Kaskus

Story

bogiestuckAvatar border
TS
bogiestuck
Menunggu Cinta Yang Bernada Mayor
Halo agan agan
Perkenankan peranakan newbie ini membagi cerita masa lalunya.
Setelah selama ini hanya bisa jadi silent reader,gue beranikan diri buat menuliskan cerita gue disini.
Ditunggu kritiknya ya.
Harap maklum dengan cara penulisan gue karena gue bukan penulis.
Daripada lama lama gue ngoceh ngak jelas gini.
Mending langsung meluncur kebawah aja gan.


Menunggu Cinta Yang Bernada Mayor

Quote:


Quote:




Quote:



Quote:
Diubah oleh bogiestuck 21-04-2021 19:09
indrag057Avatar border
adinesseAvatar border
emineminnaAvatar border
emineminna dan 12 lainnya memberi reputasi
13
142.9K
598
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
Stories from the Heart
KASKUS Official
32.7KThread52.1KAnggota
Tampilkan semua post
bogiestuckAvatar border
TS
bogiestuck
#56
Part 20
Gue lihat yosep menatap gue dengan tatapan tajamnya.dan gue melihat nara yg sedang menunduk seperti takut melihat gue yg sedang berdiri sendiri disini.
Kalo memang yosep marah dengan ini.gue siap menerima apapun resikonya.kalaupun nanti yosep memukul gue,gue terima dan ga akan gue balas apapun.gue akui gue yg salah disini.karena yosep adalah cowok dari cewek yg ada di depan mata gue sekarang.

"Les.!!" Yosep menatap gue serius

"Gini sep.." omongan gue yg belum selesai dipotong begitu saja oleh yosep.kemudian dia mendorong gue dan berkata

"Anjing lo,ultah ga bilang bilang.ditraktir ni gue ceritanya sama nara.banyak duit lo.hahahah"

Jujur gue bingung disitu,gue ga ngerti apa yg di omong yosep.apa mungkin nara menutupi semuanya dengan alasan gue bakal nraktir mereka berdua.entahlah,yg jelas gue bingung.hal yg harus gue lakuin saat itu ada mengimuti alur omongan si yosep biar dia ga tau tujuan gue sebenernya cuma pergi berdua dengan nara.

"Ohh itu,iya iya.ni anak anak bentar lagi juga sini ko sep" nara menatap gue waktu itu.

"Anak anak mau kesini juga?wah bagus deh.biar rame sekalian."sahut nara

"Iya abis ini kesini semua" jawab gue datar

"Yaudah yuk kita duduk dulu"ajak yosep
Nara hanya mengganguk waktu itu.

Gak butuh waktu lama gue sms widya.
Gue suruh dia ke tempat gue sekarang.gue suruh dia bawa bobby,risma dan deni.dan ga gue pinjem uang ke widya.supaya yosep ga punya pikiran buruk gimana gimana sama gue.
Untungnya Widya pun membalas dengan cepat dan mengiyakan permintaan gue.

"Les lo bawa rokok enggak,bentar lagi kan buka ni"

"Wah enggak sep,belum beli gue"

"Yaudah gue kesono bentar,beli rokok"
yosep lalu bediri dan mencari warung di sekitaran sini.dan menyisakan gue dan nara berdua ditempat lesehan ini.disitu gue cuma diem dan sengaja buat ga ngomong apa apa ke nara.dan tiba tiba nara mengeluarkan dompet dan mengambil 3 lembar seratus ribuan,lalu dia memberikan uang itu ke gue.

"Les,ni bawa dulu buat mbayar entar.lo ga ada duit kan.udah ni bawa dulu.entar tambah sama anak anak lo"

"Gausah,gue udah minjem duit ke widya"gue balas dengan ga menatap wajahnya

"Les,kamu marah ya.?" Tanya nara dengan wajah cantiknya.

"Udah nar,masukin tu duit ke dompet lo sekarang!"

"Yaudah iya" disitu si nara memasukan uang ke dompetnya

Hanya suara kendaraan yg lalu lalang yg terdengar di kuping gue waktu itu.gue dan nara ga ada omongan satupun yg keluar dari mulut kita berdua.sampai akhirnya yosep dateng di iringi dengan suara sirine dan adzan maghrib tanda berbuka puasa.
Gue lihat yosep begitu menikmati es kelapa muda yg kita pesen.terbilang rakus sih menurut gue.hingga si nara mengingatkan yosep untuk pelan pelan.

"Pelan pelan sayang.kamu ni ah"

Suara nara membuat hati perih waktu itu.
gue pengen nar,gue yg lo panggil gitu.batin gue memberontak.yang jelas sekedar ngeliat nara di hari ini udah bisa bikin gue bahagia,walaupun bahagia ini bercampur dengan rasa cemburu babi kecap dan galau saus tiram.yg jelas nara terlihat cantik banget hari ini.dan daripada situasi ini berkelanjutan.gue membuka omongan.

"Sep,rakus amat lo.kaya puasa aja"

"Ya walaupun gue bukan muslim kan ikut puasa gapapa kali les.diet sekalian nemenin si nara puasa"

"Wuih keren tu"jawab gue

"Kalian rencananya abis lulus langsung kimpoi ga sih" tanya gue lagi

Merek berdua menatap gue.dan gue liat si yosep ketawa tawa dan si nara yg memandang gue aneh.seperti memberi raut muka dengan maksud apa'an sih lo.!!

"Masih panjang kali les,tapi kalo nara mau kimpoi.gue sih mau mau aja.limited edition soalnya.hahaha" jawab yosep

iya sep.pacarlo emang limited edition.sampe bikin gue cinta benget sama pacarlo

Ditengah obrolan kita bertiga gue lihat mobil si deni terparkir di depan sana.dan gue cuma lihat widya deni dan risma.

"Loh bobby mana,? Tanya yosep"

"Ga bisa ikut.kakaknya melahirkan katanya kak"jawab risma

"Oooo.." jawab si yosep.

Disitu gue lihat widya sedang melotot ke gue sebentar dan langsung menghampiri gue.
Ga butuh waktu lawa widya menarik gue dan berkata ke deni,risma,yosep dan nara.

"Bentar ya gue sama lesti mau kesana dulu benyar"

Gue pun mengiyakan ajakan si widya.kita pun berdua berjalan agak jauh dari pandangan temen temen gue waktu itu.

"Lo kenapa bisa sama mereka berdua sih.jelasin ke gue sekarang.!!" Tanya widya

"Udah entar gue jelasin.sekarang gue butuh duit lo buat bayar tu yg mereka berdua pesen"

"Awas lo ya.lain kali kalo urusan gini lagi,gue ga mau nolongin lo.!!"

"Iya sayang,ga lagi lagi ko" gue menggoda widya dengan mengelus pipi kirinya.

"Ih apaan sih lo les.rese banget" muka widya seperti malu malu dan wajahnya memerah

"Ih,ada yg malu tu.hahaha" jawab gue sambil tertawa

"Isshhhh,awas lo ya" widya mencubit perut gue.dan gue pun langsung lari ke tenlat temen temen gue tadi.

Gue lihat mereka berempat sedang memilih menu makanan.gue yg melihat cuma bisa berdoa,moga aja mereka ga pesen makanan yg macem macem.semoga aja mie instan plus telor aja.

"Abis dari mana lo .??" Tanya deni.

"Ni nemenin widya ketemuan sama cowok"
Jawab gue ngasal.

"Apaan sih lo les,enggak yang enggak"widya langsung menjambak rambut gue.

Mereka pun tertawa melihat tingakah widya dan gue.kecuali si risma dan nara.

"Eh gimana kalo kita jangan makan disini.makan di mall aja" ajak yosep

"Wah iya tu ide bagus"balas deni

"Mampus lo"bisik widya ke gue

"Aduh gimana ni,di dompet lo ada uang berapa?"

"600 ribu les"

"yaudah gue pinjem semuanya besok gue balikin"

"Ok deh kalo gitu" balas si widya

Merekapun langsung menutup menu makanannya dan gue pun membayar es yg gue pesen tadi lalu gue menuju motor gue.
Disitu gue ngomong ke anak anak.

"Den,gue naek motor.entar ketemuan disana"

"Oke deh kalo gitu"balas deni

Di saat gue sedang menghidupkan vespa kesaayangan gue.tiba tiba ada cewek yg menyolek punggung gue.

"Gue ikut lo aja ya les"

"Loh kenapa ris,naek motor lo"

"Ya gapapa.ga enak tau jadi nyamuk gue di mobil"

"Yaudah,ni pake flannell gue,kena angin masuk angin lo entar" gue copot flannel gue dan gue berikan ke risma.

"Gausah les,orang panas gini ko.gausah" tolak si risma

"Kalo mau ikut syaratnya harus pake flannel gue.udah di cuci ko.ga bau"

"Bukan gitu maksudnya" balas si risma

"Ah ribet amat sih cewek" gue menaruh flannel gue di kepala risma

"Ih lesti,apaan sih" dia lalu memakai flannell gue

"Na gitu dong,kalo nurut gitu kan cantik" balas gue

Risma hanya diam dan ga membalas candaan gue.
Di perjalanan gue dan risma ga ngomong apa apa,sampai pada akhirnya ada mobil di depan gue yg ngerem mendadak dan otomatis gue tarik rem mendadak juga membuat risma sedikit menubruk di pinggang gue.

"Pelan pelan lesti.lo bawa nyawa orang lo" bentak si risma

"Yaelah ris,mobil depan ngerem masak iya gue enggak rem juga.kalo ga gue rem amburadul entar kita" balaa gue

Disitu risma tertawa.ga tau kenapa dia tertawa.gue ga ngerasa omongan gue lucu. dan kenapa dia tertawa,gue juga ga ngerti.

"Tumben lo ketawa kenceng gitu" tanya gue

"Ya kamu tu.amburadul.kaya apa aja.haha"

"Ketawa aja terus.wah sayang ya ris.pas lo ketawa gitu gue ga bisa ngeliat lo.penasaran gue sama muka lo pas ketawa kenceng banget barusan.hahaha"

"Ih apaan sih lesti." Risma mencubit paha gue

"Waduh,udah berani main cubit cubitan ni.boleh dibales ga ni.?paha bales paha lo" jawab gue iseng

"Awas lo ya kalo ngebales" jawab risma

"Yaudah enggak.yaudah pegangan gini ya.biar entar kalo gue rem mendadak lagi lonya biar ga nubruk kaya tadi.jangan kebelakang banget duduknya" disitu gue tarik tangan kiri risma ke paha gue.dan risma ga mengeluarkan satu kata pun.
Kemudian di lampu merah,gue sengaja menengok ke risma.dan dia kaget saat gue menengok melihat dia waktu itu.

"Kenapa les,??" Tanya risma dengan suara pelan

"Cantik juga ya lo ris kalo pake helm sama flannel gue" gue menggoda risma dengan memasang wajah ala waiceli F4 waktu itu.

"Ahh lesti...."


Quote:



Diubah oleh bogiestuck 23-07-2017 18:14
yusufchauza
dany.agus
jiyanq
jiyanq dan 2 lainnya memberi reputasi
3
Ikuti KASKUS di
© 2025 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved.