Kaskus

Story

monikahastonoAvatar border
TS
monikahastono
Buku Harian Seorang Indigo
Buku Harian Seorang Indigo

WELCOME TO MY THREAD

Haloo, sebelumnya ane buat thread di The Lounge.. tapi sehubungan dengan banyaknya cerita yang akan ane post, ane jadi pindahin semuanya ke sfth emoticon-Smilie
Tadinya mau pake ID klonengan tapi waktu mau bikin ga bisa-bisa. Woyes pake id yg sudah ada aja.
Ane mau cerita pengalaman ane sebagai seorang yang bisa melihat dan merasakan hal yang tidak semua orang bisa merasakan. Di thread ini ane tuangin semua pengalaman ane. Tidak ada cerita klimaks ataupun anti klimaks karena murni pengalaman ane. Jadi, tiap hari pasti ada aja ceritanya. Tapi ane tuangin yang bener-bener berkesan buat ane.
Well, awalnya ane ragu mau share ini. Karena suatu hari ane pernah minta saran sm kakek ane yang bisa punya hal yang kaya gini juga dan beliau juga bisa mengartikan mimpi.
Kakek ane bilang, jangan sampai orang lain tahu kelebihan kamu ini. Akan memungkinkan bahaya.
Bukannya ane mau melanggar pesan kakek ane, tapi... Ane kadang mau mengungkap semua apa yang ane rasain selama hidup 23 tahun ini.

Spoiler for "YOU DIDN'T SEE WHAT I SAW":


Terima kasih atas kesetiaannya pantengin thread ane hehe. Rate, cendol, share and bookmark please! emoticon-Malu (S)emoticon-Kiss (S)


RUMAH HANTU

Spoiler for Rumah Hantu:


IBU

Spoiler for Ibuku:


Buku Harian Seorang Indigo
Diubah oleh monikahastono 12-04-2019 17:21
vinatrihapsa965Avatar border
jenggalasunyiAvatar border
MenthogAvatar border
Menthog dan 24 lainnya memberi reputasi
25
227.8K
668
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
Stories from the Heart
KASKUS Official
32.8KThread53.1KAnggota
Tampilkan semua post
monikahastonoAvatar border
TS
monikahastono
#434
Kakek II
Innalillahi wa innailaihi rojiun.
Telah berpulang ke rahmatullah, kakek tercinta dari keluarga besar kami. Dengan menutup usia ke 80. Beliau sudah tenang. Dilepasnya sakit yang diderita kakek. Semoga amal ibadahnya senantiasa diterima di sisiNya. Amin.

17 May 2016.
Aku mendapat pesan whats app dari ayahku.
"Mon, izin pulang cepat ke kantor kamu. Baba udh ngga ada"
Aku mematung depan monitor. 'Innalillahi'

Disusul pesan blackberry dari ibu. Menyuruh aku untuk cepat pulang dari kantor. Bergegas aku membereskan barang-barang untuk cepat menembus kemacetan ibu kota menuju rumah pinggiran kota.

Jam kerjaku pukul 9-6 sore. Pesan dari ayah masuk pukul 4 sore. Aku bergegas dari parkiran pukul 5 sore. Terhitung bukan pulang cepat yaaa, batinku.
Pukul 6 lewat aku sudah sampai di rumah. Posisinya jenazah sedang dimandikan. Karena sehabis ba'da isya akan langsung disemayamkan.

Reader sekalian. Pasca aku di rukiyah, selang beberapa bulan aku kembali bisa merasakan makhluk lain. Hal ini cuma bisa merasakan.
Beberapa bulan berjalan, aku kembali bisa melihat dan merasakan dengan lebih jelas. Aku merasa, ini lebih jelas dari yang sebelumnya.

Reader....
Tahu kan kalian bagaiamana indahnya hidup tanpa gangguan dan perasaan diawasi ? Tidur malam, bangun malam. Tidak dengar apapun. Tidak merasakan apapun. Beberapa bulan hidupku nyaman dan tentram. Indah sekali emoticon-Big Grin
Tapi itu tidak berlangsung lama. Belum genap satu tahun, aku kembali bisa merasakan hal hal ini. Bahkan lebih tajam dari yang sebelumnya. Aku mengetes kemampuanku dengan lingkungan sekitar. Membaca denah yang sering diceritakan pacarku. Kadang dia suka bercerita tentang tempat kerjanya yang ada pohon mangga. Aku bertanya ini itu, dia bilang betul. Persis seperti apa yang di tempat kerjanya.

10 hari berlalu semenjak kematian kakekku.
Malam hari, mendadak ibuku sakit. Mengeluhkan badan yang panas dengan kaki dan jari-jari yang dingin. Keringat bercucuran tatkala ibuku bangun tengah malam.
Mungkin ibuku kelelahan. Menyiapkan pengajian untuk almarhum kakek.

Hari kedua sakitnya ibuku, aku pulang larut malam karena kerjaan kantor yang mengharuskan aku pulang dari kantor jam 10 malam.
Beres-beres. Sholat isya, karena kelelahan aku tertidur.
Merasa tenggorokan kering dan ingin buang air kecil, dengan gontai aku membuka pintu kamar dan menuju kamar mandi yang ada di kamar ibuku.
Kamarku dan kamar ibuku memang memerlukan banyak langkah. Melewati ruang tv di sebelah kiri. Disamping kamar ibuku ada ruang tamu, jadi aku harus berhadapan dengan ruang tamu apabila ingin ke kamar ibuku. Tapi tidak melewatinya.

Di depan ruang tamu, disamping kamar ibuku. Berdiri seorang kiyai dengan jubah putih dan sorban putih. Masih setengah sadar, aku kucek-kucek mataku memastikan siapa gerangan sosok tersebut.
Kembali memoriku teringat saat masih sekolah dulu. Aku pernah melihat beliau. Di kamar kakekku.

Tanpa salam atau apapun, dengan posisi tangan yang masih sama saat beliau bertemu denganku, langsung ia berkata.

"Bolehkah saya ikut dengan kamu ?"
"Karena dia tidak kuat." Saat sosok kiayi itu berkata dia, kepalanya menengok ke arah kamar ibuku. Paham dengan situasi yang terjadi. Aku terdiam.

............

Aku mengangguk perlahan. Dan melangkahkan kaki menuju kamar ibuku karena kebutuhan biologis yang belum aku tuntaskan.
Saat kaki ini mulai melangkah, sosok tersebut menghilang.

Aku kembali ke kamarku. Saat aku beranjak tidur.
..............
Kamarku serasa menggunakan air conditioner. Nyaman.
Padahal tadi aku terbangun kehausan karena hawa yang panas. Karena sangat nyaman, aku tertidur. Hingga pagi menjelang, kamarku masih saja sejuk. Hati inipun berbeda dari biasanya. Tak ada rasa marah ataupun kesal. Yang ada hanya sejuk di hati.



Spoiler for UPDATE:

Diubah oleh monikahastono 11-12-2016 11:25
fatqurr
jenggalasunyi
johny251976
johny251976 dan 2 lainnya memberi reputasi
3
Ikuti KASKUS di
© 2026 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved.