Besoknya, Gua dan Aldina berangkat ke tempat Jeje berkantor. Sebelumnya kami sempat mampir ke apartemen Aldina untuk mengambil mobil. Karena ia berencana ingin menjemput Anggi selepas dari kantor Jeje. Setelah dari apartemen, barulah kami menuju ke sebuah gedung dimana berada sebuah kedai kopi yang
https://s.kaskus.id/images/2024/07/04/6448808_20240704092833.jpg “Jadi mau dibikinin mie instan apa mau cari makan diluar nih?” Tanya Aldina sebelum kembali ke dalam. Gua berpaling, lalu menatapnya dari atas ke bawah; “Emang lo mau naik motor?” Tanya gua. Mendengar pertanyaan gua, Aldina...
Besoknya, pekerjaan mengganti atap plafon sudah selesai. Gua lalu beralih ke dapur, ke meja dimana terdapat sink tempat mencuci piring dan meletakkan kompor. Meja yang terbuat dari beton yang memang kondisinya sudah usang; hampir ambruk. Gua memindahkan semua yang berada di atasnya, termasuk kompor
“Kekmana sih, Sal?” Seru Aldina dari arah bagian dalam rumah. Gua yang tengah memotong batangan hollow baja ringan di depan lalu bergegas masuk. Terlihat Aldina tengah berdiri di atas tangga yang goyah, berusaha dengan susah payah mencoba melepas bagian atap plafon yang sudah lapuk dengan men...
Gua duduk di teras, dengan segelas kopi, sambil merokok dan melanjutkan membaca buku yang kemarin. Sesekali, gua melongok ke arah dalam rumah, ke arah jam dinding yang kini sudah menunjukkan pukul 11 malam. ‘Si Om kok belum pulang ya? ini gua harus nunggu apa gua gembok aja pagarnya’. Batin g...
“Nah, ko apakan itu dulu, sambil nunggu aku belanja bahannya” Ucap Bokapnya Aldina sambil menunjuk ke atas, ke arah atap. Gua mengernyitkan dahi. ‘Apanya yang diapakan?’ batin gua dalam hati. Tapi, dengan cepat menyadari kalau yang dimaksudnya adalah membetulkan genteng. “Oh, Iya nanti...
Pria tua itu mundur beberapa langkah. Ke area dimana ia terlindung dari air hujan karena kanopi di atasnya. Sementara, gua hanya berdiri disini, terguyur derasnya air hujan. Perlahan, ia mengeluarkan ponsel dari saku celananya, masih sambil terus menatap ke arah gua. Lalu menekan-nekan layar, sep...
Gua menatap Tata yang heboh, ikut bernyanyi mengikuti sang vokalis yang sesekali menyodorkan mic ke arah penonton. Kadang ia mengangkat tangannya dan berseru lantang ke arah panggung. Namun, beberapa kali juga ia kedapatan menyeka ujung matanya yang basah dengan punggung tangan, walaupun tertawa,...
Nggak lama berselang, kami semua sudah tiba di sebuah gedung besar tempat perusahaan startup ini berada. Gedung megah yang letaknya masih di area yang nggak terlalu jauh dari studio kami; masih berada di Area BSD. Setelah melalui proses verifikasi e-Pass, kami semua berhasil masuk ke sebuah auditor
Gua meraih ponsel yang tergeletak di lantai basement; Layarnya retak. Entah kena kutukan apa. Semenjak keluar dari penjara, semenjak mengenal teknologi ponsel pintar, semenjak mengenal perempuan bertabiat ekspresif, sudah dua kali ponsel gua dibanting. Sementara, rekan-rekan yang lain, yang semen...
Besoknya Gua berangkat bekerja seperti biasa. Berjalan kaki menyusuri trotoar besar menuju ke studio, sambil terus melangkah gua mencoba menghubungi Aldina; dan nggak ada jawaban. Gua lantas mengirimnya sebuah pesan; ‘Marah lama banget mbak. Gua ke studio’. Sent. Setibanya di studio, gua meng...
Jeje meletakkan mug berisi kopi miliknya tepat di atas mesin outdoor AC. Ia lalu meraih bungkusan rokok dari saku celana, dan mulai menyulutnya. Sambil menghembuskan asap rokok ke udara ia lalu bicara; “Jangan salah paham ya, Sal. Rencana gua mau ngasih saham Aldina ke elo, sama sekali bukan ka...
Gua lalu berbisik pelan tepat dekat telinganya; “Jangan ya, Din…” Ingin sekali lagi memberi keyakinan kepadanya untuk nggak melanjutkan rencananya keluar dari stakeholders holding company-nya Jeje. Aldina hanya terdiam, nggak menjawab, ia malah tersenyum dan membelai wajah gua. “Jangan ya...
Setelah hampir satu jam berikutnya, gua sudah berdiri tepat di depan pintu apartemennya. Walaupun gua tau kode akses untuk membuka pintu apartemennya, gua nggak pernah menggunakannya. Gua pasti mengetuk atau membunyikan bel, lalu menunggu sampai ia membukakan pintu. Nggak ada alasan khusus kenapa...
Gua turun dari mobil Aldina tepat di depan gang lalu langsung berbelok, masuk ke arah gang dan berjalan menuju ke studio. Gua sedikit menepi, berhenti sejenak saat menyadari ada sebuah mobil sedan yang melintas, lalu kembali melanjutkan langkah beberapa saat berikutnya. Nggak seberapa lama, kemba...
“Ngapain Lo?” Tanya gua. Ia nggak menjawab, hanya tersenyum, berdiri dan mencoba meraih koper yang gua bawa. Dengan cepat, gua menepis tangannya; “.. Jangan. Awas! lepas!”. Terdengar langkah kaki dari arah dalam, disusul sosok Bapak yang muncul dan berdiri di ambang pintu. “Bah.. Datang...
Gua baru menyadari saat sudah dekat, kalau lokasi tempat pertemuan yang diberikan oleh Tata berada di kedai tempat Marshall sempat bekerja dulu. Merasa area parkir di sana agak sedikit menyulitkan karena ukuran jalan yang sempit dan mobil gua yang kelewat besar. Jadi, gua memutuskan untuk parkir ...
Entah sudah berapa kali gua mencoba. Mencoba menyusupi pikiran gua dengan asumsi positif tentang apa isi dari pesan mereka berdua. Tapi, semakin keras gua mencoba, semakin kuat pula hati ini menolaknya. Hati ini sudah keburu terbakar cemburu yang akhirnya malah menimbulkan kebencian yang sangat; ...
“Ngapain?” Gua langsung mengajukan pertanyaan ke Jeje. Ia mengangkat kedua bahunya, kembali berpaling ke Marshall dan bicara; “We need to talk…” “Jangan sekarang Je, nanti aja…” Jawab gua. Jeje menoleh ke gua dan bicara; “Gua kesini karena mau ngomong sama Marshall. Kalo gua mau...