- Beranda
- Stories from the Heart
Iblis yang baik hati? (drama, komedi, horor)
...
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
32.9KThread•53.7KAnggota
Tampilkan semua post
TS
Ateng666
#9
Part 1
Jaman itu (tahun milenium) dikampus-kampus masih ada program diploma 1, entah kalo sekarang masih ada apa nggak...
Sudah satu tahun ini aku kuliah di salah satu perguruan tinggi swasta di kotaku, rasa jenuh pun melanda... sepertinya aku salah ngambil jurusan, terbukti dengan nilai IP-ku selama dua semester ini yg terbilang tidak bagus, aku memutuskan untuk cuti kuliah dan mengikuti Kelas Bahasa Inggris (D1) disalah satu Lembaga Pendidikan di kotaku.
Saat itu kelas sudah dimulai sekitar 10 menit, tiba2 pintu kelas ada yg mengetuk…
Pengajar kami lalu membuka pintu dan keluar ruang kelas terdengar samar2 dia sedang mengobrol dengan seseorang.
Tak lama kemudian pengajar kami kembali masuk ke kelas diikuti oleh seorang cewek, usianya kira2 18 tahun, rambut pendek, celana ketat model anak punk street yg penuh emblem disana sini, dan atasan kemeja cewek warna merah marun kotak-kotak, sepatu converse merah, dan tas ransel warna merah yag di tenteng…dandanan anak tomboy gitu deh, tapi mungkin agak ekstrim bagiku…
“Ah cewek model apaan ini? Tp manis juga sih” gumamku dalam hati
Cewek itu hanya tersenyum didepan kami dan langsung beranjak menuju bangku yg masih kosong, dan pelajaran pun dilanjutkan seperti biasa.
Sebenarnya penampilanku saat itu gak kalah ekstrim, rambut gondrong sebahu, celana jeans sobek-sobek (khas anak nakal dijaman-nya)
skip....
Setelah kelas usai, aku dan temanku (sebut saja Eko) masih nongkrong di depan kelas, sementara teman yg lainnya sudah bubar pulang atau entah pada kemana.
Aku memang cukup akrab dengan Eko, anak ini berperawakan agak pendek…rambut gondrong agak2 kriwil dengan kedua anting di kupingnya, mirip2 vokalisnya Band Java Jive waktu itu…(ngasal aja dah… ha ha), dia emang anaknya asyik diajak ngobrol lengkap dengan kekonyolan-nya
Sedang asyiknya kami ngobrol, tiba-tiba seorang cewek menghampiri kami..
“Boleh ikut ngobrol mas?” Tanya cewek itu
“Silakan aja mbak” jawabku, ternyata ini cewek baru yg tadi masuk kelas
Kami pun saling berkenalan satu sama lain… ternyata cewek itu namanya Reni.
“Eh kamu beneran anak punk ya, kamu anak mana?” tanya Eko
“Hmm… nggak mas, tapi temen2ku emang banyak anak punk, rumahku B*antul” jawab Reni sambil tersenyum
“Oh pantes aja dandananmu kayak preman perempatan lampu merah…..ha ha” kata Eko sambil ketawa
Mereka berdua terlihat mulai asyik ngobrol, sementara aku banyak diam dan sesekali bilang "iya" berusaha mengimbangi obrolan saat itu.
Aku emang anaknya jarang langsung akrab dengan seseorang, apalagi orang yg belum lama dikenal, bukannya aku sombong sih... cuma ingin melihat karakter orang itu, takut2nya ntar malah salah ngomong atau gimana.
Tak berapa lama pun aku berniat pulang….
“Aku pulang duluan ya, msh ada urusan” kataku ke mereka
“Ok…gak main dulu ketempatku?” Tanya Eko
“Kapan2 aja bro” jawabku
Akupun mulai membereskan barang2ku, saat itu aku masih mendengar pembicaraan mereka...
“Eh kamu pulang naik apa Ren?” Tanya eko
“Angkot ko” jawab Reni
“Kebetulan arah kita sama…bareng aku aja yuk?” pinta Eko
“Ah gak usah aja ko” jawab Reni
“Gak papa…lagian kita kan 1 jalan” kata Eko
“Ok…tapi gak ngerepotin kan”? sambung Reni
“Gak lah…Yuk….” Kata Eko sambil beranjak dari duduknya
Akhirnya kamipun bergegas menuju parkiran….
“Bisa aja kamu bro….lanjutkan !!!” bisikku sambil menoyor kepala Eko ketika kami sudah di atas motor.
Eko cuma nyengir ke arahku….
“Ya udah aku cabut dulu bro, good luck…” kataku
“Seep bro….sampe ketemu besok” jawab Eko
Akupun segera menggeber motorku ke arah utara….ya menuju rumahku yg cukup jauh, kira-kira 45 menit jarak ke rumahku.
Aku tinggal dipinggiran kota (tepatnya dikampung
), paling ujung dekat perbatasan dengan kota sebelah, oh iya sebut saja aku "Antok"
bersambung
Jaman itu (tahun milenium) dikampus-kampus masih ada program diploma 1, entah kalo sekarang masih ada apa nggak...
Sudah satu tahun ini aku kuliah di salah satu perguruan tinggi swasta di kotaku, rasa jenuh pun melanda... sepertinya aku salah ngambil jurusan, terbukti dengan nilai IP-ku selama dua semester ini yg terbilang tidak bagus, aku memutuskan untuk cuti kuliah dan mengikuti Kelas Bahasa Inggris (D1) disalah satu Lembaga Pendidikan di kotaku.
Saat itu kelas sudah dimulai sekitar 10 menit, tiba2 pintu kelas ada yg mengetuk…
Pengajar kami lalu membuka pintu dan keluar ruang kelas terdengar samar2 dia sedang mengobrol dengan seseorang.
Tak lama kemudian pengajar kami kembali masuk ke kelas diikuti oleh seorang cewek, usianya kira2 18 tahun, rambut pendek, celana ketat model anak punk street yg penuh emblem disana sini, dan atasan kemeja cewek warna merah marun kotak-kotak, sepatu converse merah, dan tas ransel warna merah yag di tenteng…dandanan anak tomboy gitu deh, tapi mungkin agak ekstrim bagiku…
“Ah cewek model apaan ini? Tp manis juga sih” gumamku dalam hati
Cewek itu hanya tersenyum didepan kami dan langsung beranjak menuju bangku yg masih kosong, dan pelajaran pun dilanjutkan seperti biasa.
Sebenarnya penampilanku saat itu gak kalah ekstrim, rambut gondrong sebahu, celana jeans sobek-sobek (khas anak nakal dijaman-nya)
skip....
Setelah kelas usai, aku dan temanku (sebut saja Eko) masih nongkrong di depan kelas, sementara teman yg lainnya sudah bubar pulang atau entah pada kemana.
Aku memang cukup akrab dengan Eko, anak ini berperawakan agak pendek…rambut gondrong agak2 kriwil dengan kedua anting di kupingnya, mirip2 vokalisnya Band Java Jive waktu itu…(ngasal aja dah… ha ha), dia emang anaknya asyik diajak ngobrol lengkap dengan kekonyolan-nya
Sedang asyiknya kami ngobrol, tiba-tiba seorang cewek menghampiri kami..
“Boleh ikut ngobrol mas?” Tanya cewek itu
“Silakan aja mbak” jawabku, ternyata ini cewek baru yg tadi masuk kelas
Kami pun saling berkenalan satu sama lain… ternyata cewek itu namanya Reni.
“Eh kamu beneran anak punk ya, kamu anak mana?” tanya Eko
“Hmm… nggak mas, tapi temen2ku emang banyak anak punk, rumahku B*antul” jawab Reni sambil tersenyum
“Oh pantes aja dandananmu kayak preman perempatan lampu merah…..ha ha” kata Eko sambil ketawa
Mereka berdua terlihat mulai asyik ngobrol, sementara aku banyak diam dan sesekali bilang "iya" berusaha mengimbangi obrolan saat itu.
Aku emang anaknya jarang langsung akrab dengan seseorang, apalagi orang yg belum lama dikenal, bukannya aku sombong sih... cuma ingin melihat karakter orang itu, takut2nya ntar malah salah ngomong atau gimana.
Tak berapa lama pun aku berniat pulang….
“Aku pulang duluan ya, msh ada urusan” kataku ke mereka
“Ok…gak main dulu ketempatku?” Tanya Eko
“Kapan2 aja bro” jawabku
Akupun mulai membereskan barang2ku, saat itu aku masih mendengar pembicaraan mereka...
“Eh kamu pulang naik apa Ren?” Tanya eko
“Angkot ko” jawab Reni
“Kebetulan arah kita sama…bareng aku aja yuk?” pinta Eko
“Ah gak usah aja ko” jawab Reni
“Gak papa…lagian kita kan 1 jalan” kata Eko
“Ok…tapi gak ngerepotin kan”? sambung Reni
“Gak lah…Yuk….” Kata Eko sambil beranjak dari duduknya
Akhirnya kamipun bergegas menuju parkiran….
“Bisa aja kamu bro….lanjutkan !!!” bisikku sambil menoyor kepala Eko ketika kami sudah di atas motor.
Eko cuma nyengir ke arahku….
“Ya udah aku cabut dulu bro, good luck…” kataku
“Seep bro….sampe ketemu besok” jawab Eko
Akupun segera menggeber motorku ke arah utara….ya menuju rumahku yg cukup jauh, kira-kira 45 menit jarak ke rumahku.
Aku tinggal dipinggiran kota (tepatnya dikampung
), paling ujung dekat perbatasan dengan kota sebelah, oh iya sebut saja aku "Antok"bersambung
Diubah oleh Ateng666 29-12-2018 09:53
2
