Kaskus

Story

monikahastonoAvatar border
TS
monikahastono
Buku Harian Seorang Indigo
Buku Harian Seorang Indigo

WELCOME TO MY THREAD

Haloo, sebelumnya ane buat thread di The Lounge.. tapi sehubungan dengan banyaknya cerita yang akan ane post, ane jadi pindahin semuanya ke sfth emoticon-Smilie
Tadinya mau pake ID klonengan tapi waktu mau bikin ga bisa-bisa. Woyes pake id yg sudah ada aja.
Ane mau cerita pengalaman ane sebagai seorang yang bisa melihat dan merasakan hal yang tidak semua orang bisa merasakan. Di thread ini ane tuangin semua pengalaman ane. Tidak ada cerita klimaks ataupun anti klimaks karena murni pengalaman ane. Jadi, tiap hari pasti ada aja ceritanya. Tapi ane tuangin yang bener-bener berkesan buat ane.
Well, awalnya ane ragu mau share ini. Karena suatu hari ane pernah minta saran sm kakek ane yang bisa punya hal yang kaya gini juga dan beliau juga bisa mengartikan mimpi.
Kakek ane bilang, jangan sampai orang lain tahu kelebihan kamu ini. Akan memungkinkan bahaya.
Bukannya ane mau melanggar pesan kakek ane, tapi... Ane kadang mau mengungkap semua apa yang ane rasain selama hidup 23 tahun ini.

Spoiler for "YOU DIDN'T SEE WHAT I SAW":


Terima kasih atas kesetiaannya pantengin thread ane hehe. Rate, cendol, share and bookmark please! emoticon-Malu (S)emoticon-Kiss (S)


RUMAH HANTU

Spoiler for Rumah Hantu:


IBU

Spoiler for Ibuku:


Buku Harian Seorang Indigo
Diubah oleh monikahastono 12-04-2019 17:21
vinatrihapsa965Avatar border
jenggalasunyiAvatar border
MenthogAvatar border
Menthog dan 24 lainnya memberi reputasi
25
227.7K
668
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
Stories from the Heart
KASKUS Official
32.8KThread52.8KAnggota
Tampilkan semua post
monikahastonoAvatar border
TS
monikahastono
#5
Tengkorak dan Hantu Muka Hancur
Masih saat-saat SMP. Tapi ini adalah pengalamanku saat SMP kelas 2. Rencananya aku mau main ke rumah temanku di pondok cabe. Aku, Siti dan Diana mau main ke rumah Tri. Rumah tri di pondok cabe dan kita janjian pulang sekolah. Tri juga sama denganku, bisa melihat hal serupa. Kami kadang suka berdiskusi dengan hantu kamar mandi smpku. Wanita dengan muka rusak, lidah yang bercabang menjulur dan berliur. Dia menempati bilik kamar mandi no 3 atau bisa dibilang kedua dari pojok. Karena bilik kamar mandi smp kami ada 4 bilik.
Hantu wanita muka hancur dan lidah bercabang dua itu selalu berada dilangit-langit bilik no 3. Seperti punggungnya menempel diplafon dengan tangan yang mencengkram plafon layaknya manusia yang sedang menirukan cakar kucing. Aku tidak pernah menggunakan bilik no 3 itu. Biasanya aku menggunakan bilik no 2. Terkadang rambut wanita itu masih terlihat di plafon bilik 2.

Sepulang sekolah, aku dan ketiga temanku sepakat menempuh jalan kaki ke pondok cabe dari Jl. Bandung. Anda tahu, Jl Bandung terkenal dengan keangkeran jembatannya. Tapi bukan disini aku menemui dua makhluk tersebut.
Apabila kita tempuh dengan berjalan kaki ke pondok cabe, kita akan melewati kuburan pondok cabe yang sangat sangat tidak rekomen untuk dilewati malam hari.
Sebelum kuburan pondok cabe, dulunya orang bilang ilalang tinggi itu tempat jin buang anak atau sering kali terjadi pembunuhan dan mayat yang dibuang ke ilalang tinggi itu.
Entah setan mana yang mempengaruhi kami berempat untuk beruji nyali melewati kuburan tersebut. Kuburan pondok cabe punya 2 gerbang masuk ke makam (mungkin aku sebut itu makam, agar lebih sopan). Gerbang satu, berada dibelakang makam dimana gerbang pertama yang kami temui saat masuk ke gang samping makam. Gerbang kedua, saat kita keluar dari gang makam.

Saat baru memasuki gang, perasaanku sudah tidak karuan. Bisa dibilang itu bukan gang, hanya jalan setapak kecil di sebelah kanan tembok makam dan sebelah kiri jalan, adalah ilalang dan kebon kosong.
Digerbang pertama, aku tidak menemui apapun. Tapi saat kita berempat berjalan melalui tembok makam, aku merasakan ada yang mengikuti kami.
Walaupun aku tidak menoleh kebelakang tp mata batinku tau, apa yang mengikuti kami dibelakang. Aku mendeskripsikan makhluk itu ke Tri, dia bilang. Dia merasa ada yang mengikuti tapi dia tidak tahu makhluk seperti apa.
Makhluk itu jalan sekitar 2 meter dibelakang kami. Seperti tengkorang, tapi jalan dengan tak bertulang. Dia berjalan seperti molusca tanpa tulang dan engsel. Seperti yang ada di Lab Biologi, orthopedi dan kerangka-kerangka tulang manusia. Makhluk itu berjalan seperti tidak ada engsel-engsel yang menopang.

Aku terus mengucap tasbih dan tak lupa surat An-Nas. Belum sampai situ, saat kami sudah sampai pada gerbang depan, aku melihatnya. Sangat sangat menyeramkan.
Dia memakai baju hitam seperti yang dipakai jin di kelasku itu. Mukanya, sangat mengerikan.
Lingkaran mata sebelah kiri utuh tapi, bagian lainnya rusak. Merah dan keluar nanah serta koreng yang menutupi sebagian. Tampak sangat sedih dan ingin keluar dari gerbang tersebut. Saat aku ketik ini, paha sebelah kiriku terasa panas.

Aku memberitahukan pada ibuku apa yang terjadi. Dan minggu depannya aku ditelpon saudara jauhku. Dia bilang, ibuku cerita kalau aku melihat makhluk dengan muka rusak. Dia meneruskan, bahwa saudara dari suaminya 2 minggu lalu jadi korban perampasan motor di taekan jalan ke pondok cabe lewat jalan bandung. Dan di makamkan di makam pondok cabe.
Mukanya di sekap dan dibubuhi saos sambal ke seluruh muka. Aku hanya bisa bergidik dan lemas mendengarnya. Wallahu alam. Aku kembalikan kepada yang maha kuasa karena manusia setelah meninggal ruhnya kembali kepada YME.

-----------------------------UPDATE-------------------------------

Jumat malam aku diajak ayahku menemui temannya dibilangan Pondok Cabe. Ini mengingatkanku akan muka hancur dan tengkorak. Malam itu gerimis sehabis isya. Aku sudah mewanti-wanti ayahku untuk tidak melewati Jl Bandung yang tembus ke Pondok Cabe. Akhirnya ayahku mengambil tembusan Jl Jakarta di samping Bioskop Dinasti yang terkenal di jamannya itu yang sekarang berubah menjadi Cinere Square/Living Plaza.
Tetap saja, jalanan tembus menuju Pondok Cabe masih sangat gelap tanpa penerangan dan juga melewati jembatan. Saat melewati jembatan aku hanya bisa memejamkan mata. Takut akan hal-hal mengerikan aku lihat kembali. Ayahku yang menyadari aku memegang ujung bajunya dengan kencang, hanya terkekeh melihat tingkahku. Sesampainya di rumah Kang Aris, teman ayahku. Ayahkupun memulai pembicaraan dengan topik, "Monik takut lewat kuburan Pondok Cabe".
Aku ditanya, apa yang dilihat ? Akupun menuturkan bahwa pada saat aku SMP, aku melihat makhluk muka hancur dan beberapa hari kemudian di telepon oleh saudaraku bahwa mahkluk tersebut adalah tukang ojek di sekitaran pondok cabe.
Kang Aris pun menuturkan bahwa itu adalah kenalan dari saudaranya. Dia menjelaskan bahwa tukang ojek itu dibunuh dan di rampas sepeda motornya, kepalanya di benturkan ke tiang listrik yang ada di samping pintu makam yang aku lihat. Mukanya yang hancur karena sambal yang dibeli di warteg. Warteg yang ada di dekat rumah Kang Aris. Pelaku membeli sambal yang begitu banyak dengan alibi untuk dimasak dirumah. Malam dimana tukang ojek itu di bentur-benturkan ke tiang listrik ternyata berteriak minta tolong. Warga sekitar mengira suara tersebut adalah suara makhluk halus karena suaranya terdengan jelas dari makam. Warga tidak mengira bahwa itu adalah orang yang berteriak minta tolong.

Pelaku akhirnya ditangka dengan cara yang tak lazim. Yaitu dengan melibatkan paranormal atau orang pintar sekitar. Memasukkan mediator seperti halnya dengan reality show pada tv swasta tengah malam. Mediator mengatakan untuk segera mengejar pelaku. Karena motor korban akan di larikan ke Lampung. Kang Arispun di tanya, jalur mana dari Pondok Cabe yang akan jadi tembusan ke daerah Lampung. Kang Aris menuturkan biasanya dibawa dari BSD melewati perkampungan warga.

Pelaku ditangkap persis saat sedang bernegosiasi dengan makelar motor yang akan membawa ke pelabuhan. Itulah mengapa Kang Aris tahu persis cerita tentang "Muka Hancur".
Diubah oleh monikahastono 27-04-2015 11:33
jenggalasunyi
johny251976
japraha47
japraha47 dan 9 lainnya memberi reputasi
10
Tutup
Ikuti KASKUS di
© 2026 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved.