- Beranda
- Stories from the Heart
GASLAN
...
TS
hasanudin39
GASLAN

INTRO
Assalamualaikum perkenalkan nama ane Sultan , ane disinih masih newbie banget dan kemaren sempet so so an buat bikin thread and ane lupa akunnya jadi ane mau mulai lagi hehe bismillah semoga lancar jaya ya :}
Cerita ini 100% real yang ane alami dan yang temen seperjuangan ane perjuangin , mohon kiranya agan agan tau nama atau tempat yang ane samarkan , dimohon untuk tidak membeberkannya
salam hangat dari saya #KeepNjoykisah ini dibuat untuk saya , kalian , dan kita semua yang ingin menikmatinya..semoga betah

Spoiler for "INDEX":
PART 1
PART 2 - SIAPA DIA??
PART 3
PART 4 - BASAH DITERIK CERIA
PART 5 - KAMIS USANG
PART 6 - HUJAN LALU PELANGI
PART 7 - G 28 S
PART 8 - G 28 S II
PART 9 - HEI
PART 10 - PEMBEDA
PART 11 - AGAIN?
PART 12 - BUJUGBUNENG
PART 13 - HARUS?
PART 14 - PILIHAN
PART 15 - JUMAT BAROKAH
PART 16 - LAJU
PART 17 - MASIH CINTA
PART 18 - CERAH LANGITKU
PART 19 - NOT BAD
PART 20 - Kebersamaan Tak Secengeng Yang Ku Kira
PART 21 - ONLY YOU
PART 22 - BANYAK
PART 23 - MASALAH
PART 24 - YANG TERLEWATKAN
PART 25 - HUH
PART 26 - CINTA
PART 27 - ARTI SESUNGGUHNYA
PART 28 - CINTA II
PART 29 - APA JADINYA
PART 30 - AWAL PERPISAHAN
PART 31 - SEBUAH KEHARUSAN
PART 32 - SEMU!
PART 33 - ORGANISASI
PART 34 - RABULOVEYOU
PART 35 - KEMUNGKINAN
PART 36 - KANDAS I
PART 37 - KANDAS II
Nama ane Sultan bertempat di Jakarta , ini cerita ane , cerita waktu ane masih SMP kelas 3 , ane bersekolah di daerah jakarta pusat sana , sekolah ane terbilang favorite di kalangan anak anak sekitaran Jakarta pusat-barat , suatu kebanggaan bagi ane pernah tinggal selama 3 tahun di dalamnya....
Senin
Pagi Jakarta waktu itu terasa berbeda dari biasanya entah kenapa hari ini rasanya ada yang aneh , apa jangan jangan karena hari ini tahun ajaran baru? Mangkanya ane jadi semangat ginih? Sebagai cowo yang bisa dibilang playboy ini
ane biasaya ngemulai tahun ajaran baru dengan genit sonoh sinih sama murid baru
dan bodohnya ane lupa kalo kelas 7 dan 8 itu masuk siang , jadinya gagal deDiubah oleh hasanudin39 18-05-2020 22:07
Kurohige410 dan 9 lainnya memberi reputasi
10
9.7K
Kutip
65
Balasan
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
33.1KThread•55.2KAnggota
Tampilkan semua post
TS
hasanudin39
#34
PART 17 - MASIH CINTA
Quote:
Konflik dalam suatu hubungan sudahlah hal yang biasa kita temui. Tapi bukannya kita harus tetap melakukan hal yang sama. Bukan yah? Hehe.
"Yang" Chat ane ke Pasha
"Apansih" Balas Pasha singkat
"Dih nih orang kenapa" Ucap ane dalam hati
"Kamu kenapa?" Tanya ane
"Gk gpp" Kata Pasha
"Tumben nih bocah" Ucap ane dalam hati
Entah kenapa Pasha tiba tiba marah sama ane, mungkin lagi merah kali ya?. Nggak lama Nia ngechat ane, sepertinya dia tau kenapa Pasha marah sama ane.
"Lu tadi abis nganter si Fauziyah pulang?" Tanya Nia via chat
"Iyaa baru aja pulang, kasian ujan dia gak ada yang nganter" Kata ane.
-
Ane emang malam itu abis nganterin Fauziyah yang baru saja main dirumahnya Yaniar. Nggak jauh sih dari rumah ane.
Waktu itu masih jam 19:00, cuaca gerimis ditambah angin yang super dingin
.
"Tan bisa anterin pulang gak? Gua dirumah Niar" Chat Fauziyah
"Yah, bentar deh gua nyari motor dulu" Balas ane
Ane meminjam motor punya temen ane. Gaenak juga kalo si Fauziyah gada yang nganterin, ane gak berharap apa apa sih waktu itu, cuma sebatas membantu temen yang lagi butuh bantuan.
Masalah hubungan status mah ane yakin Fauziyah ngerti posisi ane yang saat itu masih sama Pasha. Dan ane saat itu walaupun pernah nyakitin Fauziyah, ya tetep aja hubungan pertemanan kita baik baik aja, terkadang kedewasaan harus lebih tinggi satu tingkat dari keegoisan
"Yaudah lu tunggu rumah Yaniar aja jangan kemana mana ya" Balas ane
Ane jalan kerumah Yaniar yang tidak terlalu jauh dari tempat rumah teman ane yang ane pinjam motornya, ya gada 5 menit lah ane sudah sampai didepan rumahnya Yaniar.
"Gua udah didepan" Chat ane ke Fauziyah
Fauziyah keluar ditemani Yaniar dan Eci (teman sekelas) yang saat itu juga mau menumpang sampai depan jalan raya.
"Nyonya gak marah nih ehem" Kata Eci
"Ya diem diem aja hehe" Kata ane yang masih fokus menyetir dijalanan yang sedikit basah itu
"Gua turun didepan aja Tan" Kata Eci
Sampailah ane didepan jalan raya itu dan Eci berpamitan ke ane dan Fauziyah yang akan masih terus melanjutkan perjalanan ke rumahnya Fauziyah yang terletak daerah Tanah **** .
"Lu lagian ngapain ujan ujan malah maen kesinih" Kata ane ketika kami masih terjebak macet. Biasa, efek cuaca hehe.
"Itu tadi lagi ngerjain tugas" Kata Fauziyah
"Lu mau pake jaket gak?" Tawar ane
"Gak ah, ini aja udah cukup" Kata Fauziyah
Kami terus melanjutkan perjalanan. Sebelum pulang, kami berhenti dulu di taman dekat kelurahan.
"Lu dimana?" Tanya Nia via chat
"Di luar nih, kenapa?" Balas ane
"Sama siapa? Lu minjem motor buat nganter mantan lu?" Tanya Nia
Lho kok nih anak tau tauan -_-
"Iyaa, kasian dia gak ada yang nganterin" Balas ane
"Yaudah pulang langsung pulang lu" Kata Nia yang ane cuekin dengan hanya membaca pesannya hehe
"Dari siapa?" Tanya Fauziyah yang berada di jok belakang
"Dari si Nia" Kata ane membalikan posisi duduk yang sekarang sedikit menghadap Fauziyah
"Cewek lu tau gak lu lagi nganter gua?" Tanya Fauziyah
"Ehmm nggak, gua gak ngomong" Kata ane
"Dih bego nanti kalo ketauan gimana" Kata Fauziyah sambil menjitak ane
"Gapapa nanti bisa diselesain" Jawab ane
Tidak lama kami ditaman itu, obrolan singkat itu berhenti. Ane harus segera mengembalikan Fauziyah kerumahnya dan memulangkan motor punya teman ane ini.
Ane melanjutkan perjalanan, Fauziyah masih asik dengan hp'nya. Sementara ane hanya diam dan sesekali bernyanyi sambil terus fokus memerhatikan jalan supaya tidak ada kejadian yang tidak diinginkan.
Aku berhenti berharap, dan menunggu datang gelap, hingga nanti suatu saat, tak ada cinta ku dapat.
Kenapa ada derita, bila bahagia tercipta.
Kenapa ada sang hitam bila putih menyenangkan
Akkkuuuu pulaangggg (suara ane tercekik ditengah tengah lirik)
"Hahaha lagian sok sok an,gausah nyanyi mangkanya" Kata Fauziyah yang masih terus terusan ketawa diatas cuaca yang mendung
"Eh gua suka lagu itu ya haha" Kata ane
Kau berikan aku bahagia.
Kau berikan aku derita.
"Tan lewat gang belakang aja ya?" Kata Fauziyah
"Okee bos" Kata ane
Ane sudah berada dibelakang gang Fauziyah dan itu bertanda ane harus menurunkannya dan berpamitan untuk pulang.
"Makasih ya Tan, hati hati" Kata Fauziyah yang ane balas dengan senyuman
Oiya, nyonya pasti marah nih kalo tau gua nganterin pulang si Fauziyah.
-
Ane sudah mengembalikan motor teman ane yang baru saja ane pinjam sekaligus pamitan dan berterimakasih padanya.
Ane jalan kearah rumah dengan keadaan setengah basah, gerimis kecil masih nemenin ane yang bakal ngehadapin masalah selanjutnya.
Ane sudah sampai rumah, membuka jaket yang ane kenakan lalu langsung ke atas mengecas hp yang belum dalam kondisi full itu. Sekaligus memikirkan alasan apa yang ane akan buat kalau si Pasha tau ane baru saja mengantar Fauziyah.
Rela relain buat mantannya doang, yaelah kita mah apasih.
Itu adalah salah satu status yang dibikin Pasha di salah satu aplikasi chating. Wah bener aja nih ketauan gua
"Yang" Chat ane ke Pasha
"Apansih" Balas Pasha singkat
"Dih nih orang kenapa" Ucap ane dalam hati
"Kamu kenapa?" Tanya ane
"Gk gpp" Kata Pasha
"Tumben nih bocah" Ucap ane dalam hati
"Kamu kenapa, cerita dong sama aku" Balas ane
"Gtw" Balas Pasha
"Yang, udah dong marahnya" Kata ane merayu'nya
"Y" Balas Pasha singkat padat jelas
Akhirnya ane saat itu mengaku salah sama Pasha. Demi kelangsungan rumah tangga yang harmonis
(gak deng boong tar pacarnya baca marah lagi sama ane haha)
"Iyaa aku salah, maaf ya" Kata ane sambil memasang emot cium... uncchh bet
"Yaudah gapapa mas" Balas Pasha
"Eh kamu katanya kemarin mau dengerin aku cerita" Kata ane
"Cerita apa?" Tanya Pasha
"Itu oon yang kemarin pengen dibahas eh gajadi" Kata ane
"Yaudah emang apa" Kata Pasha
"Nanti kita kalo nikah tinggalnya dimana?" Tanya ane
Et buset, masih lama banget padahal untuk dibahas itumah
"Dimana aja terserah, aku ngikut kamu" Kata Pasha
"Kita ke Bandung ya" Kata ane
"Nah iya di Bandung" Kata Pasha sependapat
"Anaknya 2" Kata ane
Buset ngomongin anak
wkwkw
"1 aja lah, cowok" Kata Pasha
"Jangan, ntar kaya bapaknya" Kata ane
"Yaiyalah mas kan kamu ayahnya, gimana sih" Kata Pasha
Iyaa dulu kamu ngomong beginih sama aku, eh tapi sekarang...gak deng wkwk
"Oiya lupa haha" Kata ane
"Gajelas wu" Kata Pasha emot melet
"Yeu bacot, emang dikira nyari pembahasan itu gampang? Haha" Kata ane
"Uuuuu sayaanggg
" Kata Pasha
Ah kemesraan ini janganlah cepat berlalu
Ane masih terus chatan sama Pasha sampai jam 23:00, tidak kurang tidak lebih karena ane nggak mau mengganggu jam istirahatnya, lagian masih ada besok hehe.
"Selamat tidur bang joo ku
" Chat terakhir malam itu dari Pasha yang ane tidak balas karena ane juga pengen bersiap untuk tidur hehe.
Ane sudah sampai disekolah, lumayan hampir telat. Karena pas ane naruh tas di kursi bel udah berbunyi, sialan bet belom sempet duduk nih panta* wkwk.
"Tadi malem cewek gua ngechat lu ya" Tanya ane ke Fauziyah yang saat itu kami sudah ada dibarisan apel pagi.
"Iyaa ngechat" Kata Fauziyah
Ane sebenarnya gaenak saat itu, tapi ya mau gimana lagi
"Ngomong gimana?" Tanya ane
"Tanya sama cewek lu aja" Kata Fauziyah dan ane langsung diam saat itu.
-
Ane sudah sampai dikelas dan duduk dibangku. Sambil menunggu guru yang akan masuk ke kelas. Ane mengobrol dan bercanda bersama yang lainnya. Seperti tidak kehabisan bahan, kami semua terus mengeluarkan suara berisik itu, ada yang ketawa kecil sampai ngakak pun terdengar jelas dan masih kebayang sama ane sampai sekarang.
"*2 (sekolah yang dulu sempat menjadi aliansi sama sekolah ane. Namun ketika ada satu masalah yang ane kurang tau penyebabnya, sekolah ane dan sekolah *2 itu akhirinya bermusuhan) mau jalan katanya nanti pulang sekolah" Kata Anca yang mendapat kabar burung itu
"Gapernah nongol *2 mah di Roxy" Kata ane
"Ah disinih aja masih sering kalah apalagih di Roxy" Kata Ocol sedikit sombong
"Yeh Ocol lu enak punya wapak" Kata Ozan yang berbadan gede itu wkwk
"Iyee faktanya aja" Kata Ocol
"Ocol enak yang punya ****** (nama sekolah ane)" Kata Garry sambil tertawa
"Udeh ah udehh" Kata Muti
"Ye Muti dicariin Ola noh" Kata Ozan sambil ketawa kecil
"Ape lu Ojan" Kata Ola menengok kebelakang
"Nggak La, ampun ampun" Kata Ozan lalu Ola balik lagi keposisi semulanya
"Yaudah kalo emang bener die mau ke Roxy, basis Roxy juga nanti ketemu" Kata ane yang sedikit sudah panas saat itu
Ane sudah berada dijalan Kaji, tempat yang bisa dibilang markasnya anak anak sekolahan ane.
"Aku pulang ya yang" Chat ane ke Pasha
"Emang bener *2 mau jalan ke Roxy" Tanya Iqbal
"Katanya sih" Kata Anca
"Yeh Angga lu kalo ngasih kabar yang bener" Kata Obok
"Gajelas lu ah Angang(Anca)" Kata Iqbal
Patas jurusan Poris-Senen sudah terlihat dari arah Harmoni, kami yang rumahnya berada di sekitaran Roxy harus berpamitan kepada yang lain.
"Sstt stt" Kata kenek meminta ane uang ongkos
"Kedepan beh" Kata ane
"Kedepan mana" Kata kenek yang ngomongnya masih santai itu
"Itu Roxy beh, biasa" Kata ane
Hihiw lumayan duit ongkos utuh
"****** pusat all base Roxy nih" Teriak ane
Teriakan yang akan ane rindukan nantinya ketika sudah tidak bisa meneriakan nama itu....
"Yang" Chat ane ke Pasha
"Apansih" Balas Pasha singkat
"Dih nih orang kenapa" Ucap ane dalam hati
"Kamu kenapa?" Tanya ane
"Gk gpp" Kata Pasha
"Tumben nih bocah" Ucap ane dalam hati
Entah kenapa Pasha tiba tiba marah sama ane, mungkin lagi merah kali ya?. Nggak lama Nia ngechat ane, sepertinya dia tau kenapa Pasha marah sama ane.
"Lu tadi abis nganter si Fauziyah pulang?" Tanya Nia via chat
"Iyaa baru aja pulang, kasian ujan dia gak ada yang nganter" Kata ane.
-
Ane emang malam itu abis nganterin Fauziyah yang baru saja main dirumahnya Yaniar. Nggak jauh sih dari rumah ane.
Waktu itu masih jam 19:00, cuaca gerimis ditambah angin yang super dingin
."Tan bisa anterin pulang gak? Gua dirumah Niar" Chat Fauziyah
"Yah, bentar deh gua nyari motor dulu" Balas ane
Ane meminjam motor punya temen ane. Gaenak juga kalo si Fauziyah gada yang nganterin, ane gak berharap apa apa sih waktu itu, cuma sebatas membantu temen yang lagi butuh bantuan.
Masalah hubungan status mah ane yakin Fauziyah ngerti posisi ane yang saat itu masih sama Pasha. Dan ane saat itu walaupun pernah nyakitin Fauziyah, ya tetep aja hubungan pertemanan kita baik baik aja, terkadang kedewasaan harus lebih tinggi satu tingkat dari keegoisan

"Yaudah lu tunggu rumah Yaniar aja jangan kemana mana ya" Balas ane
Ane jalan kerumah Yaniar yang tidak terlalu jauh dari tempat rumah teman ane yang ane pinjam motornya, ya gada 5 menit lah ane sudah sampai didepan rumahnya Yaniar.
"Gua udah didepan" Chat ane ke Fauziyah
Fauziyah keluar ditemani Yaniar dan Eci (teman sekelas) yang saat itu juga mau menumpang sampai depan jalan raya.
"Nyonya gak marah nih ehem" Kata Eci
"Ya diem diem aja hehe" Kata ane yang masih fokus menyetir dijalanan yang sedikit basah itu
"Gua turun didepan aja Tan" Kata Eci
Sampailah ane didepan jalan raya itu dan Eci berpamitan ke ane dan Fauziyah yang akan masih terus melanjutkan perjalanan ke rumahnya Fauziyah yang terletak daerah Tanah **** .
"Lu lagian ngapain ujan ujan malah maen kesinih" Kata ane ketika kami masih terjebak macet. Biasa, efek cuaca hehe.
"Itu tadi lagi ngerjain tugas" Kata Fauziyah
"Lu mau pake jaket gak?" Tawar ane
"Gak ah, ini aja udah cukup" Kata Fauziyah
Kami terus melanjutkan perjalanan. Sebelum pulang, kami berhenti dulu di taman dekat kelurahan.
"Lu dimana?" Tanya Nia via chat
"Di luar nih, kenapa?" Balas ane
"Sama siapa? Lu minjem motor buat nganter mantan lu?" Tanya Nia
Lho kok nih anak tau tauan -_-
"Iyaa, kasian dia gak ada yang nganterin" Balas ane
"Yaudah pulang langsung pulang lu" Kata Nia yang ane cuekin dengan hanya membaca pesannya hehe
"Dari siapa?" Tanya Fauziyah yang berada di jok belakang
"Dari si Nia" Kata ane membalikan posisi duduk yang sekarang sedikit menghadap Fauziyah
"Cewek lu tau gak lu lagi nganter gua?" Tanya Fauziyah
"Ehmm nggak, gua gak ngomong" Kata ane
"Dih bego nanti kalo ketauan gimana" Kata Fauziyah sambil menjitak ane
"Gapapa nanti bisa diselesain" Jawab ane
Tidak lama kami ditaman itu, obrolan singkat itu berhenti. Ane harus segera mengembalikan Fauziyah kerumahnya dan memulangkan motor punya teman ane ini.
Ane melanjutkan perjalanan, Fauziyah masih asik dengan hp'nya. Sementara ane hanya diam dan sesekali bernyanyi sambil terus fokus memerhatikan jalan supaya tidak ada kejadian yang tidak diinginkan.
Aku berhenti berharap, dan menunggu datang gelap, hingga nanti suatu saat, tak ada cinta ku dapat.
Kenapa ada derita, bila bahagia tercipta.
Kenapa ada sang hitam bila putih menyenangkan
Akkkuuuu pulaangggg (suara ane tercekik ditengah tengah lirik)
"Hahaha lagian sok sok an,gausah nyanyi mangkanya" Kata Fauziyah yang masih terus terusan ketawa diatas cuaca yang mendung
"Eh gua suka lagu itu ya haha" Kata ane
Kau berikan aku bahagia.
Kau berikan aku derita.
"Tan lewat gang belakang aja ya?" Kata Fauziyah
"Okee bos" Kata ane
Ane sudah berada dibelakang gang Fauziyah dan itu bertanda ane harus menurunkannya dan berpamitan untuk pulang.
"Makasih ya Tan, hati hati" Kata Fauziyah yang ane balas dengan senyuman
Oiya, nyonya pasti marah nih kalo tau gua nganterin pulang si Fauziyah.
-
Ane sudah mengembalikan motor teman ane yang baru saja ane pinjam sekaligus pamitan dan berterimakasih padanya.
Ane jalan kearah rumah dengan keadaan setengah basah, gerimis kecil masih nemenin ane yang bakal ngehadapin masalah selanjutnya.
Ane sudah sampai rumah, membuka jaket yang ane kenakan lalu langsung ke atas mengecas hp yang belum dalam kondisi full itu. Sekaligus memikirkan alasan apa yang ane akan buat kalau si Pasha tau ane baru saja mengantar Fauziyah.
Rela relain buat mantannya doang, yaelah kita mah apasih.
Itu adalah salah satu status yang dibikin Pasha di salah satu aplikasi chating. Wah bener aja nih ketauan gua

"Yang" Chat ane ke Pasha
"Apansih" Balas Pasha singkat
"Dih nih orang kenapa" Ucap ane dalam hati
"Kamu kenapa?" Tanya ane
"Gk gpp" Kata Pasha
"Tumben nih bocah" Ucap ane dalam hati
"Kamu kenapa, cerita dong sama aku" Balas ane
"Gtw" Balas Pasha
"Yang, udah dong marahnya" Kata ane merayu'nya
"Y" Balas Pasha singkat padat jelas

Akhirnya ane saat itu mengaku salah sama Pasha. Demi kelangsungan rumah tangga yang harmonis
(gak deng boong tar pacarnya baca marah lagi sama ane haha)"Iyaa aku salah, maaf ya" Kata ane sambil memasang emot cium... uncchh bet

"Yaudah gapapa mas" Balas Pasha
"Eh kamu katanya kemarin mau dengerin aku cerita" Kata ane
"Cerita apa?" Tanya Pasha
"Itu oon yang kemarin pengen dibahas eh gajadi" Kata ane
"Yaudah emang apa" Kata Pasha
"Nanti kita kalo nikah tinggalnya dimana?" Tanya ane
Et buset, masih lama banget padahal untuk dibahas itumah
"Dimana aja terserah, aku ngikut kamu" Kata Pasha
"Kita ke Bandung ya" Kata ane
"Nah iya di Bandung" Kata Pasha sependapat
"Anaknya 2" Kata ane
Buset ngomongin anak
wkwkw"1 aja lah, cowok" Kata Pasha
"Jangan, ntar kaya bapaknya" Kata ane
"Yaiyalah mas kan kamu ayahnya, gimana sih" Kata Pasha
Iyaa dulu kamu ngomong beginih sama aku, eh tapi sekarang...gak deng wkwk
"Oiya lupa haha" Kata ane
"Gajelas wu" Kata Pasha emot melet
"Yeu bacot, emang dikira nyari pembahasan itu gampang? Haha" Kata ane
"Uuuuu sayaanggg
" Kata PashaAh kemesraan ini janganlah cepat berlalu
Ane masih terus chatan sama Pasha sampai jam 23:00, tidak kurang tidak lebih karena ane nggak mau mengganggu jam istirahatnya, lagian masih ada besok hehe.
"Selamat tidur bang joo ku
" Chat terakhir malam itu dari Pasha yang ane tidak balas karena ane juga pengen bersiap untuk tidur hehe. SKIP
Ane sudah sampai disekolah, lumayan hampir telat. Karena pas ane naruh tas di kursi bel udah berbunyi, sialan bet belom sempet duduk nih panta* wkwk.
"Tadi malem cewek gua ngechat lu ya" Tanya ane ke Fauziyah yang saat itu kami sudah ada dibarisan apel pagi.
"Iyaa ngechat" Kata Fauziyah
Ane sebenarnya gaenak saat itu, tapi ya mau gimana lagi

"Ngomong gimana?" Tanya ane
"Tanya sama cewek lu aja" Kata Fauziyah dan ane langsung diam saat itu.
-
Ane sudah sampai dikelas dan duduk dibangku. Sambil menunggu guru yang akan masuk ke kelas. Ane mengobrol dan bercanda bersama yang lainnya. Seperti tidak kehabisan bahan, kami semua terus mengeluarkan suara berisik itu, ada yang ketawa kecil sampai ngakak pun terdengar jelas dan masih kebayang sama ane sampai sekarang.
"*2 (sekolah yang dulu sempat menjadi aliansi sama sekolah ane. Namun ketika ada satu masalah yang ane kurang tau penyebabnya, sekolah ane dan sekolah *2 itu akhirinya bermusuhan) mau jalan katanya nanti pulang sekolah" Kata Anca yang mendapat kabar burung itu
"Gapernah nongol *2 mah di Roxy" Kata ane
"Ah disinih aja masih sering kalah apalagih di Roxy" Kata Ocol sedikit sombong
"Yeh Ocol lu enak punya wapak" Kata Ozan yang berbadan gede itu wkwk
"Iyee faktanya aja" Kata Ocol
"Ocol enak yang punya ****** (nama sekolah ane)" Kata Garry sambil tertawa
"Udeh ah udehh" Kata Muti
"Ye Muti dicariin Ola noh" Kata Ozan sambil ketawa kecil
"Ape lu Ojan" Kata Ola menengok kebelakang
"Nggak La, ampun ampun" Kata Ozan lalu Ola balik lagi keposisi semulanya
"Yaudah kalo emang bener die mau ke Roxy, basis Roxy juga nanti ketemu" Kata ane yang sedikit sudah panas saat itu
...
Ane sudah berada dijalan Kaji, tempat yang bisa dibilang markasnya anak anak sekolahan ane.
"Aku pulang ya yang" Chat ane ke Pasha
"Emang bener *2 mau jalan ke Roxy" Tanya Iqbal
"Katanya sih" Kata Anca
"Yeh Angga lu kalo ngasih kabar yang bener" Kata Obok
"Gajelas lu ah Angang(Anca)" Kata Iqbal
Patas jurusan Poris-Senen sudah terlihat dari arah Harmoni, kami yang rumahnya berada di sekitaran Roxy harus berpamitan kepada yang lain.
"Sstt stt" Kata kenek meminta ane uang ongkos
"Kedepan beh" Kata ane
"Kedepan mana" Kata kenek yang ngomongnya masih santai itu
"Itu Roxy beh, biasa" Kata ane
Hihiw lumayan duit ongkos utuh

"****** pusat all base Roxy nih" Teriak ane
Teriakan yang akan ane rindukan nantinya ketika sudah tidak bisa meneriakan nama itu....
sultanalhadad memberi reputasi
1
Kutip
Balas