- Beranda
- Stories from the Heart
GASLAN
...
TS
hasanudin39
GASLAN

INTRO
Assalamualaikum perkenalkan nama ane Sultan , ane disinih masih newbie banget dan kemaren sempet so so an buat bikin thread and ane lupa akunnya jadi ane mau mulai lagi hehe bismillah semoga lancar jaya ya :}
Cerita ini 100% real yang ane alami dan yang temen seperjuangan ane perjuangin , mohon kiranya agan agan tau nama atau tempat yang ane samarkan , dimohon untuk tidak membeberkannya
salam hangat dari saya #KeepNjoykisah ini dibuat untuk saya , kalian , dan kita semua yang ingin menikmatinya..semoga betah

Spoiler for "INDEX":
PART 1
PART 2 - SIAPA DIA??
PART 3
PART 4 - BASAH DITERIK CERIA
PART 5 - KAMIS USANG
PART 6 - HUJAN LALU PELANGI
PART 7 - G 28 S
PART 8 - G 28 S II
PART 9 - HEI
PART 10 - PEMBEDA
PART 11 - AGAIN?
PART 12 - BUJUGBUNENG
PART 13 - HARUS?
PART 14 - PILIHAN
PART 15 - JUMAT BAROKAH
PART 16 - LAJU
PART 17 - MASIH CINTA
PART 18 - CERAH LANGITKU
PART 19 - NOT BAD
PART 20 - Kebersamaan Tak Secengeng Yang Ku Kira
PART 21 - ONLY YOU
PART 22 - BANYAK
PART 23 - MASALAH
PART 24 - YANG TERLEWATKAN
PART 25 - HUH
PART 26 - CINTA
PART 27 - ARTI SESUNGGUHNYA
PART 28 - CINTA II
PART 29 - APA JADINYA
PART 30 - AWAL PERPISAHAN
PART 31 - SEBUAH KEHARUSAN
PART 32 - SEMU!
PART 33 - ORGANISASI
PART 34 - RABULOVEYOU
PART 35 - KEMUNGKINAN
PART 36 - KANDAS I
PART 37 - KANDAS II
Nama ane Sultan bertempat di Jakarta , ini cerita ane , cerita waktu ane masih SMP kelas 3 , ane bersekolah di daerah jakarta pusat sana , sekolah ane terbilang favorite di kalangan anak anak sekitaran Jakarta pusat-barat , suatu kebanggaan bagi ane pernah tinggal selama 3 tahun di dalamnya....
Senin
Pagi Jakarta waktu itu terasa berbeda dari biasanya entah kenapa hari ini rasanya ada yang aneh , apa jangan jangan karena hari ini tahun ajaran baru? Mangkanya ane jadi semangat ginih? Sebagai cowo yang bisa dibilang playboy ini
ane biasaya ngemulai tahun ajaran baru dengan genit sonoh sinih sama murid baru
dan bodohnya ane lupa kalo kelas 7 dan 8 itu masuk siang , jadinya gagal deDiubah oleh hasanudin39 18-05-2020 22:07
Kurohige410 dan 9 lainnya memberi reputasi
10
9.7K
Kutip
65
Balasan
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
33.1KThread•55.2KAnggota
Tampilkan semua post
TS
hasanudin39
#7
PART 5 - KAMIS USANG

Banyak yang datang tak diundang meraih mimpi senja di ibukota rudapaksa apapun tuk menjadi harta tak peduli pada para penghuni tua -Urban
Sekali lagi ane turut mengundang agan / sista semua untuk sedikit saja berkontribusi didalam thread yang ane buat ini , karena masukan dan kritikan agan agan semua akan menjadi penyemangat dalam kelangsungan cerita yang ane ketik ini #KeepNjoy
Kali ini ane akan kembali menceritakan kisah ane yang sedang berada dalam masa SENIORITAS , dimana semua yang dilihat salah akan menjadi BENAR! kalau sudah SENIOR yang turun tangan , enggak deng bercanda

Kamis Usang
Quote:
" Ini kelas sepi banget? Tumben , apa gua aja yang kepagian " kata ane menggerutu
Ternyata 3 menit berselang teman teman ane pada berdatangan , ada yang rumahnya di Petojo , di sekitar sekolah (Akamsi) ada juga yang di Daerah Juanda
Ane menghampiri salah satu teman ane yang rumahnya tidak jauh jauh banget dari sekolah , dia salah satu murid yang paling diam tapi enak diajak bercanda , apalagih kalau soal meledek , ane demen banget ngeledek dia soalnya hihi
" Eh sahir " kata ane
" Paan onta " kata sahir
" Ye monyet pagi pagi ngajak ribut tai " kata ane
" Ye maunye ape " kata sahir
" Sudah sudah jangan bermesraan gitu dong " kata Nazib yang datang tiba tiba
" Nih juga item " kata ane
" Ye onta " kata Nazib ketawa
Hahaha , kami bertiga ketawa , padahal itu bukan bercandaan yang kelas atas ya , bisa dibilang receh lah , tapi apa peduli? Toh kita hidup cuma numpang ketawa
#ciat
Gak lama kemudian datang lagi sesosok wanita yang sudah ane tunggu tunggu kedatangannya , wanita yang pernah mengisi kekosongan hati ane selama.... ah entar juga ada cerita lanjutannya gan
hehehe
" Hay Fau " kata ane negor
Dan dia melengos gituh aja tanpa menghiraukan tegoran ane
Ane nggak diem aja , ane mau ngegodain si Fauziyah , ane duduk pas disampingnya , Fauziyah berada di pojok dan ane disampingnya
" Sombong banget sih lu " kata ane
" Dih lu siape? " ketus Fauziyah
" Gausah so iye , baru gua mau tawarin silver queen " kata ane
" Mana? " kata Fauziyah nyengir
" Coklat aje lu cepet " kata ane
" Orang mah kalo udah gamau mah udah joo " kata Meli yang tiba tiba dateng
" Bukan gitu Mel " kata ane
" Terus ape dong ? " kata Meli
" Apaan ya haha " kata ane
" Awas lu ah minggir gua pengen duduk " kata Meli
" Tau ihs awas orang mau duduk " kata Fauziyah
" Entar kan Mel duduknya? " kata ane
" Gada gada waktumu sudah habis " kata Meli
" Udah ah sono Tan " kata Fauziyah
Karena temen temen ane sebangku ane dibelakang udah dateng maka ane langsung kembali ke tempat dan mencubit pipi si Fauziyah
" Ihs " gerutu Fauziyah
Haha , orang lagi kangen juga , diamah gatau , kan ane yang ngerasain , tapi gapapa , setiap hari ane bakal ketemu sama dia
" Udah dapet jadwal blom? " kata ane
" Belom " kata Ocol
" Yah nih pak wakil begimana sih? " kata ane
" Bodoamat ah " kata Ozan
" Zan zan si ola dateng zan " kata Ocol ke Ozan
" Eh ola , bagi aer dong " kata Ozan
" Apaansih lo " kata Ola
" Bego si lo col " kata Ozan sambil nyengir
" La hospot dong " kata ane
" Mana sinih hp lu " kata Ola
Dan ane sodorkan hp ane , ane sebenernya mau download lagu S07
tapi karena paketan nggak ada ane pengen pake paketan temen ane , lumayan 1 2 lagu mah haha
" Dih parah dipake nge download " kata Garry
" Bangke ngomong ngomong " kata ane
Ola melirik ke belakang dan tiba tiba jaringan seluler yang tadinya tersambung sekarang terputus , aghh
Tiba tiba suara pintu berbunyi , tanda ada seseorang yang masuk dan itu guru killer di SMP ane , namanya bu Ernita , ciri cirinya tinggi , rambutnya bondol , kayanya sih asal dari Batak dan galak , anak murid se bandel apapun pasti akan males jika berhadapan dengannya
Bu Ernita duduk di meja yang disediakan untuk guru yang akan mengajar di kelas kami , kami semua yang tadinya berisik karena mengobrol bercanda kesanah kemarih tiba tiba diam ketika sang guru killer masuk ke kelas
" Okee di siapkan terlebih dahulu " kata bu Ernita
" Zan siapin Zan " kata ane
Ozan mengangguk
" Bersiap , berdoa "
- hening dan berdoa
" Memberi salam " Ozan
" Assalamualaikum wrb " kami serentak
" Walaiqumsalam , selamat pagi " kata bu Ernita
" Pagi bu " kami serentak
" Ibu akan mengajar mata pelajaran Seni Budaya "
" Kalian kelas 8 di ajarkan seni budaya oleh siapa? " kata bu Ernita
Karena kami semua di kelas 8 kelasnya berbeda beda , juga yang mengajar pasti beda beda maka pertanyaan ini dijawab berbeda beda juga
" sama bu Risa bu " kata Ocol
" sama bu Ernita bu " kata yang lainnya
" Oke oke , kali ini ibu akan mengajari kalian di kelas 9 , pembahasan awal kita yaitu tentang melukis "
" Bagi kalian yang dulu pernah kelas 8'nya diajari oleh ibu , pasti sudah prantik tentang melukis , betul? "
" Oke keluarkan lks kalian " kata bu Ernita
" Belum dapet lks bu " kata ane
" Belum dapet lks? " kata bu Ernita
Bu Ernita sedang menjelaskan dan menuju ke tempat ane duduk , ane sebenernya takut kalo deket deket dia
takut aja gituh ditanya hal yang ane gatau dan ane gabisa jawab , tapi semua ketakutan itu berubah ketika...
" Ini siapa yang kentut? " kata bu Ernita sambil menutup hidungnya
Semua kebingungan dan bu Ernita langsung keluar kelas
Padahal ane gak ngerasa ada bau kentut atau semacamnya
seisi kelas tertawa karena ekspresi bu Ernita yang tiba tiba gajelas seperti itu
" Lu kentut col? " tanya ane ke Ocol
" Nggak " Ocol yang juga kebingungan
" Lu kentut Zan? " tanya ane
" Kagak , gak ada bau apa apa " kata Ozan
" Lu Ger? " tanya ane
" Nggak , gajelas die " kata Garry
Wah kok aneh gada yang kentut tapi kok bu Ernita sampe bisa nunjukin ekspresi kaya begituh? Ini ada apasih sebenarnya sama bu Ernita
" Ibu sumpahin yang kentut p*nt*tnya kesakitan " kata bu Ernita
Dan jelas itu membuat kami tertawa sambil kebingungan , gajelas dasar haha
Pengajaran berlanjut walau sedikit sisa sisa tawa masih terdengar di antara kami , kesenangan itu masih terdengar , ditengah bete nya pelajaran bu Ernita ternyata menyimpan sedikit kenangan yang sulit buat ane lupakan , jujur jarang guru segalak bu Ernita bisa bikin ngakak beginih...yaampun
Bel ganti pelajaran sudah berbunyi , bu Ernita pergi meninggalkan kelas , kelas semakin ramai saja , ada yang ngobrol , ada yang bercanda , ada yang ngegodain mantan , ya itu ane haha.. Ane kembali ke tempat duduk Fauziyah sekedar untuk menggodainya dan meledek
" Haduh ngapain lagi si lu sono ah " kata Fauziyah
" Dih apaansih orang gua mau ke sahir , ribet lu awas " kata ane sambil menggeser Fauziyah
" Gada gada sonoh gak "
" Apaansih ah sonoh Tan " kata Fauziyah
" Mau coklat gak " kata ane
" Mana? " kata Fauziyah
" Coklat aja cepet lu " kata ane
" Ye orang kalo dikasih mau aja " kata Fauziyah
" Dikasih harapan mau? " kata ane
" Gak gamau " kata Fauziyah
Setelah ane udah agak males sama si Fauziyah ane berpindah ke posisi belakang buat ngobrol sama sahir dan nazib , mereka berdua ini bisa dibilang paling pinter lah dikelas ane , walaupun orangnya rada rada ngeselin tapi ane tetep berteman asik dengan mereka berdua
Nyatanya menjadi normal itu sungguh membosankan , maka dari itu kau harus sedikit gila untuk menikmatinya
" Gila keren juga lu punya cerita tentang Nabi Nabi " kata ane sambil mengambil sebuah buku
" Ye onta " kata Nazib
" Kok lu songong sih item " kata ane sambil ketawa
Ane mengambil buku tentang para Nabi Nabi itu , banyak yang pengen ane tau juga dari berbagai macam buku , jujur ane suka membaca , ane pernah menghabiskan buku novel Layla & Majnun yang disusun pada tahun 584/1188 oleh penyair Persia Niẓāmi Ganjavi berdasarkan kisah Arab semi-historis tentang penyair Nejdi Bedouin abad ke-7 Qays ibn al-Mullawah dan sarung tangannya Layla binti Mahdi (Wikipedia) dalam sehari , ane tertarik untuk hal yang sebelumnya belum pernah ane baca , entah itu novel , cerpen , dan tentunya SFTH yang sama sama kita cintai ini hehe
" Eh onta , serius amat " kata Nazib
" Nih lu baca nih cerita nabi Sulaiman " kata ane
" Iye entar gw baca " kata Sahir dengan nada ngeselin
Ane melirik ke mereka berdua yang sedang asik main game FIFA di hp nya sahir , karena hp ane kentank
dan gabisa download game sebesar itu..
" Kok di playstore gua gak ada sih gamenya " kata ane
" Ada , lu nyari yang bener " kata sahir
" ye ini gak ada buktinya " kata ane
" Ada onta , batu luh " kata sahir kekeuh
" Yaudah sinih pinjem " kata ane
" Ye apaan lu onta " kata Nazib
" Apaan lu gua duluan " kata ane
" Yeh yeh " kata Nazib
Nazib mengalah dari ane dan lebih mentingin komentarin pertandingan yang ane akan mainkan
" Ya cacad gabisa maen "
" Apaansih itu oper oper "
" Umpan umpan "
" Yak seratus seratus " kata Nazib bak komentator
" Itumah pak Tatang anjir " kata ane menyebut guru mapel IPS pas kelas 7-8
" Hehehe "
" Udah gantian ah" kata Nazib
" GOOOLLLL GOOLLL " teriak ane
" Berisik! " kata Meli & Fauziyah yang tepat berada di depan ane
" Hei banyak komen kalian ya " kata ane
Ane mulai suka dengan suasana baru ini , kelas yang ramah dan ane tidak harus berkenalan lagi khalaknya kelas 7 dulu , disinih ane hanya ingin mengakrabkan diri lebih jauh lagi , menikmati sisa sisa Putih Biru yang sebentar lagi akan ane tinggalkan
Kalau dulu saya pernah berkata ingin cepat cepat lulus , lalu bolehkah saya menarik kembali ucapan itu? Karena sungguh , saya bangga dan senang berada di sekitar kalian di sisa sisa penghujung ini
-BEL ISTIRAHAT
Semua turun kebawah , mengisi setiap ruang yang kosong dengan makanan serta jajanan , ramai para pelajar ane dan SD setempat yang mendatangi tempat jajanan , ane yang lagi bersama Ocol , Ozan , Garry dan Angga berjalan ke arah kantin yang tepat berada dibawah tangga dekat kelas kami
Karena sekolah ane numpang , maka kantin itu tidak hanya diisi oleh para pelajar ane , ada anak anak SD serta para orang tua yang sayang pada anaknya sampai sampai rela menunggu si anak pulang tepat berada didalam gandengannya
Ane sebenernya gak mau makan , hanya haus karena kebanyakan bicara dan ketawa dikelas , ane pesen 1 es teh gula batu dan roti untuk sekedar mengganjal agar tidak terlalu kosong isi perut , pondasi jangan sampai roboh
Tidak banyak yang menarik didalam kantin ini , oleh karena itu ane dan yang lain pindah ke area lapangan , dan tetap saja membosankan!!!
" Udahlah gua ke atas aja " kata ane yang langsung menuju arah tangga
Ane mengecek hp yang ane bawa , hp ane waktu itu sudah sedikit bagus walaupun masih dibilang belom secanggih teman teman ane , secanggih apapun HP kalau tidak ada notif atau pesan dari si doi tetap saja
hahaha
-BEL PULANG
Di halte itu kutunggu , senyum manismu kekasih , usai dentang bel sekolah kita nikmati yang ada
Ane bersama teman seperjuangan berjalan ke arah tempat biasa , tempat yang namanya kami selalu jaga , tempat dimana semua berawal dan akan berakhir , tak ada pangkat pengakuan dari siapapun , semua sama rata , kami tak perlu penghormatan lebih , cukup kalian terima! Bahwa nama kami akan selalu ada!
Kamis yang panas itu , dijalan Kaji yang sepi lalu lintas tak seperti biasanya , kami tetap setia menunggu armada perang kami , armada perang yang sudah banyak orang tau siapa pasti penghuninya
" Ledekin tetangga tuh " kata salah satu teman seangkatan ane
" Keprokin coba " yang lain menimpali
Maju lah teman ane 2 orang ke tengah tengah jalur busway di bawah teriknya matahari yang sedang panas kala itu
Prok prok prok < begitulah kira kira bunyinya
" ****** Nih " teriak teman ane
Ane dan yang lain masih disamping jalan , 2 orang teman ane hanya pancingan buat mereka yang siapatau mau diajakin bercanda
" Ah payah gak mau dia " kata temen ane
" Ada gurunya noh " kata ane
" Payah udah kaya anak bebek aja digiring " kata temen ane
Hahaha.. kami semua tertawa , seakan akan tadi kami tidak melakukan apa apa , nyatanya kami malah sedang menantang bahaya , bahaya itu yang bisa menyebabkan kami semua di drop out dari sekolah atau lebih parahnya bisa di tahan di kantor polisi terdekat
Tapi kami semua seakan tak peduli apa itu namanya sebuah masalah , kami tak peduli apapun yang esok akan terjadi , tak peduli laporan apa yang besok akan kami terima dari pihak sekolah tetangga , yang kami tau , kami disinih berkeluarga , harus yakin semua masalah pasti bisa dilewati bersama sama
Setelah 10 menit berselang terlihat bus berwarna putih yang dibawahnya di cat merah , itu patas kami , patas yang biasa membawa kami dalam suka dan duka ketika berada di jalur pergi dan pulang
Kami yang rumahnya berada di sekitar Roxy pun berpamitan ke teman teman yang rumahnya berbeda jalur sama kami , bus patas berhenti tepat didepan kami , saatnya kami pulang , cobaan baru di arah pulang akan segera kami hadapi , bermodalkan nama besar , tangan kosong pun tak jadi masalah , yang penting kamu gak usil ya kami gabakal sentil hehe
" Bayar bayar " kata kenek
" Depan beh " kata ane
" Bayarr " kata kenek patas ngotot
" Gak ada yaampun " kata ane melas
Sebenernya ane masih ada uang 5ribu , tapi itu bakal ane pake jajan di rumah
( yaampun banyak dosa ya ternyata)
Kami turun di samping fly over Roxy Mas , tak ada halangan berarti bagi kami dijalan , dijalan yang biasa di sebut jalur Gaza itu , entah kenapa sekolah rival kami akhir akhir ini jarang keliatan
padahal kami hanya ingin main main sebentar hehe
Tapi tak disangka , pucuk dicinta si rival pun tiba , dari arah kami yang berlawanan batik sekolah yang kami musuhi sejak dulu pun terlihat , hanya 5 orang dari mereka dan kami tak punya persiapan apa apa waktu itu , karena niatnya hanya iseng , maka si Adut berteriak nama sekolahan kami , nggak tau dia takut atau apa , langkah yang tadinya santai melihat kami tiba tiba mereka berjalan seperti dikejar kejar hutang
Kami semua tertawa lagi , melihat aksi kocak sekolah rival kami , permusuhan yang sudah di didik kami dari waktu pertama memakai seragam ini
Ternyata 3 menit berselang teman teman ane pada berdatangan , ada yang rumahnya di Petojo , di sekitar sekolah (Akamsi) ada juga yang di Daerah Juanda
Ane menghampiri salah satu teman ane yang rumahnya tidak jauh jauh banget dari sekolah , dia salah satu murid yang paling diam tapi enak diajak bercanda , apalagih kalau soal meledek , ane demen banget ngeledek dia soalnya hihi
" Eh sahir " kata ane
" Paan onta " kata sahir
" Ye monyet pagi pagi ngajak ribut tai " kata ane
" Ye maunye ape " kata sahir
" Sudah sudah jangan bermesraan gitu dong " kata Nazib yang datang tiba tiba
" Nih juga item " kata ane
" Ye onta " kata Nazib ketawa
Hahaha , kami bertiga ketawa , padahal itu bukan bercandaan yang kelas atas ya , bisa dibilang receh lah , tapi apa peduli? Toh kita hidup cuma numpang ketawa
#ciatGak lama kemudian datang lagi sesosok wanita yang sudah ane tunggu tunggu kedatangannya , wanita yang pernah mengisi kekosongan hati ane selama.... ah entar juga ada cerita lanjutannya gan
hehehe" Hay Fau " kata ane negor
Dan dia melengos gituh aja tanpa menghiraukan tegoran ane
Ane nggak diem aja , ane mau ngegodain si Fauziyah , ane duduk pas disampingnya , Fauziyah berada di pojok dan ane disampingnya
" Sombong banget sih lu " kata ane
" Dih lu siape? " ketus Fauziyah
" Gausah so iye , baru gua mau tawarin silver queen " kata ane
" Mana? " kata Fauziyah nyengir
" Coklat aje lu cepet " kata ane
" Orang mah kalo udah gamau mah udah joo " kata Meli yang tiba tiba dateng
" Bukan gitu Mel " kata ane
" Terus ape dong ? " kata Meli
" Apaan ya haha " kata ane
" Awas lu ah minggir gua pengen duduk " kata Meli
" Tau ihs awas orang mau duduk " kata Fauziyah
" Entar kan Mel duduknya? " kata ane
" Gada gada waktumu sudah habis " kata Meli
" Udah ah sono Tan " kata Fauziyah
Karena temen temen ane sebangku ane dibelakang udah dateng maka ane langsung kembali ke tempat dan mencubit pipi si Fauziyah
" Ihs " gerutu Fauziyah
