"Ayoo Jo main" Ajak Abang yang sedang berada di daerah ane tapi tidak kerumah
"Main kemana, ah gak megang duit" Sahut ane yang berada didekatnya
"Yaudah ayo jalan dulu aja" Kata Abang
Akhirnya kami berdua meluncur kesalah satu tempat di daerah Jakarta barat untuk makan dan ngopi sekaligus bercerita tentang apapun yang nanti akan menjadi topiknya
"Lu masih sama Pasha" Tanya Abang
"Masih" Jawab ane
"Dia orangnya yang mana?" Tanya Abang sambil membakar rokok
"Ini (sambil mengasih unjuk photonya), cantik sih nggak, biasa biasa aja, dari dulu kan gua kalo pacaran emang ya karena daya tarik tersendiri aja" Kata ane
"Yaudah bagus dah, jaga tuh baik baik" Kata Abang yang ane tidak jawab tapi memberikan senyuman tipis
Tiba tiba ada seorang pengamen yang hendak menghampiri ane dan Abang, 2 pengamen dengan berpakain kurang rapih hanya bermodal suara dan gitar itu membawakan lagu Iwan Fals yang cukup membuat ane dan orang orang yang berada di sekitar situ terhibur
Hei kau yang manis singgahlah dan ikut bernyanyi, sebentar saja nona sebentar saja hanya sebentar, rayuan mautku tak membuat kau jadi galak, bagai seorang diplomat ulung, engkau mengelak
Kalau saja aku bukanlah penganggur sudah kupacari kau, jangan bilang tidak bilang saja ia, ia lebih baik daripada kau menangis
"Nih bang, gua minjem gitarnya, kita nyanyi bareng bareng entar gua upahin" Kata Abang sambil membuka dompetnya dan menaruh uang 10 ribu
"Okee ayoo" Kata ane
Pengamen tersebut memberi gitarnya, Abang pun bersiap dengan lagu yang akan dinyanyikan
"Lagu apa?" Tanya Abang
"Lagu Iwan Fals aja" Kata ane
"Okee ayo lagu Iwan Fals" Ucap Abang
Denting piano, kala jemari menari, nada merambat pelan, dikesunyian malam saat datang rintik hujan bersama sebuah bayang, yang pernah terlupakan
Rasa sesal didasar hati diam tak mau pergi, haruskah aku lari dari kenyataan ini, lelah ku mencoba tuk sembunyi, namun senyummu tetap mengikuti
Semua bertepuk tangan, tanda senang akan lagu yang kami bawakan, ane dan Abang bersalaman kepada pengamen tersebut dan mendoakan supaya rezeki yang dicari dan didapatkan membawa berkah, amin.
Setelah dirasa cukup ngopi ngopi nya, ane dan Abang lalu pergi beranjak pulang...
"Dimanapun kita berada, jangan lupa pulang pada satu tujuan"entah kenapa si Abang tiba tiba berbicara seperti itu ke ane

apa maksudnya?
"Kenapa bang emang?" Tanya ane
"Gak gapapa" Kata Abang
Lha? Kenapa yak? Kok tiba tiba ngomong kaya begituh
"Jangan macem macem Joo, udah kelas 3 dikit lagi mau SMK" ucap Abang ketika kami masih dalam perjalanan pulang
"Iyaa bang, tapikan masih lama" Kata ane
"Jangan masih lama masih lama, semua itu berjalan, lambat laun lu gak mungkin beginih terus" Kata Abang menasehati ane
Ane tidak menjawabnya karena sebagai rasa hormat ane kepadanya, Abang benar, ane harus punya kemajuan untuk kedepannya. Pulang, terkadang tauran dan chatan sambil tiduran bukan masa depan yang cerah dan tentunya ane gak mau hal suram mendatangi masa depan ane.
~
Keesokan hari telah tiba, matahari datang sebagaimana ia ditempatkan, rembulan sudah tak terlihat, cuaca sejuk pagi Jakarta menyelimuti orang orang lalu lalang.
Ane menjalani aktivitas seperti biasa, di hari Rabu ini ane berdoa semoga sesuatu yang baik akan ane temukan, bersyukur atas nikmatmu yang telah memanjangkan umurku serta memberi sehat pada teman teman ku.
Ane sudah sampai di sekolah tepat jam 6:15 seperti biasanya..
"Lu sama Fauziyah berapa bulan emangnya Tan?" Tanya Dika seorang anak baru yang baru saja pindah ke sekolah ane
"Gua sama Fauziyah cuma 8 bulan" Kata ane
"Cuma 8 bulan?" Tanya Dika
"Iyaa 8 bulan doang" Kata ane
Yang diomongin pun datang, bagai pucuk dicinta Fauziyah pun tiba
"Lu kemarin kemana? Gua chat'in juga" Kata ane
"Gak ada paketan hehe" Ucap Fauziyah
Sampai hari ini Fauziyah tidak tau kalau ane sudah punya pacar, begitu pun dengan Sella. Mungkin suatu saat nanti ane akan menceritakannya ke mereka berdua
Back tadi malam dikamar
"Lu gak ada kemauan nembak gue?hahaha" Kata Sella ditengah obrolan singkat kami
"Hmm.. gua takut Sel" Kata ane
"Takut kenapa baby?" Tanya Sella
"Gua takut ngerusak hubungan pertemanan kita nanti kalau sudah putus" Kata ane
Notif dari bebep Pasha masuk gan
"Kamu udah makan?" Tanyaan klasik haha
"Udah tadi, kamu darimana?" Tanya Pasha
"Abis main didepan" Balas ane
"Ohh yaudah" Balas Pasha
"Pak Mumu buka gak?" Kata ane menyebutkan warung kopi tempat biasa kami mengobrol
"Bentar aku liat" Kata Pasha
"Iyaa" Jawab ane
"Tutup" Kata Pasha
"Ohh yasudah deh" Kata ane
Sebenarnya ada perasaan tidak enak karena tidak terbuka ke Pasha saat itu, tapi disatu sisi ane juga gak enak ke Sella, secara Sella datang lebih dulu daripada Pasha, tapi ane memilih Pasha sebagai pilihannya..Bukannya sok ganteng

tapi ane punya alasan tepat untuk melakukan itu, setiap pilihan yang ane tentukan pasti ada alasannya kok hehe.
Chatan ane masih terus berlangsung dengan keduanya. Pasha mungkin ngantuk saat itu dan tiba tiba meninggalkan ane yang masih melek. (Kalo kamu baca ini, sumpah kamu ngeselin

)
Karena Pasha sudah tidur dan Sella belum saat itu, ane putuskan untuk VC dengannya.
"Hallo" Kata ane
"Hallo" Kata Sella
"Lu belom tidur kok?" Tanya ane
"Inih dikit lagi tidur" Kata Sella
"Yaudah tidur lah" Kata ane
"Yaudah bentar siap siap dulu" Kata Sella
Beberapa menit kemudian VC dimatikan dan kami sama sama tidur untuk menjalani hari esok
Back ke kelas
"Kebiasaan lu" Kata ane menyubit pipi Fauziyah
"Yaelah Joo, masih berlanjut nih? Gainget sama nyo" Kata Meli yang langsung ane plototi
"Kenapa Mel" Kata Fauziyah
"Nggak gapapa" Kata Meli
Sumpah ngeselin banget, si Meli ini udah tau, dia ngeliat ane pasang photo Pasha di FB yang ane tidak bertemanan dengan Fauziyah atau Sella

, untung gak ketahuan
"Yeh gajelas" Kata Fauziyah
"Yaudah sinih gua jelasin" Kata ane sambil mengambil kursi dan duduk disebelahnya
"Awas kek Onta" Kata Nazhif yang hendak lewat
"Jalan ditutup sementara karena ada perbaikan" Kata ane ke Nazhif
"Yeh Onta, cewek mulu" Kata Nazhif
"Biarin sih, daripada lu homo'an sama sahir" Kata ane meledek
"Apaan lu gua punuk" Kata Sahir yang ternyata mendengar ucapan ane
"Apaa sih apaa" Kata ane
Ane bilang mereka homo ya karena mereka emang kemana mana pasti barengan terus, udah kaya biji
"Far jalan yuk" Ajak ane (maaf ya Sa

)
"Gak gamau" Kata Fauziyah
Setelah dapet jawaban yang kurang mengenakan ane tinggalkan Fauziyah dan mengobrol kebelakang bersama teman teman ane yang lain
"Zan lu gak ngeledekin Ola?" Tanya ane, Ozan emang sering ngeledekin si Ola, gatau tuh dosanya berapa banyak haha
"Eh Ola" Kata Ozan
"Bener aja nih orang haha" Kata ane
"Ola kaya kodok anjir" Kata Muti bisik bisik
"Wah Muti wah" Kata Garry
"Muti parah nih" Kata Ocol ketawa
"Jangan kasian ege" Kata Ozan
"Ih parah sih itumah" Kata Deva ikut mengompori
"Udeh ah udeh haha" Kata Garry ketawa
Kami semua tertawa, Ola mungkin baper tapi tidak terlalu dibawa emosi, orang dia juga ikutan ketawa
-
Sampai jam hampir menunjukan pukul 12:00 tidak ada guru yang masuk sama sekali
Tentu itu tidak kami sia sia kan, kami semua berphoto photo, membentuk pose yang indah untuk dikenang, canda dan tawa terdengar jelas di kelas yang ramai itu, entah kapan ini akan terus bisa kami nikmati, yang jelas ane akan rindu suasana itu, suasana di semester satu yang masih belum terlalu tegang itu.
Ahh sekali lagi, indahnya masa masa itu
PULANG
Kami pulang seperti biasa dengan basisnya masing masing
Suatu kebiasaan yang akan ane bakal ingat selalu, dimana kami menunggu tetangga pulang terlebih dalulu, lumayan kan bisa diajak olahraga? Hehe
Kemarin ane mendapat kabar bahwa sekolah ane tauran dengan tetangga, tapi anehnya anak SMK nya mereka ikut turun melawan SMP ane, entah apa yang mereka mau, tidak heran bagi ane, karena ane juga pernah merasakannya.. nanti ane bakal taruh di part selanjutnya
Kami sudah sampai di Roxy, pertanda bahwa kami harus berhati hati siapatau ada sekolah rival kami yang baru saja pulang, tapi alhamdulillah nya mereka siang itu tidak kelihatan dan kami semua pulang kerumah masing masing dengan selamat
"Aku udah dirumah ya" Chat ane ke Pasha
"Iyaa aku lagi nunggu jemputan" Balas Pasha
"Yaudah aku rebahan dulu ya" Kata ane
Sebenarnya ane ingin bilang ke Fauziyah dan Sella bahwa ane sudah punya pacar, tapi mungkin nanti, tunggu waktu yang tepat