- Beranda
- Stories from the Heart
Menunggu Cinta Yang Bernada Mayor
...
TS
bogiestuck
Menunggu Cinta Yang Bernada Mayor
Halo agan agan
Perkenankan peranakan newbie ini membagi cerita masa lalunya.
Setelah selama ini hanya bisa jadi silent reader,gue beranikan diri buat menuliskan cerita gue disini.
Ditunggu kritiknya ya.
Harap maklum dengan cara penulisan gue karena gue bukan penulis.
Daripada lama lama gue ngoceh ngak jelas gini.
Mending langsung meluncur kebawah aja gan.

Perkenankan peranakan newbie ini membagi cerita masa lalunya.
Setelah selama ini hanya bisa jadi silent reader,gue beranikan diri buat menuliskan cerita gue disini.
Ditunggu kritiknya ya.
Harap maklum dengan cara penulisan gue karena gue bukan penulis.
Daripada lama lama gue ngoceh ngak jelas gini.
Mending langsung meluncur kebawah aja gan.

Quote:
Quote:
Quote:
Quote:
Diubah oleh bogiestuck 21-04-2021 19:09
emineminna dan 12 lainnya memberi reputasi
13
143.1K
598
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
32.8KThread•52.8KAnggota
Tampilkan semua post
TS
bogiestuck
#65
Part 22
Angin malam kota semarang kali ini tidak seperti biasanya.terasa dingin sampai membuat gue terkadang menggigil.padahal kota ini terkenal dengan panasnya.dan kenapa dengan angin dan cuaca yang tidak jelas begini cewek yang duduk dibelakang gue ini menggunakan celana sependek ini.untungnya flannell gue bisa menutupi bagian tubuh yg dibuat terbuka oleh celana yang dipakainya.
Di sepanjang jalan kita berdua tidak mengeluarkan satu kata pun.dan wanita di belakang gue hanya menutupu pahanya dengan flannell yg terkadang terangkat oleh hempasan angin malam ini.
Gue pun akhirnya sampai dirumah cewek yg ada di jok belakang vespa gue.
Dia enggak untuk turun,dan gue pun juga.
Suasananya begitu canggung.tidak ada lagi pikiran untuk menggoda dia dengan rayuan rayuan alay dari gue.dan tidak ada ekspresi manja dan centil yg dibuat buat cewek yg ada dibelakang gue sekarang.hampir 5 menit gue dan dia hanya duduk di vespa dengan keadaan vespa gue yg sudah gue matikan mesinya.dan sekali lagi,ego cewek selalu bisa membuat para pria memilih untuk menurunkan ego dan mengatakan peemitaan maaf yg kadang sang pria tidak melakukan sesuatu yang salah.
"Turun gih.udah sampe rumah.buruan masuk"
"Enggak,aku ga mau turun" jawab dia singkat
"Kamu ko marah?" Tanya gue sambil melepaskan helm
"Ya jelaslah aku marah.siapa kamu ngatur ngatur aku.nyeret aku dan ngajak aku pulang di depan temen aku tadi.siapa lo les?"
Setelah itu di turun dan berdiri didepan gue yg lagi duduk di vespa gue waktu itu.
Jujur gue kaget dengan perkataan monika.gue ga pernah nyangka dia bisa mengatakan hal semacam itu.monika yang selama ini gue kenal itu selalu senyum,ramah dan ga pernah yang namanya ngebentak gue seperti ini.
Apa mungkin gue udah keterlaluan?
Pertanyaan itu yg muncul di dalam otak gue.
Gue ga bisa ngomong apa apa waktu itu.
Bener kata monika.gue yg keterlaluan disini.gue bukan siapa siapa dia.dan gue ga berhal ngatur ngatur dia seperti perlakuan gue tadi.
"Kenapa malah diem.? Udah tau siapa yang salah? Kamu enggak berhak les ngatur ngatur aku?"
Monika berkata dengan nada yg agak tinggi.gue lihat emosi besar diwajahnya.
Dan untuk kesekian kalinya.gue hanya bisa diam dan tidak bisa berbuat apa apa.gue ga berani menatap wajahnya saat dia ngomong waktu itu.
"Ngomong les,ngomong.!! Kamu punya mulut kan"
Gue hanya bisa diam disitu.gue akuin gue salah.tapi entah kenapa gue merasa gue ga bersalah disitu.justru malah niat gue baik.
Ga tau kenapa gue agak marah ketika cowok memandangi monika.gue ngerasaain sesuatu di hati gue.
"Lesti,kalo alesan kamu begini cuma karena aku pake celana ini berarti ada sesuatu dong. kenapa kamu bisa sampek begini.kamu ngomong dong les,ngomong.!!!"
Kali ini suara monika semakin meninggi.dan gue takut suara monika bisa membuat tetanga tetangga tahu.gue putuskan untuk menutup mulutnya yang sedang bisacara.dan begitu dia diam gue tarik tangan gue.dan gue dekatkan wajah gue di depan wajahnya sekitar 30cm.
"Aku ga suka kamu pake celana itu.makanya aku anter kamu pulang"jawab gue dengan suara yang agak terbata bata
"Iya,terus yg lo benci ketika gue pake celana ini kenapa" gue liat masih membentak gue.
"Gue ga mau mon.kamu dilihatin cowok cowok pake celana itu"
"Ya tapi kan lo ga berhak les narik gue macem tadi.siapa kamu les.pacar bukan ko ngatur ngatur gue harus gimana"
"Yaudah kalo gitu,lo mau ga pacaran sama gue?"
Gue jawab dengan spontan lagi.mulut gue spontan bergerak dengan di iringi dorongan nada dari kerongkongan gue.
"Apa les kamu ngomong apa?" Tanya monika dengan ekspresi kaget
"Kamu mau ga pacaran sama aku monika.!!"
"Kamu serius les..?"
"Iya aku serius"
"Aaa...aku enggak bisa les"
monika menjawab permintaan gue dengan wajah yang tertunduk.isi kepala gue seakan pecah.organ organ dalam tubuh gue seaakan keluar perlahan dari tubuh gue dengan sendirinya.sejenak waktu seakan berhenti.tapi yang paling terasa adalah rasa sakit di hati gue.rasa sakit yg mendalam dengan campuran rasa malu yg dihujani rasa sesal.
"Oke deh mon kalo gitu.makasih ya.gue pulang dulu"
jawab gue sembari memasang helm gue
Gue lihat monika cuma terdiam melihat gue waktu itu.dan untuk pertama kalinya gue ditolak cewek.cewek yang ga gue suka sebenernya.tapi cewek inilah yg bisa ngebuat emosi gue narik turun.cewek yg bisa ngebuat gue nganggep dia biasa aja,tapi terkadang dia bisa berubah menjadi luar biasa.cewek yang ga pernah gue anggep ada ketika dia ada di sekitar gue,tapi dia selalu menggambil sekeping perasaan rindu dari gue.
Gue lalu menghidupkan vespa ini dengan perasaan yg bisa dibilang kacau.dan dia masih berdiri dengan silangan tangan di depan dadanya.
Kali ini dia melihat gue dengan pandangan yg amat tajam.tapi gue mencoba untuk tetap menjaga sikap gue agar tidak grogi di depanya.
"Yuk mon duluan" pamit gue waktu itu
Dan ketika gue tarik kopling vespa gue.tiba tiba si monika berkata
"Turun kamu sekarang"
"Ada apa lagi sih.gue mau ni mon" gerutu gue
"Pokoknya turun dulu" ajak monika
Akhirnya pun gue turun dari motor.dan ketika gue sudah turun dari motor.tiba tiba monika memeluk gue dengan sangat erat dan dia berbisik di telinga.
akhirnya kamu ngomong itu juga les
Gue lihat senyum di wajahnya yg merah merona waktu itu.dan gue pun segera melepasnya.karena di depan rumah orang ga mungkin gue dan monika bisa berpelukan seperti ini.
"Yaudah yuk masuk dulu beb" ajak monika
"Idih...udah berani panggil beb.yaudah yuk"
Monika menggenggam tangan gue ketika masuk dirumah yg besar dan jarang penghuni seperti ini.
"Kamu duduk sini dulu ya beb" suruh si monika
"Hah,kamu mau kemana"
"Ganti celana lah,entar kamu marah beb" jelas monika
"Ya kalo adanya cuma aku doang.kamu wajib pake celana model gitu.tapi kalo di luar jangan.masak iya cowoknya diem kalo liat ceweknya di liatin sama cowok" jawab gue tengil
"Wuuu maunya,,dasar" kata monika sambil menjulurkan lidahnya
Di sepanjang jalan kita berdua tidak mengeluarkan satu kata pun.dan wanita di belakang gue hanya menutupu pahanya dengan flannell yg terkadang terangkat oleh hempasan angin malam ini.
Gue pun akhirnya sampai dirumah cewek yg ada di jok belakang vespa gue.
Dia enggak untuk turun,dan gue pun juga.
Suasananya begitu canggung.tidak ada lagi pikiran untuk menggoda dia dengan rayuan rayuan alay dari gue.dan tidak ada ekspresi manja dan centil yg dibuat buat cewek yg ada dibelakang gue sekarang.hampir 5 menit gue dan dia hanya duduk di vespa dengan keadaan vespa gue yg sudah gue matikan mesinya.dan sekali lagi,ego cewek selalu bisa membuat para pria memilih untuk menurunkan ego dan mengatakan peemitaan maaf yg kadang sang pria tidak melakukan sesuatu yang salah.
"Turun gih.udah sampe rumah.buruan masuk"
"Enggak,aku ga mau turun" jawab dia singkat
"Kamu ko marah?" Tanya gue sambil melepaskan helm
"Ya jelaslah aku marah.siapa kamu ngatur ngatur aku.nyeret aku dan ngajak aku pulang di depan temen aku tadi.siapa lo les?"
Setelah itu di turun dan berdiri didepan gue yg lagi duduk di vespa gue waktu itu.
Jujur gue kaget dengan perkataan monika.gue ga pernah nyangka dia bisa mengatakan hal semacam itu.monika yang selama ini gue kenal itu selalu senyum,ramah dan ga pernah yang namanya ngebentak gue seperti ini.
Apa mungkin gue udah keterlaluan?
Pertanyaan itu yg muncul di dalam otak gue.
Gue ga bisa ngomong apa apa waktu itu.
Bener kata monika.gue yg keterlaluan disini.gue bukan siapa siapa dia.dan gue ga berhal ngatur ngatur dia seperti perlakuan gue tadi.
"Kenapa malah diem.? Udah tau siapa yang salah? Kamu enggak berhak les ngatur ngatur aku?"
Monika berkata dengan nada yg agak tinggi.gue lihat emosi besar diwajahnya.
Dan untuk kesekian kalinya.gue hanya bisa diam dan tidak bisa berbuat apa apa.gue ga berani menatap wajahnya saat dia ngomong waktu itu.
"Ngomong les,ngomong.!! Kamu punya mulut kan"
Gue hanya bisa diam disitu.gue akuin gue salah.tapi entah kenapa gue merasa gue ga bersalah disitu.justru malah niat gue baik.
Ga tau kenapa gue agak marah ketika cowok memandangi monika.gue ngerasaain sesuatu di hati gue.
"Lesti,kalo alesan kamu begini cuma karena aku pake celana ini berarti ada sesuatu dong. kenapa kamu bisa sampek begini.kamu ngomong dong les,ngomong.!!!"
Kali ini suara monika semakin meninggi.dan gue takut suara monika bisa membuat tetanga tetangga tahu.gue putuskan untuk menutup mulutnya yang sedang bisacara.dan begitu dia diam gue tarik tangan gue.dan gue dekatkan wajah gue di depan wajahnya sekitar 30cm.
"Aku ga suka kamu pake celana itu.makanya aku anter kamu pulang"jawab gue dengan suara yang agak terbata bata
"Iya,terus yg lo benci ketika gue pake celana ini kenapa" gue liat masih membentak gue.
"Gue ga mau mon.kamu dilihatin cowok cowok pake celana itu"
"Ya tapi kan lo ga berhak les narik gue macem tadi.siapa kamu les.pacar bukan ko ngatur ngatur gue harus gimana"
"Yaudah kalo gitu,lo mau ga pacaran sama gue?"
Gue jawab dengan spontan lagi.mulut gue spontan bergerak dengan di iringi dorongan nada dari kerongkongan gue.
"Apa les kamu ngomong apa?" Tanya monika dengan ekspresi kaget
"Kamu mau ga pacaran sama aku monika.!!"
"Kamu serius les..?"
"Iya aku serius"
"Aaa...aku enggak bisa les"
monika menjawab permintaan gue dengan wajah yang tertunduk.isi kepala gue seakan pecah.organ organ dalam tubuh gue seaakan keluar perlahan dari tubuh gue dengan sendirinya.sejenak waktu seakan berhenti.tapi yang paling terasa adalah rasa sakit di hati gue.rasa sakit yg mendalam dengan campuran rasa malu yg dihujani rasa sesal.
"Oke deh mon kalo gitu.makasih ya.gue pulang dulu"
jawab gue sembari memasang helm gue
Gue lihat monika cuma terdiam melihat gue waktu itu.dan untuk pertama kalinya gue ditolak cewek.cewek yang ga gue suka sebenernya.tapi cewek inilah yg bisa ngebuat emosi gue narik turun.cewek yg bisa ngebuat gue nganggep dia biasa aja,tapi terkadang dia bisa berubah menjadi luar biasa.cewek yang ga pernah gue anggep ada ketika dia ada di sekitar gue,tapi dia selalu menggambil sekeping perasaan rindu dari gue.
Gue lalu menghidupkan vespa ini dengan perasaan yg bisa dibilang kacau.dan dia masih berdiri dengan silangan tangan di depan dadanya.
Kali ini dia melihat gue dengan pandangan yg amat tajam.tapi gue mencoba untuk tetap menjaga sikap gue agar tidak grogi di depanya.
"Yuk mon duluan" pamit gue waktu itu
Dan ketika gue tarik kopling vespa gue.tiba tiba si monika berkata
"Turun kamu sekarang"
"Ada apa lagi sih.gue mau ni mon" gerutu gue
"Pokoknya turun dulu" ajak monika
Akhirnya pun gue turun dari motor.dan ketika gue sudah turun dari motor.tiba tiba monika memeluk gue dengan sangat erat dan dia berbisik di telinga.
akhirnya kamu ngomong itu juga les
Gue lihat senyum di wajahnya yg merah merona waktu itu.dan gue pun segera melepasnya.karena di depan rumah orang ga mungkin gue dan monika bisa berpelukan seperti ini.
"Yaudah yuk masuk dulu beb" ajak monika
"Idih...udah berani panggil beb.yaudah yuk"
Monika menggenggam tangan gue ketika masuk dirumah yg besar dan jarang penghuni seperti ini.
"Kamu duduk sini dulu ya beb" suruh si monika
"Hah,kamu mau kemana"
"Ganti celana lah,entar kamu marah beb" jelas monika
"Ya kalo adanya cuma aku doang.kamu wajib pake celana model gitu.tapi kalo di luar jangan.masak iya cowoknya diem kalo liat ceweknya di liatin sama cowok" jawab gue tengil
"Wuuu maunya,,dasar" kata monika sambil menjulurkan lidahnya
mulai hari itu gue percaya
Bahwa cinta itu ga bisa di atur kapan datangnya dan kapan perginya
Bahwa cinta itu ga bisa di atur kapan datangnya dan kapan perginya
Diubah oleh bogiestuck 30-07-2017 04:27
jiyanq dan 2 lainnya memberi reputasi
3