kenapa hakim indo jarang pakai kebijaksanaan, hanya seperti robot yang tidak berperikemanusiaan yang hanya berpedoman pada UU saja, padahal setiap tindakan pasti ada mensrea yang bisa didalami, sehingga suatu tindakan bisa terjadi (sebab akibat)
Ayo analisa secara logika sederhana, yang paling berpeluang di 2029, adalah : - Gibran - AHY Pendukung pemakzulan Gibran : kelompok purnawirawan TNI (tidak semua) "Peneliti" ijazah palsu Jokowi, dan sekarang Gibran : - Roy S - Rismon - Tifa "teroris" ini legal standingnya gak j
perjuangan hoax ya pasti berliku, penerbit ijazah aja sudah menyatakan asli, trus klean mau apa lagi tong, bego banget, lu permasalahin font lah, gambarlah, fotolah, di sidang UGM ditanya hakim, HAKIM : "Asli gak?" UGM : "Asli Yang Mulia, berikut dokumen-dokumennya, SAH" HAKIM
memang gak beres BBM kita ini, sy jg pernah alami ini, trus ada temen kasi tau, makanya sy kasi pembersih saluran bbm hadensa scr rutin
saya si gak setuju kalo model rusuh gini, tapi daripada rusuh dirumah orang gak salah, mending rusuh di orang yg salah sih
heran kok makin banyak orang bodoh, Jokowi tidak berhak menyatakan ijazahnya asli, tapi UGM lah yang berhak, dan itu sudah dilakukan oleh UGM
UGM saja sudah menyatakan ijazahnya asli, trus ada gerombolan aneh maksa bahwa ijazahnya palsu, mau pakai verifikasi dan penelitian model apapun gak guna, wong yg mengeluarkan ijazah sudah bilang itu asli kok, case closed.
bayangin pemilu 2029, capresnya pasti adalah Gibran vs AHY. kira-kira siapa yang berkepentingan untuk jegal keluarga Jokowi?
yg paling berhak dan paling berwenang adalah UGM, dan klarifikasi UGM sudah dipajang dengan jelas di website resminya, apalagi si yg diributkan