Kaskus

Story

monikahastonoAvatar border
TS
monikahastono
Buku Harian Seorang Indigo
Buku Harian Seorang Indigo

WELCOME TO MY THREAD

Haloo, sebelumnya ane buat thread di The Lounge.. tapi sehubungan dengan banyaknya cerita yang akan ane post, ane jadi pindahin semuanya ke sfth emoticon-Smilie
Tadinya mau pake ID klonengan tapi waktu mau bikin ga bisa-bisa. Woyes pake id yg sudah ada aja.
Ane mau cerita pengalaman ane sebagai seorang yang bisa melihat dan merasakan hal yang tidak semua orang bisa merasakan. Di thread ini ane tuangin semua pengalaman ane. Tidak ada cerita klimaks ataupun anti klimaks karena murni pengalaman ane. Jadi, tiap hari pasti ada aja ceritanya. Tapi ane tuangin yang bener-bener berkesan buat ane.
Well, awalnya ane ragu mau share ini. Karena suatu hari ane pernah minta saran sm kakek ane yang bisa punya hal yang kaya gini juga dan beliau juga bisa mengartikan mimpi.
Kakek ane bilang, jangan sampai orang lain tahu kelebihan kamu ini. Akan memungkinkan bahaya.
Bukannya ane mau melanggar pesan kakek ane, tapi... Ane kadang mau mengungkap semua apa yang ane rasain selama hidup 23 tahun ini.

Spoiler for "YOU DIDN'T SEE WHAT I SAW":


Terima kasih atas kesetiaannya pantengin thread ane hehe. Rate, cendol, share and bookmark please! emoticon-Malu (S)emoticon-Kiss (S)


RUMAH HANTU

Spoiler for Rumah Hantu:


IBU

Spoiler for Ibuku:


Buku Harian Seorang Indigo
Diubah oleh monikahastono 12-04-2019 17:21
vinatrihapsa965Avatar border
jenggalasunyiAvatar border
MenthogAvatar border
Menthog dan 24 lainnya memberi reputasi
25
227.9K
668
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
Stories from the Heart
KASKUS Official
32.8KThread1Anggota
Tampilkan semua post
monikahastonoAvatar border
TS
monikahastono
#8
Kota Tua II
Saat aku membeli tiket dan masuk ke dalam, kita langsung menaiki tangga dan banyak orang berfoto-foto.
Karena mata batinku sudah beradaptasi dari pertama datang, aku memberanikan diri melihat ke beberapa waktu yang lalu.
Selain bisa melihat makhluk astral, aku juga bisa melihat kejadian beberapa tahun kebelakang dengan memegang salah satu benda atau tembok bangunan tersebut. Akupun bisa melihat kedalam rumah tanpa aku masuk ke rumah tersebut. Contoh, temanku ingin aku melihat rumahnya yang belum pernah aku datangi sebelumnya. Aku bisa mendeskripsikan apa saja yang ada dirumah tersebut. Aktifitas apa yang sedang dilakukan di rumah tersebut. Dan flash back ke beberapa tahun kebelakang tempat apa itu sebelum rumah temanku. Melihat disini bukan dengan kasat mataku. Tapi aku seakan tersedot ke masa lalu dan mengalami kejadian seakan" aku berada disana.

Kuberanikan memegang tangga dipintu masuk museum Fatahillah. Alangkah terkejutnya saat ada noni belanda kurus dengan baju kuning rok menggembuh dan sarung tangan putih hingga ke siku. Dia menembusku. Membawa piring dengan isi kue kue kecil, terlihat lezat. Tapi disana riuh dengan orang" berpesta. Banyak orang bersenda gurau. Bahasa yang tidak aku mengerti. Alunan lagu klasik bergema dari atas tangga. Kebanyakan pria mengenakan pakaian dari bahan beludru. Biru dongker, hitam, dan merah maroon mendominasi pakaian pria-pria tersebut. Sedangkan para wanita memakai pakaian terusan dengan rok terkembung.

Aku melepas tangga kayu tersebut. Kepalaku dibuat berkunang-kunang. Memang, jika aku pergi terlalu jauh. Badan ini terasa sangat lelah. Kalau diibaratkan bermain dotA, mana ku sudah berkurang.
Berlanjut ke lantai atas tempat di mana jendela" terbuka. Aku kearah jendela yang paling tengah. Aku penasaran, ku arahkan pandanganku ke luar jendela. Dan aku terkejut. Semua pemandangan bisa dilihat sempurna dari jendela ini. Aku ingat akan pria dipasung tersebut. Kuberanikan diri memegang pinggiran jendela berwarna hijau itu.

Astagfirullah. Dibelakangku ada noni yang duduk dengan dagu terangkat. Dan disamping kiriku ada pria dengan baju beludru. Itu adalah biru dongker. Ya, kini aku jelas bisa melihat warna baju pria kolonial itu. Dia sedang bertolak pinggang dengan tangan kanan menunjuk kearah luar. Aku palingkan pandanganku keluar. Pria dengan pasung di kepala dan tangan, dua pengawal, satu pengawal berkulit putih dengan banu putihnya itu. Semua itu berhubungan.
Suasana yang mencekam. Berbeda sekali dengan situasi saat aku memegang tangga kayu itu.
Pria pasung dikelilingi oleh banyak orang. Membentuk lingkaran tetapi sangat jauh jaraknya dengan si pria pasung. Dibelakang pria pasung, di barisan lingkaran itu ada ibu paruh baya dan satu ibu muda menjerit dan menangis meraung. Ada anak kecil yang dipeluk si ibu muda membelakangi pria pasung. Anak kecil itu sepertinya menggenggam kuat kebaya lusuh. Seketika, aku mendengar pria disampingku berteriak. Aku tidak mengerti apa yang dia teriakan. Sedetik kemudian, terdengar suara letusan yang sangat kencang. Sontak aku melepaskan peganganku. Aku sempoyongan. Ku kuatkan diriku dengan menarik nafas panjang dan dengan basmalah. Terus hatiku berdzikir. Sungguh pengalaman ke kota tua yang sangat sangat menegangkan.
pulaukapok
fatqurr
jenggalasunyi
jenggalasunyi dan 7 lainnya memberi reputasi
6
Ikuti KASKUS di
© 2026 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved.