- Beranda
- Stories from the Heart
Menunggu Cinta Yang Bernada Mayor
...
TS
bogiestuck
Menunggu Cinta Yang Bernada Mayor
Halo agan agan
Perkenankan peranakan newbie ini membagi cerita masa lalunya.
Setelah selama ini hanya bisa jadi silent reader,gue beranikan diri buat menuliskan cerita gue disini.
Ditunggu kritiknya ya.
Harap maklum dengan cara penulisan gue karena gue bukan penulis.
Daripada lama lama gue ngoceh ngak jelas gini.
Mending langsung meluncur kebawah aja gan.

Perkenankan peranakan newbie ini membagi cerita masa lalunya.
Setelah selama ini hanya bisa jadi silent reader,gue beranikan diri buat menuliskan cerita gue disini.
Ditunggu kritiknya ya.
Harap maklum dengan cara penulisan gue karena gue bukan penulis.
Daripada lama lama gue ngoceh ngak jelas gini.
Mending langsung meluncur kebawah aja gan.

Quote:
Quote:
Quote:
Quote:
Diubah oleh bogiestuck 21-04-2021 19:09
emineminna dan 12 lainnya memberi reputasi
13
143.1K
598
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
32.8KThread•52.8KAnggota
Tampilkan semua post
TS
bogiestuck
#88
Part 27
Gue terbangun dari tidur gue.gue liat jam menunjukan pukul 12.40
Gue ambil hp gue dan disitu tertera 2 panggilan masuk dari monika dan tidak ada pesan masuk.tanpa lama lama gue pun langsung menelfon monika.tapi telfon gue ga dijawab.gue coba lagi dan telfon gue ga dijawab.mungkin dia lagi sibuk dengan keluarganya.gue lalu melihat di meja kamar gue,gue cari cari siapa tau pesenan gue ke risma ada disitu.tapi gue ga melihat satupun makanan di meja kamar ini.gue keluar kamar.
Villa ini terasa sepi banget.gue coba teriak memanggil bobby dan tidak sahutan.gue coba keliling mencari satu persatu ruangan dan gue tidak menemukan satu manusiapun di villa ini.
Gue putuskan untuk mandi sholat dan membuat kopi untuk gue bawa ke teras depan villa.gue lihat mobil yosep terpakir gagah di parkiran.mungkin anak anak pada jalan kaki untuk membeli sesuatu di pasar.karena pasar di daerah sini cuma 10 menitan dari villa.
Gue bakar satu batang rokok dan gue seruput kopi pahit ini.dan ditengah suasana yg enak ini terdengar hp gue memberikan notif panggilan masuk.dan waktu gue liat,nama monika muncul di layar hp gue.
"Halo" gue membuka obrolan
"Kamu dari mana aja sih.jangan bilang baru bangun"
"Iya,semalem begadang sama anak anak"
"Ngapain aja emang semalem.?"
"Ngrobrol ngobrol aja ko"
"Awas kamu ya ngodain temen temen cewek kamu.!!"
"Ih,apaan sih.ada juga mereka yg godain aku.hahaha"
"Kamu ni iya,awas aja"
"Tiba tiba ko cemburuan ga jelas sih.makanya disini.tahun baru malah pulang kampung"
"Ya kan di ajak ortu sayang"
"Ih manggilnya ko sayang?"
"Loh kenapa? Ga suka??" Bentak monika
"Ya aneh aja,kemaren beb,sekarang yang,kadang kadang jelek.gimana sih"
"Yaudah,terus kamu pengenya dipanggil apa.?"
"Kalo ganteng aja gimana?"
"Ih pd banget kamu"
"Hahahah.."
Kita berdua pun ngomongin sana sini sampe telfon mati dengan sendirinya dan muncul satu pesan dari monika yg menjelaskan bahwa pulsanya habis dan dia menyuruh untuk saling membalas pesan saja waktu itu.sekitar jam 2 siang munculah temen temen gue dengan segala barang belanjaanya.
"Woi baru pulang,mana ni oleh olehnya"
"Oleh oleh ndasmu les.capek banget ni.bawain kek" pinta si bobby
"Hahaha,iya sini sini"
Gue pun lalu membawa plastik besar yang dibawa bobby.
"Tau gini mendingan tadi bawa mobil sep" keluh si bobby
"Ya kan kepikiranya tadi pas dipasar.rencananya kan cuma beli buah buah roti aja sama kecil kecilan aja.tapi masak iya kita ga makan nasi" terang yosep
"Kenapa ga dibantuin tu si bobby.tega amat"
Tanya gue waktu itu setelah gue taruh barang yang bobby bawa tadi.
"Jelasin tu den.hahahaha"
"Tadi gini les.kita bertiga niatnya mau bagi bagi ni barang.tapi bobby nantang taruhan.dia nantang siapa yg kalah hompimpa suruh bawa barang ini sendirian.gue udah nolak sama yosep.eh si bobby ngebet banget maksa buat taruhan yg dia pengen tadi.yaudah kita turutin.eh taunya dia yang kalah."
Deni menjelaskan sambil tertawa dan terkadang menoyor kepala si bobby yg lagi duduk di meja dengan keringatnya yg membasahi bajunya.
"Terus yang lainya pada kemana?" Tanya gue
"Cewek cewek.belum kelar katanya.entar mereka pulangnya gue jemput ko"
terang yosep.
"Laper ni gue.ada makanan enggak" tanya gue
"Lo sih tidur mulu,di bangunin tadi cuma jawab iya iya tapi tidur lagi.ni titipan dari risma.makanan.katanya pengen nasi padang lo.buruan lo makan" kata deni yang seperti lago mencari rokok di celananya
Gue pun lalu makan makanan yg dibelikan risma tadi.gue makan kaya orang kesetanan.maklum,waktu itu emang gue lagi laper banget.dan setelah makan gue mencoba sms si risma.
Dan ga perlu waktu lama ada pesan masuk di hp gue dan ternyata risma membalasnya
Setelah itu gue dan ketiga temen gue menghabiskan siang hari ini di teras dengan memainkan gitar dan menyenandungkan lagu.
--21.30--
"Enak ga les satenya" tanya widya
"Enak sih,tapi gue ga begitu suka sate"
"Lah,ga begitu suka ko ngomong enak"
"Ya biasa sih sebenernya.haha"
"Wuu dasar"
Kali ini gue cuma cowok sendiri disini.gue disuruh njagain 3 mahluk cantik ini di villa.karena bobby,yosep dan deni lagi beli cap orang tua.gue sebenernya mau ikut.cuman entah kenapa sun go kong widya ngelarang gue untuk ikut.gue disuruh jadi satpam.
ga tau si widya,bukanya nyuruh cowoknya,malah gue yang di suruh jadi satpam.sudah sejam lebih temen temen gue ga dateng.padahal di daerah pegunungan seperti ini harusnya banyak yang jual,tapi entah kenapa sampe sekarang mereka ga nyampek nyampek.padahal cewek cewek sudah selesai masak.
Mereka malam itu masak sate,tongseng dan nasi goreng.makanan yang sama sekali ga nyambung.tapi apa mau dikata namanya juga anak muda,yang ada apa ya sikat aja.
Gue memutuskan untuk nongkrong di teras waktu itu.sambil gitaran dan membakar rokok sembari menunggu anak anak datang.
Gue menyanyi lagu saosin waktu itu.
Tiba tiba muncul sosok cewek menggunakan jaket berwarna coklat duduk di sebelah gue.
Gue pun menghentikan lagu dan memandang cewek itu.
"Di lanjut aja les gapapa" dia berkata pelan
Cewek ini bener bener cantik dari sudut manapun.dari samping,dari depan,dari jauh,dari deket.pokoknya dari manapun. kecantikanya bener bener bikin jantunggue dag dig dug lagi.
"Ah iya," jawab gue
Gue pun menyanyikan lagu itu kembali.
Dan ketika lagu selesai gue nyanyikan
"Suara kamu bagus tau les,kenapa ga nyanyi aja" tanya dia
"Kalo gue nyanyi,vocalist gue apa kabar"
Dia diam sejenak dan menatap langit langit.
"Les,salah ga sih kalo orang yang udah punya pacar.punya perasaan baru di hatinya sama orang lain"
dia berkata dan masih menatap ke langit malam
"Perasaan tu enggak bisa salah dan ga bisa disalahin.menurut gue sih.kenapa emang"
"Gapapa ko,tanya aja.ga telfonan sama monika?"
"Udah tadi.hayo,pertanyaan gue ga dijawab.lo suka sama cowok lain ya.?"
Dia terdiam dan kali ini dia mamandang gue.tatapan yang sampe detik ini masih gue ingat.
"Iya,"
Gue terdiam disitu dan ga ngomong sepatah katapun.jujur waktu itu gue ngerasa canggung.gue ga berani bertanya apa apa lagi ke dia.gue atasi situasi ini dengan melanjutkan bermain gitar supaya gue ga kelihatan canggung di depan dia.
"Lesti,," panggil dia pelan
Gue ga menoleh ke dia.gue pura pura budeg dan gue petik lagi gitar ini lebih keras supaya gue terkesan ga dengar apa yg dia omong.
Kemudian dia hentikan senar senar yg gue petik dengan tanganya.
"Lesti,maaf kalo selama ini aku udah,,"
Perkataanya tiba tiba berhenti setelah sebuah mobil masuk ke teras villa ini.
Setelah itu dia berdiri dan meninggalkan gue.
bobby,deni,yosep turun dari mobil.dengan bungkusan plastik hitam yg berisi botol bobby mengarahkan ke gue.
"Abis ini,party kita coy.hahaha"
Kemudian hp gue bergetar dan ada sebuah sms masuk
Gue pun menoleh ke dalam villa.dan ternyata gue lihat risma disitu.
apa dia udah ada disitu waktu gue di luar tadi.pertanyaan itu muncul di hati gue.
gue lihat dia sedang tersenyum ke arah gue,lalu dia pergi dari tempatnya duduknya.
Dan Ketika gue mau memainkan lagu yang diminta risma,deni menarik gue
"Ayo makan dulu,ngamenya entaran"
Gue pun menaruh gitar di atas kursi panjang di dekat teras villa ini,lalu masuk untuk makan malam masakan yang di masak si widya,risma dan nara.
Gue ambil hp gue dan disitu tertera 2 panggilan masuk dari monika dan tidak ada pesan masuk.tanpa lama lama gue pun langsung menelfon monika.tapi telfon gue ga dijawab.gue coba lagi dan telfon gue ga dijawab.mungkin dia lagi sibuk dengan keluarganya.gue lalu melihat di meja kamar gue,gue cari cari siapa tau pesenan gue ke risma ada disitu.tapi gue ga melihat satupun makanan di meja kamar ini.gue keluar kamar.
Villa ini terasa sepi banget.gue coba teriak memanggil bobby dan tidak sahutan.gue coba keliling mencari satu persatu ruangan dan gue tidak menemukan satu manusiapun di villa ini.
Gue putuskan untuk mandi sholat dan membuat kopi untuk gue bawa ke teras depan villa.gue lihat mobil yosep terpakir gagah di parkiran.mungkin anak anak pada jalan kaki untuk membeli sesuatu di pasar.karena pasar di daerah sini cuma 10 menitan dari villa.
Gue bakar satu batang rokok dan gue seruput kopi pahit ini.dan ditengah suasana yg enak ini terdengar hp gue memberikan notif panggilan masuk.dan waktu gue liat,nama monika muncul di layar hp gue.
"Halo" gue membuka obrolan
"Kamu dari mana aja sih.jangan bilang baru bangun"
"Iya,semalem begadang sama anak anak"
"Ngapain aja emang semalem.?"
"Ngrobrol ngobrol aja ko"
"Awas kamu ya ngodain temen temen cewek kamu.!!"
"Ih,apaan sih.ada juga mereka yg godain aku.hahaha"
"Kamu ni iya,awas aja"
"Tiba tiba ko cemburuan ga jelas sih.makanya disini.tahun baru malah pulang kampung"
"Ya kan di ajak ortu sayang"
"Ih manggilnya ko sayang?"
"Loh kenapa? Ga suka??" Bentak monika
"Ya aneh aja,kemaren beb,sekarang yang,kadang kadang jelek.gimana sih"
"Yaudah,terus kamu pengenya dipanggil apa.?"
"Kalo ganteng aja gimana?"
"Ih pd banget kamu"
"Hahahah.."
Kita berdua pun ngomongin sana sini sampe telfon mati dengan sendirinya dan muncul satu pesan dari monika yg menjelaskan bahwa pulsanya habis dan dia menyuruh untuk saling membalas pesan saja waktu itu.sekitar jam 2 siang munculah temen temen gue dengan segala barang belanjaanya.
"Woi baru pulang,mana ni oleh olehnya"
"Oleh oleh ndasmu les.capek banget ni.bawain kek" pinta si bobby
"Hahaha,iya sini sini"
Gue pun lalu membawa plastik besar yang dibawa bobby.
"Tau gini mendingan tadi bawa mobil sep" keluh si bobby
"Ya kan kepikiranya tadi pas dipasar.rencananya kan cuma beli buah buah roti aja sama kecil kecilan aja.tapi masak iya kita ga makan nasi" terang yosep
"Kenapa ga dibantuin tu si bobby.tega amat"
Tanya gue waktu itu setelah gue taruh barang yang bobby bawa tadi.
"Jelasin tu den.hahahaha"
"Tadi gini les.kita bertiga niatnya mau bagi bagi ni barang.tapi bobby nantang taruhan.dia nantang siapa yg kalah hompimpa suruh bawa barang ini sendirian.gue udah nolak sama yosep.eh si bobby ngebet banget maksa buat taruhan yg dia pengen tadi.yaudah kita turutin.eh taunya dia yang kalah."
Deni menjelaskan sambil tertawa dan terkadang menoyor kepala si bobby yg lagi duduk di meja dengan keringatnya yg membasahi bajunya.
"Terus yang lainya pada kemana?" Tanya gue
"Cewek cewek.belum kelar katanya.entar mereka pulangnya gue jemput ko"
terang yosep.
"Laper ni gue.ada makanan enggak" tanya gue
"Lo sih tidur mulu,di bangunin tadi cuma jawab iya iya tapi tidur lagi.ni titipan dari risma.makanan.katanya pengen nasi padang lo.buruan lo makan" kata deni yang seperti lago mencari rokok di celananya
Gue pun lalu makan makanan yg dibelikan risma tadi.gue makan kaya orang kesetanan.maklum,waktu itu emang gue lagi laper banget.dan setelah makan gue mencoba sms si risma.
Quote:
Dan ga perlu waktu lama ada pesan masuk di hp gue dan ternyata risma membalasnya
Quote:
Setelah itu gue dan ketiga temen gue menghabiskan siang hari ini di teras dengan memainkan gitar dan menyenandungkan lagu.
--21.30--
"Enak ga les satenya" tanya widya
"Enak sih,tapi gue ga begitu suka sate"
"Lah,ga begitu suka ko ngomong enak"
"Ya biasa sih sebenernya.haha"
"Wuu dasar"
Kali ini gue cuma cowok sendiri disini.gue disuruh njagain 3 mahluk cantik ini di villa.karena bobby,yosep dan deni lagi beli cap orang tua.gue sebenernya mau ikut.cuman entah kenapa sun go kong widya ngelarang gue untuk ikut.gue disuruh jadi satpam.
ga tau si widya,bukanya nyuruh cowoknya,malah gue yang di suruh jadi satpam.sudah sejam lebih temen temen gue ga dateng.padahal di daerah pegunungan seperti ini harusnya banyak yang jual,tapi entah kenapa sampe sekarang mereka ga nyampek nyampek.padahal cewek cewek sudah selesai masak.
Mereka malam itu masak sate,tongseng dan nasi goreng.makanan yang sama sekali ga nyambung.tapi apa mau dikata namanya juga anak muda,yang ada apa ya sikat aja.
Gue memutuskan untuk nongkrong di teras waktu itu.sambil gitaran dan membakar rokok sembari menunggu anak anak datang.
Gue menyanyi lagu saosin waktu itu.
It's just like him
To wander off in the evergreen park
Slowly searching for any sign
Of the ones he used to love
To wander off in the evergreen park
Slowly searching for any sign
Of the ones he used to love
Tiba tiba muncul sosok cewek menggunakan jaket berwarna coklat duduk di sebelah gue.
Gue pun menghentikan lagu dan memandang cewek itu.
"Di lanjut aja les gapapa" dia berkata pelan
Cewek ini bener bener cantik dari sudut manapun.dari samping,dari depan,dari jauh,dari deket.pokoknya dari manapun. kecantikanya bener bener bikin jantunggue dag dig dug lagi.
"Ah iya," jawab gue
Gue pun menyanyikan lagu itu kembali.
Dan ketika lagu selesai gue nyanyikan
"Suara kamu bagus tau les,kenapa ga nyanyi aja" tanya dia
"Kalo gue nyanyi,vocalist gue apa kabar"
Dia diam sejenak dan menatap langit langit.
"Les,salah ga sih kalo orang yang udah punya pacar.punya perasaan baru di hatinya sama orang lain"
dia berkata dan masih menatap ke langit malam
"Perasaan tu enggak bisa salah dan ga bisa disalahin.menurut gue sih.kenapa emang"
"Gapapa ko,tanya aja.ga telfonan sama monika?"
"Udah tadi.hayo,pertanyaan gue ga dijawab.lo suka sama cowok lain ya.?"
Dia terdiam dan kali ini dia mamandang gue.tatapan yang sampe detik ini masih gue ingat.
"Iya,"
Gue terdiam disitu dan ga ngomong sepatah katapun.jujur waktu itu gue ngerasa canggung.gue ga berani bertanya apa apa lagi ke dia.gue atasi situasi ini dengan melanjutkan bermain gitar supaya gue ga kelihatan canggung di depan dia.
"Lesti,," panggil dia pelan
Gue ga menoleh ke dia.gue pura pura budeg dan gue petik lagi gitar ini lebih keras supaya gue terkesan ga dengar apa yg dia omong.
Kemudian dia hentikan senar senar yg gue petik dengan tanganya.
"Lesti,maaf kalo selama ini aku udah,,"
Perkataanya tiba tiba berhenti setelah sebuah mobil masuk ke teras villa ini.
Setelah itu dia berdiri dan meninggalkan gue.
bobby,deni,yosep turun dari mobil.dengan bungkusan plastik hitam yg berisi botol bobby mengarahkan ke gue.
"Abis ini,party kita coy.hahaha"
Kemudian hp gue bergetar dan ada sebuah sms masuk
Quote:
Gue pun menoleh ke dalam villa.dan ternyata gue lihat risma disitu.
apa dia udah ada disitu waktu gue di luar tadi.pertanyaan itu muncul di hati gue.
gue lihat dia sedang tersenyum ke arah gue,lalu dia pergi dari tempatnya duduknya.
Dan Ketika gue mau memainkan lagu yang diminta risma,deni menarik gue
"Ayo makan dulu,ngamenya entaran"
Gue pun menaruh gitar di atas kursi panjang di dekat teras villa ini,lalu masuk untuk makan malam masakan yang di masak si widya,risma dan nara.
the one
jiyanq dan 2 lainnya memberi reputasi
3
