Kaskus

Story

bogiestuckAvatar border
TS
bogiestuck
Menunggu Cinta Yang Bernada Mayor
Halo agan agan
Perkenankan peranakan newbie ini membagi cerita masa lalunya.
Setelah selama ini hanya bisa jadi silent reader,gue beranikan diri buat menuliskan cerita gue disini.
Ditunggu kritiknya ya.
Harap maklum dengan cara penulisan gue karena gue bukan penulis.
Daripada lama lama gue ngoceh ngak jelas gini.
Mending langsung meluncur kebawah aja gan.


Menunggu Cinta Yang Bernada Mayor

Quote:


Quote:




Quote:



Quote:
Diubah oleh bogiestuck 21-04-2021 19:09
indrag057Avatar border
adinesseAvatar border
emineminnaAvatar border
emineminna dan 12 lainnya memberi reputasi
13
143.1K
598
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
Stories from the Heart
KASKUS Official
32.8KThread52.8KAnggota
Tampilkan semua post
bogiestuckAvatar border
TS
bogiestuck
#19
Part 7 (Surat Dari Risma)
Bell pulang sekolah berbunyi.
Semua murid pun keluar kelas hingga disisakan 2 manusia ini.perempuan dengan rambut pendek dan kaca matanya dan manusia satunya,seorang lelaki berambut poni belah kanan dengan earphone yg menempel di salah satu kupingnya.

"Risma,ada apa sih ris? Kayaknya penting banget.?"
Gue liat si risma seperti lagi ingin menghubungi seseoeang di hpnya.

"Eh bentar les,aku sms widya dulu,dia nungguin gue di luar"

"Iya risma,sebenernya ada apa?"

"Gini les,gue dititipin ini"

Gue lihat dia menyodorkan sepucuk surat berwarna kuning ke gue

"Dari siapa ris.?"

"Dibaca aja les,entar lo juga tau ko"

"Ya tapi ini dari siapa ris?"

" ih kamu ko gitu sih,yaudah aku pulang dulu"

Risma mengambil tas berusaha untuk kabur dari gue.tapi entah kenapa tangan gue reflek menarik tanganya untuk tidak pergi.

"Ih,kenapa lagi si les.udah aku kasih tau baca aja,entar kamu juga ngerti dari siapa"

Dan di tengah tengah masalah kecil gue dan risma ini,tiba tiba ada cewek masuk ke kelas dimana gue dan risma berada.

"Kalian ngapain.?"

"Yaelah elo lagi.ganggu aja sih lo wid"

"Eh jangan macem macem ya lo les,gue aduin bu hartati ni.!!
lagian lo ngapain sih ris disini?"

"Eemmm,enggak itu wid,,"

Risma terlihat seperti bingung menjawab pertanyaan widya.
Dan entah kenapa mulut gue spontan ngomong ke widya.

"Lo ngapain sih ganggu orang pacaran.sono lo pergi jauh jauh"

Gue liat muak mereka berdua seperti kaget.
Entah kenapa mulut gue bisa melontarkan kata kata sakti macam itu.perasaan hari itu gue ga makan nasi basi.

"HAH ,,, KALIAN PACARAN??"

"Ih lesti apaan sih."
Risma menambahi

"Ah udah udah,serius amat sih lo pada.gue cuma becanda."

"Awas aja lo berani macarin temen gue,gue botakin lo les" samber si widya

"Ampun ndoro gentho" gue menundukan kepala kepada si widya.

"Yaudah ris ayo,kita kan udah janji mau ke mall,lo malah nyemperin ni cowok"

Gue liat si widya menyeret tangan si risma seperti ibu yg sedang menyeret anaknya pulang,karena magrib magrib masih keluyuran.
Disitu gue liat si risma tertunduk malu dan menuruti aja ajakan si widya.

Gue liat surat berwarna kuning ini,gue puter puter dan ada tulisan *to lesti
Ketika mau gue buka surat yg gue pegang,tiba tiba hp gue bergetar.gue liat di layar terlihat ada panggilan dari si bobby.

"Sob,dimane lo? Gue diparkiran ko lo enggak ada.? "

"Masih dikelas gue,ada apa emangnya bob.?"

"Ikut gue maen ke rumahnya si deni anak kelas sebelah yuk"

"Hah,ngapain emang.?"

