- Beranda
- Stories from the Heart
Menunggu Cinta Yang Bernada Mayor
...
TS
bogiestuck
Menunggu Cinta Yang Bernada Mayor
Halo agan agan
Perkenankan peranakan newbie ini membagi cerita masa lalunya.
Setelah selama ini hanya bisa jadi silent reader,gue beranikan diri buat menuliskan cerita gue disini.
Ditunggu kritiknya ya.
Harap maklum dengan cara penulisan gue karena gue bukan penulis.
Daripada lama lama gue ngoceh ngak jelas gini.
Mending langsung meluncur kebawah aja gan.

Perkenankan peranakan newbie ini membagi cerita masa lalunya.
Setelah selama ini hanya bisa jadi silent reader,gue beranikan diri buat menuliskan cerita gue disini.
Ditunggu kritiknya ya.
Harap maklum dengan cara penulisan gue karena gue bukan penulis.
Daripada lama lama gue ngoceh ngak jelas gini.
Mending langsung meluncur kebawah aja gan.

Quote:
Quote:
Quote:
Quote:
Diubah oleh bogiestuck 21-04-2021 19:09
emineminna dan 12 lainnya memberi reputasi
13
143.5K
598
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
32.9KThread•54KAnggota
Tampilkan semua post
TS
bogiestuck
#229
part 47
Gue memandangi jalanan siang ini.hanya terpisah dengan kaca mobil,gue sedang memandang ke arah seorang pria dewasa yang sedang mengangkut banyak kerupuk di motor sportnya.
Gue terheran heran disitu,seorang pengantar kerupuk putih mainstream itu menggunakan motor yang jelas jelas harganya mahal banget.
"Hebat ya les.cuma jualan kerupuk,motornya keren banget"
Aurel berkata sembari membuka bungkus kacang atom yang dia pegang
"Ya ni.gue juga heran.hebat ya.dimana mana orang selalu nganggep remeh orang yg jualan kaya gitu.taunya penghasilanya gede juga"
Balas gue ke aurel.
Di mobil ini,gue bersebelahan dengan aurel.dan kenapa gue bisa sebelahan sama aurel.??
Jawabanya ya,semua karena si bobby.entah kenapa ni anak paling getol banget ndeletin aurel ke gue.dimulai dari bobby dan langsung nular ke widya sama si deni.
Di depan gue ada risma dan widya.dan di depan ada si deni dan si bulu pantat(bobby).
Sampe sekarang,risma masih belum ngajak gue ngomong.sms gue juga ga pernah,apalagi telfon.tapi gue udah mulai ga peduli dengan perlakuan dia ke gue.setelah perasaan gue ke nara dan perasaan nara yg gue udah tau,risma jadi ga penting buat gue.mungkin bisa dibilang gue jahat.tapi yg gue lakuin semua ini bener bener murni dari hati.dan gue cuma ikutin apa kata hati gue.
Jam menunjukan jam 3 siang.sekarang kita ada di kawasan magelang.setelah berunding,kita akhirnya memutuskan untuk membeli sesuatu yang segar.dan di saat perjalan ini si bobby melihat spanduk bertuliskan es campur.akhirnya kita memutuskan untuk berhenti disitu untuk sekedar menyegarkan tenggorokan.
"Lo apa les.?? Anak anak pada es campur semua" tanya deni waktu itu.
"Menunya apaan aja sih.??"
"Cuma es campur,sup buah sama es doger doang"
"Gue air es aja deh" jawab gue ke deni
"Lah ko air es.miskin amat lo.gue yang bayarin.tenang aja" bobby nyaut
"Lo berdua kan tau gue ga suka yg manis manis"
"Yaudah deh.tapi lo pesen sendiri ya.malu gue pesen gituan"
"Iya iya den.ribet amat ah"
Kita menunggu di meja.dan sekitar 5 menit akhirnya pesenan kita datang.
"Loh kamu ko pesenya itu aja les..?? Kenapa.??"
"Gapapa rel.takut ga abis.ga begitu suka gue"
"berdua sama aku aja kalo gitu.mau ga.??
"Dia tu ga suka yang manis manis rel..!!"
Kata risma waktu itu
"Ohhh gitu.yaudah deh" balas aurel ke risma
"Makanya hidup lo pahit banget les.hahaha"
Ejek widya ke gue
"Yeee,pahit pahit yang penting ceweknya banyak"
Risma waktu itu memandang gue sebentar,lalu dia memandang hpnya lagi.
Gue bener bener ga tau kenapa mulut gue spontan keluar dengan kata kata seperti itu.
Gue lihat ke arah risma waktu itu.dan dia ga memandang gue dan temen temen gue disitu.sia cuma menyendok apa yang ada di mangkoknya dan sibuk dengan apa yg ada di handphonenya.
Gue bener bener heran dengan risma.tapi gue tetep berusaha untuk ga peduli sama apa yang dia lakuin saat itu.
Setelah es kita habis dan gue,bobby,deni juga sudah membakar satu batang rokok,kita pun akhirnya melanjutkan perjalan.di dalam mobil setelah itu kita berenam tidak ada obrolan sama sekali.gue lihat raut wajah temen temen gue waktu itu.dan mereka seperitinya kelelahan.mungkin karena effect kekenyangan es tadi.memang setelah minum es tadi,mereka sering mengeluh tentang perut mereka yang ingin meletus.
Sekarang temen temen gue udah pada tidur.tinggal gue dan deni yang hidup disini.
Gue berniat untuk duduk didepan menemani deni.karena ni anak kalo ga di temenin ngobrol waktu nyetir.
Emmmmmmmm....entah apa jadinya kita berenam
"Den,gue duduk depan deh.bobby ngantuk tu.entar ga ada yang ngajak ngobrol lo,lo nya ikutan ngantuk,tamat deh kita berenam"
"Iya ni si kunyuk.yaudah lo depan deh."
Deni memberhentikan mobil.gue keluar dan membuka pintu depan.gue bangunin bobby.
"Woi nyet,tukeran.gue disini"
"Loh kenapa men.gimana si aurel.??"
"Udah lo kesana deh.gue disini nemenin sopir ngobrol biar ga ngantuk.lo sih molor.sopir lo ngantuk,selesai kita"
"Iya deh iya."
Bobby pun akhirnya mau tukeran dengan gue.
Gue juga heran disitu.dia saat gue tukeran dengan bobby,widya risma dan aurel bisa bisanya mereka masih pules dan ga terbangun sedikitpun.
Secapek apa mereka sampe sampe mereka begini.
Dan disitu juga gue sadar.cewek yang tetep cantik waktu mereka tidur itu,cuma ada di sinetron.
Kita akhirnya sampi di tempat tujuan sekitaran jam 5 lebih.pas banget dengan momen momen sunset.
Gue keluar mobil paling terakhir waktu karena gue nyopot sepatu gue dulu,sementara anak anak yg lain sudah siap dengan sendal mereka sewaktu perjalanan.sampai disinipun dia mereka berlima keluar mobil dengan begitu lincahnya.sampai sampai si deni lupa mematikan mesin mobilnya.
Gue berjalan menyusul mereka berlima.gue lihat disana bobby dengan gaya katroknya.si deni seperti pawang singa laut yang sekarang lagi menenangkan singa lautnya yg lagi loncat loncat ga jelas(widya).risma yang langsung memegangi kamera yang dia keluarkan dari tasnya.
Dan aurel yang gue lihat sekarang sedang berjalan menuju ke arah gue.terlihat rambutnya yg terurai karena angin pantai.badanya yang tinghi,kulitnya yang putih dan parasnya yang ayu membuat kaum adam yang ada di pantai ini memandang ke arahnya.
Entah kenapa fantasy gue bermain waktu itu.
Dia berjalan dengan lambatnya dengan rambut yg terurai urai.mirip gerakan slow motion yang ada di film film.sampai akhirnya dia sekarang ada di depan gue.dia menarik tangan gue untuk ikut bersamanya.
Dia menarik gue ke arah pantai waktu itu.dan sesekali dia menengok ke arah gue dengan senyumnya,lalu dia melihat ke arah pantai pagi.
Gue masih berjalan dengan genggaman tangan aurel.dan kali ini dia berjalan ke arah risma berada.
Dan sekarang risma ada di depan gue dan aurel.
"Risma,boleh minta tolong fotoin kita.?"
Pinta aurel ke risma
"Ohhh,oke"
Aurel pun langsung manggandeng tangan gue dan menyenderkan kepalanya di tangan gue.tubuhnya pun sekarang seperti memeluk gue.lalu gue dengar aba aba dari risma waktu itu.
1
2
3
.....
Senja hari ini bener bener indah.tapi perasaan gue ga seindah senja dan cahaya langit pantai ini.
Gue bener bener ga nyaman dengan situasi ini.
Gue liat ke arah risma,dia memasang wajahnya yg bener bener flat.ga ada ekspresi sekali di wajahnya.
Apa gue terlalu jahat..??
Apa gue salah..???
Pertanyaan itu lah yang selalu muncul di hati gue waktu itu.

Gue terheran heran disitu,seorang pengantar kerupuk putih mainstream itu menggunakan motor yang jelas jelas harganya mahal banget.
"Hebat ya les.cuma jualan kerupuk,motornya keren banget"
Aurel berkata sembari membuka bungkus kacang atom yang dia pegang
"Ya ni.gue juga heran.hebat ya.dimana mana orang selalu nganggep remeh orang yg jualan kaya gitu.taunya penghasilanya gede juga"
Balas gue ke aurel.
Di mobil ini,gue bersebelahan dengan aurel.dan kenapa gue bisa sebelahan sama aurel.??
Jawabanya ya,semua karena si bobby.entah kenapa ni anak paling getol banget ndeletin aurel ke gue.dimulai dari bobby dan langsung nular ke widya sama si deni.
Di depan gue ada risma dan widya.dan di depan ada si deni dan si bulu pantat(bobby).
Sampe sekarang,risma masih belum ngajak gue ngomong.sms gue juga ga pernah,apalagi telfon.tapi gue udah mulai ga peduli dengan perlakuan dia ke gue.setelah perasaan gue ke nara dan perasaan nara yg gue udah tau,risma jadi ga penting buat gue.mungkin bisa dibilang gue jahat.tapi yg gue lakuin semua ini bener bener murni dari hati.dan gue cuma ikutin apa kata hati gue.
Jam menunjukan jam 3 siang.sekarang kita ada di kawasan magelang.setelah berunding,kita akhirnya memutuskan untuk membeli sesuatu yang segar.dan di saat perjalan ini si bobby melihat spanduk bertuliskan es campur.akhirnya kita memutuskan untuk berhenti disitu untuk sekedar menyegarkan tenggorokan.
"Lo apa les.?? Anak anak pada es campur semua" tanya deni waktu itu.
"Menunya apaan aja sih.??"
"Cuma es campur,sup buah sama es doger doang"
"Gue air es aja deh" jawab gue ke deni
"Lah ko air es.miskin amat lo.gue yang bayarin.tenang aja" bobby nyaut
"Lo berdua kan tau gue ga suka yg manis manis"
"Yaudah deh.tapi lo pesen sendiri ya.malu gue pesen gituan"
"Iya iya den.ribet amat ah"
Kita menunggu di meja.dan sekitar 5 menit akhirnya pesenan kita datang.
"Loh kamu ko pesenya itu aja les..?? Kenapa.??"
"Gapapa rel.takut ga abis.ga begitu suka gue"
"berdua sama aku aja kalo gitu.mau ga.??
"Dia tu ga suka yang manis manis rel..!!"
Kata risma waktu itu
"Ohhh gitu.yaudah deh" balas aurel ke risma
"Makanya hidup lo pahit banget les.hahaha"
Ejek widya ke gue
"Yeee,pahit pahit yang penting ceweknya banyak"
Risma waktu itu memandang gue sebentar,lalu dia memandang hpnya lagi.
Gue bener bener ga tau kenapa mulut gue spontan keluar dengan kata kata seperti itu.
Gue lihat ke arah risma waktu itu.dan dia ga memandang gue dan temen temen gue disitu.sia cuma menyendok apa yang ada di mangkoknya dan sibuk dengan apa yg ada di handphonenya.
Gue bener bener heran dengan risma.tapi gue tetep berusaha untuk ga peduli sama apa yang dia lakuin saat itu.
Setelah es kita habis dan gue,bobby,deni juga sudah membakar satu batang rokok,kita pun akhirnya melanjutkan perjalan.di dalam mobil setelah itu kita berenam tidak ada obrolan sama sekali.gue lihat raut wajah temen temen gue waktu itu.dan mereka seperitinya kelelahan.mungkin karena effect kekenyangan es tadi.memang setelah minum es tadi,mereka sering mengeluh tentang perut mereka yang ingin meletus.
Sekarang temen temen gue udah pada tidur.tinggal gue dan deni yang hidup disini.
Gue berniat untuk duduk didepan menemani deni.karena ni anak kalo ga di temenin ngobrol waktu nyetir.
Emmmmmmmm....entah apa jadinya kita berenam
"Den,gue duduk depan deh.bobby ngantuk tu.entar ga ada yang ngajak ngobrol lo,lo nya ikutan ngantuk,tamat deh kita berenam"
"Iya ni si kunyuk.yaudah lo depan deh."
Deni memberhentikan mobil.gue keluar dan membuka pintu depan.gue bangunin bobby.
"Woi nyet,tukeran.gue disini"
"Loh kenapa men.gimana si aurel.??"
"Udah lo kesana deh.gue disini nemenin sopir ngobrol biar ga ngantuk.lo sih molor.sopir lo ngantuk,selesai kita"
"Iya deh iya."
Bobby pun akhirnya mau tukeran dengan gue.
Gue juga heran disitu.dia saat gue tukeran dengan bobby,widya risma dan aurel bisa bisanya mereka masih pules dan ga terbangun sedikitpun.
Secapek apa mereka sampe sampe mereka begini.
Dan disitu juga gue sadar.cewek yang tetep cantik waktu mereka tidur itu,cuma ada di sinetron.
Kita akhirnya sampi di tempat tujuan sekitaran jam 5 lebih.pas banget dengan momen momen sunset.
Gue keluar mobil paling terakhir waktu karena gue nyopot sepatu gue dulu,sementara anak anak yg lain sudah siap dengan sendal mereka sewaktu perjalanan.sampai disinipun dia mereka berlima keluar mobil dengan begitu lincahnya.sampai sampai si deni lupa mematikan mesin mobilnya.
Gue berjalan menyusul mereka berlima.gue lihat disana bobby dengan gaya katroknya.si deni seperti pawang singa laut yang sekarang lagi menenangkan singa lautnya yg lagi loncat loncat ga jelas(widya).risma yang langsung memegangi kamera yang dia keluarkan dari tasnya.
Dan aurel yang gue lihat sekarang sedang berjalan menuju ke arah gue.terlihat rambutnya yg terurai karena angin pantai.badanya yang tinghi,kulitnya yang putih dan parasnya yang ayu membuat kaum adam yang ada di pantai ini memandang ke arahnya.
Entah kenapa fantasy gue bermain waktu itu.
Dia berjalan dengan lambatnya dengan rambut yg terurai urai.mirip gerakan slow motion yang ada di film film.sampai akhirnya dia sekarang ada di depan gue.dia menarik tangan gue untuk ikut bersamanya.
Dia menarik gue ke arah pantai waktu itu.dan sesekali dia menengok ke arah gue dengan senyumnya,lalu dia melihat ke arah pantai pagi.
Gue masih berjalan dengan genggaman tangan aurel.dan kali ini dia berjalan ke arah risma berada.
Dan sekarang risma ada di depan gue dan aurel.
"Risma,boleh minta tolong fotoin kita.?"
Pinta aurel ke risma
"Ohhh,oke"
Aurel pun langsung manggandeng tangan gue dan menyenderkan kepalanya di tangan gue.tubuhnya pun sekarang seperti memeluk gue.lalu gue dengar aba aba dari risma waktu itu.
1
2
3
.....
Senja hari ini bener bener indah.tapi perasaan gue ga seindah senja dan cahaya langit pantai ini.
Gue bener bener ga nyaman dengan situasi ini.
Gue liat ke arah risma,dia memasang wajahnya yg bener bener flat.ga ada ekspresi sekali di wajahnya.
Apa gue terlalu jahat..??
Apa gue salah..???
Pertanyaan itu lah yang selalu muncul di hati gue waktu itu.
Nara..
Harusnya kamu ada disini sekarang
Harusnya kamu ada disini sekarang

dany.agus dan yusufchauza memberi reputasi
2