- Beranda
- Stories from the Heart
Menunggu Cinta Yang Bernada Mayor
...
TS
bogiestuck
Menunggu Cinta Yang Bernada Mayor
Halo agan agan
Perkenankan peranakan newbie ini membagi cerita masa lalunya.
Setelah selama ini hanya bisa jadi silent reader,gue beranikan diri buat menuliskan cerita gue disini.
Ditunggu kritiknya ya.
Harap maklum dengan cara penulisan gue karena gue bukan penulis.
Daripada lama lama gue ngoceh ngak jelas gini.
Mending langsung meluncur kebawah aja gan.

Perkenankan peranakan newbie ini membagi cerita masa lalunya.
Setelah selama ini hanya bisa jadi silent reader,gue beranikan diri buat menuliskan cerita gue disini.
Ditunggu kritiknya ya.
Harap maklum dengan cara penulisan gue karena gue bukan penulis.
Daripada lama lama gue ngoceh ngak jelas gini.
Mending langsung meluncur kebawah aja gan.

Quote:
Quote:
Quote:
Quote:
Diubah oleh bogiestuck 21-04-2021 19:09
emineminna dan 12 lainnya memberi reputasi
13
143.5K
598
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
32.9KThread•54.1KAnggota
Tampilkan semua post
TS
bogiestuck
#401
Part 63
"tunggu sebentar ya pak"
Kata gue ke sopir taksi
"Nggeh mas" kata sopir taksi dengan senyum lebarnya
Gue liat ada mobil nara di parkiran depan sebuah kost kostan bertingkat yang ada di depan gue sekarang.
Gue langsung masuk ke kost itu dan terlihat di sana ada seorang laki laki yang sedang sendirian memainkan gitar sambil senderan di tembok.
"Mas mau nanyak.liat temen saya nara disini ga mas.?"
"Ooo si sarah.?? Tu kamarnya di atas paling pojok"
"Bukan sarag mas,nara."
"Nara.?? Ga tau tuh.coba deh lo ke atas aja.ada yang lagi rame rame tu disitu.pada mabok"
Gue tercengang dengan ucapan mas mas yang gue tanya tadi.
Masa iya nara mabok.nara yang gue kenal ga mungkin minat sama hal hal yang begituan.
Gue pun segera ke atas buat nyari nara.
Dan disana gue liat ada segerombolan cewek.sekitar 8 orang mungkin sedang ada diluar kamar.mereka sepertinya lagi memperhatikan satu cewek yang sedang bercerita ke mereka.
Dan dari kejahuan terlihat satu cewek yang ga gue kenal memandang gue,dan dia pun langsung memberi tahu teman temanya atas keberadaan gue disini.
"Ra,itu lesti bukan.?"
"Hah,mana" saut seorang cewek yang tadi bercerita ke teman temanya.
Terlihat nara sedang mencoba memandang gue yang sedang berjalan ke arahnya.
"Hai sayang" teriak nara waktu itu.
Gue pun langsung menghampiri segerombolan cewek itu sembari membuka kerudung jaket gue.
"Hai" kata gue singkat
"Ko lama sih.hehehe.ni pacar aku sekarang"
Kata nara dengan wajah telernya.
"Mbak,maaf ni sebelumnya.misalkan nara saya bawa pulang sekarang boleh.?"
"Ngapain pulang.udah lo disini aja.kita yang pergi.ya gak" kata salah satu seorang cewek
"Jangan mbak.kasian dia.biar saya yang anter kerumahnya."
Gue liat nara dan dia cuma senyum senyum memandang gue dengan wajah telernya.
"Jangan di anter kerumah les,bisa ketauan dia.anter ke kostanya aja"
Gue cuma mengangguk dan gue langsung merangkul nara waktu itu.
Gua angkat dia dan gue lingkarkan tangan nara di bahu gue.
"Aku ga mau pulang sayang"
Jujur gue ga ngomong apa apa.gue tetep mengajak dia pulang.dan dia malam itu banyak bicara ga jelas dengan bau yang ga enak dari mulutnya.
Sampai di bawah dia langsung mengeluarkan kunci mobil di kantongnya.
"Ni kuncinya sayang" dia memberikan ke gue
"Gue kan ga bisa nyetir ra.udah naik taksi aja.udah nungguin dari tadi."
"Yaudah deh,aku tinggal sini aja.hehe.kamu cakep banget sih malam ini"
Dan entah kenapa tiba tiba nara seperti tersandung sesuatu dan ngebuat dia terjatuh.jujur gue sempet tertawa waktu itu melihat dia terjatuh dengan raut muka telernya.emosi gue tiba tiba cair dengan kejadian itu.
"Ko malah ketawa sih.wuuu kamu tu"
Tanpa pikir panjang.gue langsung jongkok di depan nara.gue langsung melingkarkan ke dua tangan nara ke bahu gue,dan gue gendong dia sampai di taksi.
Malam itu adalah malam gue melihat nara seperti ini.di dalam taksi dia taruh kepalanya di paha gue.
Gue usap usap kepalanya malam itu.
Gue pandang wajahnya.terlihat jelas dalam wajahnya bahwa sepertinya nara lagi ada masalah.
Malam itu di taksi,wajahnya begitu dekat dengan gue.
Wajah yang selalu muncul di dalam pikiran gue ketika gue mengakhiri malam malam gue selama ini.
Sesampainya di kost,gue langsung menggeledah isi tasnya dan isi kantong di celananya untuk mencari kunci kost si nara.
Gue rebahkan dia di kasur.
Dan setelah itu gue coba duduk duduk di sebelah kasur itu.
Gue bakar rokok gue sebatang.
Dan gue mencoba melihat sekeliling kamar nara malam itu.
Kamar nara terlihat rapi sekali.
Sangat bersih dan gue lihat ga ada satupun benda kotor dan sampah yang terlihat.
Dan saking bersinya tempat ini sampai sampai gue kebingungan buat ngebuang abu rokok gue,karena disini bener bener ga ada asbak satupun.
Dan pandangan gue akhirnya berhenti di satu arah.
Gue liat ada sekumpulan foto foto nara dan yosep yang tertempel di tembok.
Gue sama sekali ga aneh atau apa dengan foto foto itu.tapi yang ngebuat gue mikir di foto itu adalah coretan spidol berwarna kuning yang bertuliskan pembohong di setiap foto foto mereka.
Pikiran gue langsung ngebuat opini malam itu.
Apa iya si nara lagi ada masalah sama yosep.
Atau mereka udah putus..
Apa si yosep selingkuhin nara.
Entahlah..
Itu urusan mereka.dan bukan urusan gue.
Hampir 2 jam gue cuma duduk melamun di kamar nara,sampai akhirnya gue sadar malam ini semakin larut dan gue harus pulang.
Gue hampiri nara waktu itu.
Gue cium keningnya malam itu.
Gue sampingkan rambutnya yang menutupi wajahnya yang cantik.
Lalu gue dekatkan wajah ini ke telinganya.
selamat tidur obsesiku
Gue langsung berjalan keluar kamar kost nara.gue kerudungian jaket ini dan gue berjalan pulang.
Di dalam langkah langkah gue berjalan pulang gue terus berfikir.
Ego gue mengatakan bahwa gue udah ngelupain dia dan nara adalah obsesi masa lalu gue.
Tapi entah kenapa hati gue selalu ngerasa kalu naralah yang yang ada di hati gue.
Tapi gue yang sekarang bukanlah gue yang dulu.
Life must go on.itu prinsip gue.
Biarlah nara menjadi cerita masa lalu yang manis untuk di kenang.
Dan biarkan gue ngejalanin sesuatu yang belum jelas yang ada di depan gue.
Gue janji,
Cukup untuk malam ini gue ngerasain perasaan ini lagi ke nara.
Esok hari,masih ada cerita manis dan indah yang harus gue buat bersama orang orang baru.
Masa lalu selalu ada dalam hidup
Masa lalu adalah pelajaran berharga
Masa lalu ga seharusnya dilupakan
Karena masa lalu ga akan bisa di lupakan
Mungkin gue adalah satu satunya orang yang selalu mengenang masa lalu
Pahit manisnya cerita masa lalu itu akan indah ketika kita menggingatnya di masa depan.
Dan yang bikin gue eneg adalah ketika kata masa lalu di ambil dalam sebuah lirik lagu dangdut.
Itu satu satunya yang gue benci tentang kata masa lalu.
Kata gue ke sopir taksi
"Nggeh mas" kata sopir taksi dengan senyum lebarnya
Gue liat ada mobil nara di parkiran depan sebuah kost kostan bertingkat yang ada di depan gue sekarang.
Gue langsung masuk ke kost itu dan terlihat di sana ada seorang laki laki yang sedang sendirian memainkan gitar sambil senderan di tembok.
"Mas mau nanyak.liat temen saya nara disini ga mas.?"
"Ooo si sarah.?? Tu kamarnya di atas paling pojok"
"Bukan sarag mas,nara."
"Nara.?? Ga tau tuh.coba deh lo ke atas aja.ada yang lagi rame rame tu disitu.pada mabok"
Gue tercengang dengan ucapan mas mas yang gue tanya tadi.
Masa iya nara mabok.nara yang gue kenal ga mungkin minat sama hal hal yang begituan.
Gue pun segera ke atas buat nyari nara.
Dan disana gue liat ada segerombolan cewek.sekitar 8 orang mungkin sedang ada diluar kamar.mereka sepertinya lagi memperhatikan satu cewek yang sedang bercerita ke mereka.
Dan dari kejahuan terlihat satu cewek yang ga gue kenal memandang gue,dan dia pun langsung memberi tahu teman temanya atas keberadaan gue disini.
"Ra,itu lesti bukan.?"
"Hah,mana" saut seorang cewek yang tadi bercerita ke teman temanya.
Terlihat nara sedang mencoba memandang gue yang sedang berjalan ke arahnya.
"Hai sayang" teriak nara waktu itu.
Gue pun langsung menghampiri segerombolan cewek itu sembari membuka kerudung jaket gue.
"Hai" kata gue singkat
"Ko lama sih.hehehe.ni pacar aku sekarang"
Kata nara dengan wajah telernya.
"Mbak,maaf ni sebelumnya.misalkan nara saya bawa pulang sekarang boleh.?"
"Ngapain pulang.udah lo disini aja.kita yang pergi.ya gak" kata salah satu seorang cewek
"Jangan mbak.kasian dia.biar saya yang anter kerumahnya."
Gue liat nara dan dia cuma senyum senyum memandang gue dengan wajah telernya.
"Jangan di anter kerumah les,bisa ketauan dia.anter ke kostanya aja"
Gue cuma mengangguk dan gue langsung merangkul nara waktu itu.
Gua angkat dia dan gue lingkarkan tangan nara di bahu gue.
"Aku ga mau pulang sayang"
Jujur gue ga ngomong apa apa.gue tetep mengajak dia pulang.dan dia malam itu banyak bicara ga jelas dengan bau yang ga enak dari mulutnya.
Sampai di bawah dia langsung mengeluarkan kunci mobil di kantongnya.
"Ni kuncinya sayang" dia memberikan ke gue
"Gue kan ga bisa nyetir ra.udah naik taksi aja.udah nungguin dari tadi."
"Yaudah deh,aku tinggal sini aja.hehe.kamu cakep banget sih malam ini"
Dan entah kenapa tiba tiba nara seperti tersandung sesuatu dan ngebuat dia terjatuh.jujur gue sempet tertawa waktu itu melihat dia terjatuh dengan raut muka telernya.emosi gue tiba tiba cair dengan kejadian itu.
"Ko malah ketawa sih.wuuu kamu tu"
Tanpa pikir panjang.gue langsung jongkok di depan nara.gue langsung melingkarkan ke dua tangan nara ke bahu gue,dan gue gendong dia sampai di taksi.
Malam itu adalah malam gue melihat nara seperti ini.di dalam taksi dia taruh kepalanya di paha gue.
Gue usap usap kepalanya malam itu.
Gue pandang wajahnya.terlihat jelas dalam wajahnya bahwa sepertinya nara lagi ada masalah.
Malam itu di taksi,wajahnya begitu dekat dengan gue.
Wajah yang selalu muncul di dalam pikiran gue ketika gue mengakhiri malam malam gue selama ini.
Sesampainya di kost,gue langsung menggeledah isi tasnya dan isi kantong di celananya untuk mencari kunci kost si nara.
Gue rebahkan dia di kasur.
Dan setelah itu gue coba duduk duduk di sebelah kasur itu.
Gue bakar rokok gue sebatang.
Dan gue mencoba melihat sekeliling kamar nara malam itu.
Kamar nara terlihat rapi sekali.
Sangat bersih dan gue lihat ga ada satupun benda kotor dan sampah yang terlihat.
Dan saking bersinya tempat ini sampai sampai gue kebingungan buat ngebuang abu rokok gue,karena disini bener bener ga ada asbak satupun.
Dan pandangan gue akhirnya berhenti di satu arah.
Gue liat ada sekumpulan foto foto nara dan yosep yang tertempel di tembok.
Gue sama sekali ga aneh atau apa dengan foto foto itu.tapi yang ngebuat gue mikir di foto itu adalah coretan spidol berwarna kuning yang bertuliskan pembohong di setiap foto foto mereka.
Pikiran gue langsung ngebuat opini malam itu.
Apa iya si nara lagi ada masalah sama yosep.
Atau mereka udah putus..
Apa si yosep selingkuhin nara.
Entahlah..
Itu urusan mereka.dan bukan urusan gue.
Hampir 2 jam gue cuma duduk melamun di kamar nara,sampai akhirnya gue sadar malam ini semakin larut dan gue harus pulang.
Gue hampiri nara waktu itu.
Gue cium keningnya malam itu.
Gue sampingkan rambutnya yang menutupi wajahnya yang cantik.
Lalu gue dekatkan wajah ini ke telinganya.
selamat tidur obsesiku
Gue langsung berjalan keluar kamar kost nara.gue kerudungian jaket ini dan gue berjalan pulang.
Di dalam langkah langkah gue berjalan pulang gue terus berfikir.
Ego gue mengatakan bahwa gue udah ngelupain dia dan nara adalah obsesi masa lalu gue.
Tapi entah kenapa hati gue selalu ngerasa kalu naralah yang yang ada di hati gue.
Tapi gue yang sekarang bukanlah gue yang dulu.
Life must go on.itu prinsip gue.
Biarlah nara menjadi cerita masa lalu yang manis untuk di kenang.
Dan biarkan gue ngejalanin sesuatu yang belum jelas yang ada di depan gue.
Gue janji,
Cukup untuk malam ini gue ngerasain perasaan ini lagi ke nara.
Esok hari,masih ada cerita manis dan indah yang harus gue buat bersama orang orang baru.
Masa lalu selalu ada dalam hidup
Masa lalu adalah pelajaran berharga
Masa lalu ga seharusnya dilupakan
Karena masa lalu ga akan bisa di lupakan
Mungkin gue adalah satu satunya orang yang selalu mengenang masa lalu
Pahit manisnya cerita masa lalu itu akan indah ketika kita menggingatnya di masa depan.
Dan yang bikin gue eneg adalah ketika kata masa lalu di ambil dalam sebuah lirik lagu dangdut.
Itu satu satunya yang gue benci tentang kata masa lalu.

Diubah oleh bogiestuck 06-02-2018 19:29
dany.agus dan yusufchauza memberi reputasi
2