https://s.kaskus.id/images/2026/03/10/6448808_20260310024814.jpg Index #1 The Art of Pretending #2 A Non-Functional Girl #3 Solitude Interrupted #4 The Fixer of Broken Things #5 The Man Who Keeps Things Running #6 Line of Sight #7 A Thousand Reasons to Hate You 🔥 #8 What We Didn’t Say #9 The...
Gue mendengarkan Hijri bicara panjang-lebar tentang sejarah pondokan miliknya ini. Mulai dari bagaimana rencana, pembangunan hingga pengelolaannya yang sering kali bikin dia pusing. Angin malam di teras pondokan gue terasa semakin kencang. Gue menarik ritsleting jaket hingga menyentuh dagu, sementa
“Eh… kalian saling kenal?” Suara Hijri membuyarkan keheningan antara kami berdua. Dari pakaian yang dikenakan sepertinya ia baru saja selesai berolah raga atau sekedar lari pagi. Hijri tersenyum seraya menunjuk ke arah kami bergantian, mungkin bingung melihat kami berdua duduk bersisian di ...
Angin di ujung tebing ini berembus lebih kencang, menyapu pepohonan dan membawa aroma pinus yang menenangkan. Gue sudah selesai mengambil footage untuk keperluan review, tapi sengaja terus berpura-pura sibuk dengan display kamera, mengecek hasil video, mengutak-atik setting, hanya supaya gue pu...
Dingin malam udara kaki gunung Salak mendadak terasa mencekik, kayak ada tangan nggak kasat mata yang meremas tenggorokan. Gue mencoba mengatur napas, berusaha mengusir aroma kolonye murahan yang mulai memenuhi dada. Aroma yang entah kenapa membangkitkan memori tentangnya, rasa rindu dan sakit hati
Lalu, hadirlah Bima. Bima itu teman sekelas gue sejak tingkat pertama. Orangnya sederhana, tipikal cowok barisan saat upacara bendera, yang rajin tapi tetap asyik. Dia bukan anak basket, bukan anggota OSIS, dan bukan pula cowok yang jadi pusat perhatian sekolah. Bima adalah sosok cowok biasa-biasa
Satu tahun, satu tahun lamanya gue mencoba terus bertahan dengan semua gangguan yang ada. Pun, kadang cowok rese itu nggak terlibat langsung. Tapi, hampir semua penderitaan gue disebabkan olehnya. “Dira yang mana?” Kalimat itu jadi pembuka hampir setiap kekacauan. Suatu siang, saat pelajaran ...
Dunia di sekitar gue mendadak hening. Suara tawa orang-orang di coffee shop nggak lagi terdengar. Denting piring-sendok beradu, deru mesin espresso, hingga dinginnya angin gunung yang menusuk tulang, semuanya lenyap. Fokus gue hanya tertuju pada sosok di depan gue, dengan mata yang dulu selalu pu...
Begitu sampai, seketika keheningan yang luar biasa langsung menyerbu telinga gue. Nggak ada suara klakson atau deru kipas ventilasi. Nggak ada obrolan rekan kerja. Yang terdengar cuma gesekan daun pinus dan bunyi serangga samar. “Mau istirahat dulu sambil ngopi?” Tanyanya. “…” “… At...
Alih-alih langsung pulang ke rumah, gue mampir ke ruko di pasar selepas dari kantor. Nggak seperti tempat-tempat lain di Jakarta, Pasar mungkin satu-satunya tempat yang baru menggeliat di saat dini hari begini. Mobil-mobil Kabapin berwarna jingga hilir mudik mengangkut aneka sayuran dari pasar in...
Gue menurunkan rolling door perlahan. Bunyi gesekan besi beradu dengan lantai terdengar serak. Gembok terpasang kembali, kunci gue putar, dua kali; kebiasaan. Keluar dari kawasan Pasar Jaya menuju ke jalan utama yang dipisahkan stasiun kereta yang dulunya kumuh. Butuh waktu hampir 15 menit untuk bi
Sinar matahari yang nggak pagi-pagi amat masuk, menerobos jendela kamar tanpa permisi. Gue memicingkan kedua mata, sambil berusaha menghalau sinar menggunakan telapak tangan. Tangan satunya mulai meraba permukaan kasur, mencoba mencari ponsel. Jam digital di ponsel menunjukkan pukul 11 siang. Beber
Melihat ekspresi gue yang mungkin sudah biasa ia dapati dari pelanggan-pelanggan lain. Ia lantas kembali bicara: “Saran saya sih... dinikmati aja sunyinya…" Gue mengangguk pelan. Ia lantas pergi. Begitu pintu kayu itu tertutup rapat, suara deritnya bergema, meninggalkan gue dalam keheni...
Pukul 5 pagi. Hari masih gelap, tapi suara samar deru mesin dan klakson kendaraan sudah terdengar. Kadang berselisih, dengan kumandang adzan subuh yang bersahut-sahutan. Gue duduk di lantai kamar, menghadap ke arah lemari pakaian dan koper kecil yang dalam kondisi terbuka. Walau terlihat berantakan
“…Kami bersedia melakukan kompensasi berupa extra story atau…” Tambahnya. Belum selesai Sinta bicara, si wanita perwakilan agensi memotong “Kompensasi nggak akan balikin impresi yang sudah buruk, Mbak,” “… Kita butuh komitmen. Kalau Nad nggak bisa fokus, mungkin kami perlu tinjau ...
https://s.kaskus.id/images/2026/02/19/6448808_20260219120513.jpg Sebelum memulai, yuk kita sama-sama berdoa buat teman-teman yang lain. Teman-teman yang sakit semoga segera disembuh tanpa ada sakit lagi setelahnya. Yang lagi nganggur semoga cepat mendapat pekerjaan halal tanpa kurang usahanya. Ya...
Siang itu, matahari bersinar lebih terik dari biasanya. Gua baru saja kembali dari makan siang di belakang kantor bersama dengan beberapa rekan. Ponsel gua berdering, layarnya menampilkan nama seorang sepupu yang tinggal nggak jauh dari rumah Nyokap. “Kenape?” Tanya gua, membuka percakapan. ...