Kaskus

Story

yanagi92055Avatar border
TS
yanagi92055
AMOR & DOLOR (TRUE STORY)
Selamat Datang di Trit Kami

私のスレッドへようこそ


AMOR & DOLOR (TRUE STORY)


TERIMA KASIH BANYAK ATAS ATENSI DAN APRESIASI YANG TELAH GANSIS READERBERIKAN DI TIGA TRIT GUE DAN EMI SEBELUMNYA. SEMOGA DI TRIT INI, KAMI DAPAT MENUNJUKKAN PERFORMA TERBAIK (LAGI) DALAM PENULISAN DAN PACKAGING CERITA AGAR SEMUA READER YANG BERKUNJUNG DI SINI SELALU HAPPY DAN TERHIBUR!


Quote:


Spoiler for MUARA SEBUAH PENCARIAN (TAMAT):


Spoiler for AKHIR PENANTIANKU (ONGOING):


Spoiler for PERATURAN:


Spoiler for FAQ, INDEX, MULUSTRASI, TEASER:



HAPPY READING! emoticon-Cendol Gan


Quote:
Diubah oleh yanagi92055 15-11-2024 12:56
sibli.lpuAvatar border
uang500ratusAvatar border
teguhjepang9932Avatar border
teguhjepang9932 dan 93 lainnya memberi reputasi
84
189.3K
3.2K
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
Stories from the Heart
KASKUS Official
33.1KThread•55.2KAnggota
Tampilkan semua post
dissymmon08Avatar border
dissymmon08
#504
MENJALANKAN AMANAH(PART 06)
(POV @dissymmon08)


Mungkin sebagian orang berpikir dengan solusi seperti yang gue ceritakan sebelumnya dimana kami akan bergandengan tangan untuk menjalani masalah kami, semua permasalahan kami dapat segera terselesaikan. Tapi pada kenyataannya, tidak semudah itu.

Tuhan memang Maha Penyayang dan Pemurah. Tuhan ga akan menguji hamba-Nya melebihi batas kemampuan diri mereka. Tapi ketika Tuhan sudah berulang kami memberikan kemudahan dalam hidup tapi hamba-Nya berulang kali mengulang kesalahan yang sama, Beliau akan menunggu sejauh mana hamba-Nya ini mau berjuang. Seberapa besar tekad hamba-Nya untuk menyelesaikan permasalahan yang tengah ia hadapai. Nantinya akan memberikan gambaran seberapa besar keberhasilan yang akan ia raih.

Bagi gue, saat ini Bang Firzy tengah menghadapi momen tersebut.

Ketika dulu ia menikmati kehidupan masa mudanya menjadi seorang cassanova yang bisa mendapatkan siapapun yang ia inginkan dan memiliki segala persyaratan yang perlu dimiliki oleh laki-laki idaman, kini ia harus berjuang terlebih dahulu mendapatkan harta, tahta, wanita. Semua prasyarat kebutuhan laki-laki.

Harta? Iya, saat ini ia tidak memiliki uang sebanyak itu hanya untuk menggelar sebuah pesta resepsi pernikahan. Ditambah, ia harus menjaminkan mobil kesayangannya demi mendapatkan uang. Mungkin hal tersebut tidak pernah terpikirkan dalam benaknya akan ia rasakan seumur hidupnya.

Tahta? Iya. Some people think (well most of his friends think) thatpendidikan yang semakin tinggi akan meningkatkan derajat (and obviously gaji) mereka di pekerjaan. Tapi, apa itu bisa ia dapatkan? Bisa. Sangat bisa, kalau dia bisa menyelesaikan pendidikan S2 dia yang stuck di pembuatan tesis. Bisa. Sangat bisa, kalau dia bukan seorang freelancer.

Wanita? Iya. Gue di sini jadi problem hidupnya. Sebenernya gue ga yakin bisa dibilang 100% problem hidupnya dia. Gue ga jadi yang sok jual mahal. Gue ga nuntut dia apapun selama pacaran. Gue juga ga minta dia ini itu demi keuntungan gue. Tapi karena tuntutan keluarga gue yang meminta resepsi pernikahan, membuat semua poin-poin yang gue sebut di atas jadi menambah nilai negatif gue. Gue pun akhirnya menjadi salah satu problem hidupnya.

Berat. Gue tau, hidupnya jadi sangat berat saat ini. Terlebih kalau dia harus ngadepin semua permasalahan hidup di atas seorang diri. Pasti sangat berat. Gue tekenin nih ya, SEORANG FIRZY YANG DULU akan berenti dan milih buat “merehatkan diri dan pikiran sejenak” dari semua permasalahan hidup.

Quitter? Ga sih. Gue ga bilang Bang Firzy seorang quitter. Dia ga memilih untuk berenti berusaha dan mencoba terus give up. Dia bukan orang yang kayak begitu. Dia cumaaaa apa ya bisa dibilang? Hmm. Kang rehat? Wkwkwk.

Merehatkan diri dan pikiran sejenak yang gue maksud di sini itu bukan istirahat (tidur atau healing) pada umumnya ya. Tapi istirahat di sini itu dengan HIBURAN. Iya, hiburan di hidup dia dengan melampiaskan diri dia untuk ‘iseng’ kenalan sama cewek, ‘iseng’ jalan sama cewek, ‘iseng’ cerita sama cewek tentang ketidaksukaan dia akan gue. Iya, mencari hiburan dengan ‘iseng’.

Ga cuma ‘iseng’. Dia juga bakalan kayak lupa sama semua janji dia. Dia kayak seakan minta kompensasi untuk nakal kembali dan kembali melakukan kesalahan-kesalahannya yang dulu pernah dia lakukan. Semua demi ‘merehatkan diri dan pikiran sejenK’. Hal itu bikin gue mikir “Ini orang beneran mau berubah ga sih? Kalau gini ceritanya, dia kayak orang kepaksa namanya. Dia kayak orang yang ga punya pendirian.”

Gue sangat benci orang kayak begitu. Benci dalam arti sesungguhnya. Bukan benci dalam artian benar-benar cinta ya. Soalnya siapa yang mau nikah sama cowok kayak begitu? Gue berani bilang ke mereka deretan BSH (Barisan Sakit Hati) Firzy, “GIH SANA AMBIL SI BIJI! kimpoiIN SONOH! MAMPUS-MAMPUS LU!”

Tapi kadang nih mikir begini juga gue “Apa jangan-jangan dia begini cuma karena pas sama gue doang. Tapi sama cewek lain dia ga begini?”

“Bagaimana, Bu? Apa sudah cukup semuanya?”

“Hah?” tanya gue sambil nengok sekeliling gue.

“Udah cukup semua belum? Notulensinya udah lengkap? Tanda tangan dan sebagainya?” bisik Ifan di kuping gue.

Saat itu kami sedang duduk di ruang meeting besar di kantor gue. Kami sedang melakukan meeting final keputusan kasus yang ditemuin Ifan di Gym kemarin. Kalian tau keputusan finalnya apa? Ifan kena Surat Peringatan III dimana dia diberi waktu one month notice untuk keluar dari kantor dan Pak Edward akan dievaluasi kinerja timnya untuk menghindari kesalahan seperti ini terjadi lagi di masa depan. Dengan ditandatanganinya notulensi hari ini artinya semua setuju dengan semua keputusan dan Ifan diminta untuk memberikan Surat Pengunduran Diri-nya maksimal esok hari.

ANJING!!!

Yang bikin gue tadi pada akhirnya bengong dan mikir kemana-mana adalah kepalsuan yang ada selama meeting. Kepalsuan dimana Direktur, General Manager, Manager HRD & GA, dan Pak Edward yang kayak kebo dicocok idung ketika duduk bersama dengan direktur vendor. Mereka lebih milih mengalah daripada harus menegur kesalahan karyawan dari pihak vendor. Gue kecewa.

“Mi?” sapa Pak Edward dari arah belakang gue. “Jadi gimana? Kamu jadinya tertarik ga ambil apartemen saya?”

Bisa-bisanya dia lebih milih ngebahas tentang apartemen dia dibandingkan ngebahas gimana masa depan Ifan yang terdzolimi? Pak Edward kenapa sih? Apa dia stress karena tau dia bakalan dievaluasi setelah ini makanya dia mengalihkan pemikirannya pada hal lain?

“Hmm. Saya belum diskusiin lagi sama Firzy, Pak… Saya pribadi sih maunya nyari kontrakan yang masuk motor sama mobil. Walaupun mungkin entar lebih banyak make motor, tapi mana tau lagi ujan dkk mobil dibawa aja sama kita. Daripada dititipin di rumah orang tua. Entar ga dipake-pake malah mogok lagi. Hahaha.”

“Ya mendingan tinggal di apartemen dong? Motor sama mobil kamu aman terjaga. Unit kamu juga aman ga banyak orang seliweran karena cuma penghuni apartemen doang kan yang boleh masuk. Ya minusnya sih ukurannya kecil plus ada biaya IPL per bulannya. Tapi biaya IPL itu kan itungannya biaya jasa keamanan, kebersihan, sama fasilitas yang disediain sama apartemennya. Worth it lah…”

“Hmm. Saya khawatir budget-nya ga kena, Pak…” Sebenernya MUNGKIN, bisa aja budget-nya kena. Kalau pasca resepsi nanti kita ga ada utang yang harus ditanggung. Faktanya kan ndak begitu… Kalau dilancarin ya selama 3-4 tahun kedepan pasca pernikahan, kami harus menanggung utang yang sebenernya bukan keinginan kami.

Sebenarnya kami bisa ga terlalu mikirin urusan tempat tinggal sih. Kalau Bang Firzy emang ga keberatan, dia bisa tinggal di rumah gue. I mean, rumah orang tua gue. Kenapa demikian? Ya gue anak tunggal. Orang tua gue ga ada anak lagi. Kamar gue bakalan kosong pasca gue nikah nanti. Bahkan nyokap gue udah ngebahas buat ngurus balik nama rumah yang kami tinggali itu untuk gue. Why bother to find another place to live?

Cuma ya gue juga pengen “Mending tinggal di kontrakan kecil tapi MILIK SENDIRI daripada rumah gede tapi tinggal bareng orang tua/mertua.” Mengingat lokasi kerja gue yang cukup jauh dari rumah orang tua gue, mungkin cari kontrakan deket kantor not a bad idea.

Seperti apa yang gue bilang ke Pak Edward, gue sih pengennya punya rumah yang ga terlalu gede tapi minimal bisa masuk mobil di dalam carport. Bukan di pinggir jalan. Kalau motor ga cukup, ya bisa lah dimasukin ke ruang tamu. Hahaha. Cuma setelah gue searching-searching kok harganya lumayan juga ya rumah dengan spesifikasi demikian. Haruskah gue tanya-tanya dulu tentang biaya IPL?

“Mi, nanti kamu ga usah bayar biaya sewa per bulannya lagi. Kamu cukup bayar IPL-nya aja per bulan. Paling kisaran Rp500.000,- terus token listrik ya sesuai pemakaian kamu nanti. Udah kamu ga perlu bayar apapun lagi… Biaya sewa apartemen saya sudah saya lunasin setahun kedepan. Jadi kamu tinggal pindahan aja nanti. Paling nanti tolong ambilin biaya deposit aja buat dibalikin ke saya setelah 1 tahun. Kecuali kalau kamu mau lanjutin, kami baru balikin ke saya nanti setelah kamu bener-bener mau pindah.”

“………..” Gue speechless dong! Gue ditawarin tinggal di apartemen yang free biaya sewa selama setahun! Keren banget ga sih itu?! Manager gue ini super duper keren banget ga sih? Ya Alloh gue ceritainnya aja jadi mau nangis loh! Huhuhu.

Ini adalah bukti kalau Alloh ga akan kasih cobaan di luar batas kemampuan hamba-Nya. Ketika gue bingung mikirin darimana biaya sewa tempat tinggal gue nanti, Alloh kasih kemudahan bagi kami untuk tinggal nanti.

“Saya di sana sewanya udah full furnished, Mi. Jadi kamu cukup bawa baju aja. Semuanya udah tersedia kayak kasur, meja, lemari, dan lainnya. Saya orangnya ga jorok kok, Mi. Jadi kamu langsung tempatin juga bisa banget. Gimana? Kalau kamu ga mau, saya mau tawarin Bimo. Soalnya Bimo kan katanya kepengen banget tuh pindah ke apartemen, biar bisa berenang katanya. Hahaha.”

Gue ga mau ngelepas kesempatan langka ini! Tapi gue juga ya mau gegabah. Banyak yang harus gue pertimbangin dan diskusiin dulu sama Bang Firzy kayak biaya hidup, biaya ongkos, biaya IPL, dan sebagainya. Apakah masih bisa ketutup kah?

“Kasih saya waktu sampai besok, Pak… Hari Jum’at besok deh.”

“Hmm. Emang kalau apartemen Bapak dikasih ke Emi, Pak Edward mau tinggal dimana?” tanya Bimo yang ternyata nguping obrolan gue sama Pak Edward sedari tadi.

“Saya mau coba rujuk dengan istri saya…”

“Serius, Pak? Alhamdulillah…” kata Bimo.

“Ya saya sebenernya juga ga 100% pengen rujuk, tapi ayah ibu saya ngancem sih… Ya saya coba dulu lah.”

Mungkin ini alesan pertengkaran dia dan Ibu Astina kemaren?

Dret. Dret. Dret.

Handphone gue bunyi. Gue izin Pak Edward untuk angkat telepon tersebut. Tumben banget Bang Firzy nelepon gue di waktu kerja kayak begini. Gue khawatir ini sesuatu yang urgent. Semoga aja bukan urusan kampus lagi karena jujur, gue belom nyentuh tesis dia sama sekali gata-gara ngurusin kasus Ifan ini.

“Halo, Mi! Cair, Mi!”

“Hah? Apa maksudnya?”

“Caiiir!”

“Apanya yang cair sih, Zy?”

“Uang refinancing yang kita ajuin besok caiiir!”

“SERIUSAN?!”

“Iyaaa! Alhamdulillah! Detailnya entar gue ceritain pas kita pulang ya…”

“WAJIB!”

“ASEEEK! JADILAH KITA kimpoi! Hahaha.”

“Lah kalau uangnya ga jadi cair, emang kita ga jadi kimpoi hah?! Asal banget kalau ngomong!”

“Jadilaaah, cuman kan miskin. Hahaha.”

“Kan walaupun entar cair, kita tetep miskin karena ngutang, Zy.”

“Eh iya yak, lupa. Hahaha. Yaudah gue cerita itu kok. Udah sono lu sok sibuk lagi.” Kata dia sebelum menutup teleponnya.

Jadi, percaya ga kalau Alloh itu sangat sayang hamba-Nya yang ga pernah mau berenti percaya dan berusaha?
kaduruk
jiyanq
khodzimzz
khodzimzz dan 15 lainnya memberi reputasi
16
Tutup
Ikuti KASKUS di
© 2026 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved.