Foto Dengan Pose Muka Bebek, Indikasi Ada Gangguan Psikologis
TS
greenteapuchino
Foto Dengan Pose Muka Bebek, Indikasi Ada Gangguan Psikologis
Pada Awalnya TS tertarik untuk share berita trend unik "Duck Face" dari sebuah portal media online, namun kemudian hal ini semakin menarik karena ada agan yang menanyakan suatu hal dan berhasil membuat TS kepo hingga akhirnya TS update dan tambah beberapa info dari berbagai sumber. cekidot
Spoiler for inilah sang inspirasi awal:
Jakarta, Aktual.co — Hebohnya soal foto "selfie" telah merebak ke semua kalangan, mulai dari rakyat biasa sampai para pemimpin negara. Memang, setiap orang, siapapun dia, ingin tampil eksis dimanapun berada. Saat mengambil gambar di kamera posel, posenya bisa diatur sesuai dengan keinginan orang etrsebut. Tapi, biasanya wanita sangat sering atau suka melakukan beberapa pose, dan salah satunya adalah duck face (muka bebek).Pose duck face, berarti Anda mengambil foto dengan muka seperti wajah bebek, yaitu bibir dimanyunkan dan mata menyipit. Wanita yang suka berfoto dengan pose tersebut dianggap hasilnya akan terlihat lebih cantik dan imut. Sebuah temuan menguak sebuah fakta yang mengejutkan. Berdasarkan sebuah penelitian psikologi yang dimuat di situs Antiduckface.com, mengungkapkan orang yang gemar berpose duck face termasuk perilaku dengan gangguan psikologis. Yaitu bahwa orang tersebut sebenarnya memiliki tingkat percaya diri yang rendah. Dimaksudkan, dengan pose duck face maka kekurangan wajah akan sedikit tersamarkan, tapi hasilnya bukan berarti wajah Anda jadi lebih menawan. Meski gangguan psikologis dari orang yang gemar duck face belum begitu berpengaruh, namun ini bisa dijadikan alarm bahwa orang tersebut kurang percaya diri dengan dirinya sendiri. Sebenarnya ada banyak pose yang bisa membuat Anda terlihat manis dan elegan, yaitu dengan senyum tulus atau bisa pancarkan indahnya sorot mata Anda. Pose tersebut, akan jauh lebih sedap dipandang ketimbang duck face.
Spoiler for pertanyaan yang akhirnya bikin TS juga kepoh:
Quote:
Original Posted By Sigiterk►foto alay gitu kok jadi terkenal yah gan
Kata-kata "Alay" dalam komentar agan Sigiterk disini bukan dimaksudkan untuk mendiskriminasi suatu kaum yaa gaaan.. Karena sebenarnya, Alay itu salah satu fenomena yang terjadi di masyarakat kita, tapi apakah sang Alay ini yang mempopulerkan duck face ? Atau ada oknum lain ? hehehe
mari cekidot lagi gan
Spoiler for terduga utama antara si "Alay" atau si "Hipster":
Nggak tahu kenapa, setelah fenomena banget dengan istilah alay, belakangan ini lagi ramai istilah hipster. Setelah mengalami pasang surut cacian dan pujian akhirnya tingkat keeksisan kaum alay semakin tergeser dan sedikit berevolusi. Hipster juga nggak bisa dipungkiri sebagai salah satu bentuk evolusi anak alay yang menjadi lebih berkualitas. Sayangnya antara keduanya nggak mau ada yang disama-ratakan. Padalah alay maupun hipster adalah salah satu cara anak muda sekarang menunjukan jati diri mereka.
Perang comment di blog, facebook dan twitter pun nggak bisa dihindari. Lama-lama secara nggak langsung, dan secara mau nggak mau kita juga jadi ikut pengen tahu apa penyebabnya juga bagaimana perkembangannya. Sebenarnya apa sih yang jadi masalah mereka sehingga terjadi gap yang seperti ini? Kalian yang mengikuti salah satu mainstream ini paling nggak tahu jawabannya.
Nah, buat kalian yang masih awam, biar nggak salah paham tentang pengertian hipster dan alay coba cek ciri-ciri umum yang membedakan hipster dan alay.
Ciri-Ciri Hipster dan Alay
* Musik
Kalau hipster itu selalu identik dengan Indie, terutama di Indo. Hipster rata-rata punya selera musik yang penting beda, nggak peduli apapun konsekuensinya. Kalau alay lebih suka musik-musik yang lagi hype, atau up to date di TV, yang penting mainstream dan suka ngikut-ngikut.
* Lifestyle
Dari selera musik yang beda, para hipster biasanya akan mengembangkannya ke lifestyle sehari-hari mereka. Dari style favorit yang terkesan indie, dan kegemaran-kegemaran lain yang “beda”. Nggak heran kalau kebanyakan para hipster biasanya terdiri dari orang-orang yang mampu (menengah keatas). Sedangkan alay biasanya terdiri dari orang-orang yang berkantong pas-pasan, yang biasanya pengen eksis dengan segala cara yang bisa dia lakukan.
* Bahasa
Hipster biasanya menggunakan bahasa in-lish (Indonesia-english) yah, bisa dibilang gado-gado. Kalau alay sudah terkenal sering menggunakan karakter huruf di tulisannya. Susah memang kalau membedakan lewat omongan, tapi gampang banget kalau lewat tulisan. Misalnya nih si alay SMS, “4muh G4nt3ng b3ud”. Hehehe…
* Toys
Mainan kesukaan kaum hipster adalah kamera jadul yang nggak banyak orang menyukainya. Misalnya kamera lomo, dslr, atau bisa dibilang mereka sengaja punya modal lebih untuk lifestyle mereka ini. Bagi kaum alay, mereka cukup menggunakan kamera hp dan kamera low price dengan memanfaatkan software-software editing yang sudah disediakandi hp mereka.
* Sosmed favorit
Kaum hipster suka berselancar dan post fotonya di tumblr dan twitter sedangkan alay sukanya berselancar di facebook.
Spoiler for Marilyn Monroe pun layak jadi terduga utama:
Saya pun ikut menjadi saksi fenomena unik monyong bebek ini. Di awal-awal Facebook mulai merajai media sosial, Facebookers khususnya kalangan remaja ramai-ramai melakukan pose ini. Ya, duck face adalah pose foto dengan ekspresi wajah memonyongkan bibir ke arah kamera seakan memberi kecupan orang di hadapannya, mirip paruh bebek. Nampaknya itu dilakukan supaya terlihat seksi. Sebagian orang menyebutnya tindakan narsis, sementara saya sendiri dulu bersuudzan bahwa wajah bebek ini dilakukan oleh mereka yang ingin menyembunyikan wajah yang jelek di depan kamera. Tetapi bukankah itu sudah kaprah kaprah sekarang? Para selebritis cantik pun melakukan duck lips. Bahkan, jika ditelusuri pose seksi ini punya akar pada pose Marilyn Monroe yang dulu memang terkenal sebagai ratu seksi.
Spoiler for Hakim memutuskan tersangkanya adalah.. ayo tebak gan sebelum dibuka :
Dan kesimpulan yang dapat disimpulkan adalah "duck face" ini terinspirasi dari Bu'e Marilyn Monroe, untuk kemudian diperkenalkan kembali oleh para hipster yang notabene menyukai hal-hal baru yang berbeda dari orang lain dan mereka berani mengambil resiko apapun itu baik muka terlihat aneh atau apapun, baru kemudian selanjutnya kerajaan "Alay" menganggap ini trend baru yang happening karena kerajaan "Alay" biasanya mengadopsi kerajaan "Hipster".. Menurut analisa sebenarnya kedua kerajaan ini hampir sama hanya berbeda di isi kantong saja.
Jadi, kesimpulannya....
Hakim memutuskan ketiganya adalah tersangka utama *tok tok tok
Jaksa atau lawyer mau banding ? silahkan komeng untuk mejeng di pejwan ane satu frame bareng "Marilyn Monroe"