“Ngapain Lo?” Tanya gua. Ia nggak menjawab, hanya tersenyum, berdiri dan mencoba meraih koper yang gua bawa. Dengan cepat, gua menepis tangannya; “.. Jangan. Awas! lepas!”. Terdengar langkah kaki dari arah dalam, disusul sosok Bapak yang muncul dan berdiri di ambang pintu. “Bah.. Datang...
Gua baru menyadari saat sudah dekat, kalau lokasi tempat pertemuan yang diberikan oleh Tata berada di kedai tempat Marshall sempat bekerja dulu. Merasa area parkir di sana agak sedikit menyulitkan karena ukuran jalan yang sempit dan mobil gua yang kelewat besar. Jadi, gua memutuskan untuk parkir ...
Entah sudah berapa kali gua mencoba. Mencoba menyusupi pikiran gua dengan asumsi positif tentang apa isi dari pesan mereka berdua. Tapi, semakin keras gua mencoba, semakin kuat pula hati ini menolaknya. Hati ini sudah keburu terbakar cemburu yang akhirnya malah menimbulkan kebencian yang sangat; ...
“Ngapain?” Gua langsung mengajukan pertanyaan ke Jeje. Ia mengangkat kedua bahunya, kembali berpaling ke Marshall dan bicara; “We need to talk…” “Jangan sekarang Je, nanti aja…” Jawab gua. Jeje menoleh ke gua dan bicara; “Gua kesini karena mau ngomong sama Marshall. Kalo gua mau...
Setelahnya, kami makan bersama. Tentu saja makan dari menu yang gua pesan dari aplikasi ojek online. Bukan, bukan karena gua nggak bisa memasak. Tapi gua menderita sebuah sindrom. Sindrom dimana gua merasa nggak punya cukup motivasi untuk melakukan sesuatu sendiri. Menurut Marshall sindrom gua it...
Perlahan gua bergeser, membiarkan Marshall kini berhadapan langsung dengan Tata yang sebelumnya berdiri di depan gua. Tata lalu menuju ke sisi mobilnya, bersiap membuka pintu. Menyadari kalau mereka berdua akan ngobrol di tempat lain, gua lantas berseru; “Mau kemana? kalo mau ngobrol di dalem a...
Gua terbangun saat mendengar dering ponsel. Dengan mata masih terpejam, gua meraba permukaan ranjang, mencari lokasi ponsel, dan langsung menjawabnya. “Halo..” Sapa gua. “Halo Din..” Terdengar suara nyokap Marshall dari ujung sana. Gua bangkit, duduk di tepi ranjang dan melanjutkan bicara...
Gua berdiri, menatap wajahnya yang kini terlihat penuh dengan kesedihan. Sementara hujan mulai turun semakin lebat. Dengan cepat gua meraih tangannya untuk mengajaknya segera pergi dari area makam. Namun, ia bergeming. Gua tau dan paham betul dengan apa yang ia rasakan saat ini. Ingin memberinya ...
Saat mendengar istilah aneh yang baru pertama kali gua dengar dan diucapkan berulang-ulang oleh si news anchor, gua mendongak dan bertanya ke Aldina; “Ebitda positif apaan sih?” Sambil terus menyisir rambut gua, Aldina lalu menjelaskan; “Ebitda itu singkatan; Earning Before Interest, Tax, D...
“Kak, ada tamu tuh…” Ucap Dinar ke gua yang tengah mencuci gelas bekas kopi di wastafel. “Siapa?” Tanya gua. “Cewek yang waktu itu” Dinar menjawab singkat lalu berbalik dan pergi. Gua buru-buru menyelesaikan mencuci gelas, menyeka kedua tangan pada bagian belakang celana jeans dan k...
Gua dan Ketu saling pandang. Lalu sama-sama berpaling ke arah lembaran kertas berisi kontrak yang harus ditandatangani. Kontrak yang berisi perjanjian kerjasama antara studio kami dengan publisher terkenal dari luar negeri. Kontrak yang sebelumnya nggak kami sangka-sangka bakal kami terima. Kontrak
Beberapa hari berikutnya, gua mendapat kabar dari Aldina. Kabar yang membuatnya begitu girang bukan kepalang. Girang karena Jeje dan Lady akhirnya memutuskan untuk menyerahkan perawatan Sere kepada Lian. Perawatan akan dilakukan di salah satu rumah sakit Swasta di Singapore tempat Dokter Lian jug...
Gua menghela nafas sebentar, lalu melambatkan laju kendaraan, kemudian berbelok ke salah satu pom bensin terdekat. Bukan, bukan untuk mengisi bensin, melainkan untuk bicara dengan nyokap melalui sambungan telepon. Nada sambung terdengar beberapa kali, lalu suara nyokap menyambut kami berdua. “Hal
Aldina melipat kembali kertas berisi surat dari Poppy lalu menyerahkannya. Gua menggeleng. “Surat itu kan emang buat lo…” ucap gua lirih. Sejak awal, Poppy memang nggak menujukan surat tersebut buat gua, melainkan buat siapapun yang akan bersama gua. Hanya saja gua yang memang lancang memba...
Karena merasa jarak yang ditempuh tanggung dengan taksi online, gua sengaja memilih tujuan langsung ke stasiun Cisauk, tempat dimana mobil Aldina terparkir. Biar Aldina bisa sekalian beristirahat di dalam mobil nanti. Nyatanya, begitu sudah berada di dalam taksi online, Aldina langsung jatuh tert...
Bokap menghentikan langkahnya saat tengah menaiki anak tangga menuju ke atas. Ia menatap Aldina yang masih berdiri mematung dan memanggilnya; “Aldina…” Yang dipanggil lantas mendongak ke arah bokap. “... Besok ke rumah sakit ya, check up” Tambahnya. Aldina mengangguk; “Iya, Om…” I...