Kaskus

Story

glitch.7Avatar border
TS
glitch.7
Sonne Mond und Stern
die SONNE der MOND und der STERN




Cerita ini tak lagi sama
Meski hatimu selalu di sini
Mengertilah bahwa ku tak berubah
Lihat aku dari sisi yang lain
Bersandar padaku, rasakan hatiku
Bersandar padaku


Dan diriku bukanlah aku tanpa kamu tuk memelukku
Kau melengkapiku, kau sempurnakan aku

Waktu yang telah kita lalui
Buatmu jadi lebih berarti
Luluhkan kerasnya dinding hati
Engkaulah satu yang aku cari
Bersandar padaku, rasakan hatiku
Bersandar padaku


Dan diriku bukanlah aku tanpa kamu tuk memelukku
Kau melengkapiku, kau sempurnakan aku

Dan diriku bukanlah aku tanpa kamu menemaniku
Kau menenangkanku,Kau melegakan aku.


Tak Lagi Sama - Noah


Spoiler for Cover Stories:


JAGALAH SOPAN-SANTUN ANDA DALAM BERKOMENTAR, KARENA 95% TOKOH DISINI IKUT MEMBACA


Masa ini adalah lanjutan dari sebuah Masa yang Paling Indahdan lanjutan dari sebuah cerita Love in Elegy yang pernah Gua tulis di Forum ini.


Quote:


Versi PDF Dua Thread Sebelumnya :

Masa yang Paling Indah
Credit thanks to Agan njum26

Love in Elegy
Credit thanks to Agan redmoon97


Sonne Mond und Stern
*mulustrasi karakter dalam cerita ini


Quote:

*thanks to my brother in law yang bantu index dan update selama gua mudik
Polling
Poll ini sudah ditutup. - 239 suara
Siapakah pendamping Eza sebenarnya ?
Sherlin Putri Levanya
55%
Franziska Luna Katrina
17%
Giovanna Almira
28%
Diubah oleh glitch.7 08-01-2022 09:16
pulaukapokAvatar border
chamelemonAvatar border
ezzasukeAvatar border
ezzasuke dan 126 lainnya memberi reputasi
123
1.9M
8.8K
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
Stories from the Heart
KASKUS Official
32.8KThread52.8KAnggota
Tampilkan semua post
glitch.7Avatar border
TS
glitch.7
#1750
I'm not Psycho.. I just like Psychotic Things


Quote:


***



Back to the day after tomorrow...

Gua duduk diatas lantai dingin dan kotor dalam ruangan yang sangat sempit karena jumlah tahanan di dalam ruangan ini cukup banyak. Gua menoleh ke kiri ketika sebuah tepukan pada bahu gua cukup mengangetkan.

"Bang... Tuh ada temennya, hehehe...", ucap seorang tahanan yang berperawakan kurus dan baru gua kenal tadi siang.

Gua melirik kedepan, mencoba melihat seseorang dari balik jeruji besi yang berjalan kearah sel ini.

"Reza..", ucap lelaki yang berseragam cokelat sambil membuka kunci pintu.

"Ada apa Gus ?", gua berdiri dan menghampiri pintu yang belum terbuka.

Gusmen memberitahukan ada tamu yang ingin menjenguk dan bertemu dengan gua, tapi dia tidak ingin mengatakan siapa orang tersebut. Gua berjalan keluar sel mengikutinya dari belakang setelah kedua tangan ini terborgol dengan aman. Kami berdua sampai di ruangan yang tadi pagi menjadi tempat gua di introgasi. Gusmen melangkah ke kanan, dan saat itulah gua melihat dua orang wanita yang sedang duduk diatas kursi lipat bersebalahan dengan posisi membelakangi gua.

Gua menelan ludah dan lambat laun nyali gua menciut. Gua menendang pelan kaki Gusmen sambil melotot kepadanya. Dia hanya cengegesan sambil menaikkan kedua bahunya, Gua gak tau apa-apa, seolah-olah begitulah yang ia ingin sampaikan.

Gua menghela nafas pelan setelah sebelumnya menghirup udara dalam-dalam, mengumpulkan keberanian menghadapi eksekusi yang lebih menyeramkan dari apa yang gua bayangkan... Kampret sekampret-kampretnya punya sahabat juga saudara satu itu, Gusmen kurang ajar gak bisa kerjasama.

"Za!"
"Mas..!".

Ucap kedua wanita itu berbarengan ketika gua sudah berjalan menghampiri dan berdiri tepat dibelakang mereka. Gua tertunduk dan mencoba menetralisirkan ketakutan dalam hati ini.

Bruukk...Ibu langsung memeluk gua dan pecah sudah tangisnya.

Shitt happen here dude... I'm not crying... I'm not... I'm NOT!!! Okey whatever... Honestly my tears come out and fuck the whole life...

"Maaf Bu...", ucap gua lirih dalam tangis ini.

Tidak ada kalimat apapun yang gua dengar selain tangisnya dalam pelukan. Gua tidak bisa membalas pelukannya karena borgol yang masih mengikat kedua pergelangan tangan ini. Suara isak tangis Ibu semakin terdengar memenuhi ruangan dan semakin terdengar lagi suara isak tangis dari wanita di sampingnya, Mba Yu berdiri sambil menutupi mulutnya dengan kedua tangan dengan derai air mata yang sudah tertumpah.

Tetes demi tetes air mata gua membasahi pakaian Ibu. Tubuh gua bergetar... Oh My God, can you skip this fuckin moment ? Please.

Entah sudah berapa lama Ibu memeluk gua sampai akhirnya kami berhenti mengeluarkan tetes airmata masing-masing. Sekarang Ibu menatap wajah gua dengan ekspresi yang... You know guys... What happen if your mommy saw her son like what I'm doing...

"Sabar ya, Za... Ibu pasti melakukan apapun demi membebaskan kamu...", ucapnya dengan suara serak.

Gua menggelengkan kepala lalu menyandarkan kening ini ke bahunya. "Aku pantas nerima semua ini Bu, aku bertindak dengan menyalahi aturan, dan biar aku mempertanggungjawabkannya sendiri... Aku cuma mau minta maaf... Maafin Eza, Bu... Tolong maafin aku dengan ikhlas...", ucap gua dengan menahan emosi kalut yang masih menyelimuti hati ini.

Kedua tangannya kembali memeluk punggung gua, belai lembut kasih Ibu gua itu terasa menenangkan. Sudah lama rasanya gua tidak menerima pelukannya.

"Ibu maafin kamu, Za... Kamu adalah anak Ibu... Eza jangan menangis lagi ya, Nak...".

Selesai... Gua tidak bisa menahan lagi tangis ini, runtuh lagi pertahanan gua karena kalimat terakhirnya. I'm so sorry Mom...

Gua tidak perlu melanjutkan momen diatas, sedih rasanya mengingat kebodohan yang pernah gua lakukan. Singkat cerita kini gantian Mba Yu yang berdiri dihadapan gua.

Plaakk.. sebuah tamparan yang tidak terlalu keras namun cukup membuat pipi gua merasakan perih.

"Keterlaluan kamu, Mas!!", teriak Mba Yu dengan airmata yang kembali tertumpah.

"Maafin, aku Mba.. Maaf soal suami kamu...", jawab gua tanpa berani menatap wajahnya.

Bruukk.. Mba Yu memeluk gua dan menangis dalam pelukan.

"Aku gak perduli sama dia, Mas... Aku gak perduli... Aku khawatir sama kamu.. Aku gak mau kamu sampai beginiiiiii....hiks hiks.. hiks.. hiks...".

"Aku tau semua ini salah dan gak seharusnya bertindak senekat itu... Maafin aku...".

Mba Yu memundurkan tubuhnya dan kedua tangannya memegang kedua telapak tangan gua. "Seharusnya aku gak cerita sama kamu... Maafin aku juga udah membuat keadaannya sekacau ini, Mas..", Mba Yu tertunduk sesaat, lalu kembali menatap gua. "Aku udah ketemu Feri di rumah sakit, dan aku akan tuntut dia balik atas perlakuan kasarnya selama ini ke aku, dan... Dan Mey juga akan menjadi salah satu pelapor sebagai korban...", lanjutnya.

Gua terkejut mendengar ucapannya. Mey ? Kok bisa ? Gua fikir dia udah pergi...

"Za, kasusnya belum P dua satu, sebelum itu semuanya bisa terjadi, Za, berdo'a dan berharap juga kalo Feri mau mencabut laporannya, dan ehm... Temen lu yang namanya Ryo juga tadi siang datang kesini dengan empat orang pengacara..", timpal Gusmen yang sudah berdiri disamping gua.

"Semuanya belum berakhir, Mas.. Kamu masih punya kesempatan untuk bebas... Aku yakin...", lanjut Mba Yu.

"Mba.. Kamu tau kenapa aku ngelakuin ini semua ?", tanya gua pelan.

Dia mengangguk cepat dengan menahan lagi tangisnya.

"Aku udah pernah mengecewakan kamu, dan Feri berjanji untuk membuat kamu bahagia.. Tapi apa yang kamu terima ternyata diluar dugaan aku. Aku fikir kalo dia hanya selingkuh, mungkin aku gak akan senekat ini.. Tapi perlakuan kasarnya itu gak pantas kamu terima... Sekalipun aku dan dia sama-sama pernah selingkuhin kamu...".

"Apa ? Kamu ? Pernah selingkuhin aku ?! Kapan ?!", tiba-tiba saja Mba Yu sadar akan ucapan gua yang bablas.

Oh goddamit... Melow sih melow, tapi ya gak pake keceplosan juga kampret!!!

"Eh... Itu ehm.. Itu da lama kok, dulu banget, udah lama beneran.. Udah lama...", jawab gua dengan ekspresi yang ngawur.

Kyuuuutttt....

"Waaaadaaaawwwww.... Ampppuuunn Mbaaaa...".

Pahamlah ya doi ngapain ke pinggang gua...

"Wong gendeng! Samanya lu juga coeg!", timpal Gusmen lagi sambil menoyor kepala gua dari samping.

"Hehehe.. Udah lama euy... Ampun ampun...", gua terkekeh pelan sambil melirik kepada Gusmen dan Mba Yu lagi.

Wajahnya yang gua kangenin kembali terlihat. Ya wajah cemberut dan gemesin itu... Bibirnya yang manyun dengan mata yang sedikit bengkak karena menangis. Ah Mba Yu.. Kangen aku sama kamu. Eh...

"Mas... Sabar dulu ya, aku udah titip kamu ke Gusmen dan Rekti untuk jagain kamu selama disini.. Kamu tenang ya, Mas...", ucap Mba Yu kali ini dengan senyuman yang manis.

Gua mengangguk cepat. "Iya, gak apa-apa, tenang aja kamu Mba... Mmm Ibu juga gak usah terlalu khawatir.. Aku gak ada masalah di dalam sana dengan tahanan lain", ucap gua sambil melirik kearah luar ruangan.

Mba Yu kembali memeluk gua dan meminta maaf. Gua tersenyum kepada Ibu ketika Mba Yu menyandarkan kepalanya ke bahu ini.

"Mba.. Kamu sama Feri...", ucapan gua tertahan.

"Aku udah menuntut cerai, Mas...".


Dan terjadi lagi...
Kisah lama yang terulang kembali
Kau terluka lagi dari cinta rumit yang kau jalani
Aku ingin kau merasa...
Kamu mengerti, aku mengerti kamu
Aku ingin kau sadari, cintamu bukanlah dia

Dengar
'Mba Yu Ku...'
Suara hati ini memanggil namamu
Karena separuh aku... menyentuh laramu
Semua lukamu telah menjadi lirihku
karena separuh aku...

Separuh Aku - Noah
Diubah oleh glitch.7 26-07-2017 12:14
fatqurr
kadalbuntingzzz
kadalbuntingzzz dan fatqurr memberi reputasi
3
Ikuti KASKUS di
© 2026 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved.