Setelah hampir seminggu dirawat di rumah sakit, akhirnya hari ini Larissa diperbolehkan untuk pulang. Wajahnya tak lagi tampak pucat dan sepertinya keceriaannya pun sudah kembali. “Mikirin apaan?” Tanya-nya sambil meninju lengan saat melihat gua melamun. “Apaan sih..” Gua merespon, sambil...
gamefantasia jiyanq Sejujurnya, gua udah sering bilang kayak gini sih ke Doi. Jawabnya; "Coba aja kalo berani?!" Gw jelas nggak berani lah...
“Bian…” Panggil Dita kala melihat gua berjalan di koridor sekolah menuju ke kelas. “Lo tempo hari beneran jalan sama Sasa?” Tanyanya begitu ia mendekat ke arah gua. Gua mengangguk pelan. “Lo kenapa?” Ia kembali bertanya saat melihat luka di bibir gua. “Jatoh” Gua memberikan penj...
gamefantasia Alhamudlillah semua sehat wal afiat. Si Fatih pengen punya adek tapi dari ibu yang berbeda :shutup:
textboxer Eh... kayak gini gelas karton kan yah? https://dl.kaskus.id/images.tokopedia.net/img/cache/900/product-1/2020/9/1/113698454/113698454_0086f140-7923-4db7-a6af-f7d58283cb4b_1000_1000
Gua memandangi Larissa yang kini terbaring diatas ranjang. Rambutnya tergerai, sebagian menutupi wajahnya. Gua menarik selimut, menyelubungi tubuhnya yang masih mengenakan seragam SMA. Sebuah frame foto di atas meja kecil disebelah ranjang menarik mata gua. Dalam frame seukuran postcard itu terda...
Klw menurut gw ini cerita Resti, dan Resti itu bukan Larissa tapi Dita, ,soalx alamat rumah dan bentuk rumah Dita sama persis sm yg di gambarkan bang boni di cerita AIL, be er gak bang boni tebakan gw wkwkwwkwkwkwk:wakaka Duuuh... Hebat deeh investigasinya :shutup:
mantapp, double post masih banyak pertanyaan nih tentang keluarga bian dan apakah papanya kenal dengan keluarga dita? menarikk nih wkwk Bisa jadi. Siapa tau bapaknya pernah sama-sama jadi panitia pembangunan masjid di kompleknya #Eh
Gua menyandarkan kepala di meja, sambil menatap ke arah kursi Larissa yang kosong. Sementara, guru di depan kelas tengah sibuk menjelaskan rumus persamaan kuadrat yang akar -nya berlawanan. Pagi ini, nggak ada sapa ceria Larissa. Jujur, sedikit banyak gua mulai terbiasa dengan kebiasaan-kebiasaan-
Kami duduk berdampingan dalam diam. Hanya meja kayu kecil yang memisahkan gua dan Dita. Sementara tak ada tanda-tanda hujan akan mereda, semakin malam hujan malah turun semakin deras. Cipratan air dari talang kini hampir mengenai kaki gua. “Sejujurnya, kalo lo mau tau apa yang barusan terjadi. ...
Gua duduk disofa yang berada tepat di sebelah meja kecil tempat pesawat telepon berada. Terdiam memandang pesawat telepon sementara tangan gua menggenggam sobekan kertas yang berisi catatan nomor telepon Larissa. Gua mengangkat gagang telepon dan menekan 7 deret angka nomor telepon milik Larissa. N
“Biaaaan….” Suara teriakan Larissa terdengar dari ujung pintu kelas. Hari masih pagi, dan ia sudah berteriak. Beberapa anak yang tengah sibuk menyalin PR milik temannya terlihat kaget mendengar teriakan Larissa, mungkin dikira suara bel mulai pelajaran. Gua menatap sekilas kearahnya yang ma...
Sejatinya bukan pertemanan yang selama ini gua hindari. Ada sebuah rasa yang mengganjal saat gua berada di tengah sebuah lingkungan. Entah darimana asalnya, tapi gua selalu merasa nggak pernah dipedulikan siapapun, yang tentu saja menyebabkan gua nggak lagi peduli akan apapun dan siapapun. Gua se...