TS
JurnalisBatman
Adil ! keturunan PKI, PRRI, Permesta, DI/TII Boleh Masuk TNI

Kebijakan Panglima Jenderal Andika yang membolehkan keturunan PKI masuk tentara patut diapresiasi.
Adanya TAP MPRS NO.25 tahun 66 merupakan karangan menyebarkan paham komunisme, Marxisme dan Leninisme.
Namun, bagi para keturunan PKI, PRRI, Permesta, DI/TII juga harus diperlakukan sama dalam hal sebagai warga negara.
Mereka adalah keturunan yang tidak serta merta memiliki ideologi yang sama dengan pendahulunya.
Jadi, membolehkan para keturunan untuk bisa masuk tentara adalah adil.
Apalagi, hukum yang kita anut bukan pada dosa warisan tapi penegakan hukum dan semua sama di mata hukum.
Memang ada kekhawatiran sebagian kelompok akan kebangkitan PKI, PRRI, Permesta dan DI/TII.
Perlu diingat, Indonesia adalah negara yang besar dan tidak boleh takut dan kalah dengan bangkitnya organisasi terlarang.
Apalagi, dalam sejarah mereka juga sudah kalah dan ditumpas.
Hanya saja, dalam teknis perekrutannya tinggal bagaimana dilakukan seleksi ketat termasuk ideologi kebangsaan dan NKRI.
Sebagaimana diketahui, Ketua Komnas HAM Ahmad Taufan Damanik mengapresiasi Jenderal Andika dalam perekrutan TNI.
Menurutnya, sejak dulu memang tidak ada larangan bagi keturunan PKI masuk tentara.
UUD 1945 telah menjamin kebebasan bagi semua warga negara, tanpa melihat silsilah.
"Karena dia masuk daftar itu lalu dia dapat KTP yang ada tanda 'organisasi terlarang'. Lalu anaknya enggak bisa meneruskan pendidikan dengan baik, di sektor-sektor negara, dan selalu dikucilkan oleh masyarakat. Itu sangat mengangkangi hak asasi manusia," ungkapnya.
"Kadang orang-orang ini juga diberi label tanpa proses peradilan. Itu banyak sekali di Indonesia," tambahnya.
Jadi, membolehkan keturunan PKI, PRRI, Permesta, DI/TII adalah adil dan tidak melanggar hukum.
Sumber: Kompas.com
Diubah oleh JurnalisBatman 13-04-2022 04:43
0
1.8K
4
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Militer
20.4KThread•10.7KAnggota
Tampilkan semua post
sukirmanlekvi
#2
Setuju sih, cuman paking tidak para keturunan eks pemberontak itu dapet perhatian lebih terutama mengenani ideologi bernegara indonesia .
Secara kesalahan orang tua tidak sepatutnya anak kena imbas nya .
Karena menurut pandangan ane pribadi khusus PKI (karena pemberontakan yg lain ane tidak paham), dulu di blitar waktu pembersihan pki, kakek ane sampe harus hijrah (lari) ke jateng gegara kampung kakek terindikasi PKI, dan semua orang di tengkepin .
Dia lari ke jawa tengah bareng bareng sama beberapa orang lain termasuk kakak perempuan nya . Dan akhir nya entah gimana mereka berdua kepisah .
Sampe bertahun tahun kakek trauma berat dan takut, bahkan sampe punya cucu termasuk ane cucunya .
Pernah suatu ketika ane belom lahir waktu itu gan, baru 2 kakak ane lahir .
Kakek dicari sama orang katanya dari jatim .
Beliau sampe ketakutan sampe gk ke sawah berahari hari .
Singkat cerita beliau pasrah karena tuh orang nyariin terus, kata kakak perawakannya macem tentara gitu makanya kakek takut .
Dan ternyata si orang itu adalah menantu dari kakak perempuan kakek ane gan, singkatnya mereka berdua akhirnya ketemu . Dari masih pada muda baru ketemu sampe masing masing udah punya cucu .
Dan setelahnya baru kakek cerita tentang masalah PKI dulu di desanya .
Jadi dulu di jatim itu ada 2 metode yg di pakai PKI untuk rekrut anggota atau cari simpatisanbdari tiap tiap daerah . Nah kebetulan di tempat kakek ane metode yg di pakai bukan kekerasan atau ancaman gan (sebagian metode lain berupa ancaman seperti ikut PKI atau mati gan, seperti yg terjadi pesantren gontor)
Yg kakek ane tau PKI itu dulu dateng buat kasih sembako dll intinya kampanye gitu gan .
Bahkan kakek gatau kalo PKI itu melakukan pemberontakan dsb .
Secara kesalahan orang tua tidak sepatutnya anak kena imbas nya .
Karena menurut pandangan ane pribadi khusus PKI (karena pemberontakan yg lain ane tidak paham), dulu di blitar waktu pembersihan pki, kakek ane sampe harus hijrah (lari) ke jateng gegara kampung kakek terindikasi PKI, dan semua orang di tengkepin .
Dia lari ke jawa tengah bareng bareng sama beberapa orang lain termasuk kakak perempuan nya . Dan akhir nya entah gimana mereka berdua kepisah .
Sampe bertahun tahun kakek trauma berat dan takut, bahkan sampe punya cucu termasuk ane cucunya .
Pernah suatu ketika ane belom lahir waktu itu gan, baru 2 kakak ane lahir .
Kakek dicari sama orang katanya dari jatim .
Beliau sampe ketakutan sampe gk ke sawah berahari hari .
Singkat cerita beliau pasrah karena tuh orang nyariin terus, kata kakak perawakannya macem tentara gitu makanya kakek takut .
Dan ternyata si orang itu adalah menantu dari kakak perempuan kakek ane gan, singkatnya mereka berdua akhirnya ketemu . Dari masih pada muda baru ketemu sampe masing masing udah punya cucu .
Dan setelahnya baru kakek cerita tentang masalah PKI dulu di desanya .
Jadi dulu di jatim itu ada 2 metode yg di pakai PKI untuk rekrut anggota atau cari simpatisanbdari tiap tiap daerah . Nah kebetulan di tempat kakek ane metode yg di pakai bukan kekerasan atau ancaman gan (sebagian metode lain berupa ancaman seperti ikut PKI atau mati gan, seperti yg terjadi pesantren gontor)
Yg kakek ane tau PKI itu dulu dateng buat kasih sembako dll intinya kampanye gitu gan .
Bahkan kakek gatau kalo PKI itu melakukan pemberontakan dsb .
0
Tutup