- Beranda
- Stories from the Heart
Buku Harian Seorang Indigo
...
TS
monikahastono
Buku Harian Seorang Indigo

WELCOME TO MY THREAD
Haloo, sebelumnya ane buat thread di The Lounge.. tapi sehubungan dengan banyaknya cerita yang akan ane post, ane jadi pindahin semuanya ke sfth

Tadinya mau pake ID klonengan tapi waktu mau bikin ga bisa-bisa. Woyes pake id yg sudah ada aja.
Ane mau cerita pengalaman ane sebagai seorang yang bisa melihat dan merasakan hal yang tidak semua orang bisa merasakan. Di thread ini ane tuangin semua pengalaman ane. Tidak ada cerita klimaks ataupun anti klimaks karena murni pengalaman ane. Jadi, tiap hari pasti ada aja ceritanya. Tapi ane tuangin yang bener-bener berkesan buat ane.
Well, awalnya ane ragu mau share ini. Karena suatu hari ane pernah minta saran sm kakek ane yang bisa punya hal yang kaya gini juga dan beliau juga bisa mengartikan mimpi.
Kakek ane bilang, jangan sampai orang lain tahu kelebihan kamu ini. Akan memungkinkan bahaya.
Bukannya ane mau melanggar pesan kakek ane, tapi... Ane kadang mau mengungkap semua apa yang ane rasain selama hidup 23 tahun ini.
Spoiler for "YOU DIDN'T SEE WHAT I SAW":
Terima kasih atas kesetiaannya pantengin thread ane hehe. Rate, cendol, share and bookmark please! 

RUMAH HANTU
Spoiler for Rumah Hantu:
IBU
Spoiler for Ibuku:

Diubah oleh monikahastono 12-04-2019 17:21
Menthog dan 24 lainnya memberi reputasi
25
227.7K
668
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
32.8KThread•52.9KAnggota
Tampilkan semua post
TS
monikahastono
#6
Jin Bercula
SMA. Dan SMAku jauh, melewati lampu merah fatmawati dan setelah lampu merah D'Best. Sebelum ITC Fatmawati. Perjalanan dari rumahku ke sekolah memakan waktu satu jam. Pada waktuku dulu, sekolah masuk pukul 06.30 dan pulang pukul 15.00. Sangat jenuh bukan disekolah ? Apalagi kalau kita harus menempuh les yang sangat padat. Bisa-bisa menyentuh kasur di rumah pukul delapan malam.
Singkat cerita, hari itu aku berangkat pukul setengah 6 pagi. Wajar saja, karena jika matahari sudah menampakkan dirinya, itu berarti tanda aku terlambat ke sekolah.
Pukul setengah 6 pagi masih terlihat ibu-ibu yang menjual sayur dekat rumah. Saat masih di dalam gang rumah, dibelokan itu aku melihatnya. Di dalam pekarangan tetanggaku, dia berjalan. Syukurlah dia tidak menengok ke arahku.
Sosok itu tetap menggunakan baju hitam, seperti yang dipakai oleh jin botak dan hantu muka rusak di makam pondok cabe. Anehnya, selama hidupku saat itu aku baru melihat jin dengan wujud seperti itu.
Botak. Garang. Dan BERCULA! Ya, seperti tanduk tapi aku ingat, itu seperti cula dari badak. Kalau tanduk yang biasa aku lihat adalah di area kepala. Tetapi ini berada tepat di tengah jidatnya.
Cula itu berwarna hitam tapi di pangkalnya berwarna hijau kelam. Dia berjalan lurus tetapi aku melihatnya dari samping. Banyak guratan-guratan seperti urat di tanduknya.
Malamnya aku bertanya kepada ayahku, jin jenis apa itu. Ia menjawab bahwa itu jin jahat. Sampai saat ini aku tidak pernah lagi melihat sosok itu dipekarangan tetanggaku. Jujur, jin paling seram yang pernah aku lihat, adalah jin itu. Auranya sangat tidak menyenangkan. Tetapi tidak ada bau-bau busuk yang menyengat. Oh iya, tinggi jin itu seperti manusia normal. Dia berjalan dengan kaki tidak beralaskan apapun.
Semoga tidak pernah ada lagi jin bercula yang aku temui. Bila jin jin dengan tubuh menjulang ke langit, aku sudah terbiasa dengan itu (Genderuwo) dengan mata merah menyala seperti batu delima tetapi sangat besar. Hmm aku rasa aku sudah terbiasa melihat itu.
Singkat cerita, hari itu aku berangkat pukul setengah 6 pagi. Wajar saja, karena jika matahari sudah menampakkan dirinya, itu berarti tanda aku terlambat ke sekolah.
Pukul setengah 6 pagi masih terlihat ibu-ibu yang menjual sayur dekat rumah. Saat masih di dalam gang rumah, dibelokan itu aku melihatnya. Di dalam pekarangan tetanggaku, dia berjalan. Syukurlah dia tidak menengok ke arahku.
Sosok itu tetap menggunakan baju hitam, seperti yang dipakai oleh jin botak dan hantu muka rusak di makam pondok cabe. Anehnya, selama hidupku saat itu aku baru melihat jin dengan wujud seperti itu.
Botak. Garang. Dan BERCULA! Ya, seperti tanduk tapi aku ingat, itu seperti cula dari badak. Kalau tanduk yang biasa aku lihat adalah di area kepala. Tetapi ini berada tepat di tengah jidatnya.
Cula itu berwarna hitam tapi di pangkalnya berwarna hijau kelam. Dia berjalan lurus tetapi aku melihatnya dari samping. Banyak guratan-guratan seperti urat di tanduknya.
Malamnya aku bertanya kepada ayahku, jin jenis apa itu. Ia menjawab bahwa itu jin jahat. Sampai saat ini aku tidak pernah lagi melihat sosok itu dipekarangan tetanggaku. Jujur, jin paling seram yang pernah aku lihat, adalah jin itu. Auranya sangat tidak menyenangkan. Tetapi tidak ada bau-bau busuk yang menyengat. Oh iya, tinggi jin itu seperti manusia normal. Dia berjalan dengan kaki tidak beralaskan apapun.
Semoga tidak pernah ada lagi jin bercula yang aku temui. Bila jin jin dengan tubuh menjulang ke langit, aku sudah terbiasa dengan itu (Genderuwo) dengan mata merah menyala seperti batu delima tetapi sangat besar. Hmm aku rasa aku sudah terbiasa melihat itu.
japraha47 dan 10 lainnya memberi reputasi
11
