- Beranda
- Sastra Indonesia
[CERBUNG] We Are Indonesian: From ZERO to HERO
...
TS
aurora..
[CERBUNG] We Are Indonesian: From ZERO to HERO
![[CERBUNG] We Are Indonesian: From ZERO to HERO](https://s.kaskus.id/images/2024/06/06/9481769_20240606031531.jpg)
Sumber Gambar:Koleksi pribadi gue
Quote:
Quote:
Diubah oleh aurora.. 06-06-2024 21:14
bobibotaktak dan 10 lainnya memberi reputasi
11
1K
48
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Sastra Indonesia
45Thread•143Anggota
Tampilkan semua post
TS
aurora..
#1
Pengumuman kejuaraan
Senin, 27 April 2009
Hari itu adalah hari Senin pagi yang sangat cerah. Di saat yang bersamaan, seluruh siswa SMA Magnificent, termasuk Rani, tampak sedang mengikuti upacara bendera hari Senin dengan khidmat dalam balutan seragam putih abu-abu.
Setelah upacara bendera selesai, seluruh siswa SMA Magnificent ternyata belum diperbolehkan untuk meninggalkan lapangan upacara. Rupanya, masih ada beberapa pengumuman yang harus disampaikan oleh Bapak Waka Kesiswaan SMA Magnificent, termasuk pengumuman tentang kejuaraan.
...
"...Juara pertama kompetisi menulis cerpen berbahasa Jawa tingkat kabupaten, dalam rangka peringatan Hari Kartini tahun 2009, jatuh kepada..." kata Bapak Waka Kesiswaan
"...Arnita Rani Febrianti dari kelas XI Bahasa 2" sambung Bapak Waka Kesiswaan
Tepuk tangan meriah pun langsung pecah setelah nama Rani disebutkan oleh Bapak Waka Kesiswaan. Ekspresi bangga sekaligus bahagia yang luar biasa pun langsung tergambar jelas di wajah Rani.
Rupanya, beberapa hari yang lalu, tepatnya pada tanggal 19 April 2009, Rani mengikuti kompetisi menulis cerpen berbahasa Jawa tingkat kabupaten untuk siswa SMA atau sederajat dalam rangka peringatan Hari Kartini tahun 2009. Cerpen yang ditulis oleh Rani mengisahkan tentang seorang wanita tangguh dari keluarga kurang mampu yang menjadi seorang pejuang literasi nasional dan menjadi guru besar di bidang sastra Indonesia di usianya yang masih sangat muda, yaitu 32 tahun.
"...Saudari Arnita Rani Febrianti dimohon untuk maju ke depan podium untuk penerimaan sertifikat, hadiah dan piala kejuaraan" kata Bapak Waka Kesiswaan
Ketika Rani berjalan ke depan podium upacara bendera, air mata bahagia pun langsung mengalir deras hingga membasahi kedua pipi Rani yang berwarna pink kemerahan. Rupanya, Rani tidak kuasa menahan rasa bangga dan bahagia yang teramat sangat.
Tak lama kemudian, Rani pun menerima sertifikat, hadiah berupa uang tunai sebesar 5 juta dan piala yang secara langsung diberikan oleh Bapak Waka Kesiswaan tepat di depan podium upacara bendera.
BERSAMBUNG
Hari itu adalah hari Senin pagi yang sangat cerah. Di saat yang bersamaan, seluruh siswa SMA Magnificent, termasuk Rani, tampak sedang mengikuti upacara bendera hari Senin dengan khidmat dalam balutan seragam putih abu-abu.
Setelah upacara bendera selesai, seluruh siswa SMA Magnificent ternyata belum diperbolehkan untuk meninggalkan lapangan upacara. Rupanya, masih ada beberapa pengumuman yang harus disampaikan oleh Bapak Waka Kesiswaan SMA Magnificent, termasuk pengumuman tentang kejuaraan.
...
"...Juara pertama kompetisi menulis cerpen berbahasa Jawa tingkat kabupaten, dalam rangka peringatan Hari Kartini tahun 2009, jatuh kepada..." kata Bapak Waka Kesiswaan
"...Arnita Rani Febrianti dari kelas XI Bahasa 2" sambung Bapak Waka Kesiswaan
Tepuk tangan meriah pun langsung pecah setelah nama Rani disebutkan oleh Bapak Waka Kesiswaan. Ekspresi bangga sekaligus bahagia yang luar biasa pun langsung tergambar jelas di wajah Rani.
Rupanya, beberapa hari yang lalu, tepatnya pada tanggal 19 April 2009, Rani mengikuti kompetisi menulis cerpen berbahasa Jawa tingkat kabupaten untuk siswa SMA atau sederajat dalam rangka peringatan Hari Kartini tahun 2009. Cerpen yang ditulis oleh Rani mengisahkan tentang seorang wanita tangguh dari keluarga kurang mampu yang menjadi seorang pejuang literasi nasional dan menjadi guru besar di bidang sastra Indonesia di usianya yang masih sangat muda, yaitu 32 tahun.
"...Saudari Arnita Rani Febrianti dimohon untuk maju ke depan podium untuk penerimaan sertifikat, hadiah dan piala kejuaraan" kata Bapak Waka Kesiswaan
Ketika Rani berjalan ke depan podium upacara bendera, air mata bahagia pun langsung mengalir deras hingga membasahi kedua pipi Rani yang berwarna pink kemerahan. Rupanya, Rani tidak kuasa menahan rasa bangga dan bahagia yang teramat sangat.
Tak lama kemudian, Rani pun menerima sertifikat, hadiah berupa uang tunai sebesar 5 juta dan piala yang secara langsung diberikan oleh Bapak Waka Kesiswaan tepat di depan podium upacara bendera.
BERSAMBUNG
User telah dihapus dan 6 lainnya memberi reputasi
7