- Beranda
- Stories from the Heart
Buku Harian Seorang Indigo
...
TS
monikahastono
Buku Harian Seorang Indigo

WELCOME TO MY THREAD
Haloo, sebelumnya ane buat thread di The Lounge.. tapi sehubungan dengan banyaknya cerita yang akan ane post, ane jadi pindahin semuanya ke sfth

Tadinya mau pake ID klonengan tapi waktu mau bikin ga bisa-bisa. Woyes pake id yg sudah ada aja.
Ane mau cerita pengalaman ane sebagai seorang yang bisa melihat dan merasakan hal yang tidak semua orang bisa merasakan. Di thread ini ane tuangin semua pengalaman ane. Tidak ada cerita klimaks ataupun anti klimaks karena murni pengalaman ane. Jadi, tiap hari pasti ada aja ceritanya. Tapi ane tuangin yang bener-bener berkesan buat ane.
Well, awalnya ane ragu mau share ini. Karena suatu hari ane pernah minta saran sm kakek ane yang bisa punya hal yang kaya gini juga dan beliau juga bisa mengartikan mimpi.
Kakek ane bilang, jangan sampai orang lain tahu kelebihan kamu ini. Akan memungkinkan bahaya.
Bukannya ane mau melanggar pesan kakek ane, tapi... Ane kadang mau mengungkap semua apa yang ane rasain selama hidup 23 tahun ini.
Spoiler for "YOU DIDN'T SEE WHAT I SAW":
Terima kasih atas kesetiaannya pantengin thread ane hehe. Rate, cendol, share and bookmark please! 

RUMAH HANTU
Spoiler for Rumah Hantu:
IBU
Spoiler for Ibuku:

Diubah oleh monikahastono 12-04-2019 17:21
Menthog dan 24 lainnya memberi reputasi
25
227.7K
668
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
32.7KThread•52.6KAnggota
Tampilkan semua post
TS
monikahastono
#270
Dunia Malam
Seperti kebanyakan manusia, pasti punya rasa ingin tahu yang berlebihan. Contohnya aku yang ingin merasakan dunia malam itu seperti apa. Dunia malam dengan hingar bingar musik berdentuk dan minuman berbau asam. Selama 23 tahun ini aku tidak pernah menginjakkan kakiku ke tempat penuh muslihat tersebut. Paling aku begadang ke warnet hingga paket malam seharga tujuh ribuku habis pukul 7 pagi tapi ditunggui ayahku, pukul 11 malam ia membawakanku nasi goreng depan warnet. Itulah ayahku, tidak pernah memaksakan kehendak anaknya. Anaknya cinta computer, tidak masuk universitas negri dia tidak marah malah mensupport bahwasannya jika aku mencintai computer, harus mengambil fakultas computer dan jadilah aku sekarang wanita satu-satunya di divisiku. IT Development.
Hari itu, teman kuliahku mengajakku ke kemang pada tengah malam. Outfit yang sudah disiapkan, aku Amel dan Eka meluncur ke kawasan kemang sebelah rumah makan Sulawesi. Pukul setengah 12 malam kami sudah tiba dan ternyata masih sepi. Eka bilang, pukul 2 adalah puncaknya. Banyak manusia dengan pakaian minim dan pria dengan parfumnya yang menyengat akan hedon menari tidak tentu arah. Pukul 1 saja aku mulai mengantuk. Dengan musik yang keras dan tidak hentinya mengalun, aku tidak bisa tidur dan kantukku masih merajai mataku ini. Aku bisa tahan karena dikenalkan banyak orang oleh teman kuliahku, Guruh. Seketika aku menikmati dunia malam ini. Bukan dunia maya tengah malam.
Pukul 3 dini hari semua heboh menari layaknya sapi gila tak tentu arah. Di ujung dekat pintu aku melihat pria setengah baya dengan tinggi sekitar 180an dengan badan yang tambun. Aku memperhatikan, apakah itu betul manusia atau tidak. Tapi ternyata dia berbincang bersama tiga teman disampingnya. Syukurlah, ternyata dia manusia. Ada perasaan aneh yang aku rasakan terhadap orang itu. Aku selalu memperhatiannya sambil terkantuk dengan musik yang kencang. Perokok banyak sekali di ruangan itu. Hingga aku merasa rambutku terkena shampoo asap rokok. Banyak asap bertebaran disekitarku begitupun dengan orang lain. Anehnya, pria tinggi besar itu dikelilingi asap yang tidak sedikit. Perlahan asap itu naik keatas pria itu dan membentuk dirinya sendiri. Sontak aku istigfar. Dan ternyata asap menyerupai persisssss 100% orang itu melayang kesana kemari. Dan perlana sirna. Aku melihat pria tersebut dengan kantung mata yang besar dan mata yang merah seperti terkena debu. Oh ya, rambut pria tersebut keriting sebahu dengan postur tubuh yang agak bungkuk.
Hari itu, teman kuliahku mengajakku ke kemang pada tengah malam. Outfit yang sudah disiapkan, aku Amel dan Eka meluncur ke kawasan kemang sebelah rumah makan Sulawesi. Pukul setengah 12 malam kami sudah tiba dan ternyata masih sepi. Eka bilang, pukul 2 adalah puncaknya. Banyak manusia dengan pakaian minim dan pria dengan parfumnya yang menyengat akan hedon menari tidak tentu arah. Pukul 1 saja aku mulai mengantuk. Dengan musik yang keras dan tidak hentinya mengalun, aku tidak bisa tidur dan kantukku masih merajai mataku ini. Aku bisa tahan karena dikenalkan banyak orang oleh teman kuliahku, Guruh. Seketika aku menikmati dunia malam ini. Bukan dunia maya tengah malam.
Pukul 3 dini hari semua heboh menari layaknya sapi gila tak tentu arah. Di ujung dekat pintu aku melihat pria setengah baya dengan tinggi sekitar 180an dengan badan yang tambun. Aku memperhatikan, apakah itu betul manusia atau tidak. Tapi ternyata dia berbincang bersama tiga teman disampingnya. Syukurlah, ternyata dia manusia. Ada perasaan aneh yang aku rasakan terhadap orang itu. Aku selalu memperhatiannya sambil terkantuk dengan musik yang kencang. Perokok banyak sekali di ruangan itu. Hingga aku merasa rambutku terkena shampoo asap rokok. Banyak asap bertebaran disekitarku begitupun dengan orang lain. Anehnya, pria tinggi besar itu dikelilingi asap yang tidak sedikit. Perlahan asap itu naik keatas pria itu dan membentuk dirinya sendiri. Sontak aku istigfar. Dan ternyata asap menyerupai persisssss 100% orang itu melayang kesana kemari. Dan perlana sirna. Aku melihat pria tersebut dengan kantung mata yang besar dan mata yang merah seperti terkena debu. Oh ya, rambut pria tersebut keriting sebahu dengan postur tubuh yang agak bungkuk.
Diubah oleh monikahastono 31-07-2015 11:03
johny251976 dan 5 lainnya memberi reputasi
6