Haha , orang lagi kangen juga , diamah gatau , kan ane yang ngerasain , tapi gapapa , setiap hari ane bakal ketemu sama dia

" Udah dapet jadwal blom? " kata ane
" Belom " kata Ocol
" Yah nih pak wakil begimana sih? " kata ane
" Bodoamat ah " kata Ozan
" Zan zan si ola dateng zan " kata Ocol ke Ozan
" Eh ola , bagi aer dong " kata Ozan
" Apaansih lo " kata Ola
" Bego si lo col " kata Ozan sambil nyengir
" La hospot dong " kata ane
" Mana sinih hp lu " kata Ola
Dan ane sodorkan hp ane , ane sebenernya mau download lagu S07
tapi karena paketan nggak ada ane pengen pake paketan temen ane , lumayan 1 2 lagu mah haha" Dih parah dipake nge download " kata Garry
" Bangke ngomong ngomong " kata ane
Ola melirik ke belakang dan tiba tiba jaringan seluler yang tadinya tersambung sekarang terputus , aghh

Tiba tiba suara pintu berbunyi , tanda ada seseorang yang masuk dan itu guru killer di SMP ane , namanya bu Ernita , ciri cirinya tinggi , rambutnya bondol , kayanya sih asal dari Batak dan galak , anak murid se bandel apapun pasti akan males jika berhadapan dengannya
Bu Ernita duduk di meja yang disediakan untuk guru yang akan mengajar di kelas kami , kami semua yang tadinya berisik karena mengobrol bercanda kesanah kemarih tiba tiba diam ketika sang guru killer masuk ke kelas
" Okee di siapkan terlebih dahulu " kata bu Ernita
" Zan siapin Zan " kata ane
Ozan mengangguk
" Bersiap , berdoa "
- hening dan berdoa
" Memberi salam " Ozan
" Assalamualaikum wrb " kami serentak
" Walaiqumsalam , selamat pagi " kata bu Ernita
" Pagi bu " kami serentak
" Ibu akan mengajar mata pelajaran Seni Budaya "
" Kalian kelas 8 di ajarkan seni budaya oleh siapa? " kata bu Ernita
Karena kami semua di kelas 8 kelasnya berbeda beda , juga yang mengajar pasti beda beda maka pertanyaan ini dijawab berbeda beda juga
" sama bu Risa bu " kata Ocol
" sama bu Ernita bu " kata yang lainnya
" Oke oke , kali ini ibu akan mengajari kalian di kelas 9 , pembahasan awal kita yaitu tentang melukis "
" Bagi kalian yang dulu pernah kelas 8'nya diajari oleh ibu , pasti sudah prantik tentang melukis , betul? "
" Oke keluarkan lks kalian " kata bu Ernita
" Belum dapet lks bu " kata ane
" Belum dapet lks? " kata bu Ernita
Bu Ernita sedang menjelaskan dan menuju ke tempat ane duduk , ane sebenernya takut kalo deket deket dia
takut aja gituh ditanya hal yang ane gatau dan ane gabisa jawab , tapi semua ketakutan itu berubah ketika... " Ini siapa yang kentut? " kata bu Ernita sambil menutup hidungnya
Semua kebingungan dan bu Ernita langsung keluar kelas
Padahal ane gak ngerasa ada bau kentut atau semacamnya
seisi kelas tertawa karena ekspresi bu Ernita yang tiba tiba gajelas seperti itu" Lu kentut col? " tanya ane ke Ocol
" Nggak " Ocol yang juga kebingungan
" Lu kentut Zan? " tanya ane
" Kagak , gak ada bau apa apa " kata Ozan
" Lu Ger? " tanya ane
" Nggak , gajelas die " kata Garry
Wah kok aneh gada yang kentut tapi kok bu Ernita sampe bisa nunjukin ekspresi kaya begituh? Ini ada apasih sebenarnya sama bu Ernita
" Ibu sumpahin yang kentut p*nt*tnya kesakitan " kata bu Ernita
Dan jelas itu membuat kami tertawa sambil kebingungan , gajelas dasar haha
Pengajaran berlanjut walau sedikit sisa sisa tawa masih terdengar di antara kami , kesenangan itu masih terdengar , ditengah bete nya pelajaran bu Ernita ternyata menyimpan sedikit kenangan yang sulit buat ane lupakan , jujur jarang guru segalak bu Ernita bisa bikin ngakak beginih...yaampun
Bel ganti pelajaran sudah berbunyi , bu Ernita pergi meninggalkan kelas , kelas semakin ramai saja , ada yang ngobrol , ada yang bercanda , ada yang ngegodain mantan , ya itu ane haha.. Ane kembali ke tempat duduk Fauziyah sekedar untuk menggodainya dan meledek

" Haduh ngapain lagi si lu sono ah " kata Fauziyah
" Dih apaansih orang gua mau ke sahir , ribet lu awas " kata ane sambil menggeser Fauziyah
" Gada gada sonoh gak "
" Apaansih ah sonoh Tan " kata Fauziyah
" Mau coklat gak " kata ane
" Mana? " kata Fauziyah
" Coklat aja cepet lu " kata ane
" Ye orang kalo dikasih mau aja " kata Fauziyah
" Dikasih harapan mau? " kata ane
" Gak gamau " kata Fauziyah
Setelah ane udah agak males sama si Fauziyah ane berpindah ke posisi belakang buat ngobrol sama sahir dan nazib , mereka berdua ini bisa dibilang paling pinter lah dikelas ane , walaupun orangnya rada rada ngeselin tapi ane tetep berteman asik dengan mereka berdua
Nyatanya menjadi normal itu sungguh membosankan , maka dari itu kau harus sedikit gila untuk menikmatinya
" Gila keren juga lu punya cerita tentang Nabi Nabi " kata ane sambil mengambil sebuah buku
" Ye onta " kata Nazib
" Kok lu songong sih item " kata ane sambil ketawa
Ane mengambil buku tentang para Nabi Nabi itu , banyak yang pengen ane tau juga dari berbagai macam buku , jujur ane suka membaca , ane pernah menghabiskan buku novel Layla & Majnun yang disusun pada tahun 584/1188 oleh penyair Persia Niẓāmi Ganjavi berdasarkan kisah Arab semi-historis tentang penyair Nejdi Bedouin abad ke-7 Qays ibn al-Mullawah dan sarung tangannya Layla binti Mahdi (Wikipedia) dalam sehari , ane tertarik untuk hal yang sebelumnya belum pernah ane baca , entah itu novel , cerpen , dan tentunya SFTH yang sama sama kita cintai ini hehe
" Eh onta , serius amat " kata Nazib
" Nih lu baca nih cerita nabi Sulaiman " kata ane
" Iye entar gw baca " kata Sahir dengan nada ngeselin
Ane melirik ke mereka berdua yang sedang asik main game FIFA di hp nya sahir , karena hp ane kentank
dan gabisa download game sebesar itu.." Kok di playstore gua gak ada sih gamenya " kata ane
" Ada , lu nyari yang bener " kata sahir
" ye ini gak ada buktinya " kata ane
" Ada onta , batu luh " kata sahir kekeuh
" Yaudah sinih pinjem " kata ane
" Ye apaan lu onta " kata Nazib
" Apaan lu gua duluan " kata ane
" Yeh yeh " kata Nazib
Nazib mengalah dari ane dan lebih mentingin komentarin pertandingan yang ane akan mainkan
" Ya cacad gabisa maen "
" Apaansih itu oper oper "
" Umpan umpan "
" Yak seratus seratus " kata Nazib bak komentator
" Itumah pak Tatang anjir " kata ane menyebut guru mapel IPS pas kelas 7-8
" Hehehe "
" Udah gantian ah" kata Nazib
" GOOOLLLL GOOLLL " teriak ane
" Berisik! " kata Meli & Fauziyah yang tepat berada di depan ane
" Hei banyak komen kalian ya " kata ane
Ane mulai suka dengan suasana baru ini , kelas yang ramah dan ane tidak harus berkenalan lagi khalaknya kelas 7 dulu , disinih ane hanya ingin mengakrabkan diri lebih jauh lagi , menikmati sisa sisa Putih Biru yang sebentar lagi akan ane tinggalkan
Kalau dulu saya pernah berkata ingin cepat cepat lulus , lalu bolehkah saya menarik kembali ucapan itu? Karena sungguh , saya bangga dan senang berada di sekitar kalian di sisa sisa penghujung ini
-BEL ISTIRAHAT
Semua turun kebawah , mengisi setiap ruang yang kosong dengan makanan serta jajanan , ramai para pelajar ane dan SD setempat yang mendatangi tempat jajanan , ane yang lagi bersama Ocol , Ozan , Garry dan Angga berjalan ke arah kantin yang tepat berada dibawah tangga dekat kelas kami
Karena sekolah ane numpang , maka kantin itu tidak hanya diisi oleh para pelajar ane , ada anak anak SD serta para orang tua yang sayang pada anaknya sampai sampai rela menunggu si anak pulang tepat berada didalam gandengannya
Ane sebenernya gak mau makan , hanya haus karena kebanyakan bicara dan ketawa dikelas , ane pesen 1 es teh gula batu dan roti untuk sekedar mengganjal agar tidak terlalu kosong isi perut , pondasi jangan sampai roboh

Tidak banyak yang menarik didalam kantin ini , oleh karena itu ane dan yang lain pindah ke area lapangan , dan tetap saja membosankan!!!
" Udahlah gua ke atas aja " kata ane yang langsung menuju arah tangga
Ane mengecek hp yang ane bawa , hp ane waktu itu sudah sedikit bagus walaupun masih dibilang belom secanggih teman teman ane , secanggih apapun HP kalau tidak ada notif atau pesan dari si doi tetap saja
hahaha
-BEL PULANG
Di halte itu kutunggu , senyum manismu kekasih , usai dentang bel sekolah kita nikmati yang ada
Ane bersama teman seperjuangan berjalan ke arah tempat biasa , tempat yang namanya kami selalu jaga , tempat dimana semua berawal dan akan berakhir , tak ada pangkat pengakuan dari siapapun , semua sama rata , kami tak perlu penghormatan lebih , cukup kalian terima! Bahwa nama kami akan selalu ada!
Kamis yang panas itu , dijalan Kaji yang sepi lalu lintas tak seperti biasanya , kami tetap setia menunggu armada perang kami , armada perang yang sudah banyak orang tau siapa pasti penghuninya
" Ledekin tetangga tuh " kata salah satu teman seangkatan ane
" Keprokin coba " yang lain menimpali
Maju lah teman ane 2 orang ke tengah tengah jalur busway di bawah teriknya matahari yang sedang panas kala itu
Prok prok prok < begitulah kira kira bunyinya
" ****** Nih " teriak teman ane
Ane dan yang lain masih disamping jalan , 2 orang teman ane hanya pancingan buat mereka yang siapatau mau diajakin bercanda
" Ah payah gak mau dia " kata temen ane
" Ada gurunya noh " kata ane
" Payah udah kaya anak bebek aja digiring " kata temen ane
Hahaha.. kami semua tertawa , seakan akan tadi kami tidak melakukan apa apa , nyatanya kami malah sedang menantang bahaya , bahaya itu yang bisa menyebabkan kami semua di drop out dari sekolah atau lebih parahnya bisa di tahan di kantor polisi terdekat
Tapi kami semua seakan tak peduli apa itu namanya sebuah masalah , kami tak peduli apapun yang esok akan terjadi , tak peduli laporan apa yang besok akan kami terima dari pihak sekolah tetangga , yang kami tau , kami disinih berkeluarga , harus yakin semua masalah pasti bisa dilewati bersama sama
Setelah 10 menit berselang terlihat bus berwarna putih yang dibawahnya di cat merah , itu patas kami , patas yang biasa membawa kami dalam suka dan duka ketika berada di jalur pergi dan pulang
Kami yang rumahnya berada di sekitar Roxy pun berpamitan ke teman teman yang rumahnya berbeda jalur sama kami , bus patas berhenti tepat didepan kami , saatnya kami pulang , cobaan baru di arah pulang akan segera kami hadapi , bermodalkan nama besar , tangan kosong pun tak jadi masalah , yang penting kamu gak usil ya kami gabakal sentil hehe
" Bayar bayar " kata kenek
" Depan beh " kata ane
" Bayarr " kata kenek patas ngotot
" Gak ada yaampun " kata ane melas
Sebenernya ane masih ada uang 5ribu , tapi itu bakal ane pake jajan di rumah
( yaampun banyak dosa ya ternyata) Kami turun di samping fly over Roxy Mas , tak ada halangan berarti bagi kami dijalan , dijalan yang biasa di sebut jalur Gaza itu , entah kenapa sekolah rival kami akhir akhir ini jarang keliatan
padahal kami hanya ingin main main sebentar heheTapi tak disangka , pucuk dicinta si rival pun tiba , dari arah kami yang berlawanan batik sekolah yang kami musuhi sejak dulu pun terlihat , hanya 5 orang dari mereka dan kami tak punya persiapan apa apa waktu itu , karena niatnya hanya iseng , maka si Adut berteriak nama sekolahan kami , nggak tau dia takut atau apa , langkah yang tadinya santai melihat kami tiba tiba mereka berjalan seperti dikejar kejar hutang
Kami semua tertawa lagi , melihat aksi kocak sekolah rival kami , permusuhan yang sudah di didik kami dari waktu pertama memakai seragam ini
Quote:
Kami bergerombol , kami beramai ramai , kami yang paling kuat , kami yang paling menguasai! Kami tak perlu gembor sanah sinih , dari dulu juga nama ini sudah ada! Sebelum kalian kalian membesarkan nama yang kalian banggakan , nama yang kami jaga akan tetap selalu ada!
Diubah oleh hasanudin39 31-10-2019 14:27
semilu723 dan 2 lainnya memberi reputasi
3
Kutip
Balas