- Beranda
- Stories from the Heart
Ketika Mata Batin Terbuka ...
...
TS
zhiyan
Ketika Mata Batin Terbuka ...

Perkenalkan, nama ku (panggil aja) Zhiyan. Aku tinggal di salah satu desa di daerah provinsi Kalimantan Tengah. Disini aku mau sedikit berbagi kisah ku demi sekedar mengisi waktu kosong ku. Mungkin ada banyak hal yang susah untuk kalian percaya, tapi aku tidak perduli karena aku hanya ingin menuangkan apa yang ada di benak ku. Percaya atau tidak, keputusan pribadi para pembaca, cukup nikmati sebagai bacaan.
!!!Cerita ini dibuat sekedar untuk menambah pengetahuan seputar dunia jin, jangan pernah percaya cerita ini 100%, karena aku sendiri tidak pernah percaya 100% dgn perkataan dan hal yang berkaitan dgn jin. Sebab dunia jin penuh dengan tipuan. Jadi, apabila ada percakapan ku dgn bangsa jin. Jangan percayai sepenuhnya yang dia (jin) katakan. Jin itu pandai berbohong.
Ada banyak pengalaman yang tidak bisa terlupakan baik yang menyenangkan maupun yang menyeramkan ketika mata mu bisa melihat apa yang tidak bisa orang lihat. Dan kisahku pun bermula disini.
- Episode 01 | Tambang Berdarah #01
- Episode 02 | Tambang Berdarah #02
- Episode 03 | Tambang Berdarah #03
- Episode 04 | Tambang Berdarah #04
- Episode 05 | Tambang Berdarah #05
- Episode 06 | Tambang Berdarah #06
- Episode 07 | Tambang Berdarah #07
- Episode 08 | Tambang Berdarah #08
- Episode 09 | Tambang Berdarah #09
- Episode 10 | Tambang Berdarah #10
- Episode 11 | Tambang Berdarah #11
- Episode 12 | Jin Rumah Makan #01
- Episode 13 | Jin Rumah Makan #02
- Episode 14 | Berpisah Dengan Saga #01
- Episode 15 | Berpisah Dengan Saga #02
- Episode 16 | Tersesat Di Meratus #01
- Episode 17 | Tersesat Di Meratus #02
- Episode 18 | Tersesat Di Meratus #03
- Episode 19 | Tersesat Di Meratus #04
- Episode 20 | Tersesat Di Meratus #05
- Episode 21 | Tersesat Di Meratus #06
- Episode 22 | Tersesat Di Meratus #07
- Episode 23 | Tersesat Di Meratus #08
- Episode 24 | Tersesat Di Meratus #09
- Episode 25 | Tersesat Di Meratus #10
- Episode 26 | Tersesat Di Meratus #11
- Episode 27 | Tersesat Di Meratus #12
- Episode 28 | Tersesat Di Meratus #13
- Episode 29 | Tersesat Di Meratus #14
- Episode 30 | Tersesat Di Meratus #15
- Episode 31 | Selamat Dari Meratus
- Episode 32 | Hubungan Ku Dengan Zoya
- Episode 33 | Pengantin Kesurupan
- Episode 34 | Tetangga Di Santet ?
- Episode 35 | Zoya Ngambek
- Episode 36 | Ngerinya Pocong Gantung
- Episode 37 | Serunya Berburu Jin #1
- Episode 38 | Harta Yang Terpendam
- Episode 39 | Melihat Koleksi Fadly
- Episode 40 | Kebun Pisang Pak Adi
- Episode 41 | Diajak Ke Istana Buaya #1
- Episode 42 | Diajak Ke Istana Buaya #2
- Episode 43 | Diajak Ke Istana Buaya #3
- Episode Spesial • Mengenal Mata Batin
- Episode 44 | Diajak Ke Istana Buaya #4
- Episode 45 | Diajak Ke Istana Buaya #5
- Episode 46 | Jin Kebun Karet #1
- Episode 47 | Jin Kebun Karet #2
- Episode 48 | Sang Dukun bodoh
- Episode 49 | Belajar Silat Gaib
- Episode 50 | Jin Sekolah SD #1
- Episode 51 | Jin Sekolah SD #2
- Episode 52 | Jin Sekolah SD #3
- Episode 53 | Jin Sekolah SD #4
- Episode 54 | Jin Sekolah SD #5
- Episode 55 | Kebun Pisang Pak Adi #2
- Episode 56 | Kebun Pisang Pak Adi #3
- Episode 57 | Kebun Pisang Pak Adi #4
- Episode 58 | Akhir Perburuan #1
- Episode 59 | Akhir Perburuan #2
- Episode 60 | Selamat Tinggal ?
- Episode 61 | Kost Tanpa Jendela #1
- Episode 62 | Kost Tanpa Jendela #2
- Episode 63 | Kost Tanpa Jendela #3
- Episode 64 | Kost Tanpa Jendela #4
- Episode 65 | Kost Tanpa Jendela #5
- Episode 66 | Kost Tanpa Jendela #6
- Episode 67 | Kost Tanpa Jendela #7
- Episode 68 | Kost Tanpa Jendela #8
- Episode 69 | Kost Tanpa Jendela #9
- Episode 70 | Kost Tanpa Jendela #10
- Episode 71 | Rumah Tak Bertuan #1
- Episode 72 | Rumah Tak Bertuan #2
- Episode 73 | Rumah Tak Bertuan #3
- Episode 74 | Rumah Tak Bertuan #4
- Episode 75 | Rumah Tak Bertuan #5
- Episode 76 | Rumah Tak Bertuan #6
- Episode 77 | Rumah Tak Bertuan #7
- Episode 78 | Rumah Tak Bertuan #8
- Episode 79 | Rumah Tak Bertuan #9
- Episode 80 | Rumah Tak Bertuan #10
- Episode 81 | Rumah Tak Bertuan #11
- Episode 82 | Rumah Tak Bertuan #12
- Episode 83 | Rumah Tak Bertuan #13
- Episode 84 | Rumah Tak Bertuan #14
- Episode 85 | Rumah Tak Bertuan #15
- Episode 86 | Rumah Tak Bertuan #16
- Episode 87 | Rumah Tak Bertuan #17
- Episode 88 | Rumah Tak Bertuan #18
- Episode 89 | Rumah Tak Bertuan #19
- Episode 90 | Rumah Tak Bertuan #20
- Episode 91 | Rumah Tak Bertuan #21
- Episode 92 | Dikejar Hantu Burung
!!! Cerita ini dibuat sekedar untuk menambah pengetahuan seputar dunia jin, jangan pernah percaya cerita ini 100%, karena aku sendiri tidak pernah percaya 100% dgn perkataan dan hal yang berkaitan dgn jin. Sebab dunia jin penuh dengan tipuan. Jadi, apabila ada percakapan ku dgn bangsa jin. Jangan percayai sepenuhnya yang dia (jin) katakan. Jin itu pandai berbohong.
Untuk memudahkan kalian mengakses Thread ini, aku buatkan sebuah link pendek agar mudah di ingat.
http://s.id/zhiyan
http://s.id/zhiyan
#BukanSekedarHalusinasi
#AntaraHayalanDanKenyataan
Diubah oleh zhiyan 23-05-2021 18:22
yugi17 dan 129 lainnya memberi reputasi
116
209.2K
3K
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
32.8KThread•53.3KAnggota
Tampilkan semua post
TS
zhiyan
#623
Episode 85 - Rumah Tak Bertuan #15

Dony pun pulang kerumah nya dan gak ada kembali lagi malam itu, mungkin orang tuanya belum tidur jadi masih dibukain pintu. Sedangkan aku, aku tidur bersama Rifky di kamarnya malam itu dan aku kaget ketika masuk dikamarnya, dan mengetahui nafsu terpendam Rifky yang sebenarnya.
- Part 15 (Dicegat Mba Kunti)
Awalnya, saat aku masuk kamarnya, kamar nya sangat gelap. Gak ada lampu yang dihidupkan. Karena memang sudah waktunya tidur, jadi aku terlalu perduli, karena aku orang nya emang suka tidur gelap juga.
Dia suruh aku naik ke ranjang nya, sementara dia katanya mau ganti baju dulu. Setelah itu aku rebahan dan sudah mulai sedikit terlelap, dia membangunkan ku.
Rifky: bangun bangun.. jangan tidur dulu.
Aku: emang nya ada apa..
Rifky: aku penasaran dengan nama tempat yang dibilang siluman kelelawar tadi.
Aku: penasaran kenapa. maksud mu dia berbohong?
Rifky: bukan.. aku seperti pernah mendengarnya. seperti desa tempat tinggal ku dulu waktu kecil.
Aku: berarti kamu dulu aliran pemuja dewa hujan ?
Rifky: ya bukan lah. kan aku masih kecil, mana ngerti masalah itu. tapi seingat ku, warga desa dulu memang ada adat tahunan semacam itu.
Aku: trus.. kamu mau apa, apa kamu mau tanya sama orang tua mu, siapa tau memang benar.
Rifky: gak.. aku mau ajak kamu kesana.
Aku: malam gini? haduh, kapan kapan aja lah. aku sudah ngantuk ini, kesana belum tentu juga sampai dalam waktu beberapa jam. besok aku pagi harus kerja.
Rifky: bukan pake kendaraan.
Aku: pake apaan.
Rifky: dengan mata batin donk.
Aku: maksud kamu gimana. aku gak paham nih.. (aku langsung bangun dr tidur ku dan duduk mendekati dia karena penasaran)
Rifky: tenang saja, serahin sama abang mu ini. kamu nanti cukup pejamkan mata aja dan pegang tangan ku.
Aku: haha abang, paling kita cuma beda beberapa tahun. gimana ni cara nya.
Rifky: sini turun ke lantai, kita duduk dan pejamkan mata mu lalu pegang tangan ku erat erat.
Saat aku pejamkan mata, aku merasakan ada sesuatu yang sulit diceritakan. Kemudian aku sempat melihat beberapa pemandangan yang sangat indah. Aku rasa, aku dan rifky sedang terbang (bukan dengan jasad) di atas awan dan sempat melihat penampakan malam kota Palangkaraya dari atas.
Hingga sampai di sebuah tempat, kayanya perkampungan, suasana nya sudah sepi, maklum lah, sudah tengah malam.
Aku: kita dimana ini.
Rifky: kampung ku..
Aku: lah.. ngapain..
Rifky: udah.. ikut aja..
Aku di ajak nya ke tempat yang banyak pohon dan semak semak nya. Kemudian dia mengajak ku masuk ke sebuah gubuk tua yang ada di dekat situ yang kata dia bahwa dulu dijadikan tempat biasa ngasih sesajen. Saat dibuka, ternyata didalam gubuk tua tadi ada sebuah pintu kecil (bukan sprti pintu rumah kita, anggap saja gerbang perpindahan alam) menuju alam gaib.
Saat kami masuk ke dalam nya, ternyata disana banyak sekali para mahluk yang bentuk nya seperti kelelawar. Sepertinya memang benar bahwa jin yang sebelum nya dikalahkan di warung jablay itu, berasal dari sini.
Kami langsung pergi dari situ, takutnya mereka menyadari kehadiran kami.
Aku: gimana ? sudah puas kan.
Rifky: bener, ternyata dia berasal dari sini.
Aku: kita pulang aja yuk.. aku ngeri ini, mereka ada banyak.
Rifky: ya udah lah. kita pulang..
Kemudian kami pulang dan saat aku membuka mata, kami sudah ada di kamarnya Rifky kembali.
Rifky: ya udah yu.. kita tidur aja. (dan dia naik ke ranjang lalu masuk selimut)
Aku: hah? cuma gitu doank?
Rifky: terus.. mau ngapain lagi.
Aku: aku kira, ada hal yang penting bakal kamu lakuin setelah mengetahui kebenatan nya.
Rifky: gak ada. cuma penasaran aja.
Kemudian dia menutup kepala nya dengan selimut dan aku juga naik ke ranjang dan masuk ke dalam selimut.
Saat subuh, dia bangun duluan dan membangunkan ku.
Rifky: subuh.. subuh.. pulang sana.. nanti kesiangan.
Aku: (aku langsung berdiri karena takut kesiangan) hah.. emang nya jam berapa ini.
Rifky: baru orang selesai adzan
Aku: yah.. kirain sudah hampir pagi.
Rifky: solat dulu sana.. itu wudhu nya di kamar mandi sebelah situ.
Kemudian aku masuk ke kamar mandi nya, kamar mandi nya juga gelap. Jadinya sangat ngeri wudhu dan cuci muka. Tau sendiri kan, saat mencuci muka dihari gelap, segala macam kengerian akan muncul dipikiran wwkwkwk.
Selesai wudhu, dia menyuruhku sholat di lantai didekat ranjang nya, sajadah sama sarung sudah disiapkan. Sementara, dia mau mandi ke kamar mandi.
Setelah selesai sholat, aku rapikan sajadah dan sarung. Ranjang nya juga aku rapikan karena bantal dan selimutnya berantakan bekas kami diranjang tadi malam. Kemudian, aku teringat, kok hape ku gak ada. Aku cari cari di ranjang gak ada.
Aku: rif.. ini tombol lampunya dimana. gelap banget, aku mau cari hape.
Rifky: jangan dihidupin.. nanti aku aja.
Aku cari cari tombolnya dan ketemu.
Aku: eh ini dia.. sudah ketemu..
Rifky: jangaaaaaannn..
Ketika lampunya nyala.. ternyata di sekeliling dinding kamar nya sangat banyak foto foto anime cewe sexy (apa ya nama nya, loli atau apa tu sebutan nya). Bukan cuma sekedar foto di tempel, tapi juga dikasih bingkai dengan ukiran yang keren. Dilihat dari detil ukiran nya, ini bingkat dibikin oleh seorang ahli, dan kayunya juga terbuat dari kayu jati.
Ada banyak pokoknya, pakaian nya sexy dengan benjolan dada yang besar besar. Gilaa, untung aja tadi malam aku gak liat, kalo liat, gak bisa tidur karena ereksi dibuat nya.
Aku: koleksi mu keren juga ya.
Rifky dengan cepat lari keluar tanpa pakaian sehelai pun dan badan yang masih berbusa sabun. Dia mematikan listrik nya, dan bilang "jangan dilihat..." kemudian kembali lagi ke kamar mandi.
Sementara itu, terpaksa aku nyari hape ku dalam keadaan gelap remang remang. Setelah lama dicari gak ada, aku baru kepikiran kalo hape ku sempat aku taroh di meja warung jablay. Dan aku yakin sekali, kayanya emang ketinggalan disana.
Kemudian Rifky keluar,
Rifky: gimana.. ketemu gak
Aku: gak ketemu. ketinggalan di warung tadi malam.
Rifky: kok bisa.
Aku: lupa.. mungkin karena tegang tadi malam.
Kemudian Rifky ambil hp nya dan menelpon nomor ku. Aku samperin dia karena aku penasaran dia nulis nama ku siapa di hape nya, tapi dia menarik tangan nya seolah olah gak mau dilihat. Kemudian dimatikan nya.
Aku: lah, kok gak jadi.
Rifky: aku lupa setting pakai nomor pribadi. nanti mereka tau nomor ku.
Aku: oh iya.. bener.. kamu sembunyikan nomor nya dulu sebelum nelpon.
Kemudian dia telpon dan bener saja ada suara cewe yang angkat. Kemudian Rifky bilang untuk disimpan dulu hp nya, nanti malam baru di ambil. Setelah itu dia pakai baju dan ngajak aku keluar untuk mengantar ku pulang.
Saat di jalan..
Rifky: kamu gak usah khawatir, nanti malam kita kesana ambil hp mu.
Aku: oke.. o iya, teranyata kamu lucu juga nya, koleksi banyak gambar itu di kamar.
Rifky: haha..
Aku: biasanya foto artis, atau pemain bola. kamu malah gambar anime.
Rifky: suka aja..
Aku: tapi foto mu bikin engas. apa gak ada yang lebih normal gambar gambar nya.
Rifky: kan eman begitu bentuk mereka.
Aku: apa kamu gak merangsang, kalo tidur liat foto foto mereka.
Rifky: ya kadang suka begitu. itu sebabnya tadi malam aku matikan lampu supaya nafsu liar ku gak bangkit..
Anjay, ngeri juga dia.. ternyata dia nafsuan sama mahluk 2D.. kok bisa, ada wibu yang akut semacam dia ini. ahaha..
Aku: pantes aja temen temen mu gak kamu bolehin masuk. kamu malu ya ketahuan kalo kamu punya nafsu yang menyimpang.
Rifky: hahaha kok nafsu menyimpang. aku sih gak malu, cuma takut aja kalo mereka tertarik dan minta salah satu koleksi ku.
Aku: kenapa emang nya
Rifky: itu koleksi langka, gak bisa dibeli di sembarang tempat. bingkai nya aja sudah jutaan.
Aku: oh.. pantes.. lah terus kenapa aku kamu izinin nginap ditempat mu.
Rifky: ya aku mau aja... lagian, males aku nganter kamu tadi malam.
Aku: hmmm..
Beberapa saat kemudian, sampailah di depan barak ku dan aku turun dari motornya kemudian dia pun beranjak pergu untuk pulang.
Sesampainya du barak, aku ditanyain hape nya mana karena mereka mau liat hp baru ku. Aku bilang aja kalo tadi malam belum ketemu yang cocok, jadi rencana nya nanti malam baru nyari lagi.
Mereka juga menanyakan aku tadi malam tidur dimana, soalnya gk ada di bakso. Aku bilang aja di tempat Rifky, mereka kaget dan hampir gak percaya, mana mungkin anak orang kaya yang sombong macam Rifky mudah untuk di ajak berteman, apalagi nginap di tempatnya, sedangkan aku masih tergolong orang baru disini. Ya aku sih diem aja, karena mereka gak tau aja sifat Rifky yang sebenarnya, gak seperti kelihatan luar nya yang terkesan cuek dan belagu.
Seperti biasa, aku kembali kepada rutinitas ku bekerja disiang hari. Tiap tengah hari, saat istirahat selalu aku sempatkan untuk tidur sebentar, karena efek dari malam yang selalu begadang. Hingga sampai pada sore hari dan pulang.
Malam nya, seperti biasa, keluyuran lagi hehe. Hanya saja, malam itu setelah makan malam sekitar jam setengah 8, aku langsung ke tempatnya Rifky, mau nagih janji nya yang bilang bakalan bawa aku lagi ke warung jablay di perkebunan sawit itu.
Sesampainya di semak semak tenpat aku melempar kotak hp, aku cari ternyata masih ada kotak nya, berarti aman. Aku biarkan dulu disana, kalo aku bawa pulang, nanti pasti org2 nyariin mana hape nya, jd tunggu ketemu hp nya dulu baru dibawa sama kotak nya.
Sampai di toko hape nya Rifky, aku lihat dia ada duduk di kursi, di dalam, sedang mainin laptopnya. Aku berjalan masuk untuk mendatangi nya.
Rifky: ey, jam segini sudah datang, kangen ya sama abang.
Aku: cuma mau nagih janji aja.
Rifky: oh haha.. nanti ja, orang tua ku lagi gak ada dirumah, mereka lagi keluar sebentar tadi katanya, nanti kalo mereka sudah balik, kita langsung berangkat.
Aku: iya, gapapa, santai aja.
Rifky: sini duduk.. (dia nyuruh ku duduk di sebelahnya, karena dia duduk di kursi sofa yang panjang, muat 3-4 orang)
Aku: (kemudian aku kesana dan duduk) lagi ngapain. main game ya.
Rifky: gak kok, biasa, lagi nonton. ini, pake headset buat dengerin suara nya. (dia melepas salah satu headset yg ada di telinga nya dan memasangkan ke telinga ku)
Aku: apa ini.
Rifky: nonton aja. aku suka nonton ini, mau ngabisin episode nya.
Aku: oke..
Aku dan dia nonton anime yang entah apa judulnya, yang jelas itu banyak karakter cewe cewe yang terlihat imut dengan rok yang sangat minim, kalo manusia, mungkin rok nya cuma sepanjang 4 jari, soalnya kelihatan celana dalam nya. Udah gitu montok montok pula, wkwk. pantes dia betah nonton. Aku lihat, sesekali tangan nya memegang celana, kayanya dia lagi horni. Parah emang, masa sama mahluk 2D gitu aja nafsu.
Kemudian, tak lama setelah itu, ada suara motor singgah diluar. Aku kira ada pelanggan, ternyata Alex datang. Dia langsung masuk dan melihat kami sedang duduk berduaan, langsung nyamperin.
Alex: eh, nonton apa tu. bokep ya.
Rifky: bukan.. biasa lah.
Alex: wih.. lanjutan yang kemaren ya.
Rifky: iya.
Alex: lah kok ngak ngajak ngajak.
Rifky: kan dari tadi sudah di sms, kamu aja lama datang.
Alex: tadi motor ku dibawa. sudah sampe mana.
Rifky: hampir habis.
Alex: yah.. ya udah aku ikut nonton juga, geser geser.
Dia menyuruhku bergeser ke sebelah Rifky karena dia mau duduk di sebelahku. Headset nya juga dia copot colokan nya supaya dia bisa ikut dengerin suara nya.
Kelihatan sekali mereka sangat antusias dan menghayati alur cerita anime nya. Dua kaka adik bersepupu ini emang sangat cocok sekali, sesama pecinta anime wkwk. Aku jadi ngeri ngebayangin misal aku nginap di tempat Rifky dan Alex juga nginap. Mungkin semalaman mereka sibuk membahas anime yang foto nya terpajang di dinding dengan hot itu dan membuat ku gak bisa tidur, atau mungkin mereka bakalan melakukan hal hal yang gak pernah dibayangkan.
Setelah selesai, Rifky menutup laptop nya dan membawa nya ke bawah tv untuk di ces. Dia kemudian menyuruh Alex untuk pergi membawa ku.
Rifky: kamu mau gk temenin dia ketempat kita tadi malam, hape nya ketinggalan disana.
Alex: kenapa gak kamu aja.
Rifky: aku gak bisa, aku jagain ini.
Alex: emang nya acil (acil=tante, ibu rifky) kemana.
Rifky: gak tau, tadi katanya mau keluar sebentar tapi belum pulang juga.
Alex: oh. ya udah deh.. aku bawa kesana.
Dia menuju ke motor nya dan menyuruh ku untuk ikut boncengan dengan nya. Dia bilang, kali ini akan mengambil jalan dalam (yg kmren jalan pulang) aja karena kalo lewat luar (yg kmren jalan berangkat) terlalu berbahaya jika melewati area yang ada preman nya.
Di perjalanan, aku ngobrol banyak sama dia karena jalan nya cukup jauh. Yah, waktu yang cukup lah untuk saling mengenal satu sama lain.
Setelah sampai di lokasi, aku minta parkir nya agak jauhan aja dari warung jablay dan aku nunggu di motor, aku minta Alex yang ambilin hape ku. Karena mereka sudah saling kenal, lagipula aku gk terlalu suka sama kelakuan para cewe nya. Alex berjalan kesana dan keluarlah salah satu dari cewe penghuni tempat itu.
Cewe: si ganteng mana, kok gak kelihatan.
Alex: dia lagi gak bisa pergi. disuruh jaga rumah karena orang tuanya sedang keluar.
Cewe: rumah kok dijaga, gak bakalan lari kemana mana kok. kamu ini, kalo dilihat ada sedikit mirip sama rifky, kalian ada keluarga ya.
Alex: iya.. ibu ku adik dari ibu nya. jadi kami sepupu.
Cewe: oh. pantes aja, sama sama ganteng. (aku jadi geli denger nya, ni cewe gatel banget sih)
Alex: ada hape ketinggalan kan? mau ngambil donk.
Cewe: ada, tapi minum sebentar ya.
Alex: gak dulu. lagi sibuk aku malam ini.
Cewe: sedikit aja deh, satu gelas aja.
Alex: gak bisa. malam ini ada acara keluarga. nanti kalo keciuman aku bau minuman, bisa dimarahi aku.
Cewe: ya udh kalo gitu, ni hape nya. nanti kalo ada waktu luang, jangan lupa mampir kesini ya.
Alex: oke nona manis. (alex nya ganjen juga, pantes cewe nya kebecekan)
Alex meninggalkan warung jablay itu dan naik ke motor nya dan membawa ku kembali untuk pulang.
Aku: beneran ada acara ya.. aduh aku jadi gak enak ini ngerepotin kamu. masih sempet gak kita pulang ini.
Alex: gak kok, cuma alasan aja. nanti susah pulang kalo gak pake alasan.
Aku: haha.. kamu ini pinter juga.
Kami terus jalan dan didekat sebuah menara (sebuah bangunan tinggi untuk memantau sawit dari atas, misalnya untuk ngecek kalo ada kebakaran di kebun) dan terlihat di tingkat dua ada sesosok berbaju putih berayun ayun kaki nya.
Alex: kamu liat gak.
Aku: iya.. itu apa ya.
Alex: gak tau.. mungkin kunti.. jangan diliatin lagi, nanti ditempelin.
Aku: jangan ngomong gitu lah, aku yang dibelakang ni yang takut.
Alex: pegangan kuat kuat, kita ngebut.
Dan Alex ngebut untuk melewati jalan bawah menara itu. Saat tepat berada dibawah, aku menengok ke arah nya, ternyata mata nya merah menyala dan ada putih di mulutnya, kayanya itu taring. Baju nya sobek sobek.
Aku: ngeri lex,, ngeri bentuk nya.
Alex: dah kubilang jangan diliatin.
Aku: aku penasaran. kali aja cuma salah liat.
Alex: sekarang dia masih di atas gak.
Aku liat ke arah atas dan ternyata dia gak ada lagi. Aku merasa lega karena sudah tak terlihat dan kami mulai melaju menjauh dari tempat itu.
Disaat kepala ku masih menoleh ke arah belakang masih mencari cari dimana hantu nya tadi, tiba tiba Alex bersuara "awassss" aku terkejut dan saat menoleh kedepan, motor Alex sudah melaju ke pinggiran jalan dan menabrak semak semak. Aku dan Alex tercebur ke parit dan untung motor nya nyangkut di rerumputan, gak ikut masuk ke dalam air.
Terlihat dijalan, ada berdiri sosok yang nongkrong di menara tadi.
BERSAMBUNG
minerva.chilli dan 27 lainnya memberi reputasi
28
Tutup