Gw Rasa Ini Cukup
Juli 2021
Setelah banyaknya cerita carut-marut dan hubungan yang tarik - ulur, akhirnya kami atau lebih tepatnya aku menyudahi hubungan yang sudah cukup lama kami rangkai dan kami bangun. Entah bagaimana mengakhirinya dan siapa yang memulai untuk mencoba mengakhiri, tapi kami anggap ini berakhir.
Malam itu malam yang menurut ku malam terakhir bersamanya, ibarat perut yang diisi terus, lama-kelamaan tidak dapat menampung dan mengeluarkan isinya lagi. Ya malam itu ku ungkapkan kalimat yang sudah sulit untuk ku pendam lagi padanya, diatas kuda besi yang biasa menemani kami berdua jalan, benda itu menjadi saksi bisu percakapan kami
Gw: "Sorry gw rasa kita gabisa ngelanjutin ini lagi"
Nungky: "Kenapa? Kenapa bisa gitu?"
Gw: "Gw ngerasa makin diterusin atau dilanjut kita gk akan membaik yg ada malah memburuk"
Nungky: "Biasanya juga gitu kan, habis berantem terus juga enggak lama baikan kok"
Gw melihat mata Nungky dari arah spion sepeda motornya, berusaha meyakinkan gw jika nanti akan kembali seperti semula
Gw: "Maaf Nung Maaf, gw udah gabisa"
Nungky: "Kasi gw alasan yang logis kenapa lu minta putus" ucapnya sambil mata penuh berbinar, bukan senang namun sebaliknya
Anak laki yang tidak pernah menunjukan sifatnya yang lain didepan teman-temannya terlihat berbeda jika kepada ku. Teman-temannya kalau melihat sifat lain dari si Nungky pasti akan geleng-geleng atau malah menertawainya hahaha
Gw: "Memang alasan tadi gak cukup jelas? Kita stuck! Diam di tempat! Gk ada perubahan sama hubungan kita. Diumur kita yang sekarang harusnya kita sudah bisa memikirkan masa depan, namun apa? Kita disini aja. Setiap kali gw ajak lu diskusi soal dimasa nanti, pasti lu gk pernah serius untuk merespon. Udah deh semoga nanti setelah kita enggak sama-sama lagi, siapa tau kehidupan kita akan membaik" Jawab gw tegas sambil menahan tangis
Gaya pacaran kita memang seperti ini, kita ngomong gw - lu bukan karena sedang berantem, tapi memang udah kaya gini. Kata Nungky "kaya gimana gitu" Kalau ngomong "aku - kamu" tuh. Haduuuh dasar laki-laki aneh hehehe
Nungky: "Oke kita udahan, gw turuti mau lu. Semoga lu dapat yang lebih baik daripada gw, terimakasih pembelajaran selama ini"
Aku tidak menyauti perkataannya, bukan berarti tidak dengar, tapi rasanya sulit untuk menimpali kalimat yang keluar dari mulutnya
"Maaf ya Nung semoga dengan ini lu bisa berubah, lu bisa berbenah, lu makin dewasa. Jika nanti kita memang bisa bareng lagi, pasti Tuhan memberikan jalan buat kita berdua" Ucapan sekaligus doa gw malam itu kepada Sang Maha Penyayang
Perjalanan masih cukup jauh sampai ke rumah ku, ku eratkan rangkulan tangan ku kepadanya.Tidak banyak obrolan, malah bisa dibilang hening setelah percakapan tadi. Entah setelah ini akan membaik atau memburuk aku tidak memikirkannya. Malam itu aku menemaninya dari tempat dia kerja untuk berberes persiapan tutup dikarenakan Pandemi
Sampai didepan rumah ku, aku ingat betul apa yang terucap dari mulutnya, "terimakasih". Aku tidak berkomentar apapun hanya berusaha tersenyum kearahnya. Tidak berapa lama suara motor miliknya hilang karena kejauhan