- Beranda
- Stories from the Heart
Menunggu Cinta Yang Bernada Mayor
...
TS
bogiestuck
Menunggu Cinta Yang Bernada Mayor
Halo agan agan
Perkenankan peranakan newbie ini membagi cerita masa lalunya.
Setelah selama ini hanya bisa jadi silent reader,gue beranikan diri buat menuliskan cerita gue disini.
Ditunggu kritiknya ya.
Harap maklum dengan cara penulisan gue karena gue bukan penulis.
Daripada lama lama gue ngoceh ngak jelas gini.
Mending langsung meluncur kebawah aja gan.

Perkenankan peranakan newbie ini membagi cerita masa lalunya.
Setelah selama ini hanya bisa jadi silent reader,gue beranikan diri buat menuliskan cerita gue disini.
Ditunggu kritiknya ya.
Harap maklum dengan cara penulisan gue karena gue bukan penulis.
Daripada lama lama gue ngoceh ngak jelas gini.
Mending langsung meluncur kebawah aja gan.

Quote:
Quote:
Quote:
Quote:
Diubah oleh bogiestuck 21-04-2021 19:09
emineminna dan 12 lainnya memberi reputasi
13
143.4K
598
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
32.8KThread•53.4KAnggota
Tampilkan semua post
TS
bogiestuck
#104
Part 30
"Les sebenernya gue pengen ngomong sesuatu ke lo soal monika"
"Hah monika.? Monika kenapa.?"
"Iya,tapi setelah gue kasih tau,gue harap lo jangan emosi.lo pastiin dulu"
"Iya santai.kenapa.? Dia selingkuh.?"
"Loh,,,lo udah tau??" Tanya yosep heran
"Enggak sih,gue nebak aja.emang iya ya.?"
"Pokoknya gini.apa yang gue omong nanti.lo pastiin dulu.bener monika cewek lo apa bukan"
"Iya kenapa.??"
"Gue barusan chat temen gue.gue chat dia tahun baruan kemana,dia bales ke jogja sama ceweknya.terus gue tanya.cewek lo yg mana.dia jawab adik kelas lo.terus gue tanya lagi.siapa namanya,dia jawab monika.terus gue tanya lagi.monika kelas berapa.dia jawab kelas 1.gitu les.gue cuma mau nyampein aja.gue juga ga tau,mungkin ada nama monika lagi selain cewek lo di kelas 1.pokoknya lo pastiin dulu bener apa bukan"
"Ohh gitu.coba sekarang lo chat temen lo.suruh dia foto ma ceweknya.terus lo suruh kirim ke lo biar gue tau"
"Ok ok les"
Gue liat disitu yosep sedang sibuk dengan handphonenya.dan selang beberapa waktu.
"Temen gue udah off les"
"Lo punya nomernya??"
"Ada les,gimana"
"Coba lo sms dia,suruh kirim fotonya
"Oh ok ok"
Yaudah gue masuk dulu sep.entar kalo udah lo kabarin gue ya.
Waktu itu jujur gue ga ada perasaan sakit hati ataupun gimana gimana.yang ada cuma perasaan emosi.karena gue benci banget yang namanya di boongin.tapi gue juga gatau,itu monika cewek gue atau bukan.
Setelah itu gue masuk ke kamar.gue masih mencoba ngebuat hati gue untuk ngerasa biasa biasa aja.
Terlihat satu pesan masuk dari monika
Gue enggak mempedulikan smsnya.gue cuma anggep sms dari provider yg nawarin ringtone ga jelasnya.gue langsung rebahan dan mendengarkan lagu yang ada di handphone gue.seperti biasa,memejamkan mata,menghayalkan sesuatu dengan di iringi sebuah lagu bisa menambah mood dalam diri gue.dan ketika gue lagi asik melakukan kegiatan idola gue itu.ada yang menyubit perut gue.
Widya terlihat seperti mengatakan sesuatu.karena gue pasang earphone di kuping.otomatis gue ga denger apa apa.cuma gerakan mulut widya yang mangap mangap mirip ikan.lalu gue copot earphone di kuping gue.
"Ada apa wid?"
"Kebukti kan sekarang,.!!" Bentak widya
"Kebukti apaan??"
"Bener kan.monika maen sama cowok laen kan dibelakang lo"
Gur lalu menengok ke belakang dan menoleh memberi gerakan gue sedang mencari sesuatu
"Gue serius lesti.!!"
"Apaan sih wid santai dong.."
"Tauk ah.." widya kemudian pergi meninggalkan gue"
Setelah itu dateng yosep di datang tanpa mengatakan sesuatu.dia hanya menunjukan sebuah foto dimana sang cewek terlihat memeluk mesra cowoknya.dan cewek itu adalah monika.dia terlihat bahagia banget di foto itu.wajah yang selama ini ga gue temukan saat bersama gue.
"Sabar ya sob.gue tau perasaan lo"
"Hah kenapa gue.sante kali sep"
Tiba tiba dari luar kamar masuk temen temen gue yang lainya.seperi ingin mensupport gue.
"Aduh apa apaan ni.gue kenapa,??"
"Gue tau perasaan lo.makanya gue kesini anjing" kata bobby ke gue
"Gue ga kenapa napa kali.biasa aja kek"
"Sob.cewek bukan cuma monika doang ko"
"Ngomong apaan sih lo.udah ayo keluar,udah yok nonton film abis itu kita bakar bakar"
Gue berusaha menutupi apa yang gue rasain.perasaan gue sekarang agak berubah setelah melihat foto tadi.yang gue rasain waktu itu.hati gue seperti ingin menangis.tapi untungnya tuhan menciptakan hati tepat di dalam organ.supaya orang tidak bisa melihat apa yang sedang kita rasakan dan perasaan apa yang sedang kita rasa.
Sekarang ini gue dan anak anak sedang masak masak di teras depan.
Bobby dan deni sedang sibuk membakar jagung,yosep dan nara seperti sedang membuat bumbu bumbu.widya dan risma sedang membakar sate.
Dan gue..
Ga tau kenapa setiap kali gue ingin membantu salah satu dari mereka.selalu saja mereka menolak tawaran gue.
Gue tau mereka mungkin sedang membiarkan gue ga melakukan sesuatu karena gue sedang ada masalah.jadi mereka membiarkan gue dengan gitar gue duduk di kursi teras yang sedang gue duduki ini.
Sampai selang beberapa waktu akhirnya gue disuruh juga untuk mengambil karpet yang ada di kamar gue sama anak anak cowok dan karpet yang ada di kamar cewek cewek.
"Les,lo ambil karpet yang ada di kamar ya"
Suruh widya waktu itu
"Ok"
Gue pun langsung menuju ke kamar cewek cewek dulu.gue ambil karpet disitu dan gue taruh di teras.karena jujur karpet kamar di villa ini bener bener tebel dan berat banget pas di angkat.jadi gue bisa bawa 2 karpet sekaligus.
Lalu gue mengambil karpet yang ada di kamar gue dan anak anak.
Sewaktu gue menggulung karpet.gue pandangi handphone gue yang ada di meja.
Ingin gue rasanya menanyakan semuanya ke monika sekarang.tapi gue coba untuk menahan itu.gue harus berusaha kalo semua ini baik baik aja.gue harus ngrelain dia dan gur harus mengganggap kalo monika sekarang udah pergi dengan cowok barunya.dan menurut gue.di antara gue dan monika ga perlu ada lagi penjelasan.karena semuanya udah jelas.karena penjelasannya nanti hanya membuat gue makin sakit.
Makanan yang kita buat semuanya sudah matang.dan kita semua sudah ada di karpet.duduk seperti membentuk lingkaran dengan makanan ada di tengah tengah.
Dan ada sebuah macam api inggun kecil yang posisinya ada di belakang gue.
Setelah makan gue menuangkan kopi yang ada di ceret panas di dekat api unggun kecil di belakang gue.
"Bob jam berapa sekarang?" Tanya deni
"Masih jam 10an"
"Ngapain ni ya kita enaknya.jangan ada yang usul nonton film" deni ngomong cepat sekali disini
"Main truth or dare aja gimana." Usul widya
"Ah elo.sok bule lo.." ejek si bobby
Kami pun tertawa disitu melihat clotehan si bobby.
"Yaudah itu aja.mau ngapain lagi kita.masak iya kita main jelangkung"
"Yaudah deh,ayok" jawab bobby kesal
Akhirnya kita menyutujui permainan yang di usulkan widya.
Bobby kemudian memutar botol kecap di atas alas meja ruang tengah yang kita ambil.karena ga mungkin botol kecap ini bisa muter di karpet yang setebal ini.
Botol menunjuk ke arah bobby sendiri.
"Truth or dare.??"
"Truth aja deh"
"Masih suka sama risma ga?" Tanya deni spontan.karena posisi deni ada di depan bobby.
"Iya.masih.dikit" bobby menjawab tanpa ragu dengan muka tengilnya.
Kita pun semua tertawa dan menggoda risma malam itu.
"Wah gila.pertanyaanya gitu amat.enggak ikut ah gue" kata gue waktu itu dan berupaya kabur
"Eh katrok duduk lo.awas ya lo kabur kabur"
Widya memperingatkan gue dengan pisau di tangan kananya.
"Iya iya.sungokong" gue pun duduk lagi
Botol di putar kembali oleh bobby dan mengarah ke yosep.
"Truth or dare.?"
"Dare...eh truth aja truth." Jelas yosep ragu
"Kapan terakhir kali baik sama nara?" Tanya bobby kurang ajar
"Wah pertanyaanya ko gini sih. Gerutu yosep
"Harus di jawab dong"
"Dare aja deh dare" tawat yosep
"Ga bisa ga bisa.ga boleh curang sep.!!" Bobby mulai ngelawak banget malam ini
"Iya deh iya.gue belum pernah baik sama nara"
Anak anak terlihat tidak percaya dengan perkataan yosep.dan nara hanya malu malu menunduk dengan ejekan anak anak.
"Nara nara.kasih tu yosep.enak lo baik.beneran" bobby menjelaskan
Nara tidak menjawab apa apa.dan dia hanya menatap ke gue saat gue menatap nara disitu.lalu dia kembali menunduk.
Putaran ketika mengarah ke bobby lagi.
"Aduh ko gue lagi sih.puter ulang puter ulang"
Usul bobby
"Yee ga bisa anjeng.truth or dare"
"Dare aja deh sep.dare"
"Wuis keren abisin ni kecap.biar muternya kenceng entar" yosep memberikan botol kecap yang buat maen truth or dare malam ini.
"Wasuh.yaudah deh sini"
Bobby kemudian menenggaknya.
Ya,walaupun kecapnya sudah tidak full lagi.gue bisa bayangin disitu betepa eneg rasanya menenggak kecap.tapi wajah bobby tidak menunjukan rasa eneg.
"Segini doang ni.ada lagi ngak.nambah dong.hahahaha"
Lagi lagi orang kriting ini membuat kita tertawa.
Putaran selanjutnya mengarah ke widya
"Truth or dare?" Tanya bobby
"Dare" jawab widya tegas
"Lo ciuman sama deni di depan kita" bobby menyuruh widya sambil cekikikan.
Dan ga butuh lama widya mencium deni.ciuman yang luar biasa binalnya.
Kita semua di buat melonggo oleh tingkah widya dan deni.mereka seperti ga mau berhenti.
"Heh,udah udah" suruh gue waktu itu.
"Haha,kenapa pengen ya lu les?" Ejek deni
"Enggak,bosen aja ciuman mulu.lo berdua ML dong" goda gue.
"Yee,kurang ajar ni bencong" widya berkata sambil menjambak gue.
Botol pun akhirnya diputar.dan botolpun mengarah ke arah risma.
"Truth or dare.?" Tanya widya
"Truth"
"Siapa cowok paling keren di sekolah?"
"Ih ko gitu..."
"Dijawab risma,bukan ditawar" widya melotot
"Aduh siapa ya.." risma bingung disitu.
"Dijawab risma"
"Lesti.." risma kemudian menutupi mukanya dengan kedua tanganya.
Anak anakpun semua menggoda risma.terkecuali nara.karena dia hanya diam waktu itu.
"cie..cie..risma.." goda anak anak
"Jangan gitu dong.dulu ko itu.sekarang udah enggak" risma nampak malu malu disitu.
"Cie risma ngeles ni,ngeles ni" goda bobby
"Apaan sih lo bob" risma melempar jagung ke bobby.
"Udah udah,ayo lagi.lagian wajar ko cewek cewek naksir sama gue.ganteng gini" kata gue waktu itu
Anak anak kemudian melempari gue dengan kacang.
Botol kemudian diputar lagi dan menuju ke arah gue
"Truth or dare" tanya risma ke gue
"Truth." Jawab gue tegas
"Pas hari pertama masuk sekolah.siapa cewek pertama yang lo suka.?" Tanya risma
"Emmmm..."
Pandangan anak anak mengarah ke gue
"Risma" jawab gue pelan.
Semua seperti kaget mendengar jawaban gue.mereka belum berhenti memandang gue waktu itu.cuma risma yang tersenyum.kemudian dia melihat ke arah lain.
"Masa sih sob?"
"Iya bob"
"Tapi sekarang masih suka enggak?"
Tanya bobby
"Peraturanya kan satu pertanyaan aja.udah yok lanjut"
"Udah ga usah pake ginian.biar adil kita tanya giliran aja.kan tinggal deni sama nara.biar adil aja.gausah pake ginian" bobby membuang botol kecap kosong itu entah kemana
"Iya iya betul.biar adil.sekarang kamu den." Yosep menyuruh deni
"Truth or dare" tanya gue
"Dare aja deh"
"Copot celana sama kaos lo.sisain boxerlo.lo jangan pake pakaian sampe jam 12."
"Anjing tega amat lo" jawab deni kesal
"salah siapa milih dare"
"Lo ko tega amat si les.cowok gue tu" widya berkata sambil menggigiti pinggiran jagung
"Diem lo.!!" Jawab gue
"Ih resek lo"
Kemudian deni malam ini duduk di karpet ino hanya dengan boxer warna kuning miliknya.dan bentuknya malam ini membuat gue dan anak anak lainya tertawa.termasuk pacarnya sendiri si widya.
"sekarang lo ni ra.truth or dare"
"Truth aja deh den.kalo dare,entar gue lo suruh telanjang lagi"
"Hahaha,yaudah.kenapa ko lo belum baik sama si yosep" tanya deni nakal
Pertanyaan deni membuat anak anak heboh dan tertawa.
"Wah dalem ni,dalem ni pertanyaanya.hahah" bobby tertawa cekikikan
"Wah pertanyaan lo den.parah" yosep ngedumel
"Ayo ra jawab dong.
"Kenapa ya.ga tau sih.cuma gue belum siap aja ngelakuin ciuman sama cowok"
Semua diam disini.suasana tiba tiba hening.
"Jawaban lo kerenan dikit kek ra" celetuk bobby
Anak anak pun lagi lagi dibuat tertawa oleh manusia setengah alien ini.
Disuasana yang penuh tawa ini gue terdiam dengan penuh pertanyaan di kepala gue.
Kenapa jawaban nara seperti itu.
Apa jawaban itu hanya untuk menutupi kejadian pagi itu.entahlah,yang jelas gue ga peenah tau jalan pemikiran seorang wanita.
Setelah permainan ini selesai.kita cuma nyanyi nyanyi dengan iringan gitar dari deni.
Sampai pada akhirnya waktu menunjukan jam 23.30 lebih beberapa detik.dan gue lihat deni sudah mulai memakai pakaianya.dan deni mengajak kita ke sebuah tempat.
"Na sekarang kita bukit sana yuk."
"Kemana,eh masih jam segini belom boleh lo pake baju" jelas bobby
"Masak iya kita keluar gue cuma boxeran gini"
"Kemana sih emangnya.udah ikut aja.namanya *********.bukit bukit gitu.gue ambil jaket dulu di kamar.sep mobil lo gue yang setir ya"
"Ooo,ok.gue ambil kunci dulu dikamar" balas yosep
Tiba tiba bobby menoyor kepala gue dan mengatakan sesuatu.
"Les,emang lo dulu suka sama risma ya.?"
"Lo to ye.bahas itu mulu"
"Jawab aja susah amat sih anjeng"
"Iya gue suka." Gue lalu berjalan untuk membuka gerbang villa ini.dan bobby masih aja ngintilin gue
"Kalo sekarang lo masih suka sama risma enggak?" tanya bobby
"Bob kan gue udah bilang tadi.dulu gue suka.sekarang ya enggak lah" jawab gue
Ternyata ketika gue menjawab pertanyaan dari bobby tadi.risma ternyata ada di deket gue.dia ada dibalik mobil.jarak pagar villa dan mobil ga ada 2 meter.dan otomatis suara apapun dari pagar dan di tempat risma sekarang berdiri pasti terdengar.
Gue liat risma menatap gue kesal dan dia berjalan meninggalkan gue
Aduh,,,,,,marah lagi,,,
"Hah monika.? Monika kenapa.?"
"Iya,tapi setelah gue kasih tau,gue harap lo jangan emosi.lo pastiin dulu"
"Iya santai.kenapa.? Dia selingkuh.?"
"Loh,,,lo udah tau??" Tanya yosep heran
"Enggak sih,gue nebak aja.emang iya ya.?"
"Pokoknya gini.apa yang gue omong nanti.lo pastiin dulu.bener monika cewek lo apa bukan"
"Iya kenapa.??"
"Gue barusan chat temen gue.gue chat dia tahun baruan kemana,dia bales ke jogja sama ceweknya.terus gue tanya.cewek lo yg mana.dia jawab adik kelas lo.terus gue tanya lagi.siapa namanya,dia jawab monika.terus gue tanya lagi.monika kelas berapa.dia jawab kelas 1.gitu les.gue cuma mau nyampein aja.gue juga ga tau,mungkin ada nama monika lagi selain cewek lo di kelas 1.pokoknya lo pastiin dulu bener apa bukan"
"Ohh gitu.coba sekarang lo chat temen lo.suruh dia foto ma ceweknya.terus lo suruh kirim ke lo biar gue tau"
"Ok ok les"
Gue liat disitu yosep sedang sibuk dengan handphonenya.dan selang beberapa waktu.
"Temen gue udah off les"
"Lo punya nomernya??"
"Ada les,gimana"
"Coba lo sms dia,suruh kirim fotonya
"Oh ok ok"
Yaudah gue masuk dulu sep.entar kalo udah lo kabarin gue ya.
Waktu itu jujur gue ga ada perasaan sakit hati ataupun gimana gimana.yang ada cuma perasaan emosi.karena gue benci banget yang namanya di boongin.tapi gue juga gatau,itu monika cewek gue atau bukan.
Setelah itu gue masuk ke kamar.gue masih mencoba ngebuat hati gue untuk ngerasa biasa biasa aja.
Terlihat satu pesan masuk dari monika
Quote:
Gue enggak mempedulikan smsnya.gue cuma anggep sms dari provider yg nawarin ringtone ga jelasnya.gue langsung rebahan dan mendengarkan lagu yang ada di handphone gue.seperti biasa,memejamkan mata,menghayalkan sesuatu dengan di iringi sebuah lagu bisa menambah mood dalam diri gue.dan ketika gue lagi asik melakukan kegiatan idola gue itu.ada yang menyubit perut gue.
Widya terlihat seperti mengatakan sesuatu.karena gue pasang earphone di kuping.otomatis gue ga denger apa apa.cuma gerakan mulut widya yang mangap mangap mirip ikan.lalu gue copot earphone di kuping gue.
"Ada apa wid?"
"Kebukti kan sekarang,.!!" Bentak widya
"Kebukti apaan??"
"Bener kan.monika maen sama cowok laen kan dibelakang lo"
Gur lalu menengok ke belakang dan menoleh memberi gerakan gue sedang mencari sesuatu
"Gue serius lesti.!!"
"Apaan sih wid santai dong.."
"Tauk ah.." widya kemudian pergi meninggalkan gue"
Setelah itu dateng yosep di datang tanpa mengatakan sesuatu.dia hanya menunjukan sebuah foto dimana sang cewek terlihat memeluk mesra cowoknya.dan cewek itu adalah monika.dia terlihat bahagia banget di foto itu.wajah yang selama ini ga gue temukan saat bersama gue.
"Sabar ya sob.gue tau perasaan lo"
"Hah kenapa gue.sante kali sep"
Tiba tiba dari luar kamar masuk temen temen gue yang lainya.seperi ingin mensupport gue.
"Aduh apa apaan ni.gue kenapa,??"
"Gue tau perasaan lo.makanya gue kesini anjing" kata bobby ke gue
"Gue ga kenapa napa kali.biasa aja kek"
"Sob.cewek bukan cuma monika doang ko"
"Ngomong apaan sih lo.udah ayo keluar,udah yok nonton film abis itu kita bakar bakar"
Gue berusaha menutupi apa yang gue rasain.perasaan gue sekarang agak berubah setelah melihat foto tadi.yang gue rasain waktu itu.hati gue seperti ingin menangis.tapi untungnya tuhan menciptakan hati tepat di dalam organ.supaya orang tidak bisa melihat apa yang sedang kita rasakan dan perasaan apa yang sedang kita rasa.
Sekarang ini gue dan anak anak sedang masak masak di teras depan.
Bobby dan deni sedang sibuk membakar jagung,yosep dan nara seperti sedang membuat bumbu bumbu.widya dan risma sedang membakar sate.
Dan gue..
Ga tau kenapa setiap kali gue ingin membantu salah satu dari mereka.selalu saja mereka menolak tawaran gue.
Gue tau mereka mungkin sedang membiarkan gue ga melakukan sesuatu karena gue sedang ada masalah.jadi mereka membiarkan gue dengan gitar gue duduk di kursi teras yang sedang gue duduki ini.
Sampai selang beberapa waktu akhirnya gue disuruh juga untuk mengambil karpet yang ada di kamar gue sama anak anak cowok dan karpet yang ada di kamar cewek cewek.
"Les,lo ambil karpet yang ada di kamar ya"
Suruh widya waktu itu
"Ok"
Gue pun langsung menuju ke kamar cewek cewek dulu.gue ambil karpet disitu dan gue taruh di teras.karena jujur karpet kamar di villa ini bener bener tebel dan berat banget pas di angkat.jadi gue bisa bawa 2 karpet sekaligus.
Lalu gue mengambil karpet yang ada di kamar gue dan anak anak.
Sewaktu gue menggulung karpet.gue pandangi handphone gue yang ada di meja.
Ingin gue rasanya menanyakan semuanya ke monika sekarang.tapi gue coba untuk menahan itu.gue harus berusaha kalo semua ini baik baik aja.gue harus ngrelain dia dan gur harus mengganggap kalo monika sekarang udah pergi dengan cowok barunya.dan menurut gue.di antara gue dan monika ga perlu ada lagi penjelasan.karena semuanya udah jelas.karena penjelasannya nanti hanya membuat gue makin sakit.
Makanan yang kita buat semuanya sudah matang.dan kita semua sudah ada di karpet.duduk seperti membentuk lingkaran dengan makanan ada di tengah tengah.
Dan ada sebuah macam api inggun kecil yang posisinya ada di belakang gue.
Setelah makan gue menuangkan kopi yang ada di ceret panas di dekat api unggun kecil di belakang gue.
"Bob jam berapa sekarang?" Tanya deni
"Masih jam 10an"
"Ngapain ni ya kita enaknya.jangan ada yang usul nonton film" deni ngomong cepat sekali disini
"Main truth or dare aja gimana." Usul widya
"Ah elo.sok bule lo.." ejek si bobby
Kami pun tertawa disitu melihat clotehan si bobby.
"Yaudah itu aja.mau ngapain lagi kita.masak iya kita main jelangkung"
"Yaudah deh,ayok" jawab bobby kesal
Akhirnya kita menyutujui permainan yang di usulkan widya.
Bobby kemudian memutar botol kecap di atas alas meja ruang tengah yang kita ambil.karena ga mungkin botol kecap ini bisa muter di karpet yang setebal ini.
Botol menunjuk ke arah bobby sendiri.
"Truth or dare.??"
"Truth aja deh"
"Masih suka sama risma ga?" Tanya deni spontan.karena posisi deni ada di depan bobby.
"Iya.masih.dikit" bobby menjawab tanpa ragu dengan muka tengilnya.
Kita pun semua tertawa dan menggoda risma malam itu.
"Wah gila.pertanyaanya gitu amat.enggak ikut ah gue" kata gue waktu itu dan berupaya kabur
"Eh katrok duduk lo.awas ya lo kabur kabur"
Widya memperingatkan gue dengan pisau di tangan kananya.
"Iya iya.sungokong" gue pun duduk lagi
Botol di putar kembali oleh bobby dan mengarah ke yosep.
"Truth or dare.?"
"Dare...eh truth aja truth." Jelas yosep ragu
"Kapan terakhir kali baik sama nara?" Tanya bobby kurang ajar
"Wah pertanyaanya ko gini sih. Gerutu yosep
"Harus di jawab dong"
"Dare aja deh dare" tawat yosep
"Ga bisa ga bisa.ga boleh curang sep.!!" Bobby mulai ngelawak banget malam ini
"Iya deh iya.gue belum pernah baik sama nara"
Anak anak terlihat tidak percaya dengan perkataan yosep.dan nara hanya malu malu menunduk dengan ejekan anak anak.
"Nara nara.kasih tu yosep.enak lo baik.beneran" bobby menjelaskan
Nara tidak menjawab apa apa.dan dia hanya menatap ke gue saat gue menatap nara disitu.lalu dia kembali menunduk.
Putaran ketika mengarah ke bobby lagi.
"Aduh ko gue lagi sih.puter ulang puter ulang"
Usul bobby
"Yee ga bisa anjeng.truth or dare"
"Dare aja deh sep.dare"
"Wuis keren abisin ni kecap.biar muternya kenceng entar" yosep memberikan botol kecap yang buat maen truth or dare malam ini.
"Wasuh.yaudah deh sini"
Bobby kemudian menenggaknya.
Ya,walaupun kecapnya sudah tidak full lagi.gue bisa bayangin disitu betepa eneg rasanya menenggak kecap.tapi wajah bobby tidak menunjukan rasa eneg.
"Segini doang ni.ada lagi ngak.nambah dong.hahahaha"
Lagi lagi orang kriting ini membuat kita tertawa.
Putaran selanjutnya mengarah ke widya
"Truth or dare?" Tanya bobby
"Dare" jawab widya tegas
"Lo ciuman sama deni di depan kita" bobby menyuruh widya sambil cekikikan.
Dan ga butuh lama widya mencium deni.ciuman yang luar biasa binalnya.
Kita semua di buat melonggo oleh tingkah widya dan deni.mereka seperti ga mau berhenti.
"Heh,udah udah" suruh gue waktu itu.
"Haha,kenapa pengen ya lu les?" Ejek deni
"Enggak,bosen aja ciuman mulu.lo berdua ML dong" goda gue.
"Yee,kurang ajar ni bencong" widya berkata sambil menjambak gue.
Botol pun akhirnya diputar.dan botolpun mengarah ke arah risma.
"Truth or dare.?" Tanya widya
"Truth"
"Siapa cowok paling keren di sekolah?"
"Ih ko gitu..."
"Dijawab risma,bukan ditawar" widya melotot
"Aduh siapa ya.." risma bingung disitu.
"Dijawab risma"
"Lesti.." risma kemudian menutupi mukanya dengan kedua tanganya.
Anak anakpun semua menggoda risma.terkecuali nara.karena dia hanya diam waktu itu.
"cie..cie..risma.." goda anak anak
"Jangan gitu dong.dulu ko itu.sekarang udah enggak" risma nampak malu malu disitu.
"Cie risma ngeles ni,ngeles ni" goda bobby
"Apaan sih lo bob" risma melempar jagung ke bobby.
"Udah udah,ayo lagi.lagian wajar ko cewek cewek naksir sama gue.ganteng gini" kata gue waktu itu
Anak anak kemudian melempari gue dengan kacang.
Botol kemudian diputar lagi dan menuju ke arah gue
"Truth or dare" tanya risma ke gue
"Truth." Jawab gue tegas
"Pas hari pertama masuk sekolah.siapa cewek pertama yang lo suka.?" Tanya risma
"Emmmm..."
Pandangan anak anak mengarah ke gue
"Risma" jawab gue pelan.
Semua seperti kaget mendengar jawaban gue.mereka belum berhenti memandang gue waktu itu.cuma risma yang tersenyum.kemudian dia melihat ke arah lain.
"Masa sih sob?"
"Iya bob"
"Tapi sekarang masih suka enggak?"
Tanya bobby
"Peraturanya kan satu pertanyaan aja.udah yok lanjut"
"Udah ga usah pake ginian.biar adil kita tanya giliran aja.kan tinggal deni sama nara.biar adil aja.gausah pake ginian" bobby membuang botol kecap kosong itu entah kemana
"Iya iya betul.biar adil.sekarang kamu den." Yosep menyuruh deni
"Truth or dare" tanya gue
"Dare aja deh"
"Copot celana sama kaos lo.sisain boxerlo.lo jangan pake pakaian sampe jam 12."
"Anjing tega amat lo" jawab deni kesal
"salah siapa milih dare"
"Lo ko tega amat si les.cowok gue tu" widya berkata sambil menggigiti pinggiran jagung
"Diem lo.!!" Jawab gue
"Ih resek lo"
Kemudian deni malam ini duduk di karpet ino hanya dengan boxer warna kuning miliknya.dan bentuknya malam ini membuat gue dan anak anak lainya tertawa.termasuk pacarnya sendiri si widya.
"sekarang lo ni ra.truth or dare"
"Truth aja deh den.kalo dare,entar gue lo suruh telanjang lagi"
"Hahaha,yaudah.kenapa ko lo belum baik sama si yosep" tanya deni nakal
Pertanyaan deni membuat anak anak heboh dan tertawa.
"Wah dalem ni,dalem ni pertanyaanya.hahah" bobby tertawa cekikikan
"Wah pertanyaan lo den.parah" yosep ngedumel
"Ayo ra jawab dong.
"Kenapa ya.ga tau sih.cuma gue belum siap aja ngelakuin ciuman sama cowok"
Semua diam disini.suasana tiba tiba hening.
"Jawaban lo kerenan dikit kek ra" celetuk bobby
Anak anak pun lagi lagi dibuat tertawa oleh manusia setengah alien ini.
Disuasana yang penuh tawa ini gue terdiam dengan penuh pertanyaan di kepala gue.
Kenapa jawaban nara seperti itu.
Apa jawaban itu hanya untuk menutupi kejadian pagi itu.entahlah,yang jelas gue ga peenah tau jalan pemikiran seorang wanita.
Setelah permainan ini selesai.kita cuma nyanyi nyanyi dengan iringan gitar dari deni.
Sampai pada akhirnya waktu menunjukan jam 23.30 lebih beberapa detik.dan gue lihat deni sudah mulai memakai pakaianya.dan deni mengajak kita ke sebuah tempat.
"Na sekarang kita bukit sana yuk."
"Kemana,eh masih jam segini belom boleh lo pake baju" jelas bobby
"Masak iya kita keluar gue cuma boxeran gini"
"Kemana sih emangnya.udah ikut aja.namanya *********.bukit bukit gitu.gue ambil jaket dulu di kamar.sep mobil lo gue yang setir ya"
"Ooo,ok.gue ambil kunci dulu dikamar" balas yosep
Tiba tiba bobby menoyor kepala gue dan mengatakan sesuatu.
"Les,emang lo dulu suka sama risma ya.?"
"Lo to ye.bahas itu mulu"
"Jawab aja susah amat sih anjeng"
"Iya gue suka." Gue lalu berjalan untuk membuka gerbang villa ini.dan bobby masih aja ngintilin gue
"Kalo sekarang lo masih suka sama risma enggak?" tanya bobby
"Bob kan gue udah bilang tadi.dulu gue suka.sekarang ya enggak lah" jawab gue
Ternyata ketika gue menjawab pertanyaan dari bobby tadi.risma ternyata ada di deket gue.dia ada dibalik mobil.jarak pagar villa dan mobil ga ada 2 meter.dan otomatis suara apapun dari pagar dan di tempat risma sekarang berdiri pasti terdengar.
Gue liat risma menatap gue kesal dan dia berjalan meninggalkan gue
Aduh,,,,,,marah lagi,,,
Diubah oleh bogiestuck 15-08-2017 10:46
jiyanq dan 2 lainnya memberi reputasi
3