- Beranda
- Stories from the Heart
GASLAN
...
TS
hasanudin39
GASLAN

INTRO
Assalamualaikum perkenalkan nama ane Sultan , ane disinih masih newbie banget dan kemaren sempet so so an buat bikin thread and ane lupa akunnya jadi ane mau mulai lagi hehe bismillah semoga lancar jaya ya :}
Cerita ini 100% real yang ane alami dan yang temen seperjuangan ane perjuangin , mohon kiranya agan agan tau nama atau tempat yang ane samarkan , dimohon untuk tidak membeberkannya
salam hangat dari saya #KeepNjoykisah ini dibuat untuk saya , kalian , dan kita semua yang ingin menikmatinya..semoga betah

Spoiler for "INDEX":
PART 1
PART 2 - SIAPA DIA??
PART 3
PART 4 - BASAH DITERIK CERIA
PART 5 - KAMIS USANG
PART 6 - HUJAN LALU PELANGI
PART 7 - G 28 S
PART 8 - G 28 S II
PART 9 - HEI
PART 10 - PEMBEDA
PART 11 - AGAIN?
PART 12 - BUJUGBUNENG
PART 13 - HARUS?
PART 14 - PILIHAN
PART 15 - JUMAT BAROKAH
PART 16 - LAJU
PART 17 - MASIH CINTA
PART 18 - CERAH LANGITKU
PART 19 - NOT BAD
PART 20 - Kebersamaan Tak Secengeng Yang Ku Kira
PART 21 - ONLY YOU
PART 22 - BANYAK
PART 23 - MASALAH
PART 24 - YANG TERLEWATKAN
PART 25 - HUH
PART 26 - CINTA
PART 27 - ARTI SESUNGGUHNYA
PART 28 - CINTA II
PART 29 - APA JADINYA
PART 30 - AWAL PERPISAHAN
PART 31 - SEBUAH KEHARUSAN
PART 32 - SEMU!
PART 33 - ORGANISASI
PART 34 - RABULOVEYOU
PART 35 - KEMUNGKINAN
PART 36 - KANDAS I
PART 37 - KANDAS II
Nama ane Sultan bertempat di Jakarta , ini cerita ane , cerita waktu ane masih SMP kelas 3 , ane bersekolah di daerah jakarta pusat sana , sekolah ane terbilang favorite di kalangan anak anak sekitaran Jakarta pusat-barat , suatu kebanggaan bagi ane pernah tinggal selama 3 tahun di dalamnya....
Senin
Pagi Jakarta waktu itu terasa berbeda dari biasanya entah kenapa hari ini rasanya ada yang aneh , apa jangan jangan karena hari ini tahun ajaran baru? Mangkanya ane jadi semangat ginih? Sebagai cowo yang bisa dibilang playboy ini
ane biasaya ngemulai tahun ajaran baru dengan genit sonoh sinih sama murid baru
dan bodohnya ane lupa kalo kelas 7 dan 8 itu masuk siang , jadinya gagal deDiubah oleh hasanudin39 18-05-2020 22:07
Kurohige410 dan 9 lainnya memberi reputasi
10
9.7K
Kutip
65
Balasan
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
33.1KThread•55.2KAnggota
Tampilkan semua post
TS
hasanudin39
#30
PART 14 - PILIHAN
Quote:
Biarkan aku jadi seuatu yang berarti untukmu tapi tidak sesaat, biar aku jadi tempat untuk bersandar disaat kau terpuruk rapuh.
Jangan sampai kau lemah, ku yakin kau pasti bisa bangkit, jangan anggap kau sendiri hadapi. Ada aku disini.
"Ke pak Mumu yuk ngopi" Ajak ane ke Nia via chat
"Ayo, abis isya aja tapi" Kata Nia
"Okedeh" Balas ane
Kini ane masih menyibukan diri dengan kegiatan kegiatan kebiasaan yang ane udah sering jalanin. Membaca buku/novel membuat ane tau hal yang sebelumnya ane tidak tau. Ane sebenarnya sering mendapat komenan tentang thread yang ane buat. Contohnya:
"Kenapa nggak di W*?"
"Kenapa sih mau menulis tentang masa lalu yang kadang manis pahit"
"Kenapa masih mau ngelanjutin menulis, padahal yang komen dikit, yang ngasih saran jarang"
-
Alasan ane menulis semua ini padahal sudah pernah ane bahas ya?hehe. Kalo untuk komenan dan kritikan langsung ke thread'nya ane nggak terlalu permasalahin. Karena ya memang ane suka aja gituh menulis. Menjalani pekerjaan yang sesuai dengan hobby itu akan lebih jauh terasa senang...
-
Adzan Isya sudah berkumandang, tanda semua umat muslim harus melaksanakan kewajibannya...
"Ayoo udah belom?" Tanya Nia via chat
"Iyaa ayo" Balas ane
Ane berjalan kedepan gang belok kanan lalu lurus ada pertigaan lalu belok kanan. Dekat memang, jaga kampung aja kitamah hehe
"Gua mau kopi ah" Kata ane membuka percakapan sesudah sampai di warung
"Bu, kopi hideng satu" Ucap ane ke ibu warung
"Kopi hideng satu" Ucapnya
"Iyaa" Ucap ane
Ane duduk kembali, menaruh HP dan membakar rokok yang sudah dibeli
"Si Pasha gimana?" Tanya Nia posisi duduknya sedikit miring menghadap ane
"Pasha? Emang kenapa?" Kata ane
"Maksudnya hubungan lu" Tanya Nia
"Lancar lancar aja" Kata ane sambil terus menghisap rokok yang ada di tangan
"Gua pen cerita dah" Kata Nia
Maaf untuk yang cerita ini ane nggak bisa nyeritainnya disinih yah, karena ada hal privasi didalamnya
"Ohh yaudah gapapa lanjutin aja kalo lu emang mau" Kata ane sesudah menyimak percapakan tadi
"Tapi gue ragu, masih belom bisa" Kata Nia
"Yah kalo ragu ya jangan" Kata ane
Tring~ Bunyi pesan masuk
"Iyaa aku lagi sama Dini" Pesan dari Pasha
"Yaudah aku lagi sama Nia di pak Mumu" Balas ane
"Dari siapa tuh?" Tanya Nia
"Dari nyonya, biasa" Kata ane
"Tapi katanya lu lagi deket sama temen dulu pas masih di Gaslan yang pindah itu, lu gimane gajelas" Gerutu Nia
"Hehe" Ucap ane sambil nyengir
"Gua juga masih deket sama Fauziyah, kadang masih suka chatan juga, kadang chatan sama Sella juga" Kata ane
"Jangan begitulah, kasian Pasha nanti" Ucap Nia
Tiba tiba teman ane datang. Gatau darimana dia tau ane lagi disinih
"Lu gua chatin juga gak dibales" Kata Awi
"Nih hpnya gua gak maenin" Kata ane
"Nia beli rokok dong" Kata Awi meminta uang ke Nia
"Nih Wi beli beli" Kata Nia yang disambut cengiran oleh Awi
"Tambahin Sul" Kata Awi
Ane memberi uang 2ribuan, lumayan, bisa dapet 4 batang.
"Tumben lu sendiri, sodara lu kemana?" Tanya Nia yang jelas sudah tau kalau ada Awi pasti ada sodaranya yang juga teman ane
"Entar juga kesinih" Ucap awi sambil membakar rokok
"Terus itu gimana? Masih sama Fauziyah?" Tanya Nia
"Udeh Fauziyah buat gue aja" Ucap Awi
"So ganteng lu tai" Ucap ane
"Tau, mending mau die sama lu" Ledek Nia
Tiba tiba motor matic merah datang dengan 2 orang di jok'nya, perbincangan tentang Fauziyah terhenti, karena kalau dilanjutin bisa berabeh ane
"Darimana?" Tanya ane
"Hah?" Ucap Pasha
"Darimana kambing" Ucap ane sambil menarik hidungnya
"Abis nganterin eneng(Dini)" Kata Pasha
"Ohh yaudah" Kata ane
Benar yang dikata Nia, sodaranya Awi datang.
"Tuh si Padil" Kata Nia
"Lu Awi gue chat gak dibales" Kata Padil
"Belom buka hp" Kata Awi
Waduh yang tadinya ane lagi asik mengobrol sama Nia malah makin rame disinih. Ane orangnya kadang suka pusing kalo lagi dalam keadaan keramaian. Ane mengambil hp dan membawa kopi hitam ane lalu duduk di bangku yang masih kosong dibagian depan jalan dekat tangga untuk naik ke tanggul.
Pasha yang tau ane kaya gimana kayanya mengerti saat itu, dia datang menghampiri ane lalu duduk disamping ane.
"Udah makan belom lu?" Pertanyaan klasik
"Belom sih, tapi tar aja deh" Kata Pasha
"Tadi gimana di sekolah?" Tanya Pasha
"Ya biasa biasa aja, gua kan gapernah macem macem hehe" Kata ane
"Ohh gituh" Kata Pasha sambil meminum es teh manis yang baru dipesannya
"Terus lu tadi gimana di sekolah?" Tanya ane
"Ya gituh... kesel deh ada ade kelas yang kurang ajar" Katanya
"Kurang ajar kenapa?" Tanya ane mencoba menjadi pendengar yang baik
"Ya gituh, sok sok an kaya jagoan, lagi angkatan gw mah boro boro berani ke kakak kelas, lah ini malah begayaan" Kata Pasha jelas dari mukanya yang nampak kesal
"Ya gausah diladenin dong? Kan emang semua bakal ada masanya" Kata ane sedikit memberi masukan
"Kalo didiemin malah makin jadi nanti" Katanya tetap ngeyel
"Yaudah ah gausah diributin" Kata ane
"Iyaudah" Kata Pasha
"Pulang langsung pulang lu ya, jangan kemana mana lagi udah malem" Kata ane
"Iyaa langsung pulang" Kata Pasha dengan senyuman itu...
Lagi asik asik mengobrol tiba tiba si Awi dateng meminjam korek ke ane, ngeselin
.
"Minjem korek dong" Kata Awi
"Itu korek depan mata lu" Kata ane
"Pacaran mulu lagian" Sahut Awi
"Ye bacot aje lu" Kata Pasha nadanya bercanda
"Ape sih lu ape" Kata Awi lalu duduk lagi bersama yang lain
Teman teman ane mungkin ngerti situasi, sampai sampai tidak ada lagi yang ganggu kami yang sedang mengobrol kecuali si Awi ini
.
"Yaudah gua pulang ya" Kata Pasha pamitan. Jam memang sudah menunjukan pukul 21:00 lewat sedikit
"Yaudah kalo udah sampe kabarin" Ucap ane
"Iya" Kata Pasha lalu menyalakan motornya
Ane masih diwarung kopi itu, masih terus berbagi cerita dengan teman yang dari SD masih mau berteman dengan ane.
"Harus berani ngambil pilihan, gue cewe Jo, gua ngerasain apa yang lu lakuin, lu harus ngambil pilihan" Kata Nia menasehati ane
"Iyaa pasti bakal gua omongin semua ini" Kata ane menyakinkannya
Setelah obrolan panjang itu, Nia pamit pulang dan ane juga pulang. Masih ada hari esok yang akan ane jalani dan harus diceritakan.
"Aku udah dirumah" Kata Pasha lewat chat
Gak ngerasa aneh kan? Disaat diluar manggilnya lu guelalu disaat chatan manggilnya aku kamu
anak muda hahaha
"Iyaa ini aku udah dirumah" Balas ane
Obrolan tadi diwarung kopi terus berlanjut di chatan ini, entah sampai jam berapa ane lupa, intinya dia tertidur duluan dan ninggalin ane
"Kebiasaan dasar" Ucap ane dalam hati lalu bersiap untuk tidur juga
Pagi yang cerah. Ditambah sedikit awan awan yang berada diatas, seakan mengajak untuk mengawalinya dengan yang cerah.
Ane sudah berada di kelas dan duduk dikursi yang berada di pojok belakang. Kelas waktu itu masih sepi penghuni, tidak ada keramain yang terjadi, kecuali ane yang menggoda sahir
"Hir lu ada paketan gak?" Tanya ane yang sebenarnya punya paketan
"Gada" Jawab sahir singkat
"Dih bapet lu, bagi doang bentar" Kata ane
Dikasihlah hp ane ke tangannya untuk memasukan kode hostpot'nya.
Ane cuma buka WA scroll sanah sinih gak ada kesibukan yang jelas pagi itu.
"Coba buka YouTube ah" Kata ane
Baru nyetel 1 vidio yang berdurasi 3 menit.
"Hir dimatiin lu mah" Kata ane
"Udeh anjir lu kan ada paketan" Kata Sahir
"Pelit lu yah awas aja lu" Kata ane dengan nada bercanda
Tiba tiba Fauziyah datang..hihiw
"Masih pagi Tan ah" Kata Fauziyah
"Ya emang mau ngapain?" Tanya ane
"Udah sonoh dulu ah" Kata Fauziyah sambil membuka sweater yang dikenakannya
Karena ane lagi sedikit rada males buat gangguin dia, ane balik lagi ke belakang buka hp lalu sedikit mengobrol tentang apa yang akan ditemui hari ini.
"Kemaren gua dipantekin sama I*** (sekolah swasta yang berada di dekat pasar) dijembatan" Kata Ocol
"Terus? Gak ribut?" Tanya ane
"Kagaklah anjir, lu kan tau dideket situh ada kelurahan" Kata Ocol
Hmm..bener sih
"Yaudeh entar bantai tetangga aja" Kata ane
"Gas aja" Kata Anca
"Tapi males ah doi bawa SMK'nya" Kata ane
"Nggak tau malu namanya juga" Kata Anca
Teruntuk kamu yang suka ribut dengan sekolahku tapi anak SMK yang turun... Please sadar umur ya hihi
"Gua masih inget tuh kejadian si Wahid" Kata ane mencoba back lagi ke masa lalu itu.
Jadi tuh sekolah ane ribut dengan tetangga, ane sih nggak ada di kejadian. Cuma ngedenger dari temen temen ane. Sekolah ane ribut, ini salah satu kejadian kurang mengenakan, dimana teman kami harus jatuh bersimbah darah dijalan, itu kesalahan fatal yang dibuat oleh prajurit sekolah ane. Gak ada yang harus di sesali kala itu, semua sudah menjaganya dengan baik. Hanya keberuntungan tidak memihak kami.
"Itu kesalahan, beda jelas kalo kita emang bener kalah sama dia orang" Kata Garry
"Iyaa itu kesalahan, parah banget" Kata ane
"Dari kemaren sama tetangga ribut gak?" Tanya Ocol ke ane yang ane balas dengan anggukan kanan kiri
"Mereka pulangnya digiring" Kata ane
"Udah kaya anak bebek" Kata Anca sambil tertawa
Percakapan terhenti, ada guru yang masuk. Pelajaran akan dimulai...
Kami sudah berkumpul di depan jalan raya Kaji, hari Kamis adalah hari terfavorite untuk sekolah kami, biasanya di hari ini akan ada kejadian kejadian yang menguras keringat sampai berkucuran
"Noh P**p (tetangga)" Kata salah satu teman ane
"Udeh ketengah buka" Kata salah satu dari kami
Anca ketengah tengah sambil membawa batu yang sudah ditangannya.
Teriakan provokasi sudah terdengar, tapi tak ada sambutan apa apa dari tetangga kami yang cupu itu
et bucet sombong amat haha
"Udah yok balik aja, noh patas noh" Kata temen ane yang satu basis dengan ane
"Yaudah gua pulang ya" Kata ane salaman ke Garry dan yang lainnya
"Yaudeh hati hati lu" Kata Garry lalu ane tinggalkan menaiki patas
Kami semua yang berdomisili di daerah Roxy menaiki patas kesayangan, patas yang sudah hampir menemani dari pertama ane sekolah sampai mau lulus ini.. Jadi kangen teriak teriak dipatas
"Ya ya ya SMPN ***** (nama sekolah ane) basis Roxy nih" Teriak teman ane
"Bukan sulap bukan sihir, Adut botak gak bisa nyisir" Teriak ane yang disambut ketawa teman teman ane yang lain
"Ye tai kok gue yang kena" Kata Adut
"Bercanda Dut" Kata ane sambil ketawa
Kami sampai di Roxy dengan selamat, entah kayanya angkatan ane jarang sekali bertemu rival kami yang berada di Cideng sanah, padahal pengen sekali mengulang sejarah lama itu, dimana basis kami dan basis rival ane sering ribut di dekat flt over Roxy ini, huhu next time mungkin.
- DIRUMAH -
ane sudah sampai dirumah. Membuka jaket bertuliskan sekolah ane dan berganti pakaian lalu naik ke kamar, rutinitas yang sering banget ane lakuin walau kadang bosen.
"Aku udah dirumah ya" Kata ane ke Pasha lewat chat
"Yaudah sanah istirahat dulu" Balas Pasha
Hmm sebenarnya ane pengen ngeudahin semuanya, ngeudahin diri ane yang berengsek ini. Pengen cerita sama Fauziyah dan Sella kalo ane sudah punya pacar. Tapi gimana caranya?.
"Ah gua pasang photo sama Pasha ah di snap" Ucap ane dalam hati
Ane pasang photo ane lagi berdua sama Pasha ketika lagi di... di warung pak Mumu
ane mah gak berani macem macem hehe
"Fau, gua pengen cerita" Chat ane
"Cerita apa?" Balas Fauziyah
Aduh deg deg'an pasti dia ngebenci ane banget.
"Hmm gua sebenernya udah jadian sama temen se majelis gua" Kata ane
"Hah? Lu gila? Lu udah jadian? Jadi selama ini kita chatan lu udah punya pacar? Lu gilak!" Kata Fauziyah
"Maafin gua Fau, gua sengaja ngambil pilihan ini.. Gua gamau lu terluka kedepannya" Balas ane
"Ya dengan cara lo beginih lo bikin gua sakit hati Tan!" Balas Fauziyah
"Iyaa gua tau Fauziyah, tapikan" Kata ane
"Udahlah, gua benci sama lo! Gua kecewa sama lo!!" Balas Fauziyah dan pesan selanjutnya dari ane tidak dibalasnya
-
Untuk kejadian Sella tau ane jadian dengan Pasha, ane nggak bisa ngasih tau gimana ceritanya, karena ane sendiri lupa
Tapi kita tetap temenan kok, kadang juga masih chatan walau hanya se pentingnya saja hehe.
Jangan sampai kau lemah, ku yakin kau pasti bisa bangkit, jangan anggap kau sendiri hadapi. Ada aku disini.
"Ke pak Mumu yuk ngopi" Ajak ane ke Nia via chat
"Ayo, abis isya aja tapi" Kata Nia
"Okedeh" Balas ane
Kini ane masih menyibukan diri dengan kegiatan kegiatan kebiasaan yang ane udah sering jalanin. Membaca buku/novel membuat ane tau hal yang sebelumnya ane tidak tau. Ane sebenarnya sering mendapat komenan tentang thread yang ane buat. Contohnya:
"Kenapa nggak di W*?"
"Kenapa sih mau menulis tentang masa lalu yang kadang manis pahit"
"Kenapa masih mau ngelanjutin menulis, padahal yang komen dikit, yang ngasih saran jarang"
-
Alasan ane menulis semua ini padahal sudah pernah ane bahas ya?hehe. Kalo untuk komenan dan kritikan langsung ke thread'nya ane nggak terlalu permasalahin. Karena ya memang ane suka aja gituh menulis. Menjalani pekerjaan yang sesuai dengan hobby itu akan lebih jauh terasa senang...
-
Adzan Isya sudah berkumandang, tanda semua umat muslim harus melaksanakan kewajibannya...
"Ayoo udah belom?" Tanya Nia via chat
"Iyaa ayo" Balas ane
Ane berjalan kedepan gang belok kanan lalu lurus ada pertigaan lalu belok kanan. Dekat memang, jaga kampung aja kitamah hehe
"Gua mau kopi ah" Kata ane membuka percakapan sesudah sampai di warung
"Bu, kopi hideng satu" Ucap ane ke ibu warung
"Kopi hideng satu" Ucapnya
"Iyaa" Ucap ane
Ane duduk kembali, menaruh HP dan membakar rokok yang sudah dibeli
"Si Pasha gimana?" Tanya Nia posisi duduknya sedikit miring menghadap ane
"Pasha? Emang kenapa?" Kata ane
"Maksudnya hubungan lu" Tanya Nia
"Lancar lancar aja" Kata ane sambil terus menghisap rokok yang ada di tangan
"Gua pen cerita dah" Kata Nia
Maaf untuk yang cerita ini ane nggak bisa nyeritainnya disinih yah, karena ada hal privasi didalamnya

"Ohh yaudah gapapa lanjutin aja kalo lu emang mau" Kata ane sesudah menyimak percapakan tadi
"Tapi gue ragu, masih belom bisa" Kata Nia
"Yah kalo ragu ya jangan" Kata ane
Tring~ Bunyi pesan masuk
"Iyaa aku lagi sama Dini" Pesan dari Pasha
"Yaudah aku lagi sama Nia di pak Mumu" Balas ane
"Dari siapa tuh?" Tanya Nia
"Dari nyonya, biasa" Kata ane
"Tapi katanya lu lagi deket sama temen dulu pas masih di Gaslan yang pindah itu, lu gimane gajelas" Gerutu Nia
"Hehe" Ucap ane sambil nyengir
"Gua juga masih deket sama Fauziyah, kadang masih suka chatan juga, kadang chatan sama Sella juga" Kata ane
"Jangan begitulah, kasian Pasha nanti" Ucap Nia
Tiba tiba teman ane datang. Gatau darimana dia tau ane lagi disinih
"Lu gua chatin juga gak dibales" Kata Awi
"Nih hpnya gua gak maenin" Kata ane
"Nia beli rokok dong" Kata Awi meminta uang ke Nia
"Nih Wi beli beli" Kata Nia yang disambut cengiran oleh Awi
"Tambahin Sul" Kata Awi
Ane memberi uang 2ribuan, lumayan, bisa dapet 4 batang.
"Tumben lu sendiri, sodara lu kemana?" Tanya Nia yang jelas sudah tau kalau ada Awi pasti ada sodaranya yang juga teman ane
"Entar juga kesinih" Ucap awi sambil membakar rokok
"Terus itu gimana? Masih sama Fauziyah?" Tanya Nia
"Udeh Fauziyah buat gue aja" Ucap Awi
"So ganteng lu tai" Ucap ane
"Tau, mending mau die sama lu" Ledek Nia
Tiba tiba motor matic merah datang dengan 2 orang di jok'nya, perbincangan tentang Fauziyah terhenti, karena kalau dilanjutin bisa berabeh ane

"Darimana?" Tanya ane
"Hah?" Ucap Pasha
"Darimana kambing" Ucap ane sambil menarik hidungnya
"Abis nganterin eneng(Dini)" Kata Pasha
"Ohh yaudah" Kata ane
Benar yang dikata Nia, sodaranya Awi datang.
"Tuh si Padil" Kata Nia
"Lu Awi gue chat gak dibales" Kata Padil
"Belom buka hp" Kata Awi
Waduh yang tadinya ane lagi asik mengobrol sama Nia malah makin rame disinih. Ane orangnya kadang suka pusing kalo lagi dalam keadaan keramaian. Ane mengambil hp dan membawa kopi hitam ane lalu duduk di bangku yang masih kosong dibagian depan jalan dekat tangga untuk naik ke tanggul.
Pasha yang tau ane kaya gimana kayanya mengerti saat itu, dia datang menghampiri ane lalu duduk disamping ane.
"Udah makan belom lu?" Pertanyaan klasik
"Belom sih, tapi tar aja deh" Kata Pasha
"Tadi gimana di sekolah?" Tanya Pasha
"Ya biasa biasa aja, gua kan gapernah macem macem hehe" Kata ane
"Ohh gituh" Kata Pasha sambil meminum es teh manis yang baru dipesannya
"Terus lu tadi gimana di sekolah?" Tanya ane
"Ya gituh... kesel deh ada ade kelas yang kurang ajar" Katanya
"Kurang ajar kenapa?" Tanya ane mencoba menjadi pendengar yang baik
"Ya gituh, sok sok an kaya jagoan, lagi angkatan gw mah boro boro berani ke kakak kelas, lah ini malah begayaan" Kata Pasha jelas dari mukanya yang nampak kesal
"Ya gausah diladenin dong? Kan emang semua bakal ada masanya" Kata ane sedikit memberi masukan
"Kalo didiemin malah makin jadi nanti" Katanya tetap ngeyel
"Yaudah ah gausah diributin" Kata ane
"Iyaudah" Kata Pasha
"Pulang langsung pulang lu ya, jangan kemana mana lagi udah malem" Kata ane
"Iyaa langsung pulang" Kata Pasha dengan senyuman itu...

Lagi asik asik mengobrol tiba tiba si Awi dateng meminjam korek ke ane, ngeselin
."Minjem korek dong" Kata Awi
"Itu korek depan mata lu" Kata ane
"Pacaran mulu lagian" Sahut Awi
"Ye bacot aje lu" Kata Pasha nadanya bercanda
"Ape sih lu ape" Kata Awi lalu duduk lagi bersama yang lain
Teman teman ane mungkin ngerti situasi, sampai sampai tidak ada lagi yang ganggu kami yang sedang mengobrol kecuali si Awi ini
."Yaudah gua pulang ya" Kata Pasha pamitan. Jam memang sudah menunjukan pukul 21:00 lewat sedikit
"Yaudah kalo udah sampe kabarin" Ucap ane
"Iya" Kata Pasha lalu menyalakan motornya
Ane masih diwarung kopi itu, masih terus berbagi cerita dengan teman yang dari SD masih mau berteman dengan ane.
"Harus berani ngambil pilihan, gue cewe Jo, gua ngerasain apa yang lu lakuin, lu harus ngambil pilihan" Kata Nia menasehati ane
"Iyaa pasti bakal gua omongin semua ini" Kata ane menyakinkannya
Setelah obrolan panjang itu, Nia pamit pulang dan ane juga pulang. Masih ada hari esok yang akan ane jalani dan harus diceritakan.
"Aku udah dirumah" Kata Pasha lewat chat
Gak ngerasa aneh kan? Disaat diluar manggilnya lu guelalu disaat chatan manggilnya aku kamu
anak muda hahaha"Iyaa ini aku udah dirumah" Balas ane
Obrolan tadi diwarung kopi terus berlanjut di chatan ini, entah sampai jam berapa ane lupa, intinya dia tertidur duluan dan ninggalin ane

"Kebiasaan dasar" Ucap ane dalam hati lalu bersiap untuk tidur juga
PAGI JAKARTANS!
Pagi yang cerah. Ditambah sedikit awan awan yang berada diatas, seakan mengajak untuk mengawalinya dengan yang cerah.
Ane sudah berada di kelas dan duduk dikursi yang berada di pojok belakang. Kelas waktu itu masih sepi penghuni, tidak ada keramain yang terjadi, kecuali ane yang menggoda sahir
"Hir lu ada paketan gak?" Tanya ane yang sebenarnya punya paketan
"Gada" Jawab sahir singkat
"Dih bapet lu, bagi doang bentar" Kata ane
Dikasihlah hp ane ke tangannya untuk memasukan kode hostpot'nya.
Ane cuma buka WA scroll sanah sinih gak ada kesibukan yang jelas pagi itu.
"Coba buka YouTube ah" Kata ane
Baru nyetel 1 vidio yang berdurasi 3 menit.
"Hir dimatiin lu mah" Kata ane
"Udeh anjir lu kan ada paketan" Kata Sahir
"Pelit lu yah awas aja lu" Kata ane dengan nada bercanda
Tiba tiba Fauziyah datang..hihiw

"Masih pagi Tan ah" Kata Fauziyah
"Ya emang mau ngapain?" Tanya ane
"Udah sonoh dulu ah" Kata Fauziyah sambil membuka sweater yang dikenakannya
Karena ane lagi sedikit rada males buat gangguin dia, ane balik lagi ke belakang buka hp lalu sedikit mengobrol tentang apa yang akan ditemui hari ini.
"Kemaren gua dipantekin sama I*** (sekolah swasta yang berada di dekat pasar) dijembatan" Kata Ocol
"Terus? Gak ribut?" Tanya ane
"Kagaklah anjir, lu kan tau dideket situh ada kelurahan" Kata Ocol
Hmm..bener sih
"Yaudeh entar bantai tetangga aja" Kata ane
"Gas aja" Kata Anca
"Tapi males ah doi bawa SMK'nya" Kata ane
"Nggak tau malu namanya juga" Kata Anca
Teruntuk kamu yang suka ribut dengan sekolahku tapi anak SMK yang turun... Please sadar umur ya hihi
"Gua masih inget tuh kejadian si Wahid" Kata ane mencoba back lagi ke masa lalu itu.
Jadi tuh sekolah ane ribut dengan tetangga, ane sih nggak ada di kejadian. Cuma ngedenger dari temen temen ane. Sekolah ane ribut, ini salah satu kejadian kurang mengenakan, dimana teman kami harus jatuh bersimbah darah dijalan, itu kesalahan fatal yang dibuat oleh prajurit sekolah ane. Gak ada yang harus di sesali kala itu, semua sudah menjaganya dengan baik. Hanya keberuntungan tidak memihak kami.
"Itu kesalahan, beda jelas kalo kita emang bener kalah sama dia orang" Kata Garry
"Iyaa itu kesalahan, parah banget" Kata ane
"Dari kemaren sama tetangga ribut gak?" Tanya Ocol ke ane yang ane balas dengan anggukan kanan kiri
"Mereka pulangnya digiring" Kata ane
"Udah kaya anak bebek" Kata Anca sambil tertawa
Percakapan terhenti, ada guru yang masuk. Pelajaran akan dimulai...
SKIP
Kami sudah berkumpul di depan jalan raya Kaji, hari Kamis adalah hari terfavorite untuk sekolah kami, biasanya di hari ini akan ada kejadian kejadian yang menguras keringat sampai berkucuran

"Noh P**p (tetangga)" Kata salah satu teman ane
"Udeh ketengah buka" Kata salah satu dari kami
Anca ketengah tengah sambil membawa batu yang sudah ditangannya.
Teriakan provokasi sudah terdengar, tapi tak ada sambutan apa apa dari tetangga kami yang cupu itu
et bucet sombong amat haha"Udah yok balik aja, noh patas noh" Kata temen ane yang satu basis dengan ane
"Yaudah gua pulang ya" Kata ane salaman ke Garry dan yang lainnya
"Yaudeh hati hati lu" Kata Garry lalu ane tinggalkan menaiki patas
Kami semua yang berdomisili di daerah Roxy menaiki patas kesayangan, patas yang sudah hampir menemani dari pertama ane sekolah sampai mau lulus ini.. Jadi kangen teriak teriak dipatas

"Ya ya ya SMPN ***** (nama sekolah ane) basis Roxy nih" Teriak teman ane
"Bukan sulap bukan sihir, Adut botak gak bisa nyisir" Teriak ane yang disambut ketawa teman teman ane yang lain
"Ye tai kok gue yang kena" Kata Adut
"Bercanda Dut" Kata ane sambil ketawa
Kami sampai di Roxy dengan selamat, entah kayanya angkatan ane jarang sekali bertemu rival kami yang berada di Cideng sanah, padahal pengen sekali mengulang sejarah lama itu, dimana basis kami dan basis rival ane sering ribut di dekat flt over Roxy ini, huhu next time mungkin.
- DIRUMAH -
ane sudah sampai dirumah. Membuka jaket bertuliskan sekolah ane dan berganti pakaian lalu naik ke kamar, rutinitas yang sering banget ane lakuin walau kadang bosen.
"Aku udah dirumah ya" Kata ane ke Pasha lewat chat
"Yaudah sanah istirahat dulu" Balas Pasha
Hmm sebenarnya ane pengen ngeudahin semuanya, ngeudahin diri ane yang berengsek ini. Pengen cerita sama Fauziyah dan Sella kalo ane sudah punya pacar. Tapi gimana caranya?.
"Ah gua pasang photo sama Pasha ah di snap" Ucap ane dalam hati
Ane pasang photo ane lagi berdua sama Pasha ketika lagi di... di warung pak Mumu
ane mah gak berani macem macem hehe
"Fau, gua pengen cerita" Chat ane
"Cerita apa?" Balas Fauziyah
Aduh deg deg'an pasti dia ngebenci ane banget.
"Hmm gua sebenernya udah jadian sama temen se majelis gua" Kata ane
"Hah? Lu gila? Lu udah jadian? Jadi selama ini kita chatan lu udah punya pacar? Lu gilak!" Kata Fauziyah
"Maafin gua Fau, gua sengaja ngambil pilihan ini.. Gua gamau lu terluka kedepannya" Balas ane
"Ya dengan cara lo beginih lo bikin gua sakit hati Tan!" Balas Fauziyah
"Iyaa gua tau Fauziyah, tapikan" Kata ane
"Udahlah, gua benci sama lo! Gua kecewa sama lo!!" Balas Fauziyah dan pesan selanjutnya dari ane tidak dibalasnya
-
Untuk kejadian Sella tau ane jadian dengan Pasha, ane nggak bisa ngasih tau gimana ceritanya, karena ane sendiri lupa

Tapi kita tetap temenan kok, kadang juga masih chatan walau hanya se pentingnya saja hehe.
Quote:
Tidak ada yang benar benar bisa kita lupakan. Karena saat kita lupa, masih ada sisi yang mengingatkannya. Boleh jadi selama ini kita masih menyibukan diri, karena sejatinya aku sedang mengenyahkan masa lalu itu -Sri Ningsih
joo1507 dan sultanalhadad memberi reputasi
2
Kutip
Balas