Nggak lama berselang, pintu rumah kontrakan terbuka disusul sosok pria bertubuh mungil muncul dari baliknya. “Apaan mas?” Tanyanya. Mas Juhdi lalu memperkenalkan gua dengan pria bertubuh kecil yang namanya; ‘Ketu’. Gua mengernyitkan dahi begitu mendengar namanya; Ketu? Seakan tau akan apa...
“Sal, dipanggil Mas Imran” Ucap salah satu rekan di proyek ruko tempat gua bekerja. Gua menyerahkan alat bor yang sebelumnya gua pakai melubangi dinding untuk jalur kelistrikan yang tiba-tiba berubah ke salah satu rekan yang berada disana. Kemudian bergegas turun menuju ke lantai dasar. “Ke...
Nggak seberapa lama, Marshall terlihat keluar dari gang kecil dan langsung menarik lengan, membawa gua ke arah kedai kopi. Kami berdua sudah masuk ke dalam kedai, disambut oleh suara lonceng dan sapaan heboh dari rekan-rekannya. Sementara, Marshall melakukan pesanan sambil ngobrol dengan rekannya...
Gua kembali ke rumah. Dari kejauhan terlihat bokap tengah duduk di teras rumah sambil merokok; rupanya ia sudah kembali ke kebiasaan sebelumnya. “Pak, Bapak kenapa sih?” Tanya gua begitu tiba sambil berdiri di hadapannya. Bokap mendongak, menatap gua sebentar, kemudian menepuk-nepuk lantai be...
Kini sudah hampir satu minggu lebih sejak Marshall bekerja di Proyek bangungan bareng Lik Imran. Tak pernah sekalipun keluar keluhan dari bibirnya, walau kini telapak tangannya mulai lecet dan kapalan, dan bekas luka jahitan di tubuhnya yang tak kunjung mengering karena selalu terkena air saat ia...
madrattle Klarifikasi itu dipakai untuk 'menjelaskan' sesuatu yang sebelumnya salah/salah persepsi. Kalau nggak ada yang salah, apa yang harus di klarifikasi.
Saat tiba di rumah, terlihat sepeda motor yang nggak gua kenali terparkir di depan. ‘Siapa yang bertamu malam-malam gini?’ batin gua dalam hati. Rupanya Lik Imran dan istrinya; Lik Sur tengah berkunjung. Lik Sur adalah adik kandung Nyokap yang kini tinggal di daerah Pasar Minggu. Dahulu, saat...
Berharap Marshall punya temen kayak Rohmannya Jeje, biar di congkel itu matanya Aris.. :cool Eh... :wow
“Ada apaan tuh, Zal?” Tanya gua ke Rizal, salah satu rekan karyawan tempat gua bekerja di mini market, seraya mengintip melalui jendela di sebelah mesin kasir. Terlihat gerombolan orang tengah melintasi jalan sambil berteriak. Namun, dari posisi gua saat ini dan melalui jendela yang penuh den...
https://s.kaskus.id/images/2024/03/29/6448808_20240329102032.jpg “Sini.. duduk sini, Bunda siapin dulu makannya ya” Setelah selesai makan, aku kembali ke atas, ke kamar dan bersiap-siap. Melalui jendela kamar, aku mengintip ke arah pagar rumah, menunggu hingga ayah keluar. Nggak seberapa lama,
https://s.kaskus.id/images/2024/03/29/6448808_20240329100924.jpg Aris lalu berpaling ke arahku dan mengangkat tangannya bersiap untuk melayangkan pukulan. Sontak aku langsung meringkuk, mencoba menutupi kepala dengan tangan. Namun, rupanya Aris mengurungkan niatnya. Ia lalu keluar dari mobil dan
Masih segar di ingatanku kala itu; hampir dua tahun setelah ‘kejadian’ di gudang olahraga. Terdengar suara ketukan di pintu kamar yang disusul suara lembut bunda memanggil namaku; “Ta, sayang…” “Ya…” Aku menjawab lirih, tanpa mengalihkan pandanganku dari buku yang tengah kubaca. ...
https://s.kaskus.id/images/2024/03/27/6448808_20240327093809.jpg Saat baru saja tiba di depan bangunan kost saat terdengar suara Aris memanggil namaku. “Ta…” Aku menoleh. Terlihat Aris tengah berdiri di sisi mobilnya yang terparkir tepat di seberang tempat kost. Ia menoleh ke kiri dan kanan...
https://s.kaskus.id/images/2024/03/26/6448808_20240326084031.jpg Gua berbaring, tengkurap di atas lantai menghadap ke arah lembaran pertama sketchbook pemberian Poppy, sementara pensil mekanik menari-nari di tangan gua. Mencoba mengingat detail jalan dan bangunan-banguan disekitar rumah Poppy; Ha
https://s.kaskus.id/images/2024/03/25/6448808_20240325085058.jpg Begitu mendengar jawaban dari gua barusan, Poppy langsung terdiam dan membeku. Detik berikutnya ia berpaling seakan ingin menghindari kontak mata dengan gua. Lalu, terdengar gumamnya pelan; “Gua kan cuma bercanda nanyanya” Gua ...
Gua masuk kedalam kedai melalui pintu belakang, menempelkan ibu jari ke mesin absensi yang baru saja dipasang oleh salah satu anak buah Mas Angga yang lain. Jam pada mesin absen menunjukkan pukul 2 siang, dimana seharusnya gua yang kebagian shift siang masuk jam 3 sore. Ya daripada nggak ngapa-ng...
Kini satu persatu teka-teki mengenai dirinya mulai menjadi rangkaian. Sebuah rangkaian yang menimbulkan asumsi. Dari mulai ia yang nggak punya rekening bank, baru punya nomor ponsel, kondisinya waktu pertama kali bertemu dan yang terakhir sertifikasi barista yang kini masih berada di tangan gua. ...
Gua langsung menjatuhkan diri di atas ranjang begitu tiba di kamar. Menatap layar ponsel sambil berpikir, bingung ingin memberi nama apa untuk kontaknya Marshall. “Poppy, makan dulu” Terdengar teriakan nyokap dari lantai bawah. “Iya” Gua menjawab, namun nggak merubah posisi sama sekali. N...