- Beranda
- Stories from the Heart
Buku Harian Seorang Indigo
...
TS
monikahastono
Buku Harian Seorang Indigo

WELCOME TO MY THREAD
Haloo, sebelumnya ane buat thread di The Lounge.. tapi sehubungan dengan banyaknya cerita yang akan ane post, ane jadi pindahin semuanya ke sfth

Tadinya mau pake ID klonengan tapi waktu mau bikin ga bisa-bisa. Woyes pake id yg sudah ada aja.
Ane mau cerita pengalaman ane sebagai seorang yang bisa melihat dan merasakan hal yang tidak semua orang bisa merasakan. Di thread ini ane tuangin semua pengalaman ane. Tidak ada cerita klimaks ataupun anti klimaks karena murni pengalaman ane. Jadi, tiap hari pasti ada aja ceritanya. Tapi ane tuangin yang bener-bener berkesan buat ane.
Well, awalnya ane ragu mau share ini. Karena suatu hari ane pernah minta saran sm kakek ane yang bisa punya hal yang kaya gini juga dan beliau juga bisa mengartikan mimpi.
Kakek ane bilang, jangan sampai orang lain tahu kelebihan kamu ini. Akan memungkinkan bahaya.
Bukannya ane mau melanggar pesan kakek ane, tapi... Ane kadang mau mengungkap semua apa yang ane rasain selama hidup 23 tahun ini.
Spoiler for "YOU DIDN'T SEE WHAT I SAW":
Terima kasih atas kesetiaannya pantengin thread ane hehe. Rate, cendol, share and bookmark please! 

RUMAH HANTU
Spoiler for Rumah Hantu:
IBU
Spoiler for Ibuku:

Diubah oleh monikahastono 12-04-2019 17:21
Menthog dan 24 lainnya memberi reputasi
25
227.7K
668
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
32.7KThread•52.2KAnggota
Tampilkan semua post
TS
monikahastono
#462
Dia Bukan yang Terbaik
Empat tahun bukanlah waktu yang sebentar. Hmm bisa lulus s1, bisa naik gaji 4x di tiap tahunnya. Banyak yang dilewati. Mungkin karena terlalu terbiasa dengannya, rasa kehilangan itu sangat sakit. Dengan hapal tau semua teman dan sahabat. Tahu dimana harus menjemputku selepas mengunjungi teman sepermainan. Saat makan bakso cuma tinggal duduk manis, dia yang pesan tanpa mie kuning dengan sawi tanpa batang. Saat haus, new green tea madu selalu ada ditangannya. Tak pernah aku dicintai semanis ini.
Memang jika bukan jodohnya, akan selalu dijauhkan. Selalu mendekatkan diri kepada Allah. "Dia Bukan yang Terbaik", bukan dia yang selama 4 tahun ini yang akan kuceritakan di buku harianku ini. Sebulan selepas galau yang menurunkan bobot badanku sebanyak 7kg, aku tidak ingin membuka hati kepada siapapun dulu sampai tesisku selesai. Sampai aku bisa merasakan wisuda dengan toga dan kebanggaan kedua orang tuaku.
Curhat, kadang itu memang dibutuhkan oleh seseorang yang sedang rapuh hatinya. Ku utarakan kepada temanku bahwa aku tidak ingin membuka hati kepada pria manapun.
Selepas dari perbincanganku dengan Susan, cowok itu tak kunjung menghubungiku. Mungkin memang belum terbuka jodohnya. Hmmm tapi pernyataan Susan benar juga, lebih baik buka hati dulu.
Hari itu, sabtu. Aku pergi ke perpustakaan kampus. Menyelesaikan BAB 2 ku yang tertunda oleh kegalauan. Seorang senior menghampiri. Basa basi tentang tesis yang aku kerjakan. Variabel yang dibahas, teori yang digunakan. Bertukar kontak dengannya. Mungkin dia bisa membantuku menyelesaikan tesis ini.
Beberapa hari berlalu, pesan whats app masuk ke hpku.
Pesan whats app muncul.
H : Assalamualaikum, ini dengan Monika yaa ? Sy H temannya Mas Ozi.
Dan pesan itu pun berlanjut hingga kita bertukar pikiran, hobi, hal yang disuka, hal yang tidak disuka hingga kita saling menentukan waktu untuk bertemu.
Jumat itu, saat di Grand Indonesia sedang hebohnya sale Charless n Keith dan Pedro. Kita memutuskan untuk bertemu di Sush Te. Tinggi 170, dengan baju koko yang dipadukan dengan jeans dan sepatu menambah kekagumanku akan sosok yang sholeh ini. SMP dan SMA yang dihabiskan di pondok pesantren di kawasan Bogor. Bertukar pikiran dan cerita tentang masa lalu kita.
Saat perjalanan pulang, H memintaku untuk menemaninya ke acara nikahan temannya di bekasi. Karena tidak ada acara, aku bersedia menemaninya.
Esoknya, pukul 10 pagi bertemu di sevel Fatmawati aku sudah siap dengan batik coklat dan rok. Selesai acara, kami mencari masjid untuk menunaikan ibadah shalat dzuhur. Karena dia lebih tua 3 tahun dariku, aku memanggilnya Abang. Betawi tulen memang cocok dipanggil Abang.
Di mobil, obrolan kitapun berlanjut.
2 minggu berselang. Kita tidak hanya bertemu saat weekend. Pulang kerja pun dia selalu menyempatkan waktu untuk bertemu denganku. Intensnya komunikasi, akhirnya tumbuh kenyamanan diantara kita berdua. Sempat berfikir, apa ini terlalu cepat ? Sedangkan temanku baru saja menikah hanya 3 bulan bertemu dengan suaminya.
Mungkin ini memang jalannya.
Hari itupun tiba, aku bertemu dengan ibundanya. Perawakan sama denganku, bedanya kalo aku pendek jelek item jerawatan. Nahh kalo ibunya, putih cantik bersahaja. Ustadzah dilingkungannya.
Bercengkrama sebentar karena ada pengajian dirumahnya. Akupun pamit pulang. Diantar abang, tak ku sia-siakan waktu yang berjalan kamipun berbincang-bincang. Entah setan apa yang merasuk ke pikiran ini. Satu pertanyaan bodoh aku ajukan.
Hari itu seakan hari terindah bagiku. Kata-kata yang selalu terngiang di pikiranku. Weekend tidak lagi kami jalani di Mall atau tempat rekreasi lainnya. Berbincang dengan ibu dan ayahku. Mengenal lebih dekat keluargaku yang sederhana ini.
Hingga akhirnya, saat itu 28 November 2016. Tidak seperti biasanya, tanpa kabar dari pukul 2 siang hingga keesokan harinya. Dalam hati ini, ada apa yang terjadi dengannya. Apa dia baik-baik saja atau ada sesuatu yang membuatnya celaka. Semoga yang aku pikirkan tidak terjadi. Terakhir Abang pamit akan ke dufan dengan temannya.
Esoknya Abang mengabariku dan minta maaf jika tidak bisa mengabariku kemarin. Take it easy, it's oke karena tidak ada hal apapun yang berarti. Tapi entah kenapa hati ini ada yang mengganjal.
Jumat, 2 Desember 2016. Aku diajaknya mengunjungi kakaknya di bilangan Rawa Bebek.
Saat masuk mobil, ada sekelebat penglihatan samar. Aku tepis, karena sangat sakit jika aku terus melihat kelebatan itu. Saat menyender ke arah pintu, aku tertusuk jarum pentul. Aku tanya, ini punya siapa bang ? Punya mama, kemarin aku anter mama ke majelis ta'lim.
Bodohnya, aku pegang jarum berwarna biru dongker tersebut. Seakan aku tidak sadar kemampuan diri ini.
Sekelilingku berubah. Tetap dimobilnya, tapi aku berada di bangku penumpang dibelakang. Disamping Abang ada seorang wanita dengan kerudung biru dongker sedang membentangkan pasmina biru dongker dengan rambut hitam pendek terurai.
Sakit.
Sangat sakit. Tapi aku tepis karena aku tidak mempercayai apa yang aku lihat.
Bohong. Ini semua bohong. Selalu aku tanamkan di diri ini selepas penglihatanku tersebut.
Aku tipikal wanita yang tak mau tahu urusan orang. Yang lebih baik tidak tahu, dari pada tahu malah membuat hatiku sakit. Shalat malam kujalani, istikharah tak lupa aku sisipkan di setiap shalat malamku. Jika memang jodoh, dekatkan. Dan jika bukan, jauhkanlah yaa Rabb. Berikan jodoh yang terbaik dariMu.
Instagram, awal semua kehancuran hubungan ini.
Tap 2x di foto yang Abang posting. Ada seseorang direct message ke instagramku. Ternyata temannya yang ketemu waktu ke acara nikahan teman Abang di bekasi.
Dari dia aku tahu semuanya, kenapa pada 28 November perasaanku tak menentu. Jawaban mengapa aku melihat cewek dengan rambut hitam dan pendek.
Tak tinggal diam, aku ingin sekali bertemu dengan Abang. Apa maksud dari semua ini. Kenapa dia lakukan saat aku sudah membuka hati ini lebar-lebar ? Mengapa ini semua terjadi saat aku sudah sangat tulus menyayangi dia.
Jumat, 9 Desember 2016 aku bertemu dan ku utarakan semuanya. Sakit ? Ya. Lega ? Sangat! Ternyata semuanya terjawab tanpa aku harus mencari tahu, semua jawaban datang padaku.
Hmmm diibaratkan Amber yang jatuh ditangan seseorang yang dari penampilan luarnya memang meyakinkan untuk menerima si Amber. Tapi kenyataannya dia tdk mempunyai kemampuan untuk mengolah Amber. Hanya mampu menaruhnya di kotak kayu bersama permata-permata lainnya.
Menunggu,
Hanya itu yang bisa Amber lakukan untuk menunggu datangnya orang yang tepat. Seseorang yang bisa mengolah Amber menjadi batu permata yang indah. Melebihi permata terindah di kotak itu.
Memang jika bukan jodohnya, akan selalu dijauhkan. Selalu mendekatkan diri kepada Allah. "Dia Bukan yang Terbaik", bukan dia yang selama 4 tahun ini yang akan kuceritakan di buku harianku ini. Sebulan selepas galau yang menurunkan bobot badanku sebanyak 7kg, aku tidak ingin membuka hati kepada siapapun dulu sampai tesisku selesai. Sampai aku bisa merasakan wisuda dengan toga dan kebanggaan kedua orang tuaku.
Curhat, kadang itu memang dibutuhkan oleh seseorang yang sedang rapuh hatinya. Ku utarakan kepada temanku bahwa aku tidak ingin membuka hati kepada pria manapun.
Spoiler for Titi:
Spoiler for Susan:
Selepas dari perbincanganku dengan Susan, cowok itu tak kunjung menghubungiku. Mungkin memang belum terbuka jodohnya. Hmmm tapi pernyataan Susan benar juga, lebih baik buka hati dulu.
Hari itu, sabtu. Aku pergi ke perpustakaan kampus. Menyelesaikan BAB 2 ku yang tertunda oleh kegalauan. Seorang senior menghampiri. Basa basi tentang tesis yang aku kerjakan. Variabel yang dibahas, teori yang digunakan. Bertukar kontak dengannya. Mungkin dia bisa membantuku menyelesaikan tesis ini.
Beberapa hari berlalu, pesan whats app masuk ke hpku.
Spoiler for Dia:
Pesan whats app muncul.
H : Assalamualaikum, ini dengan Monika yaa ? Sy H temannya Mas Ozi.
Dan pesan itu pun berlanjut hingga kita bertukar pikiran, hobi, hal yang disuka, hal yang tidak disuka hingga kita saling menentukan waktu untuk bertemu.
Jumat itu, saat di Grand Indonesia sedang hebohnya sale Charless n Keith dan Pedro. Kita memutuskan untuk bertemu di Sush Te. Tinggi 170, dengan baju koko yang dipadukan dengan jeans dan sepatu menambah kekagumanku akan sosok yang sholeh ini. SMP dan SMA yang dihabiskan di pondok pesantren di kawasan Bogor. Bertukar pikiran dan cerita tentang masa lalu kita.
Saat perjalanan pulang, H memintaku untuk menemaninya ke acara nikahan temannya di bekasi. Karena tidak ada acara, aku bersedia menemaninya.
Esoknya, pukul 10 pagi bertemu di sevel Fatmawati aku sudah siap dengan batik coklat dan rok. Selesai acara, kami mencari masjid untuk menunaikan ibadah shalat dzuhur. Karena dia lebih tua 3 tahun dariku, aku memanggilnya Abang. Betawi tulen memang cocok dipanggil Abang.
Di mobil, obrolan kitapun berlanjut.
Spoiler for Abang:
2 minggu berselang. Kita tidak hanya bertemu saat weekend. Pulang kerja pun dia selalu menyempatkan waktu untuk bertemu denganku. Intensnya komunikasi, akhirnya tumbuh kenyamanan diantara kita berdua. Sempat berfikir, apa ini terlalu cepat ? Sedangkan temanku baru saja menikah hanya 3 bulan bertemu dengan suaminya.
Mungkin ini memang jalannya.
Hari itupun tiba, aku bertemu dengan ibundanya. Perawakan sama denganku, bedanya kalo aku pendek jelek item jerawatan. Nahh kalo ibunya, putih cantik bersahaja. Ustadzah dilingkungannya.
Bercengkrama sebentar karena ada pengajian dirumahnya. Akupun pamit pulang. Diantar abang, tak ku sia-siakan waktu yang berjalan kamipun berbincang-bincang. Entah setan apa yang merasuk ke pikiran ini. Satu pertanyaan bodoh aku ajukan.
Spoiler for Abang:
Hari itu seakan hari terindah bagiku. Kata-kata yang selalu terngiang di pikiranku. Weekend tidak lagi kami jalani di Mall atau tempat rekreasi lainnya. Berbincang dengan ibu dan ayahku. Mengenal lebih dekat keluargaku yang sederhana ini.
Hingga akhirnya, saat itu 28 November 2016. Tidak seperti biasanya, tanpa kabar dari pukul 2 siang hingga keesokan harinya. Dalam hati ini, ada apa yang terjadi dengannya. Apa dia baik-baik saja atau ada sesuatu yang membuatnya celaka. Semoga yang aku pikirkan tidak terjadi. Terakhir Abang pamit akan ke dufan dengan temannya.
Esoknya Abang mengabariku dan minta maaf jika tidak bisa mengabariku kemarin. Take it easy, it's oke karena tidak ada hal apapun yang berarti. Tapi entah kenapa hati ini ada yang mengganjal.
Jumat, 2 Desember 2016. Aku diajaknya mengunjungi kakaknya di bilangan Rawa Bebek.
Saat masuk mobil, ada sekelebat penglihatan samar. Aku tepis, karena sangat sakit jika aku terus melihat kelebatan itu. Saat menyender ke arah pintu, aku tertusuk jarum pentul. Aku tanya, ini punya siapa bang ? Punya mama, kemarin aku anter mama ke majelis ta'lim.
Bodohnya, aku pegang jarum berwarna biru dongker tersebut. Seakan aku tidak sadar kemampuan diri ini.
Sekelilingku berubah. Tetap dimobilnya, tapi aku berada di bangku penumpang dibelakang. Disamping Abang ada seorang wanita dengan kerudung biru dongker sedang membentangkan pasmina biru dongker dengan rambut hitam pendek terurai.
Sakit.
Sangat sakit. Tapi aku tepis karena aku tidak mempercayai apa yang aku lihat.
Bohong. Ini semua bohong. Selalu aku tanamkan di diri ini selepas penglihatanku tersebut.
Aku tipikal wanita yang tak mau tahu urusan orang. Yang lebih baik tidak tahu, dari pada tahu malah membuat hatiku sakit. Shalat malam kujalani, istikharah tak lupa aku sisipkan di setiap shalat malamku. Jika memang jodoh, dekatkan. Dan jika bukan, jauhkanlah yaa Rabb. Berikan jodoh yang terbaik dariMu.
Instagram, awal semua kehancuran hubungan ini.
Tap 2x di foto yang Abang posting. Ada seseorang direct message ke instagramku. Ternyata temannya yang ketemu waktu ke acara nikahan teman Abang di bekasi.
Dari dia aku tahu semuanya, kenapa pada 28 November perasaanku tak menentu. Jawaban mengapa aku melihat cewek dengan rambut hitam dan pendek.
Tak tinggal diam, aku ingin sekali bertemu dengan Abang. Apa maksud dari semua ini. Kenapa dia lakukan saat aku sudah membuka hati ini lebar-lebar ? Mengapa ini semua terjadi saat aku sudah sangat tulus menyayangi dia.
Jumat, 9 Desember 2016 aku bertemu dan ku utarakan semuanya. Sakit ? Ya. Lega ? Sangat! Ternyata semuanya terjawab tanpa aku harus mencari tahu, semua jawaban datang padaku.
Hmmm diibaratkan Amber yang jatuh ditangan seseorang yang dari penampilan luarnya memang meyakinkan untuk menerima si Amber. Tapi kenyataannya dia tdk mempunyai kemampuan untuk mengolah Amber. Hanya mampu menaruhnya di kotak kayu bersama permata-permata lainnya.
Menunggu,
Hanya itu yang bisa Amber lakukan untuk menunggu datangnya orang yang tepat. Seseorang yang bisa mengolah Amber menjadi batu permata yang indah. Melebihi permata terindah di kotak itu.
Diubah oleh monikahastono 11-12-2016 11:28
johny251976 dan 3 lainnya memberi reputasi
4
