Klo ane sekarang langsung ngomong di depan, tapi ada aja yang ndableg :ngakak yaudah terima resiko sendiri mereka :malu
Halo bree ketemu lagi dengan ane di thread gajetod sekian kalinya :wagelaseh https://s.kaskus.id/images/2023/01/19/8512262_20230119080434.jpg Sumber: pixabay.com Stigma muncul karena ada suatu kejadian tertentu, dan dari kejadian tersebut kemudian digeneralisasi. Stigma yang ada di masyarakat bu...
Bunga Selamat engkau yang telah mekar Tumbuh lebat pada dinding pembatas gelar Mewarnai permukaan kering Penuh coret kini tak lagi asing Seberapa masa itu telah berlalu Mengingat itu sama membuat lagu Bisakah waktu itu kembali Saat duri masih jadikanmu jati diri Probolinggo, 2022
Perumahan Baru Perumahan baru belum berpenghuni Sesekali menarik rintik pada dini hari Dikunjungi pemilik seminggu sekali Merawat materi demi membangun mimpi Tempatnya memang tak begitu luas Tapi penataan ruang saya rasa sudah pas Bukan melulu rangkaian bunga dalam vas Melainkan pohon gagah itu ja
Panas Dingin Angin mungkin telah bersepakat Kepada dingin terbatuk sekarat Manakala siang diburu panas Sedangkan malam suhunya makin tak jelas Mandi lagi hingga peluh puisi Sekujur tubuh penuh bercak isi Masalahnya ini sudah terlalu sering Bisa-bisa tubuh ini jadi bening Probolinggo, 2022
Ah Jangan-jangan Diam Kau sudah kelar mandi Basahi pipimu teratur sekali sehari Matamu masih kelihatan rekah merah Kelopak mengatup berlinang basah Aku ingin bertanya Sayangnya ragu tolak reda Akhirnya kupasrahkan saja Tapi kau malah bertanya “kau baik-baik saja?” Lah sebenernya siapa yang ti...
Sepenghujung Kantuk Seketika waktu turun Jam berdenyut mendetak mimpi Kemarau semakin rukun Biru seketika ladang ternak sapi Kepadaku hari bersuara Meneriaki angin berputar Berusaha menjangkau ilalang burba Seakan ia telah bersikap benar Semisal ini bercak kata Kadang tak sesuai langkah rima Apal
Rasa-rasa Kata ditukar dengan nasi Jadi begitu punel dan bergizi Suara ditukar dengan bakso Seketika tidak jadi bego Artikulasi ditukar dengan es teh Waduh, manisnya jadi meleleh Saat rasa ditukar dengan hati Kenapa berakhir kopi lagi Blitar, 2023
Berisik! Biar waktu sama kuku bicara Cerita sore yang kini tidak berguna Sepatu telah pergi sendiri-sendiri Tanpa ada tali balik diputar sekali Ya sudah Sendiri. Dadah! Tak usah asik Toh sekarang kita masih berisik Tulungagung, 2023
Pedati Pedati berjalan memutari kota Menapak aspal panas sisa jejak kita Diiringi langkah bertepuk jangka Beradu cepat dengan sekelebat angka Perjalan dimulai saat pagi buta Diakhiri malam membuka mata Jarak memang tak seberapa kira Tapi langkah masih bisa panaskan bara Mereka memang diburu kata
Sisa Rasa manis mengalir pada bibir Sisa zat gula sehabis kuluman mahir Begitu cepat seketika berakhir Berlalupun ucap tak sempat hadir Kini cuma menyisakan bekas Gulatan pegas terlampau ganas Semoga namis ini tak diretas Rasa menahun belum pantas Probolinggo, 2022
Tukar Kopi Dong Biaya hidup ditukar kopi Asam lambung naik serasa mau mati Baik-baik di jalan harus dijalani Seratus kilometer dirasa sejengkal jari Hari-hari didorong menari Jari-jari masih mengusap pagi Cari kemudi lanjut pergi! Lari! Tulungagung, 2023
Lelaki di Balik Selimut Seorang lelaki berselimut mimpi Bergidik dingin sepanjang hari Tanpa tahu kapan bebas Kapan ia bisa melepas Padahal waktu telah berbicara Perihal harga yang harus diterima Terdiam ia berburu rona Mengais kepingan reruntuhan jingga Probolinggo, 2022
Pembaca Jendela Siapa yang cari kata lewat jendela Acungkan tangan, kita tak berbeda Mengeja huruf sampai gelap tiba Susun kembali saat sepi telah reda Jangan malu, tak perlu sembunyi Kita sama jadi pengais titik arti Sedikit demi sedikit sampai sebotol materi Kemudian kita minum demi lawan hari
Jarum Hujan telah datang Jarum-jarum ditelan Tak adaya yang dituang Langsung telan Masih kurang Memang bajingan Probolinggo, 2022
Jujur! Sumpah! Malam merembes lewati sela-sela jendela Warnanya pekat sampai pukul tiga Banjir sekujur ruang tamu Kemudian habis disaat cahaya bertemu Kemarin juga begitu Untungnya banjir hanya sampai pukul satu Habis menjelang pukul tiga Pukul tujuh bicara takhayul juga Probolinggo, 2022