Kaskus

Story

bogiestuckAvatar border
TS
bogiestuck
Menunggu Cinta Yang Bernada Mayor
Halo agan agan
Perkenankan peranakan newbie ini membagi cerita masa lalunya.
Setelah selama ini hanya bisa jadi silent reader,gue beranikan diri buat menuliskan cerita gue disini.
Ditunggu kritiknya ya.
Harap maklum dengan cara penulisan gue karena gue bukan penulis.
Daripada lama lama gue ngoceh ngak jelas gini.
Mending langsung meluncur kebawah aja gan.


Menunggu Cinta Yang Bernada Mayor

Quote:


Quote:




Quote:



Quote:
Diubah oleh bogiestuck 21-04-2021 19:09
indrag057Avatar border
adinesseAvatar border
emineminnaAvatar border
emineminna dan 12 lainnya memberi reputasi
13
143.1K
598
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
Stories from the Heart
KASKUS Official
32.8KThread52.7KAnggota
Tampilkan semua post
bogiestuckAvatar border
TS
bogiestuck
#394
Part 62
Rani kini sudah di depan gue beserta beberapa bungkusan fastfood bertuliskan huruf m.dan gue pun masih memainkan dvd yang ada di tangan gue.

"Kapan di mulai ni filmnya.??"

"Bentar ya,nunggu temen gue dulu ran"

"Nunggu temen.??"

"Iya,bentar ya"

"Ohhh..iya"

Gue pun langsung mengirim pesan ke nara untuk memberi pesan menanyakan dimana dia,sampai dimana dia dan jadi apa enggak dia kerumah gue malam itu.
Sampai pada akhirnya 45 menit berlalu dan si rani mukanya udah mulai bete banget.
Akhirnya gue putuskan untuk mengeplay film ini.
Malam itu entah kenapa gue jadi ga begitu fokus dengan film yg gue tonton.
Mata gue selalu memandang ke arah hp gue yang berada dekat dengan kaki gue saat itu.
Dan sampai film ini selesai,nara tidak ada disini.

"Gila ya kak,filmnya keren banget.aku suka ni film yang mikir mikir gini"

"Iya lah,gue gitu yg milih filmnya ko"

"Kak"

"Iya"

Rani mendekatkan badanya ke arah gue waktu itu.dia memeluk erat badan gue.
Dan dia pandangi wajah gue dengan mata yang benar benar tajam waktu itu.

"Kak,aku suka sama kakak"

"Hah,suka sama aku.? Jangan becanda deh"
Gue melepaskan pelukanya saat itu..

"Beneran kak.kenapa.?? Kakak ga percaya ya.? Apa kakak ga suka sama aku.?"

"Siapa sih ran yang ga suka sama kamu.kamu tu cantik.aku rasa ga ada cowok yg ga suka sama kamu."

"Terus kenapa kakak ga mau aku peluk.?"

Gue pun langsung berdiri dan duduk di belakangnya dan gue langsung memeluk dia dari belakang.

"Aku sukanya kaya gini.ga suka dari depan.ga nyaman"

"Ih kakak nakal ah" dia tersenyum ke arah gue

Tak butuh waktu lama gue ciumi bibir rani dan rani pun membalasnya dengan ke agresifan yang dimiliki seorang wanita.

"Ran,kamu tau ga ran.aku dulu punya temen .dan sekarang temen temen aku itu benci banget sama aku."

"Siapa.? Kak bobby.?"

"Iya.satu lagi.namanya deni.mereka semua benci sama aku.begitu juga sebaliknya"

"Boleh tau kenapa?" Tanya rani

Dan disitu menjelaskan semua masalah yg terjadi antara gue,bobby dan deni.

"Ko bisa bisanya ya kak.mereka gitu"

"Ya ga tau juga.disatu sisi gue juga ga ngerasa salah apapun sama mereka dan disisi mereka gue adalah kesalahan itu ran.dan sekarang lo ada disini sama gue.dan si bobby jelas jelas suka banget sama lo.lengkap kan sekarang"

Gue membuka rokok yang masih tersegel dengan plastik tipisnya.gue ambil sebatang rokok dan gue bakar dengan korek api.

"Terus kakak maunya apa.? Kakak mau jauhin aku.??"

Rani menatap gue

"Enggak ko.sekarang gue ga peduli sama mereka.jadi,gue ga perlu ngejauhin elo dan elo gausah ngejauhin gue"

"Jadi kak.hubungan kita dimulai dari sekarang.?"..

Gue terdiam menatap rani.jujur gue agak bingung gue harus jawab apa dengan pertanyaan itu.
Kemudian gue genggam tangan rani malam itu sambil gue pandang wajahnya

"Buat aku kamu tu special banget ran.semua fantasy cowok tentang cewek yang sempurna ada di diri kamu.
Tapi maaf ran.tapi aku lagi ga mau komitmen ngejalin hubungan sama cewek manapun.terserah kamu mau nilai aku gimana.yang jelas,aku lagi ga mau pacaran.
Ending endingnya pasti ada yg ninggalin dan tinggalin.dan itu rasanya sakit banget.
Gue ga siap dengan rasa sakit itu ran"

Rani terdiam dengan jawaban gue waktu itu.
Dia hanya bisa tersenyum dengan raut penuh dengan kekecewaan.gue yakin dia kecewa dengan jawaban gue.tapi yg jelas,gue harus berani menjawab dengan apa yg gue inginkan sekarang.
Gue ga mau lagi seperti dulu yang dengan gampangnya pindah ke lain hati.
Yang jelas,gue adalah lesti yang baru.
Bukan lesti yang dulu,yang ga punya prinsip sama sekali.

"Iya kak,gapapa ko.aku pulang dulu ya kak"

"Aku anter ya,," jawab gue

"Enggak usah kak.aku naik taksi aja"

Dia berdiri dan kemudian dia berjalan menuju pintu.dia memakai sneakersnya dan berbalik menatap gue waktu itu

"Makasih ya kak"

"Makasih buat apa.?" Tanya gue

Rani tiba tiba memeluk gue waktu itu.
Sampai sampi badan gue hampir jatuh karena pelukanya yang tiba tiba menubruk gue malam itu.

"Pokoknya aku bakalan nunggu kamu kak.aku bakal buat kakak percaya.kalo aku ga akan ninggalin kakak.aku bakal buktiin kak janji aku ini"

Gue belai rambut rani malam itu.

"Iya ran.makasih ya udah mau sayang sama aku.buktiin ya ran kalo kamu ga bakal ninggalin aku"

"Pasti kak"

Malam itu dia pergi dengan kecupan manis di bibir gue.
Gue mengantarnya sampai ke ujung gang rumah gue.
Dari kejahuan dia terlihat begitu cantik.
Sebelum dia masuk ke taksi,dia sempat memberikan senyuman yang rasanya manis banget di hati gue malam itu.
Malam itu,gue sadar.
Masih ada orang di sekitar gue yang peduli dan sayang sama gue.

Setelah rani pulang,gue pun langsung kembali ke rumah dan membereskan sampah sampah yabg ada di depan tv.
Dan disitu juga hp gue berdering karena ada panggilan masuk.
Gue liat layar hp gue dan muncl nama nara disitu.gue pun langsung menganggkatnya.

"Lesti sayang....kamu dimana.??"

"Sayang sayang.kenapa ga jadi .?"

"Hahaha,lesti kesini dong.aku butuh kamu.temen temen ku pengen kenal kamu lesti sayang...."

Entah kenapa malam itu gue curiga ada yang salah dengan nara.

"Ga lagi gila kan lo ra.?"

Dia hanya tertawa menjawab pertanyaan gue.dan disitu juga gue dengar suara orang orang yang memanggil nama gue.


"Kamu dimana sekarang ra.??"

"Hahaha.aku ada di hati kamu lesti..."

"Kamu ada dimana.?? Jawab ga.!!!"

"Hahaha.jangan marah dong sayang.hahaha.muah muah muah.hehehe"

"Ra.gilak lo ya.?? Yosep kemana.??"

"Yosep.??? Hahahaha ke neraka kali sayang"

Ucapan nara makin lama semakin ga jelas.entah kenapa..

"Udah,sekarang kamu dimana.??"

"Aku lagi di kost temen aku sayang"

"Ra,udah deh.alamat mana"

Nara pun mengucapkan alamat dimana sekarang dia ada.dia menjawab pertanyaan gue dengan tawanya yg aneh..

"Oke,tunggu aku dateng.jangan kemana mana." Kata gue singkat

Setelah itu gue langsung tutup telfon nara.
Lalu gue pergi untuk menemui nara.
Diubah oleh bogiestuck 27-01-2018 21:55
yusufchauza
dany.agus
dany.agus dan yusufchauza memberi reputasi
2
Ikuti KASKUS di
© 2026 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved.