- Beranda
- Stories from the Heart
Menunggu Cinta Yang Bernada Mayor
...
TS
bogiestuck
Menunggu Cinta Yang Bernada Mayor
Halo agan agan
Perkenankan peranakan newbie ini membagi cerita masa lalunya.
Setelah selama ini hanya bisa jadi silent reader,gue beranikan diri buat menuliskan cerita gue disini.
Ditunggu kritiknya ya.
Harap maklum dengan cara penulisan gue karena gue bukan penulis.
Daripada lama lama gue ngoceh ngak jelas gini.
Mending langsung meluncur kebawah aja gan.

Perkenankan peranakan newbie ini membagi cerita masa lalunya.
Setelah selama ini hanya bisa jadi silent reader,gue beranikan diri buat menuliskan cerita gue disini.
Ditunggu kritiknya ya.
Harap maklum dengan cara penulisan gue karena gue bukan penulis.
Daripada lama lama gue ngoceh ngak jelas gini.
Mending langsung meluncur kebawah aja gan.

Quote:
Quote:
Quote:
Quote:
Diubah oleh bogiestuck 21-04-2021 19:09
emineminna dan 12 lainnya memberi reputasi
13
143K
598
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
32.7KThread•52.5KAnggota
Tampilkan semua post
TS
bogiestuck
#212
part 44
Gue dan vespa gue sekarang berhenti di lampu merah.persis di depan gue,ada sebuah mobil bak yang berisi 4 anak muda yang berpakaian serba hitam.dengan celana ketat dan rambutnya yang menegak ke atas,mereka seperti bercengkrama menikmati obrolan yang sedang mereka bahas.terlihat disana mereka berempat seperti bergantian menghisap rokok yang cuma sebatang.gue dibuat terkesima kala itu.inilah yang dinamakan persahabatan sebenarnya.dalam kondisi apapun,mereka selalu berbagi apa yang mereka punya.tidak seperti manusia pada umumnya.yang saling sikut memperbutkan apa yang sebenernya bukan milik mereka.
Gue gas vespa gue menuju ke sebelah mobil bak yang ada di depan gue.dan posisi gue sekarang persis di sebelah kanan bak mobil itu.gue ambil satu bungkus rokok yang baru gue beli di warung tadi.lalu gue berikan ke mereka
"Mas,ni mas buat ngrokok di jalan"
"Wah,yang bener mas.?"
"Iya mas,ambil aja.masih ada ni sebungkus.yang ini buat mas aja.maaf mas,pake tangan kiri"
kata gue sambil mengulurkan tangan gue
"Wahh matur suwun tenan lo mas.nama sampean siapa mas.?"
Gue agak bingung disitu.kenapa mereka menanyakan nama gue.
"Lesti mas." Jawab sembari tersenyum
"Wah lesti.ko kaya nama cewek ya mas.hahah"
Gue cuma tersenyum disitu.lalu gue menyebutkan namanya masing masing.seperti memperkenalkan diri.
"Mugi mugi sampean diparingi rejeki le lancar,sehat lan lancar sak sembarange mas.matur suwun engast"
(Intinya disini dia mendoakan gue supaya rejeki gue lancar dan diberi kesehatan)
"Ngeh mas.sami sami"
Setelah itu lampu hijaupun menyala dan gue langsung menarik gas vespa gue di iringi oleh senyuman dari gue ke mereka.
Gue melintasi kota semarang malam ini sendiri.semenjak kejadian gue,risma dan monika tadi,risma ga ngomong apa apa ke gue.mungkin dia marah karena gue ngomong ke monika soal hubungan gue sama risma.semenjak gue sampe rumah.sms gue ga ada yang di bales.gue telfon juga ga di angkat.gue tadinya mau nyamperin risma sebenernya.cuma gue dapet kabar dari deni.kalo dia udah otw ke tempat tujuan bareng si widya,risma dan bobby.pengen sebenernya gue karah ke risma karena dia malah milih bareng sama si widya daripada gue.tapi mau apa dikata,karena label backstreet ada di hubungan gue,jadi gue ga bisa berbuat apa apa.
Akhirnya gue sampe di tempat tujuan.gue parkir vespa gue.dan di saat gue menyopot helm gue,ada cewek yang memanggil gue dari kejahuan.setelah itu dia pun berjalan menghampiri gue.
"Halo lesti,ketemu lagi kita.hihihi.."
Dia tertawa sambil membenarkan rambutnya
"Loh.kamu disini rel.katanya mau nonton?"
"Kamu ni ya.masak iya aku nonton sendirian.aneh deh"
"Terus,kamu disini ngapain.?"
"Aku di ajak kak nara sama kak yosep"
"Wah,sama dong brati kita.yaudah masuk yuk"
Ajak gue untuk segera masuk ke cafe ini.malam itu yosep memesan di lantai 2.
Saat berjalan masuk mau menuju ke arah tangga.gue bertemu dengan mbak nia,pacar abang gue.
"Loh lesti,ngapain lo disini.??"
"Weis mbak nia.ya makan lah mbak.masak iya gue disini mau ngaji."
"Oh iya ya.hahaha.eh tunggu.siapa ni?hayo lesti udah pacaran ternyata"
Dia menunjuk ke arah aurel
"Ngawur aja lo mbak.ni kenalin.namanya aurel"
Mereka berduapun akhirnya berkenalan
"Enggak kerumah mbak.?tumben."
"Abis ini dijemput sama abang lo.ini lagi ngrayain ultahnya temen.yaudah sono naik,entar waktu pacaran lo sama aurel kesita gara gara gue kebanyakan ngrumpi deh.udah sana sana."
"Apaan sih lo mbak."
Mbak nia cuma tertawa tanpa berkata apa apa.dan aurel gue liat,dia cuma senyum senyum ga jelas.
Gue pun berjalan menuju lantai dua.saat gue menginjak tangga terkahir.
Mata gue sudah bisa melihat keseluruhan suasana di lantai 2 ini.
Gue liat mereka sudah ada disana.gue liat si risma sedang asik ngobrol dengan nara.entah kenapa mereka berdua bener bener ngebuat gue terpukau akan visual kecantikan seorang wanita.risma yang identik dengan manisnya seorang wanita,dan nara mewakili keanggunan seorang wanita.
Gue liat mereka menatap gue aneh.mungkin karena faktor aurel yang sekarang sedang berjalan di samping gue.
"Dahsyat emang si lesti.ga perlu waktu lama,aurel udah nemplok gitu"
Ejek bobby sembari mengembuskan asap rokok dari mulutnya.
Mata gue langsung tertunu ke risma.dia sama sekali ga menatap gue waktu itu.dia malah terlihat membuang muka saat gue mencoba untuk menatapnya.saat itu gue bener bener emosi dengan tingkahnya.jika memang alasanya dia marah karena aurel,apa yang harus buat dia marah.aurel cuma temen.dan dia udah tahu itu.kalaupun dia pengen gue ga boleh temenan sama cewek,gue pasti akan menolaknya.kali ini entah kenapa gue jadi agak ilfil dengan tingkahnya.mulai dari dia ga angkat telfon gue dan mengacuhkan gue seperti ini.
"Loh bisa barengan.?" Tanya nara waktu itu ke laura
"Iya tadi.aku dijemput lesti dirumah" dia sambil senyum senyum
Gue kaget dengan jawaban aurel waktu itu.
"Enggak ko.kita di parkiran ko.beneran"
Jawab gue waktu itu
"Alah.barengan juga gapapa kali.santai dong les.hahaha" tambah deni waktu itu
"Beneran,gue ga barengan.sumpah"
"Udah udah les.kaku banget sih.enggak ko,kita ketemu diparkiran." Jelas aurel
Jujur hati gue agak lega setelah aurel menjelaskan yang sebenarnya.
"Barengan juga gapapa"
tiba tiba risma ngomong seperti itu dengan nada yang sangat datar dan pelan.
Gue cuma bisa memandanginya.dan dia lagi lagi membuang muka saat gue melihat ke arahnya.
Setelah kita pun makan yang kami pesan.setelah itu kita ngoborl sana sini.di malam ini,topik pembicaran lebih fokus ke pertanyaan kemana manti si yosep dan nara mau kuliah dan gimana hubungan mereka selanjutnya.dan masih banyak lagi.dan 70 persen pertanyaan itu semua dari si widya.widya bisa dibilang tu cewek yg pengen tau urusan orang.kalo jaman sekarang pada nyebutnya kepo.
"Kak yosep,kakak rencana mau nerusin dimana..?"
"Kalo aku sih mau disini sini aja"
"Oo gitu,kalo kak nara kemana kak.?"
"Aku sih rencanaya mau ke jogja.ada keluarga juga disana"
Jogja.
Itu yang keluar dari mulut nara.entah kenapa mendengar jawaban itu gue langsung lemes.entah kenapa hati gue jadi kayak gini.ngerasa kehilangan banget.gue ga akan lagi bisa ngeliat dia,gue ga bisa lagi ngobrol bareng sama dia.
Wanita yang selalu ngebuat jantung gue berdetak lebih cepat dari seharusnya ini bakalan pindah ke jogja.
"Lah terus kalian ldr dong kak..??"
Tanya widya lagi
"Ya iya.mau gimana lagi.udah jalanya gitu.haha"
Setelah obrolan panjang,waktu menunjukan pukul jam 10 malam.dan kita semua sepakat untuk pulang kerumah masing masing.risma tetap memilih untuk pulang barengan deni,widya dan bobby.dan gue lagi lagi cuma duduk sendiri di vespa gue.
Gue sengaja membiarkan mereka pulang duluan.gue liat mobil yosep,deni dan aurel berjalan keluar parkiran.
Lalu gue hidupkan vespa gue yang makin lama makin manja ini,dan tiba tiba hp di saku celana gue bergetar.
Gue niatkan untuk membuka hp dahulu sebelum gue tarik gas di tangan kanan gue.dan ada sebuah pesan masuk disitu.
Quote:
Entah kenapa mendapat pesan dari nara seperti itu hati gue seperti berbunga bunga.gue senyum senyum sendiri kala itu.lalu gue tarik gas vespa gue,lalu ada yang sepertinya memanggil gue.
Gue tengok kebelakang dan
"Mbayar parkir mas.ooo gendeng..!"
Teriak tukang parkir
Dan gue langsung mengeluarkan uang seribuan di kantong gue yang udah gue siapkan tadi.
"Sorry sorry mas.lupa"
Dan akhirnya gue pulang dengan senyuman yang diciptakan dari sebuah pesan dari nara malam ini
dany.agus dan yusufchauza memberi reputasi
2