- Beranda
- Stories from the Heart
Ketika Mata Batin Terbuka ...
...
TS
zhiyan
Ketika Mata Batin Terbuka ...

Perkenalkan, nama ku (panggil aja) Zhiyan. Aku tinggal di salah satu desa di daerah provinsi Kalimantan Tengah. Disini aku mau sedikit berbagi kisah ku demi sekedar mengisi waktu kosong ku. Mungkin ada banyak hal yang susah untuk kalian percaya, tapi aku tidak perduli karena aku hanya ingin menuangkan apa yang ada di benak ku. Percaya atau tidak, keputusan pribadi para pembaca, cukup nikmati sebagai bacaan.
!!!Cerita ini dibuat sekedar untuk menambah pengetahuan seputar dunia jin, jangan pernah percaya cerita ini 100%, karena aku sendiri tidak pernah percaya 100% dgn perkataan dan hal yang berkaitan dgn jin. Sebab dunia jin penuh dengan tipuan. Jadi, apabila ada percakapan ku dgn bangsa jin. Jangan percayai sepenuhnya yang dia (jin) katakan. Jin itu pandai berbohong.
Ada banyak pengalaman yang tidak bisa terlupakan baik yang menyenangkan maupun yang menyeramkan ketika mata mu bisa melihat apa yang tidak bisa orang lihat. Dan kisahku pun bermula disini.
- Episode 01 | Tambang Berdarah #01
- Episode 02 | Tambang Berdarah #02
- Episode 03 | Tambang Berdarah #03
- Episode 04 | Tambang Berdarah #04
- Episode 05 | Tambang Berdarah #05
- Episode 06 | Tambang Berdarah #06
- Episode 07 | Tambang Berdarah #07
- Episode 08 | Tambang Berdarah #08
- Episode 09 | Tambang Berdarah #09
- Episode 10 | Tambang Berdarah #10
- Episode 11 | Tambang Berdarah #11
- Episode 12 | Jin Rumah Makan #01
- Episode 13 | Jin Rumah Makan #02
- Episode 14 | Berpisah Dengan Saga #01
- Episode 15 | Berpisah Dengan Saga #02
- Episode 16 | Tersesat Di Meratus #01
- Episode 17 | Tersesat Di Meratus #02
- Episode 18 | Tersesat Di Meratus #03
- Episode 19 | Tersesat Di Meratus #04
- Episode 20 | Tersesat Di Meratus #05
- Episode 21 | Tersesat Di Meratus #06
- Episode 22 | Tersesat Di Meratus #07
- Episode 23 | Tersesat Di Meratus #08
- Episode 24 | Tersesat Di Meratus #09
- Episode 25 | Tersesat Di Meratus #10
- Episode 26 | Tersesat Di Meratus #11
- Episode 27 | Tersesat Di Meratus #12
- Episode 28 | Tersesat Di Meratus #13
- Episode 29 | Tersesat Di Meratus #14
- Episode 30 | Tersesat Di Meratus #15
- Episode 31 | Selamat Dari Meratus
- Episode 32 | Hubungan Ku Dengan Zoya
- Episode 33 | Pengantin Kesurupan
- Episode 34 | Tetangga Di Santet ?
- Episode 35 | Zoya Ngambek
- Episode 36 | Ngerinya Pocong Gantung
- Episode 37 | Serunya Berburu Jin #1
- Episode 38 | Harta Yang Terpendam
- Episode 39 | Melihat Koleksi Fadly
- Episode 40 | Kebun Pisang Pak Adi
- Episode 41 | Diajak Ke Istana Buaya #1
- Episode 42 | Diajak Ke Istana Buaya #2
- Episode 43 | Diajak Ke Istana Buaya #3
- Episode Spesial • Mengenal Mata Batin
- Episode 44 | Diajak Ke Istana Buaya #4
- Episode 45 | Diajak Ke Istana Buaya #5
- Episode 46 | Jin Kebun Karet #1
- Episode 47 | Jin Kebun Karet #2
- Episode 48 | Sang Dukun bodoh
- Episode 49 | Belajar Silat Gaib
- Episode 50 | Jin Sekolah SD #1
- Episode 51 | Jin Sekolah SD #2
- Episode 52 | Jin Sekolah SD #3
- Episode 53 | Jin Sekolah SD #4
- Episode 54 | Jin Sekolah SD #5
- Episode 55 | Kebun Pisang Pak Adi #2
- Episode 56 | Kebun Pisang Pak Adi #3
- Episode 57 | Kebun Pisang Pak Adi #4
- Episode 58 | Akhir Perburuan #1
- Episode 59 | Akhir Perburuan #2
- Episode 60 | Selamat Tinggal ?
- Episode 61 | Kost Tanpa Jendela #1
- Episode 62 | Kost Tanpa Jendela #2
- Episode 63 | Kost Tanpa Jendela #3
- Episode 64 | Kost Tanpa Jendela #4
- Episode 65 | Kost Tanpa Jendela #5
- Episode 66 | Kost Tanpa Jendela #6
- Episode 67 | Kost Tanpa Jendela #7
- Episode 68 | Kost Tanpa Jendela #8
- Episode 69 | Kost Tanpa Jendela #9
- Episode 70 | Kost Tanpa Jendela #10
- Episode 71 | Rumah Tak Bertuan #1
- Episode 72 | Rumah Tak Bertuan #2
- Episode 73 | Rumah Tak Bertuan #3
- Episode 74 | Rumah Tak Bertuan #4
- Episode 75 | Rumah Tak Bertuan #5
- Episode 76 | Rumah Tak Bertuan #6
- Episode 77 | Rumah Tak Bertuan #7
- Episode 78 | Rumah Tak Bertuan #8
- Episode 79 | Rumah Tak Bertuan #9
- Episode 80 | Rumah Tak Bertuan #10
- Episode 81 | Rumah Tak Bertuan #11
- Episode 82 | Rumah Tak Bertuan #12
- Episode 83 | Rumah Tak Bertuan #13
- Episode 84 | Rumah Tak Bertuan #14
- Episode 85 | Rumah Tak Bertuan #15
- Episode 86 | Rumah Tak Bertuan #16
- Episode 87 | Rumah Tak Bertuan #17
- Episode 88 | Rumah Tak Bertuan #18
- Episode 89 | Rumah Tak Bertuan #19
- Episode 90 | Rumah Tak Bertuan #20
- Episode 91 | Rumah Tak Bertuan #21
- Episode 92 | Dikejar Hantu Burung
!!! Cerita ini dibuat sekedar untuk menambah pengetahuan seputar dunia jin, jangan pernah percaya cerita ini 100%, karena aku sendiri tidak pernah percaya 100% dgn perkataan dan hal yang berkaitan dgn jin. Sebab dunia jin penuh dengan tipuan. Jadi, apabila ada percakapan ku dgn bangsa jin. Jangan percayai sepenuhnya yang dia (jin) katakan. Jin itu pandai berbohong.
Untuk memudahkan kalian mengakses Thread ini, aku buatkan sebuah link pendek agar mudah di ingat.
http://s.id/zhiyan
http://s.id/zhiyan
#BukanSekedarHalusinasi
#AntaraHayalanDanKenyataan
Diubah oleh zhiyan 23-05-2021 18:22
yugi17 dan 129 lainnya memberi reputasi
116
209.3K
3K
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
32.8KThread•53.4KAnggota
Tampilkan semua post
TS
zhiyan
#695
Episode 90 - Rumah Tak Bertuan #20

Sekitar jam 10, aku terbangun dari tidur karena ada panggilan masuk di hp, dan ku lihat ada banyak sms numpuk dan beberapa panggilan tak terjawab. Kemudian hp ku berbunyi lagi, ternyata itu panggilan dari Ahmad.
- Part #20 (Istirahat)
Kayanya, bagian rumah tak bertuan ini paling banyak episode nya dibanding yang lain. Gak terasa sudah sampai part ke 20. Dan mungkin, ini pertemuan terakhir kita di bulan puasa, entah kenapa aku jadi malas nulis, jadi mungkin kita akan bertemu kembali setelah Hari Raya. Sebelum dan sesudahnya, mohon maaf lahir dan bathin jika ada ada kata yang kurang, lebihan, atau tidak enak dibaca.
Aku angkat panggilan telpon nya dan ternyata malam ini mereka mau ke rumah kosong itu lagi. Sebenernya badan ku rasanya mau remuk karena perjalanan jauh, tapi karena sudah ada janji, akhirnya aku mengiyakan untuk ikut.
Aku keluar dan izin untuk menemui mereka, Ayu mengikuti ku dibelakang. Di perjalanan, aku sambil ngobrol sama Ayu supaya gak terlalu takut. Soalnya malam itu terasa sunyi, seperti sedang ada perampok yang mengintai di sempak.
Saat sudah sampai, ternyata mereka sudah ada di depan rumah dan sudah siap meluncur dengan perlengkapan.
Aku: kalian sudah siap ?
Ahmad: sudah siap dari tadi, tinggal nungguin kamu aja. kirain gak bakalan datang.
Aku: sorry, tadi aku sudah tidur jadi agak ngantuk pas bangun, makanya lama baru kesini.
Ahmad: yaudah yuk, langsung aja.
Aku: rifky sama alex gak ikut ya.. katanya mau ikut.
Ahmad: katanya sih mau nyusul tapi gak ada muncul muncul.. kita duluan aja, nanti terlalu malam.
Kami berjalan masuk ke rumah kosong itu dan ternyata suasana di sana saat itu sangat sepi. Biasanya di depan ada banyak para jin yang berdiam di pepohonan, kali ini terlihat sepi, seperti sedang pindahan, jadi seperti rumah kosong beneran.
Begitu masuk ke dalam, ternyata didalam juga sepi, gak ada jin sama sekali. Aku dan Ahmad keheranan dengan suasana macam ini.
Rifan: kalian merasa gak, kalo ruangan ini sepertinya sedang ada yang mengintai kita. sepertinya hantu hantu disini bakalan menyerang kita.
Ahmad: iyaa..
Ahmad memandang ke arah ku sambil menahan ketawa. Kami terus mengitari ruangan demi ruangan untuk mencari tempat yang cocok untuk nongkrong.
Sampai sebuah ruangan, berdekatan dengan kamar mandi, kami memutuskan untuk nongkrong disitu. Semua perlengkapan di letakan dibawah dan duduk beberapa saat.
Sudah beberapa puluh menit, masih gak ada tanda tanda yang mendekat. Aku mulai jenuh dan rebahan di paha nya Rifan yang dari tadi dia terlihat seperti sangat waspada terhadap serangan, karena dia yakin sedang ada yang mengintai hahaha.
Aku: kok malam ini sepi ya.
Rifan: iya, ini kenapa ya kok gak ada penampakan apa apa. dulu itu baru sebentar sudah mulai ada yang ganggu.
Jajay: sama, aku dari tadi gak ada merasa merinding sedikitpun.
Jajay berdiri dan berjalan menuju keluar, katanya pamit mau kencing. Kemudian, terdengar suara teriakan, kami cepat mengejar keluar dan Jajay sudah dalam keadaan tak sadarkan diri. Kami membawanya ke dalam tempat kami nongkrong tadi.
Kami mencoba menyadarkan Jajay, sampai beberapa menit kemudian dia sadarkan diri dan Ahmad langsung menanyai nya.
Ahmad: tadi kenapa, kok tiba tiba pingsan.
Jajay: aku ada melihat ada orang mengarah kesini. aku kira alex. ketika aku baru melangkahkan kaki selangkah, dia melepaskan kepala nya dan melemparkan ke arahku. kepala itu bergulir ke arahku dan berhenti tepat di kaki ku, kemudian kepala tadi tersenyum kepada ku dengan gigi taring yang tajam.
Aku: gila, ngeri nya.. kemana dia sekarang.
Jajay: gak tau, setelah itu aku gak tau apa apa lagi, dan sudah ada disini ketika membuka mata.
Aku keluar melihat keadaan diluar dan tidak ada lagi melihat sosok itu, dan kembali lagi kedalam. Tak lama, ada sms dari Alex.
Alex: dimana sekarang..
Aku: masih dirumah kosong. jadi kesini gak.
Alex: jadi donk, ini masih dijalan.
Aku: rifky kesini juga gak.
Alex: gak kayanya, dia lagi di tempat nenek nya.
Aku: oh yaudah kalo gitu hati hati ya.
Alex: sip..
Beberapa saat kemudian, ada suara motor yang singgah didepan. Aku keluar untuk memastikan, dan benar saja, Alex sudah datang. Dia bergabung dengan kami.
Alex: ada apa aja tadi nih yang dilihat, kok dari depan sampai kesini, aku gak ada melihat apa apa.
Ahmad: iya, malam ini terasa beda. entah kemana semua penghuni disini. tidak ada terlihat seorang pun.
Jajay: tapi tadi aku sempat melihat penampakan didepan. dia melempar kepala nya dan membuat ku pingsan ketakutan.
Alex: dimana ?
Jajay: didepan..
Alex: oh, itu kaya nya dodo..
Aku: siapa dodo?
Alex: dia jin usil yang suka ngerjain orang. tapi bukan penghuni rumah ini. mungkin dia melihat kamu, jadi dia kepikiran untuk menjahili mu. hahaha..
Aku: sial sekali berarti jajay haha..
Kemudian Alex menyuruh Jajay dan Rifan untuk mendekat, dan dia membukakan mata batin mereka berdua supaya bisa melihat jin lagi, sama seperti sebelum nya yang dilakukan Rifky.
Rifan dan Jajay melihat lihat di sekeliling dan mereka tampak keheranan.
Rifan: ini sudah? kok gak berasa..
Jajay: iya, bener.. gak ada perubahan.
Alex: ya emang gak ada. gak ada satupun mahluk gaib nya malam ini disini. kayanya mereka sedang ada sesuatu hingga membuat semua penghuni rumah kosong ini keluar.
Rifan: terus gimana ? cuma nongkrong doank dirumah kosong malam ini?
Alex: ya aku sih terserah kalian aja, lagian aku sudah terlanjur kesini.
Ahmad: kita tunggu aja disini, kalo satu jam kedepan gak ada apa apa, kita pulang aja.
Akhirnya kami semua sepakat untuk menunggu situasi malam itu. Sampai satu jam telah berlalu dan tidak ada pergerakan maupun perubahan. Kami memutuskan untuk pulang saja.
Alex awalnya dia mau pulang, tapi karena ku paksa dengan berbagai cara akhirnya dia mau menginap di tempat mereka bertiga. Karena sudah tengah malam begini, kasian juga dia pulang sendiri.
Malam itu, aku dan Alex tidur berdua diluar di depan tv dan mereka tidur di dalam bertiga, saat itu mata batin Jajay dan Rifan masih belum ditutup kembali oleh Alex.
Aku dan Alex ngobrol ngobrol sambil rebahan di kasur, dan tiba tiba datang Ayu.
Aku dan Alex: ayu ...
Aku: kamu kenal ayu ?
Alex: iya.. kamu kenal juga ?
Aku: kenal, aku kan sering tidur sama dia.
Alex: kok bisa..
Aku: iya lah, dia kan tinggal di barak ku. kenapa emang nya.
Alex: gak papa, gak enak aja di hati aku denger nya kamu tidur sama dia.
Aku: kok gak enak.. aneh kamu ini haha.. suka sama dia ya? kamu sendiri, kok bisa kenal sama dia.
Alex: pernah beberapa kali ketemu, waktu rifky masih pacaran dengan ayu dulu, ayu yang ini kadang muncul didekat ayu pacarnya rifky.
Aku: oh..
Ayu: aduh, kalian ini malah membahas hal yang gak penting. aku punya kabar yang lebih penting.
Aku: kabar apa? emang nya kamu habis dari mana, tadi kamu tiba tiba menghilang ditengah jalan.
Ayu: itu dia.. tadi ada teman ku yang ngajak aku untuk ke danau susu.
Aku: dimana itu.
Ayu: di alam kami, pintu masuk nya ada disalah satu ruangan di rumah kosong.
Alex: berarti, isi nya susu ?
Ayu: benar. tempat nya sangat indah, bisa dibilang surga kecil di alam kami. sehari tidak kurang dari seribu jin yang pulang pergi berkunjung ke tempat itu. banyak pepohonan yang berbuah lebat. mutiara dari kerang dan emas juga berhamburan di pinggiran danau.
Aku: kok kamu gak pernah cerita ke aku.
Ayu: aku khawatir kamu penasaran dan memaksaku kesana. jika kamu kesana mungkin akan sulit untuk pulang karena terlena dengan keindahan yang ada.
Aku: kamu gak asik.
Ayu: lupakan itu dulu, sekarang ada hal yang lebih penting. di danau susu sedang terjadi konflik besar besaran, itu sebabnya aku kembali dan memberitahukan agar kalian tidak usah kerumah itu. karena tadi kamu bilang ingin kesana, jadi aku khawatir kalian mencoba untuk memasuki tempat itu.
Aku: kenapa dengan tempat itu.
Ayu: pihak majapahit mencoba merebut dan menguasai nya.
Aku: eh, tunggu tunggu... majapahit mana ni, yang ada di buku sekolahan ?
Ayu: gak tau lah, teman ku bilang. entah itu memang para jin kerajaan majapahit dulu, atau sekedar kerajaan jin yang kebetulan berada di daerah majapahit.
Aku: lalu, sekarang keadaan nya gimana.
Ayu: masih belum pasti apa yang akan terjadi. banyak para jin berkumpul disana untuk melakukan perundingan dengan pihak majapahit. jika mereka tetap ingin menguasai tempat itu, mungkin akan terjadi peperangan, karena kami tidak akan tinggal diam.
Alex: waduh, bakalan ada pergolakan ini, apalagi pihak musuh dari pulau sebrang. kalo tidak didamaikan, mungkin akan terjadi perang besar.
Ayu: itu sebabnya, aku mau kasih tau kalian, untuk sementara gak usah ke rumah itu lagi.
Alex: iya deh.. ini selanjutnya jika ada perkembangan, kamu kasih tau kami lagi ya.
Dan datanglah Rifan ke depan, menyadari ada sesosok perempuan, dia kaget dan nanya "siapa tu". Ayu dengan cepat pergi dan menghilang. Aku dan Alex pura pura gak tau.
Alex: hah ? siapa apanya ?
Aku: iya nih.. kan cuma aku dan alex.
Rifan: eh.. bukan kalian. tadi aku liat ada cewe.
Aku: mana ada.
Rifan: beneran.. aku beneran liat, habis itu dia hilang.
Alex: sini, aku tutup aja mata batin mu lagi. nanti kamu kebanyakan menghayal. jadi susah bedain antara hayalan dan kenyataan.
Rifan: memangnya begitu ya kalo mata batin sedang terbuka.
Alex: ya iyalah. orang yang mata batin nya terbuka, otaknya akan mengaktifkan sistem kewaspadaan yang berlebihan. akibatnya, otak akan menciptakan gambar gambar yang dilihat oleh mata yang mana sebenernya itu gak ada.
Rifan: maksudmu, akan lebih sering berhalusinasi?
Alex: iya.. bisa dibilang begitu.
Rifan: kalo kalian, juga sering begitu?
Alex: gak lah. kan sudah terbiasa, jadi otak gak akan berlebihan lagi dalam mencerna apa yang dilihat. itu cuma terjadi untuk orang yang baru membuka mata batin aja.
Rifan: ya udah deh, ditutup aja. daripada nanti gak tenang. aku sekalian ajak jajay kesini.
Alex: iya.
Aku dan Alex saling menatap dan Alex mengedipkan mata kepadaku sambil tersenyum, kami sukses ngerjain Rifan hahaha..
Tidak berselang lama, mereka berdua keluar dan mata batin mereka ditutup sama Alex. Mereka mengajak kami untuk tidur didalam aja, karena diluar sangat dingin. Karena mereka sangat memaksa, akhirnya kami mengiyakan saja. Aku dan Alex dan mereka tidur di ranjang berlima.
Alex ini tidur nya gak bisa diam, kadang tangan nya nempel, kadang kaki nya nempel. Karena aku gak bisa tidur dengan tenang, aku bangun dan memutuskan untuk tidur diluar. Aku ambil selimut nya secara perlahan dan aku berjalan keluar secara perlahan supaya mereka tidak terbangun dan tidak menyadari kalo selimut mereka ku ambil.
Akhirnya, aku bisa tidur dengan tenang. Belum lama aku terlelap, tiba tiba ada yang datang dibelakang ku dan masuk ke dalam selimut.
Aku: eh, ngapain lex. kan sudah tidur disana.
Alex: dingin. kamu malah main pindah aja. udah gitu selimut nya dibawa. aku kedinginan.
Aku: kamu juga, tidur gak bisa diam. aku jadi gak tenang.
Alex: ya tapi kan gak harus sama selimut dibawa.
Aku: aku diluar kan sendirian. kamu kalo kedinginan tinggal peluk aja jajay disebelah mu, apa susahnya sih.
Alex: kalo gitu aku peluk kamu aja ya sebentar, aku masih kedinginan.
Aku: eh eh.. apaan sih ini lex. malu maluin aja kalo kelihatan mereka.
Alex: sebentar aja.. plis...
Aku: nanti kalo tiba tiba mereka keluar dan liat gimana. bisa berpikiran macam macam mereka.
Alex: kita masuk aja kedalam selimut, biar gak ada yang tau.
Entah apa yang terjadi setelah itu, karena aku tidur. Yang jelas, ketika aku terbangun, Alex sudah posisi nya membelakangi ku. Yah, mungkin dia bener, cuma sebentar aja karena kedinginan. Aku bangkit dari tidur menuju wc karena ingin kencing.
Saat ku kembali, Alex sudah dalam kedadaan duduk bersama Ayu, dan Ayu ada sedikit luka luka. Aku langsung menghampiri mereka.
Aku langsung bilang "kamu di apain alex sampai begini". Karena saat itu aku langsung emosi, tanpa berpikir panjang, yang ada dalam pikiran ku mungkin Alex lagi engas dan mau merudapaksa Ayu. Maklum lah, namanya juga baru bangun tidur, pikiran belum jernih. Hampir aja Alex ku tendang. Alex menatap ku dengan tajam sambil keheranan.
Ayu: bukan dia.
Aku: lalu, ini apa..
Ayu: tadi aku ikut ke danau untuk memantau perkembangan mediasi mereka. tapi akhirnya mereka tetap ingin memiliki danau kami. perang pun terjadi.
Aku: oh.. maaf lex, aku sempat berpikiran yang ngaco.
Alex: ya.. (jawabnya singkat)
Aku: yah.. gitu aja marah..
Alex: gak.. (lagi lagi jawabnya singkat)
Aku: lalu, siapa yang menang.
Ayu: masih belum tau.
Aku: aku mau kesana.. mau liat juga.
Ayu: jangan. keadaan disana sangat bahaya. apa kamu gak liat aku sampai luka luka begini.
Aku: ayolah, sebentar aja.. aku janji gak akan ikutan. lagian ini sudah setengah tiga, sebentar aja kita kesana.
Ayu: gak .. terlalu bahaya.
Aku: ayolah.. sebentar aja.. (sambil ku cubit tangan nya alex supaya dia ikut membujuk juga)
Alex: iya nih, kami mau kesana sebentar aja. janji gak akan macam macam (untungnya dia mengerti, dan ikut membujuk)
Aku: iya.. kami janji.
Dengan berbagai trik dan kata kata untuk membujuk Ayu, akhirnya dia mau mengajak kami kesana, dengan syarat hanya melihat dari kejauhan ditempat yang aman. Tidak boleh ikut campur urusan mereka.
Kami keluar rumah dan membuka pintu secara perlahan lalu menutupnya kembali. Anak kunci nya dilemparkan Alex lewat bawah supaya masuk lagi ke dalam rumah. Ayu mengajak kami ke rumah kosong itu dan disebuah ruangan, terbuka jalur masuk menuju lokasi.
Saat tiba disana, keadaan sudah sangat kacau. Berbagai macam jenis jin yang ku lihat bentuk nya. Juga banyak sekali tentara jin dengan pasukan berpakaian lengkap seperti prajurit kerajaan. Sepertinya mereka ini yang dari Majapahit.
Kami cuma bisa menatap dari kejauhan, sambil memandangi keindahan alam nya. Bener bener seperti surga kecil. Banyak jenis pepohon disini yang tidak ada di alam manusia. Dan semuanya sedang berbuah.
O iya, saat itu keadaan bukan gelap atau malam, tapi terang seperti siang. Mungkin karena perbedaan dimensi, atau sedang di zona waktu berbeda, gak tau jelas juga aku. Yang pasti, saat itu bisa dibilang masih siang.
Pertarungan mereka ini cukup sengit, banyak yang tergeletak ditanah. Entah mereka mati, atau cuma pingsan. Kemudian.....
BERSAMBUNG... WKWKW.. KARENA KITA BAKALAN LAMA GAK JUMPA BEBERAPA WAKTU KEDEPAN, SENGAJA AKU HENTIKAN SAMPAI SINI SUPAYA KALIAN PENASARAN DENGAN LANJUTAN NYA HEHE..
sulkhan1981 dan 33 lainnya memberi reputasi
34
Tutup