benar, bisa jadi sih. cuma mgkn blm pantas buat sosial budaya di sini. padahal di dunia lain ada yg penghiburan ya dengan funeral dance. atau di kalangan terbatas, mongol standup comedian katanya pernah melucu di suasana duka/pemakaman. ya mungkin tergantung budaya dan sosialnya dilihat dulu
KyraAltair menurut saya bapak ini lebih cerdas. kalau mau komplain ke PU atau Gubernur.. lewat berapa lapis gerbang dia? Apakah akan ditanggapi atau ditampung? Atau pertanyaan remehnya.. apakah akan ditemui? Jadi dengan aksi langsung yang nyeleneh dan spiral jadi tersampaikan. Media online menembus
ngga sampai segitu sih gan. kalau dari komen yang sepertinya warga setempat, memang tidak tepat memasang trotoar dengan keramik. jadi si bapak mungkin malah memicu perbaikan di daerahnya
emang gitu gan. mobil ga dicuci ga kena hujan2, begitu keluar dr tempat cuci langsung kena hujan. kan sesuatu
saya setuju banget gan lupis. ini syarat kok sulit terealisasi pas kondisi berduka. bukannya dibantu malah dibuat ribet, udah gitu dikasih tenggat waktu 7 hari misalnya. buat urus duka aja kurang