- Beranda
- Stories from the Heart
Buku Harian Seorang Indigo
...
TS
monikahastono
Buku Harian Seorang Indigo

WELCOME TO MY THREAD
Haloo, sebelumnya ane buat thread di The Lounge.. tapi sehubungan dengan banyaknya cerita yang akan ane post, ane jadi pindahin semuanya ke sfth

Tadinya mau pake ID klonengan tapi waktu mau bikin ga bisa-bisa. Woyes pake id yg sudah ada aja.
Ane mau cerita pengalaman ane sebagai seorang yang bisa melihat dan merasakan hal yang tidak semua orang bisa merasakan. Di thread ini ane tuangin semua pengalaman ane. Tidak ada cerita klimaks ataupun anti klimaks karena murni pengalaman ane. Jadi, tiap hari pasti ada aja ceritanya. Tapi ane tuangin yang bener-bener berkesan buat ane.
Well, awalnya ane ragu mau share ini. Karena suatu hari ane pernah minta saran sm kakek ane yang bisa punya hal yang kaya gini juga dan beliau juga bisa mengartikan mimpi.
Kakek ane bilang, jangan sampai orang lain tahu kelebihan kamu ini. Akan memungkinkan bahaya.
Bukannya ane mau melanggar pesan kakek ane, tapi... Ane kadang mau mengungkap semua apa yang ane rasain selama hidup 23 tahun ini.
Spoiler for "YOU DIDN'T SEE WHAT I SAW":
Terima kasih atas kesetiaannya pantengin thread ane hehe. Rate, cendol, share and bookmark please! 

RUMAH HANTU
Spoiler for Rumah Hantu:
IBU
Spoiler for Ibuku:

Diubah oleh monikahastono 12-04-2019 17:21
Menthog dan 24 lainnya memberi reputasi
25
227.9K
668
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
32.9KThread•53.7KAnggota
Tampilkan semua post
TS
monikahastono
#300
Casablanca
Sudah tak asing lag ditelinga, mendengar kata "Casablanca". Sudah dua har ini aku tidak lagi ngantor di daerah pekuburan itu. Ya, kantorku yang dulu satu-satunya gedung perkantoran di Kota Casablanca. Saat berangkat, aku mengambl rute terpendek dan tentunya tercepat jika ke kokas. Untuk menghindari kuningan dan sekitarnya aku lewat tendean, pancoran, masuk ke bidakara, pal batu dan lanjut melewati jalan pintas. "Kuburan Nasrani".
Hawanya memang tetap anyeb. Tidak dingin dan tidak panas. Tidak ada angin segar sama sekali padahal saat itu sangat berangin, ditambah aku mengendarai motor akan tetapi angin sejuk tidak terhempas ke wajahku. Hanya angin. Penasaran, akupun melihat kesekeliling. Ada beberapa pria mengenakan jas dengan muka pucat dan rambut putih beruban ada juga yang setengah bungkuk dan tak jarang ada beberapa pria dengan mata sipit berjalan-jalan dengan muka yang juga pucat. Aku bergidik dan secepat kilat aku melesat.
Beberapa hari yang lalu, tepatnya setelah lebaran kalau tidak salah. Ada wanita tertabrak mobil molen, Tak jarang mobil molen ini hilir mudik karena disamping kuburan ini ada tempat pencampuran pasir dan semen dan kemudian dibawa dengan mobil molen ke tempat konsumen. Pagi itu saat aku melewati jalan biasa, ditengah-tengah kuburan ternyata terjad kemacetan. Entah apa yang menyebabkan macet, akupun dengan sabar menanti antrian keluar dari kuburan. Saat sudah dipenghujung jalan banyak juga pemotor yang berhenti dan ada juga orang-orang berkumpul dipinggir jalan, jalanan yang dialihkan membuat aku dan pengendara lainnya melewati trotoar baru ke jalan raya. Penasaran, akupun bertanya pada orang yang berkumpul melihat kejadian. Aku melihat ada mobil molen dipinggir jalan dan motor scoopy atau mio Fino, aku tidak jelas Seperti kembung dibagian samping joknya.
"Kenapa itu pak ? Rame-rame."
"Ada cewek ketabrak mobil molen neng kesianan bener" Dengan logat betawinya, bapak itu menerangkan sambil tetap mendongakkan kepalanya melihat ke tkp karena orang tsb tidak cukup tinggi.
Sadar aku akan telat, aku kembali memacu sepeda motorku ke kantor. Temanku bercerita juga kalau diapun melihat kejadian tersebut persis disampingnya. Akupun heboh menimpali karena akupun melhat kejadian yang sama.
Tiga hari berikutnya, dengan hari-hari yang sama dengan hari sebelumnya aku melewati rute yang sama. Saat menuju jalan raya, aku melihat seorang wanita berdiri mematung. Sepertinya masih muda dengan jaket abu-abu dan celana jeans biru ketat. Dari kejauhan aku menyadari ada yang tidak beres.
Benar saja, saat aku melewatinya.. wanita itu memakai helm putih dengan muka yang berlumuran darah. Helm yang tidak sempurna seperti ada banyak baret-baret dipinggirnya. Tangannya yang aku lihat membiru. Saat dia akan membuka mulutnya untuk bicara, dengan takut akupun langsung membaca surat An-Nas dan Al-Fatihah dengan cepatnya. Takut dia ingin aku membantunya dalam mencarikan sesuatu. Sepert yang dilakukan sebelumnya oleh dua anak SD korban kecelakaan saat aku SMA dulu. Dia meminta aku mencarikan botol minum kesayangan pemberian ibu dan ayahnya.
Hingga beberapa hari aku tidak pernah melewati jalan itu. Saat kupikir-pikir sudah aman dan sudah tidak ada lagi aku memberanikan diri melewati tempat itu. Wanita itu masih ada dipinggir jalan itu, dengan duduk memeluk lutut dan menggoyang-goyangkan badannya seperti orang kedinginan lengkap dengan helm putihnya.
Hawanya memang tetap anyeb. Tidak dingin dan tidak panas. Tidak ada angin segar sama sekali padahal saat itu sangat berangin, ditambah aku mengendarai motor akan tetapi angin sejuk tidak terhempas ke wajahku. Hanya angin. Penasaran, akupun melihat kesekeliling. Ada beberapa pria mengenakan jas dengan muka pucat dan rambut putih beruban ada juga yang setengah bungkuk dan tak jarang ada beberapa pria dengan mata sipit berjalan-jalan dengan muka yang juga pucat. Aku bergidik dan secepat kilat aku melesat.
Beberapa hari yang lalu, tepatnya setelah lebaran kalau tidak salah. Ada wanita tertabrak mobil molen, Tak jarang mobil molen ini hilir mudik karena disamping kuburan ini ada tempat pencampuran pasir dan semen dan kemudian dibawa dengan mobil molen ke tempat konsumen. Pagi itu saat aku melewati jalan biasa, ditengah-tengah kuburan ternyata terjad kemacetan. Entah apa yang menyebabkan macet, akupun dengan sabar menanti antrian keluar dari kuburan. Saat sudah dipenghujung jalan banyak juga pemotor yang berhenti dan ada juga orang-orang berkumpul dipinggir jalan, jalanan yang dialihkan membuat aku dan pengendara lainnya melewati trotoar baru ke jalan raya. Penasaran, akupun bertanya pada orang yang berkumpul melihat kejadian. Aku melihat ada mobil molen dipinggir jalan dan motor scoopy atau mio Fino, aku tidak jelas Seperti kembung dibagian samping joknya.
"Kenapa itu pak ? Rame-rame."
"Ada cewek ketabrak mobil molen neng kesianan bener" Dengan logat betawinya, bapak itu menerangkan sambil tetap mendongakkan kepalanya melihat ke tkp karena orang tsb tidak cukup tinggi.
Sadar aku akan telat, aku kembali memacu sepeda motorku ke kantor. Temanku bercerita juga kalau diapun melihat kejadian tersebut persis disampingnya. Akupun heboh menimpali karena akupun melhat kejadian yang sama.
Tiga hari berikutnya, dengan hari-hari yang sama dengan hari sebelumnya aku melewati rute yang sama. Saat menuju jalan raya, aku melihat seorang wanita berdiri mematung. Sepertinya masih muda dengan jaket abu-abu dan celana jeans biru ketat. Dari kejauhan aku menyadari ada yang tidak beres.
Benar saja, saat aku melewatinya.. wanita itu memakai helm putih dengan muka yang berlumuran darah. Helm yang tidak sempurna seperti ada banyak baret-baret dipinggirnya. Tangannya yang aku lihat membiru. Saat dia akan membuka mulutnya untuk bicara, dengan takut akupun langsung membaca surat An-Nas dan Al-Fatihah dengan cepatnya. Takut dia ingin aku membantunya dalam mencarikan sesuatu. Sepert yang dilakukan sebelumnya oleh dua anak SD korban kecelakaan saat aku SMA dulu. Dia meminta aku mencarikan botol minum kesayangan pemberian ibu dan ayahnya.
Hingga beberapa hari aku tidak pernah melewati jalan itu. Saat kupikir-pikir sudah aman dan sudah tidak ada lagi aku memberanikan diri melewati tempat itu. Wanita itu masih ada dipinggir jalan itu, dengan duduk memeluk lutut dan menggoyang-goyangkan badannya seperti orang kedinginan lengkap dengan helm putihnya.
johny251976 dan 7 lainnya memberi reputasi
8