"Udah buruan lo sini aje dulu,entar juga lo tau"

"Oke deh"

Gue dan bobby udah sampek di depan rumahnya si deni.tadi deni udah pulang duluan.dia nganterin ceweknya pulang dulu,makanya gue dan bobby enggak barengan sama deni.

"Masuk masuk bro,motor lo taruh dalem aja"

"Oke oke" jawab bobby

"Langsung ke kamar gue aja ya"

"Oke oke" jawab bobby

"Oke oke mulu lo kaya iklan radio" sahut gue

"Diem lo" balas si bobby



---kamar deni---


"Ini ni den temen gue yg gue ceritain waktu itu.doi suka musik juga.cocok deh sama lo"

"Oo ini toh lesti lesti itu.ngomong ngomong,lo suka dengerin musik apa aja les.?"

"Apa aja gue dengerin sih den.cuma dangdut sama reggae aja gue ga dengerin"

"Hahaha kenapa emangnya?"

"Kalo dangdut jujur gue ga suka.kalo reggae,bukanya gue ga suka.cuman gue ga bisa nikmatin musiknya aja"

"Oo gitu ya.emmm gini aja deh les,kata bobby lo bisa ngedrum..?"

"Bisa,cuman lo jangan nyuruh gue maen suling ama piano aja.gue ga bisa"

"Sama dong kalo gitu hahaha"

Deni ini orangnya ramah banget.keliatan dari cara bicara dan bahasa tubuhnya.gue liat kamarnya dipenuhi poster poster band band dan musisi musisi.gue liat ada gitar akustik dan satu gitar elektrik berwarna hitam yg masih tergeletak di atas kasurnya.sepertinya gitar itu abis dipake oleh si deni.

"Eh den,gibson ni.?"

"Iya les,kado dari kakak gue,coba aja tuh..!"

"Wah,gausah lo suruh gue tetep mau nyoba den"

"Lo sih emang ga sopan anaknya les"tiba tiba bobby nyamber..

Gue coba gitar si deni ini.tapi entah kenapa jari jari gue sepertinya lebih nyaman di gitar gitar fender.kaya berasa lebih empuk aja.ya mungkin,bisa aja karena dari smp gue selalu dengan gitar telecaster milik abang gue.
Soundnya belum gue coba karena di sini ga ada ampli.mungkin pas kita nyoba latihan entar gue bakal tau suara ni gitar gimana.

"Les,lo bawa no cd.disini ada banyak list mp3.coba lo dengerin finch sama saosin.lo dengerin dulu.lo rasain deh cocok ga lagu lagu ini sama lo.kalo lo cocok entar lo pulangin cd ini ke gue.kalo ga cocok lo dengerin terus sampek lo cocok"

"Maksa dong ni ceritanya hahaha"

"Hahaha,cari drummer susah soalnya,oh iya lo bisa double pedal kan?

"Bisa bisa"

"Mantep deh kalo gitu,jos"

Ditengah percakapan gue dan deni tiba tiba si bobby nyamber.

"Den,mana janjinya"

"Ohh itu,soal gituan semangat amat lo.tu di kulkas ambil aja"

"Langsung pak den"

Gue liat bobby keluar kamar mengambil sesuatu di kulkas deni.

"Apaan sih den.??"

"Biasalah,orang tua orang tua"

"Ooo itu,emang ortu lo pada pergi?"

"Bokap sama nyokap balik seminggu sekali les.gue cuma dirumah sama pembantu.kakak gue kan kuliah di bandung"


Bobby masuk kamar dengan cengar cengir dengan membawa 3 botol bergambarkan orang tua jenggotan.

"Tolong Ambilin gelas dibelakang lo tu les."
Teriak si bobby ke gue.
soal begini dia emang paling semangat

"Eh apaan tu les,undangan nikah?"
Deni menunjuk amplop kuning yg ada di saku celana belakang gue

"Ohh ini,bukan apa apa ko"

Dan diluar dugaan surat itu di ambil si bobby
Diubah oleh bogiestuck 10-07-2017 04:31
yusufchauza
dany.agus
jiyanq
jiyanq dan 2 lainnya memberi reputasi
3
Ikuti KASKUS di
© 2026 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved.