Terimakasih buat kalian yang semua yang sudah membaca cerita saya sejauh ini dan terus pantengin kelanjutannya yah
Malam minggu, malamnya para kaula muda, sedang ramai di grup para alumni SD ane yang sudah lama tidak mengadakan kumpul bareng atau sekedar ngopi bareng.
"Kumpul kumpul" Kata teman ane memulai percakapan.
Sudah lama juga sih ane nggak ngumpul bareng mereka, terakhir pas kelas 8 kayanya.
"Ayo lah" Sahut ane.
"Mpo aja mpo" Kata Yoga (teman SD ane).
"Yuks kumpul di rumah Niar aja ya jam 8" Kata ane, iyaa ngomong nya sih jam 8, kekumpulnya paling jam 9

.
"Gasss" Kata Yoga.
Waktu masih menunjukan pukul 17:00 WIB, ane sedang berada di Poris rumah jidah ane, sekedar menengoki nenek tercinta

dan istirahat menuangkan kejenuhan ane yang sudah tak terbendung.
Beruntungnya sekolah ane saat itu hari Sabtu libur, ya walaupun dari dulu emang libur sih hehe, cukuplah buat ane ngelepas cape dari keaktivitas'an sehari hari

cukup baik juga pemerintah saat itu #penjilat haha.
Btw ane kemarin lagi deket deketnya sama Fauziyah and salah satu cewek yang dulunya seangkatan sama ane tapi dia pindah

bajingan bukan? Iyaa dong

.
Jujur saat itu ane lagi gak mood buat kenal sama yang namanya percintaan, tapi semenjak hari ini tiba rasa penasaran memulai dengan sosok yang baru tiba tiba menggebu, keingan untuk mengenal seseorang datang tiba tiba...Pahit dalam memulai sesuatu yang baru itu memang wajar, apalagih soal wanita, wah udah kebal ane haha.
Ane pamitan pulang sama jidah sekitar jam 18:30, dengan menaiki sarana transportasi kereta jurusan Poris-Duri semoga ane tidak telat mengejar waktu untuk menghadiri acara kumpul bareng teman teman sewaktu SD.
-
Ane sudah sampai dirumah dengan selamat, jam masih menunjukan pukul 19:10 WIB, masih banyak waktu untuk ane rebahan sebentar sekaligus mengutak ngatik hp ane yang sedikit ramai dengan notifikasi, ampun sombongnya haha.
"Udah pada kumpul belom?" Tanya ane membuka percakapan.
"Udah nih" Kata Danu.
"Okee otw bareng Iyas" Balas ane.
Ane berangkat ke tempat kumpul bareng teman SD ane sekaligus teman se daerah ane, gak jauh sih dari tempat tinggal ane ke tempat kumpul...
"Assalamualaikum" Kata ane ketika sudah sampai ditempat kumpul lalu bersalaman kepada yang lain.
"Dari mana nih ganteng" Kata Yoga dengan stylenya yang ala ala anak selatan

.
"Dari Tangerang gua, buru buru kemarih takut ketinggalan hehe" Kata ane cengar cengir.
"Nia mana Nia" Tanya teman ane.
Nia juga salah satu sahabat kecil ane, kita temenan dari SD sampai sekarang alhamdulillah...
"Nanti kalih sama si Dini" Jawab ane.
"Weh si bang ganteng" Tegur teman ane yang rumahnya di seberang daerah ane.
"Weh anak gunung, nanjak kapan nanjak" Ledek ane.
"Wah nanti Desember mau ke Prau" Ucapnya.
"Ajak ajak dong" Kata ane, padahal kalo difikir fikir gamungkin bisa ane nyempetin waktu untuk naik gunung, ane sendiri kadang suka masih sibuk di organisasi majelis taalim ane dirumah hehe.
"Ayoo dong nanjak ikut marih" Jawab teman ane.
"Iyaa kabari aja yah" Kata ane.
Semua teman teman ane yang kumpul berjumlah 10 orang lebih, seperti umum nya sebuah reuni kecil, orang yang ikut meramaikan yang hanya keliatan saja, sisanya mungkin sedang ada acara atau mengejar cita cita, semoga kalian sukses para penyibuk hehe.
"Tumben lama" Kata ane menegur si Nia.
"Noh nunggu si Dini" Jawab Nia.
"Apaan lu, nungguin lu lama" Kata Dini membela.
Riweh deh kalo udeh ngumpul, tapi kalo anyeb kadang kangen haha.
"Joo lu besok ada acara gak?" Tanya Dini.
"Gatau deh, kenapa emang?"
"CFD yuk" Kata ane.
"Ayok besok gua aja Pasha" Kata Dini mengajak.
Nah, Pasha ini salah satu tokoh yang ane maksud tadi, dia adalah....
"Yaudah gua sama Pasha" Kata ane nyengir.
"Yeh tai gabisa ngeliat cewek bening" Ledek Nia.
"Yeh sape tau yekan" Kata ane.
"Yaudeh ayo besok" Ajak Dini.
"Bagi kontaknye Pasha dong" Ucap ane.
"Lu chat di FB aja" Kata Dini.
-
Namanya Pasha, sebenarnya dia teman se majelis ane sih, udah kenal lumayan lama, tapi gak ada salahnya kan mengenal lebih jauh lagih?
.
"Kita mau kemana?" Tanya Yaniar.
"Ke Pancong aja" Kata ane.
"Rame pasti" Kata Iyas.
"Gada pilihan" Kata ane.
"Yaudah ayo pancong" Kata Yaniar.
Kita semua menaiki motor, ada yang bonceng 2/3 karena motor terbatas saat itu.
Diperjalanan ane masih terus menanyakan tentang sosok Pasha, walaupun ane udah kenal tapi ya gak terlalu kenal, ah gimana sih nyeritainnya...
"Dia udah punya pacar belom?" Tanya ane.
"Hah? Apaan" Kata ane.
Wajar gak kedengeran karena ane saat itu lagi dijalan dan suara motor pada malam Minggu cukup ramai.
"Dia udah punya pacar belom" Tanya ane, kali ini ane kencengkan sedikit suara.
"Udah, tapi gimana yah, cowonya posesif jo" Kata Dini mencoba menjelaskan.
"Posesif gimana dah?" Tanya ane.
"Iyaa masa semua akun Pasha di kontrol" Kata Dini.
"Bukannya wajar?" Kata ane.
"Itumah terlalu berlebihan" Kata Dini.
Hmm.. bener juga sih kalo difikir fikir, setelah Dini menjelaskan tentang pacarnya Pasha yang sekarang.
Sebenarnya kita juga butuh privacy untuk kita jaga, it's oke kalau takut kehilangan, tapi ya gak gituh juga, yang namanya cinta dan saling sayang itu bukannya harus saling percaya yah? Hehe.
"Berhenti dulu jo, yang dibelakang pada isi bensin" Kata Nia.
Ane memberhentikan laju motor ane, kita baru sampai didepan rel kereta Roxy Mas, masih cukup lumayan jauh juga untuk sampai ke tempat tujuan yang berada di daerah Rawa Belong.
Ane turun dari motor, mengecek kendaraan ane sekaligus mengisi bensin dikarenakan takut kehabisan amunisi.
Kami melanjutkan perjalanan, melewati daerah Tomang dan sekitarnya, namun sedihnya kala itu, ban motor salah satu teman kami bocor ditengah tengah perjalanan yang mengharuskan kami berhenti dan meminggirkan kendaraan.
"Kenapa Jaw" Tanya ane ke Vicky yang biasa dipanggil Jawa karena dia orang Jawa
"Bannya Tan bocor" Jawab Vicky
"Yaudah yas stut sampe Roxy bisa gak?" Kata ane ke Iyas
"Yaudah ayo gua stut" Jawab iyas
-
Vicky dan Iyas sudah kembali dan kami terus melanjutkan perjalanan menuju tujuan, ane membawa motor Vicky. Kami berjalan melewati CP (Central Park).
Dan naasnya saat itu motor Vicky kembali oleng, ban yang tadi sudah diperbaiki kini kembali bocor dan kurang angin, beruntungnya ane saat itu tidak terjatuh dan masih bisa mengendalikan motor yang hampir terjatuh ke sebelah kanan tepat dibelakangnya adalah sebuah bus tronton besar, ngerii kalo nginget kejadian itu

.
Kesialan belum berakhir sampai disisih. Ternyata ane terpisah dengan rombongan yang lain, ini juga salah satu kesalah fahaman ane tidak terlalu menyimak obrolan sebelum dimulainya kembali perjalan.
Kini di jalan dekat UKRIDA, hanya ane,Anca dan Vicky, kemana yang lainnya? Ternyata pas ane telefon mereka sudah sampai ditempat yang sebelumnya sudah diobrolkan tapi ane kurang menyimak lalu pergi ke Pancong dengan sendirinya. Huft sial banget.
"Hallo Yas, dimana Yas?" Tanya ane via telefon.
"Gua udah di Trisakti nih, lagian kan gua tadi udah ngomong ke Kota Bambu" Kata Iyas.
"Yaudah yas bisa tunggu situh nggak" Kata ane.
"Iyaa bisa bisa" Jawab Iyas lalu ane matikan telfonnya.
"Ini gabakal bisa ngebonceng" Kata ane.
Kini di jalan dekat kampus UKRIDA hanya tersisa ane,Anca dan Vicky yang masih bingung mencari cara untuk sampai ke tempat dimana teman teman ane menunggu.
"Yaudah Ca lu bawa nih motor, gua sama Vicky jalan kaki" Kata ane mengeluarkan ide.
"Bener nih gapapa?" Kata Anca.
"Iyaa gapapa, lu bawa pelan pelan, anak anak ada di Trisakti" Perintah ane.
Anca membawa motor Vicky yang masih dalam keadaan kurang angin. Kini tersisa ane berdua dengan Vicky yang harus tetap berjalan ke arah Trisakti.
"Jaw jalan gapapa Jaw?" Tanya ane.
"Iyaa gapapa Tan" Kata Vicky.
Akhirnya kami berdua tetap meneruskan perjalanan dengan berjalan kaki, mengingat hanya ini salah satu cara yang bisa kami lakukan saat itu..Mengapa harus jalan? Gak naik angkutan aja? Kan capek? Sumpah diwaktu itu semua fikiran jernih nggak kefikiran di benak kita berdua, yang kami mau hanya satu, ketempat dimana teman teman ane sedang berkumpul menunggu ane yang teledor tidak menyimak pembicaraan sebelum melanjutkan perjalanan.
SKIP
Kami berdua akhirnya sampai dimana teman teman ane sedang menunggu ane, capek itu pasti, tapi bersyukur itu adalah nikmat, kami kembali berdiskusi, jam sudah menunjukkan pukul 23:30, sudah terlalu malam untuk melanjutkan perjalanan yang tertunda itu.
Akhirnya ane memutuskan untuk memulangkan para cewek cewek yang ikut dan kami para cowok cowok akan terus melanjutkan perjalanan ke arah taman dekat Cideng.
SEKIP AGAIN
Ane sudah berada dirumah dalam kondisi badan yang sudah lelah akan perjalanan tadi, tak lupa rasa syukur atas bertemunya teman teman sewaktu SD, ane yang punya janji dengan Dini untuk mengikut CFD kayanya harus dibatalkan dikarenakan ane pasti bangunnya siang

.
Di hari itu juga, ane sebagai cowok tulen

memberanikan diri lagi untuk mengenal lebih jauh sosok yang sebelumnya sudah ane kenal tapi tidak terlalu kenal lebih jauh lagi.
Entah apa hati ini siap? Memulai petualangan barunya? Atau hanya tetap diam memendam rasa yang sama?. Rasa yang sama yang dimaksud ane adalah
harus tetap diam dan tak mau memulai sesuatu yang baru. Sakit hati dan kebahagiaan kita yang milih, sukses atau tidaknya sesuatu yang kita pilih tentunya kita juga yang akan mengambil alih..Begitulah kira kira yang ane dengar disalah satu Universitas ternama di Indonesia.
Via FB
"Eh lu besok jadi gak?" Tanya ane
"Gaktau deh Dini" Jawab Pasha
"Yaudah tidur lu udah malem" Balas ane
"Iyaa nih mau tidur, lu juga tidur" Kata Pasha
"Yaudah ucapin boleh?" Kata ane
"Boleh hehe" Balas Pasha
"Yaudah selamat tidur Sa" Bales ane
....