Kaskus

Story

bogiestuckAvatar border
TS
bogiestuck
Menunggu Cinta Yang Bernada Mayor
Halo agan agan
Perkenankan peranakan newbie ini membagi cerita masa lalunya.
Setelah selama ini hanya bisa jadi silent reader,gue beranikan diri buat menuliskan cerita gue disini.
Ditunggu kritiknya ya.
Harap maklum dengan cara penulisan gue karena gue bukan penulis.
Daripada lama lama gue ngoceh ngak jelas gini.
Mending langsung meluncur kebawah aja gan.


Menunggu Cinta Yang Bernada Mayor

Quote:


Quote:




Quote:



Quote:
Diubah oleh bogiestuck 21-04-2021 19:09
indrag057Avatar border
adinesseAvatar border
emineminnaAvatar border
emineminna dan 12 lainnya memberi reputasi
13
143.1K
598
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
Stories from the Heart
KASKUS Official
32.7KThread52.6KAnggota
Tampilkan semua post
bogiestuckAvatar border
TS
bogiestuck
#452
Part 67
Saat ini ada 3 tiket di tangan gue.
setelah antri sekitaran 4 menit,akhirnya tiket udah di tangan,dan gue segera menghampiri rani di lantai bawah.
Kenapa gue beli 3 tiket.?
Karena satu untuk gue,satu untuk rani dan satu lagi untuk dena,sahabatnya rani.
Dan ini adalah kesekian kalinya gue nonton film romance di bioskop.

"Ni udah aku beliin ni"
Gue menyodorkan tiket ini ke rani

"Makasih sayang"

"Iya"

"Ni pesenan kamu.dimakan dulu"

"Ok"

Disaat gue makan,gue juga sembari melihat rani dan dena ngobrol.
Mulai dari fashion,lagu dan artist.
Tapi 80% obrolan mereka itu ngobrolin soal artist.
Rani itu ngefans banget sama cowok ikal pemain film AADC.
Yup..
Nicholas saputra.
Kalo rani lagi ngobrolin soal nicholas,matanya langsung berbinar binar dan nyawanya serasa jadi dua.

"Yang pernah aku ceritain kan dulu,ada temen aku yg ngefans banget sama kamu"

"Iya inget.kenapa.?"

"Gapapa sih.tanya tu dena.sekarang dia jutek banget gitu sama aku.ya ga den.!"

"Iya les.dia ngefans banget lo sama lo.dari awal masuk sini"

Gue cuma bisa bilang emm emmm sembari mengunyah makanan yg gue pesen tadi,sebelum gue beli tiket.

Setelah makan,kita pun lanjut nonton.
Dan di dalam studio,yg gue lakuin adalah tidur.karena cerita filmnya yg receh banget dan rani juga sibuk menebak jalan cerita film yg kota tonton bersama dena.
begitulah cewek kalo nonton film

Kita pun lalu menuju parkiran.
Rani memutuskan untuk pulang bareng dena.karena malam ini si dena nginep di rumah rani.dan gue juga langsung pulang.

Sesampainya dirumah gue langsung dibuat kaget.
Terlihat cewek yang sedang duduk di kursi di depan rumah gue.
Gue sampai bertanya tanya waktu itu.
Ini manusia atau mrs Kunti..

"Lah.loh ko disini.?"

"Emm iya"

"Dari tadi.?"

"Iya sekitaran 40 menitan lah"

"Ada apa sih emang.ko ya ga telfon dulu tadi.yaudah yuk masuk"

Wanita ini cuma bisa mengangguk.
Wajahnya tampak lesu.tidak seperti saat dulu.wajahnya selalu ceria,selalu berantem dengan gue,dan selalu menentang apapun yg keluar dari mulut gue dan apa mau gue.
Apa dia seperti ini karena selama ini kita tak pernah bertegur sapa.jadi dia canggung seperti ini di depan gue.
Entahlah

"Mau minum apa wid.?"

"Gausah les.gue cuma bentar ko"

"Oo ok.ada apa sih.ko kaku banget gini nyet.masalah gue sama kalian,lupain aja.gue yg udah lewat ya lewat ko."

"Bukan soal itu les.gue bingung mesti cerita sama siapa lagi"

Jujur gue kaget.gue liat widya sepertinya ada masalah besar.terlihat dari wajahnya dan caranya berbicara ngebuat otak gue seakan mengarah kesana.

"Soal deni les.gue ga tau mesti gimana lagi"

"Ooo deni" jawab gue singkat.

"Orang tuanya cerai les.nyokapnya liat bokapnya lagi sama cewek di hotel.karena itu deni strees.abis itu dia sekarang jadi pemakai les.kemaren dia sempet mau coba bunuh diri di kamar.untung pembantunya tahu waktu dia mau ngelakuin hal itu.
Dia sering cerita les.dia nyesel udah ngelakuin hal yg ga bener sama lo.
Waktu dia sakau.ga ada nama lain yg disebut dia selain nama lo."

"Kalo gue ga bisa gimana wid.?"

Dia langsung tertunduk lesu.widya sama sekali ga menatap gue.
Di dalam hati gue muncul beberapa pertanyaan saat itu.

apa benar omongan si widya?
Masa iya si taik sekarang jadi pecandu.?
Apa iya dia butuh gue sekarang.?
Tapi masa iya si taik berlebihan seperti itu.?


"Please les.turutin permintaan gue.kali ini aja.abis itu kalo lo ga mau ketemu deni lagi.gue terima ko"

Widya memelas kali ini.dia menatap gue dengan tatapan yg bener bener ngebuat hati gue luluh.

"Ok wid.gua ga janji.tapi gue coba usahain ya.kapan gue harus nemuin tu anak.?"

"Besok malem les.jam 8"

"Aduh.besok.? Ga ada hari lainya.kalo besok gue ga bisa deh"

"Les.kali ini aja.please"

Gue berpikir sejenak saat itu.

"Tapi gue ga janji ya wid"

"Ok deh les.terserah lo aja.itu keputusan lo.gue cuma bisa berharap sama kebaikan lo les"

Gue cuma diem dengan omongan widya barusan.setelah itu dia langsung pamit untuk pulang.
Gue pun langsung merebahkan badan gue dikasur.
Sesegera juga gua langsung menceritakan semua hal yg barusan terjadi ke rani.
Selama gue bercerita,rani pun mendengarkan dengan baik.tak satupun perkataan gue yg dia potong.
Inilah yg gue suka dari dia.
Dia selalu menghargai orang yg berbicara denganya.dan dia selalu mulai berbicara ketika sang pencerita meminta pendapat atau sang pencerita sudah selesai berbicara.

"Sayang,gapapa kamu turutin aja.kita tunda aja dinner ngrayakin ulang tahun kamunya.ada yg lebih penting dari dinner kita"

Jujur gue kaget.belum pernah gue nemuin cewek yg seumur rani,bisa ngomong seperti ini.begitu bahagianya gue punya pacar sebaik dan secantik dia.

Setalah itu gue play musik di handphone gue.kali ini tanpa earphone.
Walaupun di dominasi suara lagu yg agak pecah karena cuma dari speaker handphone.suara dari Noel G.
Gue tatap langit langit di rumah gue.
Lalu gue liat ke beberapa sudut sudut di kamar gue.sampai akhirnya mata gue tertuju ke lemari gue yg agak kecil itu.
Gue pun berdiri dan membuka laci di lemari itu.dan ternyata barang itu masih ada disana.
Jam tangan biru itu masih ada disini.
masih ada di dalam kotak mikanya.
jam yg sekarang ga pernah gue pake ini,akhirnya gue pake.
Jam yang membuat gue mengingat kehidupan setahun gue kebelakang.
Ada deni,bobby,widya,risma dan sang pemberi jam tangan ini.
Nara....

Dan saat gue memejamkan mata.
Lagu ini masih menemani gue

Diubah oleh bogiestuck 09-08-2018 08:55
yusufchauza
yusufchauza memberi reputasi
1
Ikuti KASKUS di
© 2026 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved.