Story
Batal
KATEGORI
link has been copied
20
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5d765fe788b3cb4b2275c276/kala-di-rawat-inap-true-story
Ini cerita tentang pengalaman saya setelah kejadian "perjalanan pulang" yang membuat saya terbujur lemas tak berdaya. Saat saya berada di sebuah klinik dalam waktu lama
Lapor Hansip
09-09-2019 21:21

Kala Di Rawat Inap (True STORY)

Past Hot Thread
Part 1


Kala Di Rawat Inap



Selamat Malam agan sista, kali ini saya akan menceritakan pengalaman saya setelah kejadian "Perjalanan pulang" yang membuat saya harus terbujur lemas tak berdaya

Ya...


Benar..


Saya akan menceritakan saat saya berada di klinik/puskesmas tersebut dalam kurun waktu yang lumayan lama.

Oke tak usah berlama-lama, sesuai judulnya ya gan, inilah kisah saya Kala di Rawat Inap

Cekibrot

emoticon-2 Jempol

Ups


emoticon-Malu




Quote:

Kala Di Rawat Inap (True STORY)


Quote:
La illa ha illallah...
Ladalah opo meneh kui ya Allah (apalagi itu ya Allah)

Mosok???!! (Masak????)


Tadinya yang saya kira pohon ternyata adalah Mr. GEN*****O, Sosok itu tinggi besar, saking tingginya saya sangka pohon. Dengan mata merahnya ia menyeringai dengan taringnya yang panjang.



Pagipun datang,saya terbangun. Tapi, Ada yang tak beres, saya merasa tubuh ini panas dingin, dibagian organ dalam sebelah kanan serasa ditusuk-tusuk dengan sakit tak tertahankan, bibir pucat dengan keringat yang mengucur disekujur tubuh. Tak ada orang kala itu, untungnya, tak lama ada orang yang datang mau mencari sayuran untuk dibeli

Dia menolong saya dan akhirnya saya dilarikan ke puskesmas.


"piye pak hasil e ????(bagaimana hasilnya) "
Tanyaku

"mok gejala tok kok le, wes leren o ae ndang di nggo turu (cuma gejala saja kok nak, sudah dibuat tidur saja) "
sahut ayahku menenangkan ku


Saya hanya terdiam dan pasrah. Trombosite saya turun, terkena gejala typus.
Rasa campuraduk dengan banyak pikiran dimana-mana, kalut menyerang, planning yang tertata akan berantakan karna Jatuh Sakit yang disebabkan oleh banyaknya kejadian bertubi-tubi tentang hal diluar nalar itu menerpa (bikoz kembali lagi soal kegiatan diluar perkuliahan, sebenarnya banyak agenda yang sudah terencana yang tinggal eksekusi saja, ya mau bagaimana lagi) dan itu terjadi hanya dalam Satu Malam!!??

Dan kusadari, saya takkan bisa berbuat apa-apa, juga takkan bisa merubah apa-apa, hanya bisa menunggu tubuh ini kembali pulih seperti semula.

Kuputuskan untuk tidur sembari menahan suhu tubuh yang labil ini

Malam pun tiba, saya ditemani ayah dan ibu dalam satu ruangan. oh iya, saya dibawa di Puskesmas yang lumayan jauh dari desaku, berada dijalur sambung menuju Jawa Timur - Jawa Tengah, membuatnya menjadi tempat kesehatan yang terjangkau untuk beberapa kecamatan yang mengitarinya, sebut saja Puskesmas Ge*****. Ada satu dokter terkenal disana, dialah Pak.Joko. Penyelamatku dikala meradang sakit ini

"Piye mas, wes rodok mendingan urong? (bagaimana mas, sudah agak mendingan belum?)"
pak joko bertanya sembari memeriksa tekanan darahku

"nggeh mpun lumayan pak, nanging nggeh taseh kliyengan ( sudah lumayan pak, tapi masih pusing)"
sahutku

" trombosite e urong munggah mas, nginep sek yo ben munggah sek (trombosite nya belum naik mas, nginep dulu ya biar naik dulu)
jelas pak joko selesai memeriksa

" nggeh pak"

Dan dia pergi melanjutkan memeriksa pasien yang lain, saya pun mencoba untuk tidur kembali



......




Belum lama saya memejamkan mata

Mata saya seperti bisa melihat dalam tidur, layaknya dalam mimpi, apakah ini Mimpi? kenapa serasa begitu Nyata

Tapi

Apa yang ku lihat menjadi samar-samar hanya redup mengitari sekitar ruangan, seolah lampu mati dan mengandalkan penerangan dari luar


Lalu

Saya melihat lurus ke pintu

Disitu

Saya merasa diawasi...

Dibalik pintu...

Ada yang mengintip..

Saya mencoba memalingkan muka

Namun..

Tak bisa!!!!


Saya serasa kaku tak mampu bergerak

Jantung terpacu kencang, semakin kencang sampai terdengar jelas dikedua telingaku ditiap detaknya

"pak!!!... Pak!!!"

"mak!!!!.....mak!!!!!"


Karna panik saya berteriak sekencang-kencang nya...

Anehnya??!!

Tak ada yang mendengar, seolah-olah teriakanku tak sampai ditelinga mereka yang menungguku disamping tempat tidur.

Belum selesai saya panik dan berteriak-teriak

Samar-samar

Sosok itu....

Masuk ke kamar...

Sekelebat hilang

Lalu muncul kembali

Lebih dekat..

Dia..

Semakin menampakkan diri...

Mendekat..

Semakin jelas terlihat
Pandanganku seakan terpaku, tak bisa berpaling darinya

Laju darahku semakin terpacu kencang, nafasku pun mulai terengah-engah tak beraturan

Takut!!?

Saya Takut!!

Dia

Dengan gerakan kakunya, seolah-olah tulangnya sudah tak tersambung, berjalan patah-patah. Sesosok wanita dengan mata tanpa retina hitamnya, hanya pupil putih terlihat, dengan muka pucat. Juga mulut yang hilang seperti polos tak ada


Dia mendekat...


Mulutnya muncul...


Dan...


Mulutnya semakin terbuka...


Semakin mendekat...


Mulutnya semakin menganga sampai menutupi leher

Saya mencoba untuk memejamkan mata, melepas pandangan dari Sosok itu

Tetap Tak bisa!!

"pak!!!!.... Mak!!!!"


Ngetio rene pak!!!!....



AKU LINDIEN!!!!...

sopo ae tulooooong NGETIO reneee!!!! (lihat lah kesini pak, aku ketindihan, siapa saja tolong lihat kesini!!!!



Tak ada satupun yang merespon ataupun melihatku mencoba menggerakkan kakunya tubuh ini

Sosok itu semakin menampakkan kengeriannya

Rambut juga kuku jarinya semakin memanjang berdarah-darah

Ruanganpun seolah-olah ikut berubah,

Entah halusinasi atau apa?!

tapi...

Tembok putih itu mengeluarkan darah

lampu meredup
lalu mati dan hidup kembali
Terus berulang-ulang

Terdengar suara angin kencang dari jendela diatas kepalaku

Wush.. Wush.. Wush


"ya Allah..ya Allah.. GUSTIIIIIII"

"Pak... DEMEK'EN AKU!!! (pak.. Sentuh aku)


Ben aku iso obah (biar aku bisa bergerak)


Kata orang, bila orang sedang Ketindihan, dia bisa bergerak atau sadar kembali saat ada orang yang Menyentuhnya

Dia Semakin menampakan kengerianya, seolah-olah ingin mencekikku dengan kuku yang memanjang itu

Hingga tinggal jarak yang sangat dekat, begitu dekat dari ruang tidurku,

kumencoba sekuat tenaga menolehkan kepalaku

Dan

Wush....

Sosok itu hilang????

Saat itu pula saya mulai bisa menoleh dan sadar kembali


"ngopo to we wi le( kenapa kamu)???" tanya ayahku


"aku bengak bengok renek seng krungu wong sak mono akeh e i lho (aku teriak-teriak dari tadi ngga ada yang denger orang segini banyak lho)"
ketusku sambil ngos-ngosan seolah-olah habis berlari maraton.

"halah we wi mok ngayal tok, awet mau neng kene ga enek opo-opo kok, wes ndang ngombe sek kono (halah kamu tu cuma ngehayal doank, dari tadi disini ngga ada apa-apa kok, uda sana minum dulu)"

Karna tak ada yang paham juga tak percaya dengan apa yang terjadi, yasudah saya turuti saja untuk minum dan tidur kembali (seolah menyangkal kejadian itu, mungkin ayahku mencoba menenangkanku agar tidak ketakutan, atau memang beliau tak tak tahu apa yang baru saja terjadi, yasudahlah ya πŸ˜…)

Malam berganti pagi

Saya benar-benar terlelap setelah kejadian "Ketindihan" tersebut

Matahari menyapa dengan teriknya dikala ku membuka mata, membuatku tak mampu lagi untuk bersembunyi mencari gelap dalam selimut

Tak ada lagi keanehan dipagi itu hingga beberapa malam berganti
Hingga dihari ke empat

Kala itu datang tante ku, ia adalah istrinya adeknya ayahku bersama kakaknya ayahku, sebut saja Lek dan Yonge

Berganti jaga dengan ayah ibuku, mereka menemaniku,
Hingga malam pun datang

Mereka sedang keluar ntah kemana, tinggal aku seorang terkulai lemah ditempat tidur dengan selimut halus yang kubawa dari rumah yang diperebutkan oleh saya dan adik-adikku


Tok Tok Tok

Terdengar jelas ada yang mengetuk pintu kamar sebelah, seperti ada yang mau masuk menjenguk

Lalu


Terdengar ada percakapan disana, penjenguk menanyakan penyakit dan kapan kepulangan yang ada dikamar itu.

"mbah gek ndang waras nggeh, putune do ngenteni neng mah (mbah cepat sembuh ya, cucunya sudah pada nunggu dirumah)

" iyo"

Sedikit percakapan yang kucuri dengar saat itu

Saya mulai menyibukan diri dengan handphone untuk mengabaikan perbincangan mereka, hanya orang yang sedang menjenguk yang tak perlu dirisaukan

Dan tak selang beberapa lama, lek dan yong datang membawa makanan, kita berbincang-bincang sambil makan

"ndang mari yo le, gek ndang muleh, yonge ngesakno koe wi wong kok loro-loronen ae" ( lekas sembuh ya le, biar cepet pulang, yonge kasihan sama kamu orang kok sakit-sakitan terus)

"iyo e, gek nek loro mesti sue we wi ( iya tu, kalo sakit pasti lama kamu tuh) sahut lek ku menambahi

" yo yo yong" jawabku sambil makan dengan mulut masih penuh makanan

Ditengah percakapan sembari makan itu, saya "Kepo" bertanya soal pasien yang ada di kamar sebelah

"lek, seng ndek samping wi po wes sue, loro opo to (lek, yang dikamar samping itu apa sudah lama disini, sakit apa sih?) tanyaku

" oalah, kui ki wes muleh ndek esuk mau, wonge wes sedo, ngopo to jane? (oalah, itu mah sudah pulang pagi tadi, orang sudah meninggal, kenapa emangnya?)
jelas lek ku

"Innalillahi wa Innalillahi roji'un trus mau seng mertamu karo seng nyauri ki sopo???!! (Innalillahi wa innalillahi roji'un, trus yang tadi menjenguk dan menanggapi siapa???!!)

" Alah ngomong opo to we wi, wes wes ndang dientekne lahmu mangan (alah ngomong apasi kamu, sudah-sudah buruan dihabisin makannya)"
sahut yongku tidak percaya

Seketika saya bingung juga heran, siapa yang tadi menjenguk dan bercakap dikamar sebelah, apa mungkin, ada orang mati bisa kembali lagi me-reka adegan berkunjung dengan percakapan jelas seperti itu?

Ada maksud apa dari semua itu?kenapa harus saya yang mendengar percakapan itu? Pesan apa yang mau disampaikan?

Wallahu alam

Karna kejadian itu saya sehabis makan ingin buru-buru tidur, agar lekas bertemu mentari kembali, sepertinya esok lebih indah daripada malam ini yang penuh dengan tanda tanya.
Semoga takkan ada lagi kejadian aneh dikemudian hari, karna disini saya masih lama, belum jelas kapan saya diperbolehkan untuk Pulang


To be Continuee




Oke gansis, segitu dulu untuk malam ini, semoga menghibur, juga cukup greget untuk menakuti agan sista sekalian

Mungkin kisah ini akan membingungkan tapi semoga gansis semua bisa menikmatinya yak

Akhir kata dari saya

Salam telo dari saya, karna telo selalu enak saat hangat dan mengenyangkan pula, seperti salam telo ini,
Salam hangat dan bersahabat

emoticon-2 Jempol emoticon-Ngakak emoticon-Malu


Saya Vikron undur diri

See ya




...
Diubah oleh vikron
profile-picture
profile-picture
profile-picture
dimasaryo1985 dan 11 lainnya memberi reputasi
8
Kala Di Rawat Inap (True STORY)
09-09-2019 21:43
Apaaa iniii tidak mendidik, hatters bebas
0 0
0
Kala Di Rawat Inap (True STORY)
09-09-2019 21:44
Anjay itu mulut lebar amat
0 0
0
Kala Di Rawat Inap (True STORY)
09-09-2019 21:45
Quote:Original Posted By IchsanSetiawan β–Ί
Anjay itu mulut lebar amat


Ya begitulah gan emoticon-Ngakak
0 0
0
Kala Di Rawat Inap (True STORY)
09-09-2019 21:46
Quote:Original Posted By Cahyana106 β–Ί
Apaaa iniii tidak mendidik, hatters bebas


Oh shap gan, memang bukan untuk mendidik gan emoticon-Malu
0 0
0
Kala Di Rawat Inap (True STORY)
09-09-2019 21:55
aq le bayangke koyo zombie hahah
0 0
0
Kala Di Rawat Inap (True STORY)
09-09-2019 22:34
Quote:Original Posted By alfiansatriaw β–Ί
aq le bayangke koyo zombie hahah


Bisa jadi bisa jadi gan emoticon-2 Jempol
0 0
0
Kala Di Rawat Inap (True STORY)
15-09-2019 16:48
Kala di Rawat Inap Part 2


Dan Dia DATANG Menjenguk



Selamat Malam pagi siang sore Agan Sista semua, kembali lagi di malam jumat ini, saya akan melanjutkan kisah saya selama di Rawat inap, yang belum baca monggo baca dulu dari cerita-sebelumnya agar paham sebelum baca cerita ini. Dan untuk yang sudah baca terimakasih masih mau menunggu kelanjutan cerita dari saya yang masih newbie menulis sebuah kisah misteri, semoga agan sista semua menikmati kisah-kisah yang saya sajikan dari pengalam asli ini. Tidak perlu belama-lama ngasi intro, inilah kisah saya Kala di Rawat Inap

Cekindol

Eh..

emoticon-Malu emoticon-2 Jempol


Lanjuuuuuut

Quote:

Kala Di Rawat Inap (True STORY)

Quote:
"lek, seng ndek samping wi po wes sue, loro opo to (lek, yang dikamar samping itu apa sudah lama disini, sakit apa sih?) tanyaku

" oalah, kui ki wes muleh ndek esuk mau, wonge wes sedo, ngopo to jane? (oalah, itu mah sudah pulang pagi tadi, orang sudah meninggal, kenapa emangnya?)
jelas lek ku

Innalillahi wa Innalillahi roji'un" trus mau seng mertamu karo seng nyauri ki sopo???!! (Innalillahi wa innalillahi roji'un, trus yang tadi menjenguk dan menanggapi siapa???!!)



Karna kejadian itu saya sehabis makan ingin buru-buru tidur, agar lekas bertemu mentari kembali, sepertinya esok lebih indah daripada malam ini yang penuh dengan tanda tanya.
Semoga takkan ada lagi kejadian aneh dikemudian hari, karna disini saya masih lama, belum jelas kapan saya diperbolehkan untuk Pulang

Malam berganti pagi, tibalah saya di hari ke 6. Suasana sejuk menyergap tubuh dengan dinginnya yang datang terbawa angin

Brrrr... Dinginnya menyengat hingga ke tulang, tubuhku yang labil ini serasa ikut menggigil dibuatnya.

Jenuh dengan kegiatan yang hanya tidur bangun minum obat diperiksa makan minum tidur lagi lalu boker, yah bosan, saya sangat bosan. Saya memutuskan pagi itu untuk keluar kamar menikmati embum yang belum hilang karna mentari yang masi lelap dikalahkan bulan.

Saya berjalan menyusuri lorong dengan sedikit menahan pusing juga panas dibadan, pelan namun pasti saya keluar menuju teras gedung. Gedung yang saya inap ada 6 kamar tepat dibelakang mushola dekat gerbang masuk mobil UGD,Dan hanya saya yang menghuni satu gedung itu. Masi sangat pagi saya menikmati embun, belum ada banyak nyawa yang terlihat keluar dari ruangan, hanya sesekali ada yang selesai sholat, saya duduk sambil minum minuman penambah ion, sebut saja Ponari Suet ya gansis haha (karna saran dari pak joko juga diminta konsumsi minuman penambah ion biar lekas naik trombosite nya, kurang paham juga ada pengaruhnya atau tidak, jadi ya saya manut saja)

Suasana sejuk itu sangat nyaman, membuat saja enggan beranjak dari sejuknya hawa itu, pemandangan kabut embun juga menambah saya betah duduk berlama-lama

Mata saya tertuju ke mushola, saya pandangi mushola itu, sudah mulai sepi tak ada lagi orang-orang yang sholat, entah kenapa saya mulai mamandangi mushola tersebut..


tiba-tiba..


Wuuuushh...

Angin dingin datang melewati muka dan tubuh saya

Entah datang darimana angin itu..

Wusssh..

dinginya merasuk bercampur dengan perasaan tak enak, mood yang tadinya nyaman berubah menjadi tanda tanya

awet mau ayem-ayem ae, ora ono angin ora ono udan, wit-witan yo meneng kok ono angin liwat ya?(dari tadi adem ayem aj, tidak ada angin tidak ada hujan, pepohonan juga diam kok tiba-tiba ada angin lewat ya)

Tak lama dari perkataanku tadi

Wueeess..

Astagfirullah hal adim, opo wi

Ada sesuatu yang tak kuharapkan..

Mengusik kenyamananku yang sedang duduk santai..

Ia muncul..


sekelebat sosok hitam


samar-samar


dengan cepatnya ia melintas dari mushola menuju gedung sebrang didepan saya

Saya terkejut, tadi angin lalu muncul samar-samar sosok itu melintas

Pagi-pagi begini, masih sangat pagi, kenapa ada saja yang Nampak usil, saya langsung berdiri berbegas meninggalkan teras dan masuk kembali

Mungkin Halu karna nyawa belum terkumpul, iya benar, mungkin saya sedang halu


"bar ko ndi le kok koyo diuber demit ae mlaku cepet-cepet (darimana le, kok jalan cepet kaya dikejar demit)"
Tanya ayahku

"mau ko ngarep, wes aku kebelet nguyuh (tadi dari depan, uda aku kebelet kencing)
Sahutku menutupi kejadian tadi

Iya, kembali lagi soal mereka yang tidak begitu percaya dengan yang saya lihat kemaren, jadinya saya juga menutupi kejadian demi kejadian yang saya alami

Saya paksakan untuk tidur kembali, agar saya tidak begitu kepikiran dengan yang saya lihat.

.....


Pagi berganti siang, siang menjelang malam saya baru tersadar bangun dari tidur

"angklermen lahmu turu (nyenyak sekali tidurmu)"
Lek ku bertanya

"hehe, enak og"

"ndang mangan sek (buruan makan dulu)
Sahut lek ku sembari menyodorkan makanan

Saya dikasih makan karna dari pagi belum makan, lalu mereka berbincang-bincang diluar dekat lorong, saya didalam sendiri

Tapi...

Tercium bau...

Iya bau yang agak asing..


Seperti rambut terbakar..


Lalu..

Suasana yang tadinya nyaman berubah menjadi mencekam..

hawa yang tadinya enak berubah menjadi hawa takut yang menyerang dengan cepat..

Amat cepat hingga menyerang ketakutanku..

Bulu kuduk ku berdiri..

Dduk.. Dduk..

Jantungku berdegub kencang..

seolah-olah ada dalam keadaan berbahaya yang tak terhindarkan

Dan..

Kretek.. Kretek.. Kretek

Suara itu seperti seolah memaksa merobek tembok

Iya, tembok itu terkikis seakan-akan ada yang mencoba keluar

Benar saja

Saya terperangah

Ada sosok Kepala..

keluar dari sela-sela tembok atas pintu..

Kretek.. Kretek..kretek

Hmmmm

Terdengar jelas gumaman ditelingaku

Saya tak berani berteriak, hanya membisu sambil membaca doa dalam hati

Bau itu semakin menyengat

Lalu

Ia hilang

Hmmm

Ia muncul kembali

Dekat, sangat dekat disamping tempat tidur saya


Kepala


Ia, sosok Kepala dengan mata yang agak merah bergaris urat berwarna hijau yang muncul dipupil matanya, kepalanya terbelah dan tersingkap sedikit otaknya, mukanya terlihat seperti habis terbakar, menyisakan sedikit rambut yang juga terbakar seolah-olah sedang marah menatap sambil bergumam dan terus bergumam, giginya yang bergerigi layaknya gigi hiu mulai membuka mulut dan mengeluarkan lidahnya

Ia menjulurkan lidahnya seolah ingin menjilati ku

Tanpa perlawanan

Hanya mental yang mulai jatuh

Takut yang mulai menggerogotiku

Memancingku untuk menguatkan pertahanan tubuhku yang mulai tarpaku

Kaku..

Dengan kekuatan yang tersisa

Saya diam dan mencoba memejamkan mata

Tapi..

Hmmmm... Hmmm

Gumaman itu tak henti-henti nya mengganguku

Dan

Wush..

Sosok itu hilang saat yong ku masuk membawa makanan

Fiuh, jantungku yang mau copot, keringat dingin yang sedari tadi mengucur keluar mulai terhenti seolah merasakan aura kebebasan. Tapi, Yang membuat saya penasaran, sosok tadi itu APA? (ada yang bisa menjelaskan sosok apa itu? Silahkan dikoment ya gansis πŸ˜πŸ˜…)

Haripun berganti...

Kala itu siang datang membawa sang mentari dengan gagahnya, membuat cuaca panas terik yang mebakar mendung hingga tak berani muncul, padahal sedang musim penghujan.
Semua berkumpul dan asik makan melantai tak beralas, suasana yang tadinya panas serasa lebi bahagia karna nikmatnya makan bareng kumpul keluarga. Saya yang separuh duduk dikamar tidur memperhatikan senyum dan gurauan juga obrolan mereka, senang sekali rasanya bisa berkumpul walaupun dikeadaan begini, sedikit penyesalan mengikis hatiku yang saking sibuknya dengan duniaku yang baru di Kota Istimewa itu, hingga lupa dengan keluarga besar yang slalu membawa tawa untukku.

Saya perhatikan lagi mereka yang sedang makan, seperti tak ada yang salah, iya, tak ada yang ada aneh pun,hingga akhirnya mulai menemukan keganjilan yang membuat saya agak bingung

Disana

Dibalik kerumunan mereka

Ada yang hadir ikut bersantap makan


Sosok itu jelas terlihat dibelakang lek-ku

Iya benar,..

kuperhatikan lagi dan lagi

Sosok itu benar-benar asing bagiku

Ia memakai daster warna merah khas ibu-ibu berumuran 30-40tahun, ia hanya makan dengan lahap tak ikut berbincang-bincang

Kuperhatikan kembali sosok itu

Ia hanya senyum dan menganggukan kepala lalu makan kembali

Aneh, sangat aneh memang, ia berada disitu ikut makan hingga semua selesai makan lalu ntah hilang kemana

Dan yang membuat semakin aneh, kenapa sosok ibu-ibu ini tak ada yang menyadari ataupun mengajak ngobrol layaknya yang lain?

Yang tersirat dipikiranku hanya

Apa bisa makhluk yang tak kasat mata itu, Numpang Makan pas mereka lapar?

Entahlah, saya juga tak mengerti maksud Ibu-ibu tersebut, secara digedung itu hanya saya sendiri, kalaupun beneran manusia, seharusnya obrolan akan tertuju ke ibu-ibu tersebut. karna pasti akan dianggap tamu oleh keluarga saya
Yasudahlah, biarkan saja itung-itung bagi-bagi makanan ya πŸ˜…


....


Siang berlalu begitu saja, dan malam mulai menyambut ditandai dengan lengsernya sang mentari yang memerah dikalahkan langit, dan sedikit demi sedikit hilang ditelan gelap.

Saya yang sedang asik memainkan handphone, mulai fokus tak menghiraukan mereka-mereka yang menunggu diluar, walaupun ada yang didalam juga sedang asik mengobrol.

Hingga suatu ketika

Terdengar jelas

"Tulooong...tulooong..

Suster...celukno dokter suster..

Aku g kuat wesan (tolong.. Tolong.. Suster.. Panggilkan dokter suster.. Saya sudah tidak kuat


Bulu kuduk ini kembali berdiri

Seolah menjadi alarm akan ancaman yang menghampiri

Suasana obrolan yang ramai mulai serasa sepi

Hening

Sekejap

Lalu

Ruang samping itu mengeluarkan suara kembali...

Tapi

Tak ada satupun yang mendengar suara itu


"Tuloooong... Tuloooong

Sekali lagi suara itu meronta kesakitan


" lek we krungu ora(lek, kamu dengar tidak) "
Tanyaku

" krungu opo? (dengar apa? )"
Sahut lek-ku menanyakan balik

" iku lho seng neng samping lek yoh-yoh (itu lho yang disamping)
Ketusku karna kesal

" halah-halah, we wi ngopo neh to jane, wes diomongi neng gedung kene ki lho gor awake dewe tok le wes g ono pasien neh liane koe, wes-wes ga sah digubris, ndak aku melu wedi (halah-halah, kamu tu kenapa lagi, sudah dibilang digedung ini hanya kita aja tidak ada pasien lain selain kamu, sudah-sudah ngga usah digubris, nanti aku ikut takut)
Sahut lek ku menenangkan (nah dia adalah lek ku adiknya ayahku yang notabene memang agak penakut soal begituan 😁)

Karna tak ada satupun yang mendengar yasudah saya mengalah dan kembali menikmati membuang waktu dihandphone, dengan sedikit penasaran yang sekali lagi masih tak terjawab saya mencoba tetap menyimpannya dalam-dalam, sepertinya memang ada sesuatu disini, ataukah Demit ini ingin menyampaikan sesuatu??!! Who knows πŸ˜…

Malam semakin larut, nyawa yang sedari tadi banyak berbincang ria mulai tertidur satu persatu, hingga tersisa saya yang masih asik memainkan handphone,
Tak sadar jam sudab menunjukan pukul setengah 1 dini hari, ayahku dan lekku tidak dikamarku, mereka mungkin sedang ngopi diluar atau entah dimana, lek dan ibuku pun sudah terlelap dalam mimpi, nyamuk yang menjajah kulit mereka dan menyedot darah mereka tak membuat mereka bangun begitu saja.
Suasana serasa hening, suara malam pun terdengar jelas membisik ditelinga, deru motor melintaspun juga terdengar samar-samar saat melewati Puskesmas ini.
Sampai akhirnya

Dia DATANG

seolah-olah ingin Menjengukku

Tapi anehnya kenapa ditengah malam seperti ini?

Entah siapa?

Dia berjalan agak pincang..

Sosok itu

Lagi-lagi tak kukenal

Siapa? Mengapa dia kesini? Saya hanya bertanya dalam hati tak berani berucap

Sosok itu melangkah masuk, dengan senyum diwajahnya, ia memakai peci hitam, agak tua berkeriput dengan tahi lalat dibawah mata kanan, memakai baju batik hijau kecoklatan panjang

Hawa yang tadinya hening langsung berubah menjadi menyeramkan, muka yang tadinya biasa berubah menjadi kebingungan juga takut terjadi hal-hal yang tak diinginkan

Lalu

Dia duduk

Dengan senyum

Ia menepuk pundak saya

Saya kaget


"wes ga popo, awakmu wes mari, sesok awakmu iso bali( sudah ngga apa-apa, kamu sudah sembuh, besok kamu bisa pulang)"


ia mengatakan dengan jelas seperti itu lalu menghilang begitu saja


Saya hanya terpaku shock kaget dengan bulu kuduk yang berdiri sembari kembali mengucurkan keringat dingin tak berdaya dan tak bisa berbuat apa-apa

Lalu, sosok apalagi lagi ini, kenapa semakin kesini semakin aneh yang saya terima lagi dan lagi

Wallahu alam

Semoga ada hikmah dibalik semua ini
Dan semoga tak akan ada lagi keanehan demi keanehan menerpaku Bertubi-tubi


To be Continued




Oke gan segitu dulu saya kupas kisah ini, saya akan lanjutkan kembali dilain waktu, semoga cukup menghibur dan greget nya dapet ya gansis, jika banyak penulisan yang kurang mohon dimaafkan karna saya masih belajar hehe

Jika ada yang punya pengalaman yang hampir-hampir mirip silahkan koment dibawah ya gansis

Oh iya, jika agan sista menikmati cerita saya monggo kasih cendol ya gansis

emoticon-Malu emoticon-Ngakak emoticon-2 Jempol

Akhir kata

Salam telo dari saya, karna telo selalu enak saat hangat dan mengenyangkan pula, seperti salam telo ini,salam hangat dan bersahabat

emoticon-2 Jempol

See yaa
profile-picture
profile-picture
profile-picture
cos44rm dan 2 lainnya memberi reputasi
3 0
3
Kala Di Rawat Inap (True STORY)
16-09-2019 15:35
Tubikontinu wae... emoticon-Bingung
0 0
0
Kala Di Rawat Inap (True STORY)
19-09-2019 13:44
hororrrrr
0 0
0
Kala Di Rawat Inap (True STORY)
19-09-2019 16:06
mantap
0 0
0
Kala Di Rawat Inap (True STORY)
19-09-2019 21:21

Kala Di Rawat Inap Part 3 - Dibalik Kejadian Bertubi-Tubi (True STORY)

Kala di Rawat Inap Part 3

Dibalik Kejadian Bertubi-Tubi


Selamat malam jumat gansis
Ketemu kembali dengan saya yang akan melanjutkan cerita yang dari kemaren-kemaren saya torehkan dalam judul yang sudah berpart-part ini

Mungkin cerita ini akan menutup kisah yang saya alami sampai dua judul ini.
Dan mohon maaf bila nanti ceritanya juga tak seperti biasanya

Tidak perlu berlama-lama dengan opening garing saya, kita lanjutkan saja kisah "Perjalanan pulang" juga "Kala di Rawat inap" ini.

Cekiplok

Eh..

emoticon-Malu

emoticon-2 Jempol




Quote:
Quote:
Hawa yang tadinya hening langsung berubah menjadi menyeramkan, muka yang tadinya biasa berubah menjadi kebingungan juga takut terjadi hal-hal yang tak diinginkan

Lalu

Dia duduk

Dengan senyum

Ia menepuk pundak saya

Dan.. Dan.. Dan...

Saya kaget


"wes ga popo, awakmu wes mari, sesok awakmu iso bali( sudah ngga apa-apa, kamu sudah sembuh, besok kamu bisa pulang)"

ia mengatakan dengan jelas seperti itu lalu menghilang begitu saja


Kala Di Rawat Inap (True STORY)


Kita kembali ke masa sekarang.

Iya

7 september tahun 2019

Kala itu saya sedang ada dinas di Cikarang, saya bekerja di salah satu lab servis lingkungan sebagai surveyor lapangan. Sambil begadang dikantor orang, saya habiskan waktu untuk chatan bersama grub keluarga yang isinya adik-adiku.

Setelah cerita "perjalanan pulang" itu selesai, adik-adikku mulai membicarakannya, kami berbincang-bincang membahas cerita yang saya torehkan itu. kejadian demi kejadian kami bahas, dan cerita apa yang akan saya tulis selanjutnya


"pas dirawat kae dicritakne ora ya?" (pas dirawat diceritain ngga ya)
tanyaku di grub keluarga

"critakne kabeh" (ceritakan semua saja)
Adekku pertama membalas chatku (sebut saja Evie, adikku yang sudah menginjak bangku kuliah semester lima ini, orangnya tidak banyak bicara, paling kalem tapi pedes kalo sudah ngamuk, persis kaya ibu πŸ€£πŸ˜…)

"lha pas dirawat po ngalami kisah horor" (lha pas dirawat emang juga ngalamin kisah horor) sahut adekku yang bontot (ini dia si Nurul, sibontot yang paling genius dari kita bertiga, sekarang sudah menginjak SMA kelas 2, BTW begini-begini ini orang punya kelebihan lho, bukan soal ngelihat hantu-hantu begitu tapi ada sesuatu yang saya sadari dari diaπŸ€£πŸ˜…)

hingga akhirnya terkuak satu kejanggalan perihal Rawat Inapku itu

"we dirawat sampe 2minggu yo, jare mak e.
Sampe dipindahke neng RS ditumpakne ambulance barang kui ceritakno" (kamu dirawat sampai 2minggu ya, kata ibu. sampai dipindahkan ke RSUD dinaikan ambulance itu diceritain aja)
jelas Evie

"mosok 2 minggu?

Seminggu jhoooon!!!!"

balasku kaget tak percaya

"Mak e mangbengi moco,

Jare 2minggu" (ibu tadi malem baca critamu, katanya emang bener 2minggu)
Jelas evie meyakinkan

"kok iso gawe ambulance barang to?
Bukane gone pak.joko tok to?

Trus bar kui panggonku di nggo mbah to,

Kok aku bingung?" (kok bisa pake ambulance segala? Bukannya cuma dirawat di puskesmasnya pak joko aja?

Trus abis itu tempetku dipake Kakek kan,
Kok aku bingung?) jawabku yang semakin bingung mendengar penjelasan evie dari ibuku

" Gobloke lho, neng RS umum barang nuk!!!
Aku lho ngendangi neng RS!! " (Goblok banget si, di RS umum juga tau, aku lho ngejenguk ke RS!!!) ketus evie yang mulai panas dengan ketidakpercayaanku

"piye-piye?, aku lali eg, koyo hilang ingatan au.

" Elengku gor tekan gone pak joko trus uwes muleh" (gimana-gmana? Aku lupa serius, aku kaya hilang ingatan

Yang kuingat cuma sampe tempetnya pak joko trus yauda pulang)

Jelasku yang semakin meragu karna yang saya ingat ya begitu adanya

"Edan lho wi!?!!!
Pokok neng gone pak joko gaiso nangani mbuh piye trus dilarikan neng RS umum gawe ambulance"
(Edan ya, intinya ditempat pak joko uda ngga bisa nanganin, ntah kenapa trus dilarikan ke RS umum pakai ambulance) jawab evie yang semakin ngotot menjelaskan

"RS ndi???
Lho kok ga eleng au?
Tanyaku kembali yang dalam kebingungan

" UMUM"
ketus evie yang mungkin sudah mulai hilang kesabaran

"Jal tak eleng-eleng, wong sumpah aku ora eleng tekan kono i" (coba aku ingat-ingat, Sumpah aku ngga ingat kalo sampe dirawat situ???)

"aku iyo" sahut nurul
" ye nur we saelengmu jal tokno( nah ya nur, coba ceritakan seingatmu) Evie mulai meminta si Bontot untuk menjelaskan yang dia ingat tentang kejadian itu

" Sak elengku mba sek mondok trus aku kon sekolah gaoleh melu ng puskesmas trus aku ng omah dewe dikancani mbahe.

Trus pas Mas dipindah kae aku karo mba lagi ngendangi rono"

(seingatku Mba Evie masih dipesantren trus aku disuruh masuk sekolah ngga boleh ikut ke Puskesmas, aku dirumah sendiri ditemani Nenek
Trus pas dipindah di RS aku sama mbak baru ngejenguk kesana) jelas Nurul

"Iyo neng pak joko terah seminggu dewe trus mala trombosit menurun langsung digowo ng RS umum gae ambulnace kui ng kunu 2 mingguan dadi total 3minggu"
(iya, di pak joko emang seminggu trus trombosite nya malah menurun langsung dibawa ke RS umum pake ambulance, disitu ada 2minggu, jadi total 3minggu) jelas Evie sekali lagi

"lha gendeng meh sesasi
Intine aku mok eleng gone pak joko tok
RS ndi to"
(Endan hampir sebulan, intinya aku cuma inget dipuskemas aja, RS mana si?) aku bertanya lagi dan lagi

"RS umum yoh,
Lali au jenenge
Ko iso ngueyelan to" (RS umum yaela, Lupa aku namanya, kok ngeyel banget si) jawab evie yang semakin tidak sabaran melayani chatanku

"lha ga eleng makane ngeyel to blok.!
RS Soe****?" (lha emang bener-bener ngga inget makany aku ngeyel
RS Soe****? Tanyaku sambil menebak-nebak RS mana yang dimaksud si Evie

"lha Yowes kui kok" (ya iya itu) jawab evie

"Lha pas dipindah RS ki aku sadar ora to jane?(lha pas dipindah ke RS aku sadar todak sebenernya?) tanyaku kembali

"SADAR" jawab Evie singkat

Seketika saya bingung bukan kepalang, memangnya bisa ya, orang tidak ingat sama sekali dengan keadaannya padahal dia sadar. Bahkan bukan cuma seminggu saya dirawat, melainkan 3minggu, well sontak saya shock dengan kenyataan yang sudah bertahun-tahun tak pernah dibahas, dan pas dibahas malah menghasilkan tanda tanya besar, bagaimana bisa saya Hilang ingatan selama dirawat 2minggu di RS itu

Saya mengingat-ingat kembali tentang RS itu, dan yah, yang saya ingat hanyalah kenangan masa kecil dimana dulu sempat juga dirawat lumayan lama di RS,
Saya inget seorang suster yang tiap hari merawat saya kala itu.
Saya masih SD kira-kira kelas 4/5an, dia menjagaku, menggantikan infusku tiap hari, menyuapiku, sampai-sampai menemaniku ditaman dipagi dan sode hari.

Kala Di Rawat Inap (True STORY)

Namun, saya tak ingat namanya,
Saya mulai bertanya dan chat kembali ke grub keluarga, menanyakan tentang hal itu



"Nek RS Soe**** mah malah eleng e pas jaman cilik dirawat sue pas kelas 5 nek g salah"

Tapi

Iki perawat menungso ora??" (kalau RS Soe**** mah ingatku malah pas kelas 5 kalo ngga salah

Tapi

Ini perawat manusia bukan?) tanyaku


" Perawat opo!"

"Baby sitter?"
Evie balik bertanya

"Soale rumangsaku jaman bocah kae aku ono sng ngrawat pas ngamar sue nng RS kui
Lumayan sue aku dirawat ke, enek sesasi yak e, wong sampe g diunggahne MI" (soalnya seingatku jaman bocah dulu ada yang ngerawat pas dirawat lama di RS itu, lumayan lama, ada sebulan kayanya, orang sampe ngga naik kelas kok" jelas saya

"Moso se" balas evie terheran-heran

"Mbuh takok o mak e ngko,
Soal perawat kui po meneh,
Jenenge lali juga aku, nek menungsa mesti make eleng" (mbuh, tanya ibu gih, soal perawat itu apalagi, namanya lupa aku kalo itu Manusia pasti ibu ingat itu siapa) balasku yang mulai risau sambil merinding memikirkan si Perawat ini

Dan

"Piye jare mak e" (gimana kata ibu) tanyaku kembali bertanya setelah menunggu lumayan lama

"Ora i jare gonta ganti
Sustere ora kui2 ae gonta ganti" (ngga tu katanya ganti-ganti bukan itu-itu aja susternya) balas evie

"Trus suster kui sopooooo blok" (Trus suster itu siapa blok?) Tanyaku yang semakin ketakutan

"Lambuuuh" (ya gatau) jawab evie

"Sesasi lho ngancani yo ndulang bubur barang ngejak metu nng taman2 gowo tabung gede kae lae lae πŸ€¦πŸ»β€β™‚πŸ˜…" (sebulan lho nemenin, ya nyuapin bubur ngajak keluar ke taman pakai tabung besar) balasku jelas seperti yang ku ingat dulu, sosok itu

"Edyaaaaan" balas evie

Sekali lagi saya terperangah kaget tak bisa berkata apa-apa lagi, siapa suster itu,? kenapa bisa ada suster yang merawatku waktu kecil,? dan ternyata bukan Manusia

Yang kuingat Dia adalah sosok Suster Cantik putih bersih dengan mata hitam kecoklatan, dengan rambut panjang lurus, ia datang tiap pagi dan pergi tiap maghrib, hanya itu, hanya itu yang saya ingat dari sosok suster tersebut

Apakah ada hubungannya dengan hilang ingatan yang saya alami saat dirawat di RS itu? Who knows?, saya memikirkan hal ini saja sudah bingung

Dan yang membuat saya semakin terheran-heran adalah, kenapa saya tidak ingat nama suster itu sama sekali?

Tapi inilah kenyataan yang saya alami, saya tidak mengarang ataupun melebih-lebihkan kejadian demi kejadian yang saya alami. Semoga dilain waktu takkan ada kejadian yang penuh misteri seperti ini, bahkan sampai detik inipun saya belum menemukan jawabannya, kenapa harus saya? Ada apa dengan saya? Dan siapa sebenarnya Mereka? Who knows
Biarkan lah waktu yang menjawab, dan biarkan ini menjadi misteru untukku

SEKIAN




Begitulah gansis semua, cerita saya yang paling Paling memorable yang saya sendiri juga masih belum percaya.
Semoga dapat menghibur agan sista semua dimalam jumat kali ini

Tidak lupa saya ucapkan terimakasih karna mau membaca Thread yang saya buat, walaupun tak ada manfaatnya setidaknya bisa menjadi salah satu Thread untuk membuat waktu agan sista semua

Jangan lupa baca Thread saya sebelumnya ya gansis, kalau bagus ya monggo kasih Cendolnya dan jangan sungkan kasih koment juga masukannya ya gansis

emoticon-Ngakak emoticon-Malu

Saya Vikron

See you next time

(sehabis ini mungkin saya akan membahas cerita-cerita sebelum kejadian "Perjalan Pulang" dan "Kala di Rawat Inap" atau sesudah kejadian itu, so stay tune terus ya yang sudah membaca dari awal, terimakasih banyak kalian luar biasa

emoticon-Mewek

Oh iya

Seperti biasa

Salam telo dari saya, karna telo selalu enak saat hangat dan mengenyangkan pula, seperti salam telo ini, salam hangat dan bersahabat

emoticon-2 Jempol




...
Diubah oleh vikron
profile-picture
alfiansatriaw memberi reputasi
1 0
1
Kala Di Rawat Inap (True STORY)
21-09-2019 18:58
anjirr serem bener penggambaran mahluknya
0 0
0
Kala Di Rawat Inap (True STORY)
21-09-2019 19:28
Quote:Original Posted By giovanni2406 β–Ί
anjirr serem bener penggambaran mahluknya


Thanks gan emoticon-Malu
0 0
0
Kala Di Rawat Inap (True STORY)
22-09-2019 01:27
ngasih tanda
0 0
0
Kala Di Rawat Inap (True STORY)
22-09-2019 02:17
ijin nyimaakk
0 0
0
Kala Di Rawat Inap (True STORY)
28-09-2019 06:50
menarik sekali untuk di baca...sukses ya emoticon-Sundul Up emoticon-Traveller emoticon-Toast
0 0
0
Kala Di Rawat Inap (True STORY)
29-09-2019 20:47
Quote:Original Posted By kwhaleyf β–Ί
menarik sekali untuk di baca...sukses ya emoticon-Sundul Up emoticon-Traveller emoticon-Toast


Thanks gans emoticon-2 Jempol
0 0
0
Kala Di Rawat Inap (True STORY)
02-10-2019 16:00
waduh gan...
rumah sakit mana ini?
0 0
0
Kala Di Rawat Inap (True STORY)
03-10-2019 11:05
Quote:Original Posted By SilentShiqah β–Ί
waduh gan...
rumah sakit mana ini?


Hehe ditebak-tebak aja gan emoticon-2 Jempol
0 0
0
Kala Di Rawat Inap (True STORY)
05-10-2019 00:30
Lapor. tread menarik detected, amankan 86emoticon-Ngakak (S)
profile-picture
hammidahmu memberi reputasi
1 0
1
icon-hot-thread
Hot Threads
Stories from the Heart
penghuni-lain-di-rumah-kost
Stories from the Heart
black-eye
icon-jualbeli
Jual Beli
Copyright Β© 2019, Kaskus Networks, PT Darta Media Indonesia