Kaskus

Story

glitch.7Avatar border
TS
glitch.7
Sonne Mond und Stern
die SONNE der MOND und der STERN




Cerita ini tak lagi sama
Meski hatimu selalu di sini
Mengertilah bahwa ku tak berubah
Lihat aku dari sisi yang lain
Bersandar padaku, rasakan hatiku
Bersandar padaku


Dan diriku bukanlah aku tanpa kamu tuk memelukku
Kau melengkapiku, kau sempurnakan aku

Waktu yang telah kita lalui
Buatmu jadi lebih berarti
Luluhkan kerasnya dinding hati
Engkaulah satu yang aku cari
Bersandar padaku, rasakan hatiku
Bersandar padaku


Dan diriku bukanlah aku tanpa kamu tuk memelukku
Kau melengkapiku, kau sempurnakan aku

Dan diriku bukanlah aku tanpa kamu menemaniku
Kau menenangkanku,Kau melegakan aku.


Tak Lagi Sama - Noah


Spoiler for Cover Stories:


JAGALAH SOPAN-SANTUN ANDA DALAM BERKOMENTAR, KARENA 95% TOKOH DISINI IKUT MEMBACA


Masa ini adalah lanjutan dari sebuah Masa yang Paling Indahdan lanjutan dari sebuah cerita Love in Elegy yang pernah Gua tulis di Forum ini.


Quote:


Versi PDF Dua Thread Sebelumnya :

Masa yang Paling Indah
Credit thanks to Agan njum26

Love in Elegy
Credit thanks to Agan redmoon97


Sonne Mond und Stern
*mulustrasi karakter dalam cerita ini


Quote:

*thanks to my brother in law yang bantu index dan update selama gua mudik
Polling
Poll ini sudah ditutup. - 239 suara
Siapakah pendamping Eza sebenarnya ?
Sherlin Putri Levanya
55%
Franziska Luna Katrina
17%
Giovanna Almira
28%
Diubah oleh glitch.7 08-01-2022 09:16
pulaukapokAvatar border
chamelemonAvatar border
ezzasukeAvatar border
ezzasuke dan 126 lainnya memberi reputasi
123
1.9M
8.8K
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
Stories from the Heart
KASKUS Official
32.8KThread52.8KAnggota
Tampilkan semua post
glitch.7Avatar border
TS
glitch.7
#3100
Cooling Down
Another Part


Suara rintikan hujan yang turun dari langit kian terdengar semakin jelas, ditambah suara gemuruh petir yang beberapa kali menyambar membuat suasana sore ini cukup menakutkan.

"Za.. Udah dilanjut besok ajaa. Nanti kamu sakit lagi, Zaaa..".

Sudah berulang kali teriakan dari perempuan itu mengingatkan gua, agar aktifitas yang sedang gua kerjakan ditunda dulu. Tapi gua bergeming, tidak menghiraukan perkataannya tersebut.

"Ezaaa... Udah iih.. Besok pagi kan bisa, Za. Ini ujannya makin deres juga iih...", teriaknya lagi.

Dia berdiri di belakang gua, sambil memegangi payung agar menghalau rintikan hujan yang membasahi tubuhnya. Sedangkan gua sedang berada diatas sebuah tangga, mengerjakan sesuatu yang belum pernah gua lakukan sebelumnya.

"Beresss...", ucap gua pada akhirnya.

"Udahkan ? Yaudah yu masuk... Udah basah tuh baju kamu, Za..".

Gua turuni tangga besi ini dengan hati-hati, lalu menaruh beberapa perkakas di sebuah tool-box.

"Masih bocor gak sih ?", tanya gua yang kembali melirik keatas, kearah atap baja ringan itu.

"Enggak kok, Za.. Tuh airnya udah gak netes lagikan.. Yaudah yu masuk ah, langsung mandi ya, lepek tuh baju kamu kebasahan..", jawabnya seraya memegang baju bagian punggung gua dari belakang.

Gua tersenyum sesaat tanpa menengok kepadanya, lalu berjalan kedepan satu langkah dan berjongkok.

"Sayang... Besok aku panggil tukang yang ahli ya... Sementara aku tutup plastik dulu biar gak bocor, mudah-mudahan kamu enggak kedinginan sayang...", ucap gua kepada gundukan tanah dihadapan gua.

Kemudian gua berdiri dan berbalik untuk menatap wajah perempuan yang seharian ini menemani gua di rumah.

"Ayo masuk...", ajak gua tanpa tersenyum kepadanya.

"Iih kok mukanya gitu ? Kamu marah sama aku ?".

Gua menggelengkan kepala tanpa mengucapkan apapun kepadanya.

"Yaudah yaudah maaf... Aku cuma gak mau kamu sakit lagi.. Kan kamu baru sembuh, Za..", lanjutnya dengan kepala yang tertunduk.

Gua pegang kepala bagian atasnya yang tertutup hijab itu hingga ia menaikkan kedua bola matanya untuk menatap wajah gua.

"Aku sayang sama Echa...", ucap gua penuh penekanan kalimat dan tetap tanpa tersenyum kepadanya.

"Iya, Za.. Aku tau.. Maaf ya.. Masuk yu..", ucapnya lagi dengan tersenyum.

Gua menengok kebelakang. "Sayang, aku masuk dulu ya.. See you..", ucap gua sebelum berjalan bersama Nona Ukhti.

Kami berdua berjalan melewati sisi kolam renang dibawah payung yang ia genggam pada tangan kirinya. Beberapa langkah, fikiran gua entah kenapa malah menginginkan untuk masuk ke dalam kolam renang di samping itu.

Lalu gua membuka kaos dan menahan tangan Nona Ukhti. "Ve.. Ini maaf bawa ke dalem ya..", ucap gua seraya menyerahkan kaos yang sudah gua lepas.

"Loch ? Kamu mau ngapain ?!!", tanyanya tersentak.

Gua menyeringai kepadanya, lalu berjalan mundur dan melompat ke belakang dengan posisi memebelakangi kolam...

Jbuurrrr..

"Eeezaaaa!!!".

"Fuuaahh.. Hahahaha... Mau ikutan ?", tanya gua setelah kembali ke permukaan dan tertawa kepadanya.

Wajahnya melotot dan tidak percaya dengan apa yang baru saja gua lakukan ini.

"Eza! Kamu baru sembuh! Nanti sakit lagii iiihh...! Udah ayo naik, masuk ke dalem mandi iih..", teriaknya diantara rintikan hujan yang semakin deras.

"Enggak apa-apa... Mending kamu ikut nyebur sini, kapan coba terakhir kamu ujanan ? Sambil berenang lagi... Hehehe..", balas gua dengan berteriak agar terdengar olehnya, karena suara kami terhalang oleh bunyi derasnya hujan yang turun dari siang tadi.

"Ya ampuun.. Naik ih buruan... Sakit lagi nanti kamu, Za... Aneh-aneh aja ini orang iih... Buruan sini naek!".

Gua hanya tersenyum kepadanya.

Nona Ukhti berjalan mendekat ke sisi kolam dengan wajah yang menahan emosi, matanya kembali melotot. "Za! Naek enggak ?!!!", sentaknya serius kali ini.

"Oke oke okeee...", jawab gua lalu berenang ke sisi kolam, kearahnya. "Bantu atuh, Ve..", ucap gua lagi setelah berada di dekatnya sambil mengangkat tangan kearahnya.

Tangan kirinya yang tidak memengangi payung menyambut uluran tangan gua, lalu ketika tangan kanan gua menggapai telapak tangan kirinya itu, langsung gua tarik kebawah dan....

"KITA RENAAANGNG!!", teriak gua.

"AAAAA...EZAA..". Jbuuurrr...

Gua tertawa melihatnya yang jatuh ke dalam kolam renang karena tarikan tangan gua tadi, beberapa detik kemudian, Nona Ukhti muncul ke permukaan, tepat di samping gua.

"Iiiiiihhhh!! Reseee!!", teriaknya lagi, kali ini sambil mengusap wajahnya dan satu tangan lainnya memukul bahu kanan gua.

"Adudududuuuh... Iya iya jangan mukul dong, Ve...", ucap gua sambil terkekeh karena Nona Ukhti masih memukuli bahu gua.

"Ih kamu tuh apa sih! Malah nyeburin aku!".

"Ceeileeehh... Ngambek tapi senyum-senyum... Bilang aja sih seneng berenang dibawah aer ujan... Hahahaha...".

"Aaah reseeee..".

Kami berdua tertawa di dalam kolam renang ini, dibawah derasnya hujan yang masih belum nampak akan reda.

"Ve.. Balapan yu, dari ujung sini kesana...", ajak gua.

"Ayooo.. Siapa takut..", jawabnya antusias. "Eh sebentar, ada hadiahnya enggak ?", tanyanya.

"Ada dong.. Kalo kamu kalah.. Aku boleh nyium kamu...", jawab gua tersenyum.

"Kalo aku yang menang ?".

"Kamu boleh nyium aku, Ve.. Hahahah..".

"Yeee.. Mau kamu itu ma..", jawabnya cemberut.

"Hehehe... Tapi oke kan ?", goda gua.

"Enak di kamu, enggak enak di aku lah..", jawabnya kali ini sambil memalingkan muka, sok-sok judes cewek gitu deh.

"Alaaah... Yakin gak enak di kamu ? Belom pernah ngerasain ya aku kiss ? Huehehehe...", timpal gua yang masih tetap menggodanya.

"Udah..", jawabnya seraya kembali menengok kepada gua.

"Udah ? Kapan ?", tanya gua beneran lupa.

"Lupa ? Apa pura-pura lupa ?".

"Kapan, Ve ? Asli deh emang kita pernah kissing ?".

Dia menggelengkan kepalanya dengan wajah yang kecewa. "Duluuu.. Waktu kelas satu, di rumah aku.. Iih.. Nyebelin!", jawabnya bete.

"Wooo iya iya inget, huahahaha.. Anjir bener ya berarti udah pernah kita kissing, hahaha.. Aku mau lagi atuh..", ucap gua sambil mencolek dagunya.

Tuing...Asem! Gua disuntrungin. emoticon-Nohope

"Halalin akunya dulu, baru aku mau lagi..", jawabnya dengan tetap memasang wajah betenya itu.

"Wesss gegabah kamu, besok aku halalin, aku bawa kamu langsung daah..", jawab gua penuh semangat.

"Ke K.U.A ?", tanyanya dengan menaikkan kedua alis.

"Bukan! ke M.U.I...!", jawab gua seraya berteriak.

"Yeee... Emang aku makanan apa, sembarangan..".

"Lah abis make nanya... Tapi jawaban aku juga bener kali, biasanya cap halal kan dari M.U.I, Ve... Hehehehe..".

Modus modus modussss... Kadal Aer Modussss...!!!
Biarin weee emoticon-Stick Out Tongue



"YA ALLAH YAA RABBIIIII...!!!".

Teriakan dari arah pintu halaman belakang rumah ini mengejutkan kami berdua. Gua dan Nona Ukhti menengok kearah sana.

"NAIK SEKARANG!!!", teriak wanita itu lagi dengan mata yang melotot.

Amsyong urusannya deh, amsyong udah... Hadeuuh ribeut dah ah.. emoticon-Nohope

"Iya iya, Mba... Ezaa nih yang punya ulah.. Aku diceburin, Mba.. Huhuhuhu..", jawab Nona Ukhti seraya berjalan di dalam kolam ke sisi lain untuk keluar dari kolam ini.

Dramatisirnya bisaan ini perempuan satu, sok-sok mewek lagi. Asem bener deh...

"Apa-apaan sih berenang sambil ujanan gitu! Berduaan lagi..", sedikit terdengar oleh gua ucapan dari Ibu ketika Nona Ukhti sudah naik dan berjalan kearahnya.

"Reza! Naik enggak ?!! Kamu lagi sakit, Za!", teriaknya lagi kepada gua yang masih berada di dalam kolam.

Dan lu tau Gais gua ngapain ?
Sebentar, gua ngakak dulu nginget kejadian ini.

Huahahahahahaha.... emoticon-Ngakak (S)emoticon-Ngakak (S)emoticon-Ngakak (S)

Gua joget coy. Aseli gua joget di dalem kolam renang kaya bocah. Ngeledekin Mba Laras, yang mana adalah Ibu gua itu. Hahahahahaha... Kutu kupret emang si Kadal. emoticon-Big Grin

"Apa-apaan kamu itu ?!", Ibu gua makin emosi.

"Hahahahaha... Biarin we atuh.. Udah lama enggak berenang di kala hujaaan Mamiiihhh..", ledek gua yang diikuti dengan memeletkan lidah kepada Ibu.

"Astagfirullah...", ucapnya kali ini seraya mengelus dada. "Agathadera, naik sekarang".

Untuk kali ini nih, doi ngomongnya pelan Gais, walaupun hujan deras, tapi gua masih cukup bisa mendengar ucapannya tersebut. Wajahnya dingin menatap gua. Dan ngehenyaaa, gua masih aja ngeledek doi. Gua terkekeh pelan tanpa memperdulikan ucapannya.

Tidak lama kemudian Ibu masuk ke dalam rumah, sedangkan Nona Ukhti baru saja menerima handuk yang sebelumnya diambilkan oleh Bibi (art rumah gua).

Kurang dari satu menit, Ibu gua itu kembali lagi. Nona Ukhti membelalakan matanya, melihat Ibu gua yang kembali dengan...

"Naek enggak ?", tanya Ibu gua lagi.

Tanpa perlu mendengar perintahnya diulang, Gua langsung berenang ke sisi kolam dan buru-buru naik keatas, keluar dari kolam ini.

"Dingin, Mba... Dingin.. Ini udahan nih, iya udah nih, tuh udah naek kan aku... Brrr... Dingin, aku mau mandi dul..", ucapan gua terpotong, tepat saat melewati Ibu.

Syuutt... Pletaaakk!!!

"Aaadaaaawww.. Ampun, ampuuun... Iya ini mau mandiiii..", teriak gua, dan langsung memegangi paha kiri, lalu berlari ke dalam rumah.

"Bandel nih anak satu!", dengusnya pelan sembari melotot kearah gua.

Amsyong kan gua... Di cium dah tuh paha pake sapu. emoticon-Nohope



*
*
*



Quote:
Diubah oleh glitch.7 28-09-2017 01:33
dany.agus
fatqurr
kifif
kifif dan 3 lainnya memberi reputasi
4
Ikuti KASKUS di
© 2026 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved.