Kaskus

Story

sicangkangAvatar border
TS
sicangkang
Hijau Ungu Senja di langit Jogja
"Yuuuuuu"
Teriakan keras seorang laki2 dari depan rumahnya sambil menggerakkan kedua tangan seperti takbir saat sholat.
Dia melihat dengan tajam sekumpulan anak2 yang sedang bermain dihalaman rumah tetangganya....
ya, beliau adalah ayahku, seorang petani sederhana di sebuah desa di jawa tengah.
dan dengan Dengan langkah gontai tak terarah Keringat bercampur debu jalanan jiahhhhh malah nyanyi sarjana muda emoticon-Big Grin
teman teman terdiam, penonton pun terdiam
dan aku.......
aku berhenti dari acara permainanku dengan teman2 kampungku....tanpa banyak bicara aku pulang ambil air wudlu dan melaksanakan sholat dzuhur.

dalam hati (waktu itu) keselnya bukan main. dari sekian banyak anak2 yang bermain hanya aku yang dipanggil oleh ayahnya (lebih tepatnya orang tuanya).
"gini banget ayahku, g tau lagi seru2nya malah suruh pulang"

memang begitulah ayahku dan begitulah caranya mengingatkanku saat waktunya sholat tiba
tanpa banyak bicara, tanpa banyak gerakan
cukup satu panggilan dan satu gerakan, maka aku akan pergi dari teman2ku.....

YU... BAYU.....
begitu biasanya aku dipanggil....dan perjalanan Hijau Ungu Senja di Langit Jogjaku akan dimulai dari sini....


Spoiler for Prehistorical Age:
Diubah oleh sicangkang 02-01-2018 22:30
anasabilaAvatar border
nona212Avatar border
nona212 dan anasabila memberi reputasi
2
3.1K
31
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
Stories from the Heart
KASKUS Official
32.9KThread•53.7KAnggota
Tampilkan semua post
sicangkangAvatar border
TS
sicangkang
#31
Prehistorical Age 8. Jum'at Kelabu

Sudah dua tahun ayah pergi dari rumah pergi ke tempat yang jauh. Meninggalkan saya,kakak dan ibu..pegi ke tempat yang dari sana tak ada jalan kembali..pergi untuk memulai perjalanan abadinya...
Dua tahun yang lalu juga saat saya mengantarkan ayah ke perjalanannya...
Tapi....sampai kapanpun kenangan bersama beliau tidak pernah akab saya lupa...
Ya...
Hari itu adalah hari jum'at...
Seperti hari saat ayah pergi untuk selamanya...
Sedari kecil ayah sudah mengajarkan saya,bahwa ada kewajiban seorang laki2 yang wajib di tunaikan yaitu sholat jum'at...
Seperti biasa pagi saya berangkat sekolah seperti biasa dan hari ini adalah hari spesial..
Ya...
Setiap hari jum'at adalah hari spesial utk saya..
Sekolah selalu pulang lebih cepat dan selesai sekolah saya buru2 pulang.
Sudah tak sabar rasanya berangkat ke rumah nenek untuk siap2 jum'atan..
Ibu dan ayah memang satu desa,tapi ayah berasal dari kmpung bawah dan ibu dari kampung atas..
Meski cinta mereka terpisah rel kereta,tapi berkah tuhan...bersatulah mereka dan lahirlah aku di dunia..
Hehhe
Ah iya..ini tentang jum'atan...
Saya biasa jum'atan d kampung ayah alias kampung bawah. Alasanya sederhana..d kampung atas tidak ada sungai, yang ada sungai d kampung bawah.dan berenang adalah olahraga faforit saya, jadi yang terangan angan saat jum'at adalah ke rumah nenek, jum'atan dan renang di kali..
Hehhe

Hari itu semua berjalan seperti biasa.sambil menunggu ayah pulang dari sawah,saya bermain dengan sepupu di rumah nenek..dan saat ayah pulang dari sawah biasanya lantunan murotal dari kaset masjid sudah d putar.pertanda sholat jum'at akan segera di mulai...
Saya dan ayah bersiap dari rumah nenek dan berangkat ke masjid..
Dan seperti biasa, sebelum berangkat ayah memberiku uang 2 ribu rupiah..
Eit tapi jangan salah,itu bukan bayaran karena saya mau jum'atan...
Tapi itu d berikan ayah untuk nanti saya masukan d kotak amal..
(Dub jadi baper kalo inget ini)

Umumnya anak2 yang datang ke msjid untuk jum'atan akan duduk di deretan paking belakang.karena memang biasanya mereka datang tidak dengan orang tuanya sehingga mereka leluasa bermain d belakang, bahkan tidak jarang permainan mereka sampai mengganggu jama'ah lain.
Tapi saya..
No!!!
Dari awal masuk masjid sampai duduk ayah memegang tanganku dan menuntunku hingga d. Barisan depan bersebelahan dengan romo yai...

Khutbah jum'at berjalan seperti biasa, semua berjalan normal, sampai pada giliran shalat qobla jum'at.. Semua berdiri untuk sholat. Meski tidak berjama'ah tapi semua orang kompak khusus dengan sholatnya.saya pun demikian..
Raka'at pertama semua berjalan khusuk. Tapi yang terjadi berikutnya diluar dugaan...
Ada anak kecil yang mengambil kopyah yang saya pakai. Dan tanpa saya naluri pemburu saya muncul dan berlari mengejar anak itu...
Tanpa d sadai rokaat kedua saya saya habiskan untuk berlarian d tengah barisan sholat yang saya jadikan loring bermain...
Dan saat salam berakhir saya susah duduk d sebelah ayah untuk ikut salam
Hehe
Selesai salam ayah hanya geleng2..dan tanpa dosa saya meringis kuda.. Hehehe

Semua masih normal... Sampai khutbah kedua berjalan...
Namun entah naluri apa yabg merasuki saya. Tiba2 saya merengek rengek minta pulang...
šŸ˜‚šŸ˜‚šŸ˜‚ duh yah.. Maafkan kelakuan anakmu dulu...

Makin d tahan rengekanmu makin menjadi.. Mungkin karena takut menjadi perhatian dengan sigap ayah menggendongku dan membawaku keluar... Astaga.... Saya benar2 tidak tau apa yang saya lakukan waktu iu. Bagaimana perasaan ayah dan harga dirinya d mata laki2 satu desa...
Ayah yang tekenal barangnya memerangi kemungkaran takluk oleh rengekan anak kecil...
Hehhee
Jum'atan belum berakhir dan ayah pergi meninggalkan masjid d tengan sorotan tajam mata jama'ah yanh lain...

Dan dengan polosnya pula saya masih meminta untuk berenanh d kali..
Astaga...
šŸ˜‚

Untuk saya itu adalah kenangan yang sangat berharga dengan ayah saya...
Semoga beliau tenang di alam sana...
Maafkan anakmu yanh kurang ajar ini yah....
0
Ikuti KASKUS di
Ā© 2026 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved.