Kaskus

Story

yanagi92055Avatar border
TS
yanagi92055
AMOR & DOLOR (TRUE STORY)
Selamat Datang di Trit Kami

私のスレッドへようこそ


AMOR & DOLOR (TRUE STORY)


TERIMA KASIH BANYAK ATAS ATENSI DAN APRESIASI YANG TELAH GANSIS READERBERIKAN DI TIGA TRIT GUE DAN EMI SEBELUMNYA. SEMOGA DI TRIT INI, KAMI DAPAT MENUNJUKKAN PERFORMA TERBAIK (LAGI) DALAM PENULISAN DAN PACKAGING CERITA AGAR SEMUA READER YANG BERKUNJUNG DI SINI SELALU HAPPY DAN TERHIBUR!


Quote:


Spoiler for MUARA SEBUAH PENCARIAN (TAMAT):


Spoiler for AKHIR PENANTIANKU (ONGOING):


Spoiler for PERATURAN:


Spoiler for FAQ, INDEX, MULUSTRASI, TEASER:



HAPPY READING! emoticon-Cendol Gan


Quote:
Diubah oleh yanagi92055 15-11-2024 12:56
sibli.lpuAvatar border
uang500ratusAvatar border
teguhjepang9932Avatar border
teguhjepang9932 dan 93 lainnya memberi reputasi
84
188.8K
3.2K
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
Stories from the Heart
KASKUS Official
32.9KThread54.2KAnggota
Tampilkan semua post
yanagi92055Avatar border
TS
yanagi92055
#119
Impian_Part 5
-- 30 minute earlier --

Kurang lebih 15 menit, kami sampai di McD yang kami maksud itu. Padahal ini McD baru banget buka. Kami pikir, McD ini nggak akan seramai McD langganan kami yang ada di pusat kota. Tapi toh McD ini kan sama aja kayak McD sana. Jadi harusnya orang-orang nggak berbondong-bondong ke McD ini untuk ‘nyobain sensasi baru McD’ di sini. Karena mau buka dimanapun, semua pengalaman dan sensasinya sama aja bukan? Nyatanya, nggak begitu bagi sebagian orang. Mudah-mudahan kami bukan termasuk salah satunya.

Parkiran mobil di depan McD itu penuh. Gue pun memutar mengikuti arahan Kang Parkir yang mendadak ada di samping mobil kami. Gue bingung, ada aja lapak buat Kang Parkir ini. Ternyata di bagian belakang McD, mereka punya parkiran lebih luas daripada parkiran bagian depan. Parkirannya pun terang dan tertutup (alias tidak ada pintu lain). Seharusnya orang-orang nggak perlu takut parkir di bagian belakang sini.

“Oke, mundur dikit lagi. Makasih bos!” Teriak Kang Parkir mengarahkan mobil gue.

“Siip. Makasih, Mas!”

“Aman kok di sini bos! Orang-orang pada males parkir dimari gegara jalannya rada jauh sama pintu masuk katanye. Suseh dah orang kaya jaman sekarang!” Gue hanya menjawab omongan dia dengan senyuman. Ini omongan orang kecil dan dia ada benarnya juga.

Gue dan Emi jalan ke arah depan McD dimana pintu masuk berada. Di sana bener-bener penuh padahal parkiran belakang nggak penuh. Terus ini yang datang orang-orang dari mana aja emang? Heran. Ada sih dua kursi kosong di bagian luar alias Smoking Area. Tapi tentunya nggak akan gue ambil.

“Mau lanjut apa pindah tempat?” Tanya gue ke Emi.

“Aku ngidam French Fries, Chicken Nugget, Bubur Ayam, sama McFlurry.” Jawab Emi sambil ngeliatin menu-menu yang terpampang besar di sana.

“Ngidam apa ngerampok itu?”

“50:50 lah bisa dibilang. Sana cari bangku, gue yang pesen. Lo mau Bigmac kan?”

“Iya, kayak biasa aja…”

“Kan kita mau lama, beli yang paket aja ya? Jangan yang a la carte…”

“Atur.” Jawab gue sambil pergi mencari bangku untuk kami duduk.

“Bentar!” Emi memberikan gue tas backpack dia, tas yang dia pakai ke kantor setiap hari. Dia hanya ambil dompet dan HPdari tas dia itu.

Gue liat tas backpack Emi ini. Tas ini dia pake dari jaman dia duduk di bangku kuliah. Dia butuh tas kerja yang baru… Pingin banget rasanya gue bisa beliin dia tas dan… HP baru. Emi ini bisa dibilang orang yang agak berlebihan memaksimalkan HP dia. HP Android dia selalu bertahan 1 tahun dipegang sama dia. Bener-bener bikin mati total! Entah layarnya mati, entah batrenya jebol, atau lemot nggak karuan.

“Gue kepikiran beliin dia tas Kalibre atau Eiger… Sama beliin iPhone…” Gumam gue perlahan. Tentunya tanpa sepengetahuan dia.

Setelah menunggu sambil berdiri kesana kemari, akhirnya gue bisa ngedapetin tempat duduk tepat bersamaan dengan Emi selesai mendapatkan makanan pesanan kami. Dan seperti biasa, dia langsung mengambilkan sedotan dan saus untuk kami berdua.

Ya, ini kebiasaan Emi, bukan Ara. Emi yang selalu siaga dan siap mempersiapkan segala kebutuhan kami berdua. Bahkan dia nggak segan menuliskan To Do List dan ngebawelin gue dengan segala Reminder yang gue butuhin. Gue nggak tau, gimana hidup gue tanpa dia. Lebay? Terserah orang mau ngomong apa. Tapi ini yang gue rasain. Lagipula, tiap-tiap orang juga punya seseorang yang terbaik di hidupnya bukan?

--NOW--

Sambil menunggu Emi, gue membuka isi tas backpack-nya. Gue berniat mempersiapkan laptop dia untuk digunakan sembari kami menikmati makan malam kami. Tapi pas gue melihat isi tasnya, gue terdiam. Gue melihat ada buku kecil berwarna biru di dalam tasnya. Buku dengan gembok kecil menempel di bagian depannya.

“Ini kan buku diary bocah.” Gumam gue sambil mengeluarkan buku kecil itu.

“Iya… Itu buku diary gue pas masih bocah dulu.” Jawab Emi dari arah belakang gue. “Simpen dulu… Kita makan dulu aja.

“Apa buku diary itu yang mau ditunjukin sama Emi ke gue?” Tanya gue di dalam hati gue.

“Lah lo kok jadinya bawa Pai? tadi katanya mau apaan? hahaha.” tanya gue heran.

“Ah, emang aku bilang apaan? kan aku mau pai….” Jawab Emi santai.

“Buset, bodo amat lah. Makan aja udah. hahaha. kebiasaan. Pikiran sama omongan nggak sinkron.”

“Jadi, aku mau nunjukin sesuatu ke kamu. Sesuatu yang sebelumnya nggak pernah diliat siapapun kecuali aku dan Tuhan. Orang tua aku pun nggak pernah melihat ini sebelumnya, Zy.” Ujarnya, sembari tersenyum kecil.

“Buset, langsung to the point amat, Mi. Ini burger kayanya kalau dimakan dulu bisa lah. Hehehe.” Sela gue.

“Kamu mau tau apa nggak nih jadinya?”

“Ya mau tau. Cuma ya selow aja Mi. Ngapain buru-buru. Yang terburu-buru itu kan malah bikin nggak puas. Hahaha.”

“Yeee. Ini nyambungnya kemana lagi dah?”

“Lah, lo mikirnya ngeres amat. Emang gue ngomongin apaan?”

“Ah bodo amat lah. Hahaha. Pikiran gue kan emang kotor terus Zy. Apalagi kalo dipancing.”

“Nah gitu dong. Ngaku aja emang kalo pikiran lo nggak jauh-jauh dari urusan burung-burungan. Hahaha.”

“Sialan amat lo Zy. Elaaah. Baru mikir dikit doang padahal….”

“Haha yaudah makan dulu deh, abis itu baru pelan-pelan ceritain, ok?”

Emi hanya ketawa seolah memang tadi normal aja, nggak ada kesalahan dalam keinginannya memesan banyak menu yang terpampang di depan. Emi sering banget kayak gini. Awalnya dia bilang A, tau-tau begitu dilaksanakan bisa jadi B. Atau kalau misalnya dia mau A, kayak di McD malam ini, ternyata yang dipesan B. Dia bisa langsung lupa A yang dimaksud sebelumnya seolah dia nggak pernah mengungkap keinginannya untuk pesan A tersebut.

Kami makan dalam diam. Haha. NGGAK MUNGKIN! Kami makan penuh bahasan, sampai makanan kayaknya nggak ada habisnya dimakan sama kami. Baru ngunyah sedikit, udah diselang cerita ini itu. Emi lagi excited banget cerita tentang kebingungan dia dan timnya tentang kelakuan Manajer-nya yang mulai terlihat aneh. Entahlah, gue nggak mau ikut campur urusan yang masih ‘asumsi’.

Fokus gue jadi terbagi, antara gue penasaran sama isi buku diary dia, penasaran sama apa yang mau dia bahas selain timeline, dan fokus sama apa yang dia ceritain. Emi ini tipikal orang yang suka nge-tes. Sama sih kayak cewek lainnya. Nanti mendadak dia nanya balik gue apa yang abis dia ceritain, kalau gue nggak dengerin dia. Dia bisa diemin gue dan bikin gue berasa jadi cowok nggak guna karena dia ngerjain segalanya seorang diri. Sialan! Haha. Cuma dia cewek yang bisa bikin gue berasa bego!

“Jadi begini, Zy…” Dia memulai pembicaraan kami. “Sebelum kita ngebahas timeline dan diskusi To Do List yang bakalan kita lakuin sampai nanti hari H, gue mau cerita beberapa hal yang mungkin belum lo tau dari gue…”

“Apa yang gue belom tau dari lo? Luar-dalem atas-bawah udah gue tau semuanya kayaknya! Haha.”

“Bloon!” Dia nempeleng gue.

“Terus apaan?”

Emi mengeluarkan buku diary kecil berwarna biru itu dari dalam tas dia. “Ini…” Dia mengeluarkan dompet kulit legend kesayangan dia dan kemudian mengeluarkan kunci kecil. Tebakan gue, itu adalah kunci gembok dari buku diary dia itu.

kaskus-imageMulustrasi dompet kulit legend kesayangan Emi, 95,67% mirip (Sumber)


“Ini buku diarygue. Gue nulis ini sejak gue SD. Hmm.” Dia melirik gue dari balik kacamata dia yang sudah merosot di ujung batang hidung dia. “Dari jaman gue pacaran sama Fazli. Tapi isinya nggak melulu tentang Fazli. Isinya ada tentang pertemanan gue, Mama, Papa, dan semuanya deh pokoknya… Lo baca yang penting-penting aja.”

“Iya gue paham… Gue juga nulis buku catatan kok. Nulis diary begini kan biasa… Apalagi cewek.”

Benar bukan? Menulis buku diary (saat gue masih duduk di bangku sekolah dulu) adalah sesuatu yang umum dilakukan oleh cewek-cewek yang baru beranjak dewasa. Gue tau dari pengalaman gue merhatiin temen-temen cewek gue dan adik gue sendiri. Anak-anak usia SMP dan SMA biasanya senang menulis keseharian mereka dan apapun yang mereka rasakan di buku diary kesayangan mereka itu. Warna dan gambar buku diary mereka pun itu bisa mencirikan diri mereka masing-masing.

Saat ini mungkin sudah tidak jaman menulis buku diary. Gue juga nggak pernah melihat adik gue atau cewek-cewek yang selama ini gue kenal menulis di buku diary. Apalagi teknologi ponsel pintar sudah semakin canggih sampai bisa tracking dan membuat grafik emosi kita tiap harinya. Mungkin ini juga menjadi faktor ‘menulis buku diary’ menjadi hal yang kuno dan mulai ditinggalkan. Lagipula, ditambah lagi ada gerakan penghematan kertas karena ‘Penggunaan Kertas Merusak Lingkungan’.

Emi selalu punya buku catatan sendiri untuk menulis ide, rencana, dan apapun yang dia rasa perlu untuk dicatat. Maklum, Emi punya semacam, entah ini penyakit atau bukan, apa yang disebut Short-Term Memory Loss. Karena dia orangnya multitasking, dia jadi mudah lupa banyak hal. Dan dia adalah penganut menulis-di-kertas-bisa-menambah-daya-ingat. Jadi walaupun sudah dia catat di HP, dia akan menulis ulang di kertas. Tapi gue nggak tau apa dia pernah menulis buku diary lagi atau menulis di diary digital di HP dia. Yang gue tau, dia akan menulis dongeng atau ceramah untuk gue ketika kami ada masalah. Hehe.

Gue sendiri adalah orang yang senang mencatat. Makanya gue punya beberapa buku catatan kesayangan. Apa yang gue catat? Ya biasanya kejadian-kejadian harian yang gue alami. Gue hampir setiap hari mencatat. Sebenarnya tujuannya adalah menjaga agar tangan gue nggak kaku dalam menulis dan juga membiasakan gue memakai tangan kanan, karena dulu gue adalah seorang kidal. Sampai sekarang pun ketika gue bermain sepakbola atau futsal, kaki terkuat gue adalah kaki kiri. Pun dengan tangan dahulunya. Tetapi karena kebiasaan menulis dan mencatat aneka ragam hal sehari-hari yang gue lalui, gue menjadi terbiasa menulis dengan tangan kanan.

“Bener-bener baca yang penting-pentingnya aja yak…” Dia menyodorkan buku diary-nya yang kini sudah terbuka gemboknya itu ke gue.

“Bagi gue, semuanya penting. Semua tentang lo itu penting.”

“Tapi, Zy. Gue takut…” Gue liat, ada sedikit kekhawatiran di raut wajahnya. Apa sih yang perlu dikhawatirin? Dia takut gue takut apaan? Dia takut gue tau kalau dia itu aslinya bekas laki-laki gitu? Kan nggak mungkin bukan?

“Gue itu calon suami lo… Jadi, sebelum nikah ya akan lebih baik gue tau segalanya lebih dulu bukan? Gue nggak mau baru tau banyak tentang lo nanti setelah nikah dan berujung nyesel sepanjang hidup gue.”

“Jadi lo selama ini lo kenal sama gue, lo selalu nyesel sepanjang hidup lo? Iya gitu?”

“Tuh kan! Asumsi aja teruuusss! Gue bilangnya apa, dibalesnya apa. Rusak udah dunia persilatan kalau begini terus.”

“Gue ada kekhawatiran…”

“Iya, khawatir kenapa?”

“Kalau lo nanti abis baca buku ini, lo berbalik dari gue dan batalin nikah kita.”

Gue kaget dengan pernyataan dia itu. Ini namanya sompral! Gue ketok-ketok kepala dan meja yang ada di hadapan gue. “Dih, amit-amit! Jangan sampai lah! Nggak akan! gue nggak akan batalin nikah kita apapun yang terjadi setelah gue baca ini buku! Jangan mikir begitulah! Gila kali lo!”

“Ya namanya juga orang takut, Zy…”

“Emang isinya tentang apa?”

“Baca aja… Tapi mau janji dulu nggak?”

“Janji apaan lagi?”

“Lo nggak akan batalin nikah kita…”

“Selama di dalam buku ini nggak ada rencana pembunuhan gue, insyaAllah gue bisa nerima isi buku ini…”


jiyanq
caporangtua259
itkgid
itkgid dan 27 lainnya memberi reputasi
28
Tutup
Ikuti KASKUS di
© 2026 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved.