Kaskus

Story

monikahastonoAvatar border
TS
monikahastono
Buku Harian Seorang Indigo
Buku Harian Seorang Indigo

WELCOME TO MY THREAD

Haloo, sebelumnya ane buat thread di The Lounge.. tapi sehubungan dengan banyaknya cerita yang akan ane post, ane jadi pindahin semuanya ke sfth emoticon-Smilie
Tadinya mau pake ID klonengan tapi waktu mau bikin ga bisa-bisa. Woyes pake id yg sudah ada aja.
Ane mau cerita pengalaman ane sebagai seorang yang bisa melihat dan merasakan hal yang tidak semua orang bisa merasakan. Di thread ini ane tuangin semua pengalaman ane. Tidak ada cerita klimaks ataupun anti klimaks karena murni pengalaman ane. Jadi, tiap hari pasti ada aja ceritanya. Tapi ane tuangin yang bener-bener berkesan buat ane.
Well, awalnya ane ragu mau share ini. Karena suatu hari ane pernah minta saran sm kakek ane yang bisa punya hal yang kaya gini juga dan beliau juga bisa mengartikan mimpi.
Kakek ane bilang, jangan sampai orang lain tahu kelebihan kamu ini. Akan memungkinkan bahaya.
Bukannya ane mau melanggar pesan kakek ane, tapi... Ane kadang mau mengungkap semua apa yang ane rasain selama hidup 23 tahun ini.

Spoiler for "YOU DIDN'T SEE WHAT I SAW":


Terima kasih atas kesetiaannya pantengin thread ane hehe. Rate, cendol, share and bookmark please! emoticon-Malu (S)emoticon-Kiss (S)


RUMAH HANTU

Spoiler for Rumah Hantu:


IBU

Spoiler for Ibuku:


Buku Harian Seorang Indigo
Diubah oleh monikahastono 12-04-2019 17:21
vinatrihapsa965Avatar border
jenggalasunyiAvatar border
MenthogAvatar border
Menthog dan 24 lainnya memberi reputasi
25
227.7K
668
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
Stories from the Heart
KASKUS Official
32.8KThread52.8KAnggota
Tampilkan semua post
monikahastonoAvatar border
TS
monikahastono
#29
Telepati
Pernah merasakan telepati ? Atau hanya tipuan dari reality show sulap yang terungkap di "The biggest mistery secret finally reveal" di stasiun tv ?
Telepati. Ya, itu aku rasakan saat aku mempunyai hubungan spesial sesama indigo. Dia merasakan apa yang aku rasakan dan diapun mempunyai kelebihan yang berbeda denganku. Aku tidak bisa menyebutkan karena aku menjaga privasinya.

Waktu itu, aku semester 2. Dia adalah alumni dari kampusku dan mengajar karate. Cukup bangga memang, punya pacar anak karate dan bersabuk hitam. Dia juga mengajar di salah satu SMA dari kepolisian.

Aku tahu dia sama denganku, karena dia melihat apa yang aku lihat. Dan yang tidak orang lain lihat. Semenjak itu kami berdua selalu berbagi cerita tentang kehidupan kami masing masing. Kalau kalian berbagi cerita hidup dengan pasanganmu diisi dengan percakapan biasa, kami berdua berbicara hal yang tidak orang lain mengerti. Dia selalu bercerita masa kecilnya yang masih meraba dan menerka, apa sebenarnya itu semu. Tetapi aku berbeda dengannya. Sedari kecil ibuku bercerita, jika aku bermain boneka sendirian atau bermain masak-masakan sendirian, ibuku sering kali memergoki aku sedang berbicara layaknya dengan tiga orang. Sampai sekarangpun ibuku masih bercerita permainan apa yang kadan aku berbicara seolah-olah sedang bermain bersama-sama.

Waktu itu, aku terkadang iri dengan teman-temanku. Mereka apabila pulang kuliah diantar oleh pacarnya masing-masing. Tak mau kalah, akupun mengadu kepadanya dan dia janji akan menjemputku sepulang kuliah. Sambil menunggu dia menjemput, aku duduk di tempat paling nikmat sedunia. Bangku warnet.
Dibelakang kampusku ada warnet dan aku suka bertandang kesana. Layaknya warnet terminal, aku tidak hafal dengan operator disana. Hanya sesekali aku bertandang kesana. Hanya saat kepala mumet karena tugas yang membabi buta.

Kebiasaan buruk para sebagian gamer. Handphone adalah benda yang terlupakan saat itu. Terkadang jika asik bermain, kita suka lupa handphone itu apa. Bunyi apa itu, ternyata benda yang kita anggap tidak ada itu berdering.
Saking asiknya aku bermain, ponselku aku letakkan begitu saja dengan keadaan sunyi.
Sayup-sayup ada suaranya memanggil. Aku menoleh kebelakang. Tidak ada siapa-siapa. Hanya bocah sd dan smp beradu mulut dan beberapa membanting mouse dan berkata kasar. Seperti tidak pernah mengenyam pendidikan.
Aku kembali asik pada layar memantulkan bias hijau pepohonan. Tanpa melihat ponselku apakah dia sudah sampai atau belum.

Kembali terdengar suaranya memanggil. Tapi kali ini panggilannya sangat jelas dan dengan kalimat berikutnya. "Cepet turun, aku udah di depan The Patch".
Sadar dengan apa yang aku dengar, aku bergegas log out dan merapikan barang bawaanku. Aku membuka pintu keluar warnet dan aku lihat dia sudah menungguku dengan tetap duduk di motor. Melihat wajahku terheran-heran, dia tersenyum penuh arti kepadaku. Sambil berkata "Tadi denger ya aku panggil ?"
"Iyah, itu tadi apa ?"
"Telepati".

Sepanjang perjalanan aku memutar otak. Apa benar yang terjadi pada kami barusan ? Yang aku rasakan seperti suaranya ada dipikiranku. Memanggil dengan jelas.
Tapi sayang, aku tidak pernah mendengar kabarnya lagi semenjak pertengkaran besar itu dan kata putus terlontar dari mulutku.
fatqurr
jenggalasunyi
johny251976
johny251976 dan 4 lainnya memberi reputasi
5
Ikuti KASKUS di
© 2026 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved.