka nanti gua kasih tau" Kata Meli
"Ah taik lu haha" Kata ane tertawa kecil
Informasi yang ane dapatkan ternyata belum cukup akurat, bukannya ane tau malah ane yang diledekin. Ng*he
Ane terus berusaha mencari tau siapa sih si Safanah ini. Ane tau dia anak sekolahan ane karena ane mengecek profilenya di Fb, disituh tertulis
bersekolah di SMPN ** JAKARTA,yang berarti tandanya dia satu sekolah sama ane dan kenapa dia bisa tau nama ane? Padahal kelas 1 ditahunan ane itu masuknya siang, udah jelas dong pasti gak bakal ketemu.
"Lu kenal Safanah gak?" Tanya ane ke Anca
"Kenal, kenape?" Tanya Anca ke ane
"Dih gua nanya malah nanya balik" Kata ane
"Anterin gue yuk kedepan, bete gue dikelas" Kata Anca dan keluarlah kami berdua dan duduk di kursi panjang yang berada di depan kelas ane
"Lu mau tau gak Safanah yang mane" Kata Anca
"Yang mane" Kata ane
"Noh yang onoh" Kata Anca sambil menunjuk seseorang yang sedang mengikuti eskul pramuka
"Bentar gua ambil kacamata" Kata ane yang langsung balik ke kelas mengambil kacamata ane yang ketinggalan di kelas
"Kemana lo?" Tanya Daniel ke ane yang mau keluar kelas
"Tinggal ikut aja pake nanya" Ajak ane
"Ngapain sih lo berdua disinih" Kata Daniel
"Itu anjir ada adek kelas ngechat gua namanya Safanah, gua pengen tau orangnya yang mana" Kata ane yang disambut ketawa oleh dua teman ane
"Dih serius bego yang mana orangnya" Kata ane
"Noh yang itu noh" Kata Anca sambil menunjuk wanita berkerudung berbadan lebih besar daripada perkiraan ane
Ane tercengang sambil nahan ketawa, ternyata itu toh orangnya, jauh dari ekspetasi ya. Ane nggak ngetawain fisiknya kok, cuma ya aneh aja. Kok bisa?.
"Serius bego" Kata ane
"Yah lu gapercaya" Kata Daniel
"Lo panggil aja" Kata Anca
"Nggak ah, malu bego banyak anak kelas 1" Kata ane
"Eh Sabana (plesetan) dipanggil Jo nih" Teriak Danil dan orangnya langsung nengok ke atas
"Dih bego dah anjir, bloon lu ah" Kata ane mengelpak kedua teman ane yang sibuk tertawa itu.
"Heh kalian ngapain disinih, masuk ke kelas" Kata pak Helmy yang menghampiri kami bertiga
"Iyaa pak" Kata kami bertiga
Kami bertiga masuk ke kelas dengan tertawa tawa gajelas

, sumpah kok bisa, kok dia tau gua darimana anjir wkwk dan sialnya si Pasha tau kalo Safanah pernah ngechat ane. Duh
"Gimana Jo? Udah tau?" Tanya Meli
"Ah sialan lu" Kata ane
"Hahaha, dia ngechat lo apaan emang" Tanya Meli
"Ya gituh, nanya nanya deh, ketikannya itu lho" Kata ane sambil tertawa sambil mengingat ingat chatan dengannya hari hari yang lalu.
"Eh bebep" Kata ane menegur Fauziyah
"Apasih ah" Kata Fauziyah cuek, mungkin lagi gamau diajak bercanda kali ya hehe
"Gituh amat sih sama aa" Kata ane yang masih ngeledekinnya
"Ihs apasih sonoh ah duduk lu" Kata Fauziyah
"Yaudah bye" Kata ane sambil mencubit pipinya lalu pergi kebelakang
Mungkin karena itu kali ya, gua terlalu masih sering bercanda sama Fauziyah sampe nggak sadar ada cewek yang cemburu kalo sampe tau hal apa yang gua lakuin yang dia nggak liat. Ah tapikan itu cuma candaan biasa, namanya juga masih bocah hehe.
-BEL ISTIRAHAT
Ane turun sama Anca kebawah, biasanya kami memakai sistem ganti gantian. Kalau hari kemarin si Anca yang bayarin, maka hari ini ane harus bayarin dia balik, begitupun seterusnya.
"Kelas 2 sekarang kayanya jarang ngalong" Kata ane sambil meminum es
"Lagian mereka pulang sore, mau ketemu siapa" Kata Anca
"Ya lu gak tau ** (rival) aja masih sering ribut anak siangnya" Kata ane
"Ya gak tau, tergantung yang ngebawanya lah" Kata Anca
Harus redupkah nama yang selama ini selalu dibanggakan? Harus hilangkah semua perjuangan para pendahulu kita? Nama yang harum dipara momok musuhnya kini mendengar namanya saja sudah tak ada.. huft, beda jaman beda cerita.
Tak ada yang bisa disalahkan ketika sang nama itu hilang. Karena ku percaya nama itu akan selalu ada di angan angan para prajuritnya. Membahas soal sejarah, sudah banyak torehan yang kami ciptakan dijalan. Mengingat salah satu qoute akun stm yang familiar di mata agan agan semua.
Jangan banggakan angkatan sebelum sebelumnya yang saat itu lo belum tau apa apa, banggalah dengan angkatan lo sendiri dengan membuat cerita didalamnya.
Akankah ku masih bisa melambungkan nama itu disisa masa kelulusanku? Tenang saja, itu memang sudah keinginanku. #MerahPutihBiru
-
Kami pulang dengan basis masing masing, tidak ada olahraga siang ini. Tetangga masih saja digiring oleh para guru yang sayang muridnya. Hiburan di jalan semakin susah kami dapat, di sisa masa kelulusan ini padahal banyak sekali yang ingin ane dapat.
"Anak anak basis p1* ribut sama p*** (tetangga) di GM" Kata kabar yang ane dengar ketika sudah sampai rumah