Kaskus

Story

c4punk1950...Avatar border
TS
c4punk1950...
Mencintaimu Dalam Diam


Mencintaimu Dalam Diam

Sedikit cerpen untuk melepas penat, disaat hiruk pikuk bumi bertambah padat, semoga cerpen ini menghibur kawan-kawan semua.

Srupput dulu teh hangatnya kawan.





Di sebuah sudut perpustakaan kampus yang berdebu, tempat aroma kertas tua bercampur dengan hening yang menenangkan, Rahim selalu menemukan dunianya. Namun, dunianya bukan sekadar buku filsafat yang ia baca, melainkan sosok gadis yang duduk tiga meja di depannya, Ulia.

​Ulia adalah definisi cahaya yang tenang. Ia tidak berisik, namun kehadirannya selalu mampu mendominasi ruang di hati Rahim tanpa pernah disadari oleh sang pemilik nama.

Gadis dengan perawakan kecil namun mampu menghipnotis mata lelaki untuk sekedar melirik kepadanya, walau bukanlah primadona kampus namun Ulia telah terukir di hati Rahim sejak awal masuk kuliah.

​Bab 1: Jarak yang Tak Terukur

​Bagi Rahim, mencintai Ulia adalah seni menjaga jarak. Ia tahu persis berapa langkah yang harus ia ambil agar tetap berada dalam radar penglihatan Ulia tanpa pernah terlihat mencurigakan.

​"Him, kamu nggak bosan baca buku setebal itu terus?" suara lembut itu memecah lamunan Rahim.

​Ulia berdiri di samping mejanya, memegang sebuah novel klasik. Jantung Rahim berdegup tidak karuan, seolah-olah seluruh teori logika yang ia pelajari menguap begitu saja.

​"Eh, iya... ini untuk referensi tugas, Ul," jawab Rahim berusaha tenang, meski tangannya sedikit gemetar menutup buku.

​Ulia tersenyum—senyum yang selalu membuat Rahim merasa dunia baik-baik saja. "Kamu terlalu rajin. Jangan lupa sesekali melihat ke luar jendela, langitnya sedang bagus."

​Rahim hanya mengangguk. Aku sudah melihat langitku sendiri di matamu, Ul, batinnya. Namun, kata-kata itu hanya terkunci rapat di balik bibirnya yang membisu.

Mereka berdua pun mengakhiri obrolan, sambil memandang ke luar jendela yang penuh dengan tawa canda yang ceria, tak terasa waktu berlalu sekejap mata membawa cerita ke dalam lamunan masing-masing.

​Bab 2: Antara Kata dan Rahasia

​Mencintai dalam diam adalah tentang menjadi pengamat yang paling teliti. Rahim tahu Ulia menyukai kopi tanpa gula saat sedang stres, tahu bahwa Ulia akan merapikan rambutnya ke belakang telinga saat merasa gugup, dan tahu bahwa Ulia sangat menyukai aroma hujan.

​Suatu sore, saat hujan deras mengguyur selasar kampus, Rahim melihat Ulia berdiri sendirian, memandang rintik air dengan cemas. Tanpa banyak bicara, Rahim berjalan mendekat dan menyodorkan payung lipat hitam miliknya.

​"Pakai saja, aku masih ada urusan di dalam," bohong Rahim.

​"Lalu kamu bagaimana?" tanya Ulia heran.
​"Gampang, aku bisa lari."

​Sebelum Ulia sempat menolak, Rahim sudah melangkah pergi, membiarkan dirinya basah kuyup. Baginya, kedinginan karena air hujan jauh lebih baik daripada melihat Ulia jatuh sakit. Di balik punggungnya, ia tahu Ulia menatapnya dengan tanda tanya, tapi itu cukup. Baginya, cinta tak butuh panggung; cukup sebuah payung di tengah hujan.

Cinta memang datang tanpa diundang, sebuah rasa yang memikat hati tanpa banyak kata. Entah mengapa cinta terkadang membawa luka, namun cinta dalam diam adalah keikhlasan terbesar pada rasa sayang itu sendiri.


​Bab 3: Sebuah Pengakuan yang Tak Terucap

​Waktu berlalu hingga hari kelulusan tiba. Riuh tawa dan tangis haru memenuhi aula. Rahim melihat Ulia tampil cantik dengan kebaya berwarna pastel, dikelilingi teman-temannya.

​Rahim mendekat, membawa sebuah buku kecil yang ia tulis sendiri selama tiga tahun terakhir. Isinya bukan teori filsafat, melainkan kumpulan puisi dan sketsa wajah Ulia yang ia gambar diam-diam.

​"Ul, selamat ya," ucap Rahim tulus.

​"Terima kasih, Rahim. Kamu juga!" Ulia memeluknya singkat—sebuah pelukan kawan yang bagi Rahim terasa seperti keabadian.

​Rahim menggenggam buku itu erat di balik sakunya. Ia punya kesempatan untuk memberikannya sekarang. Ia punya kesempatan untuk mengatakan bahwa selama ini, setiap langkahnya adalah untuk mengejar bayang-bayang Ulia.

​Namun, saat ia melihat seorang pria lain mendekati Ulia dan memberikan buket bunga besar—pria yang tampak begitu serasi di sampingnya—Rahim menarik kembali tangannya.

​"Mencintaimu dalam diam adalah bentuk cinta yang paling suci. Aku tidak menuntut balasan, tidak merusak pertemanan, dan tidak pernah membiarkanmu merasa terbebani oleh perasaanku."

Rahim pergi dengan senyuman bahagia, ketika melihat pujaan hatinya tersenyum ia pun ikut tersenyum. Kebahagiaan tidak harus ditunjukkan, namun dirasakan oleh diri yang terikat dengan sepi.


​Epilog: Surat yang Tersimpan


​Tahun-tahun berganti. Rahim telah menjadi seorang penulis sukses, sementara Ulia menetap di kota lain. Di dalam laci meja kerja Rahim, masih tersimpan sebuah buku kecil yang kusam. Di halaman terakhirnya, terdapat sebuah tulisan tangan yang rapi:

​"Kepada Ulia, terima kasih telah menjadi alasan bagiku untuk belajar bahwa mencintai tidak selalu berarti memiliki. Terkadang, mencintai adalah tentang memastikan bahwa kau bahagia, meski bukan aku alasannya."

​Rahim menutup laci itu, tersenyum kecil, lalu kembali menulis. Namanya mungkin tak pernah tertulis di hati Ulia sebagai kekasih, tapi bayang-bayang Ulia akan selalu hidup dalam setiap karakter protagonis yang ia ciptakan.

​Karena dalam diam, cinta Rahim takkan pernah menemui kata tamat.

***

Terima kasih yang sudah membaca thread ini sampai akhir, bila ada kritik silahkan disampaikan dan semoga thread ini bermanfaat, tetap sehat dan merdeka. See u next thread.

emoticon-I Love Indonesia

Mencintaimu Dalam Diam

"Nikmati Membaca Dengan Santuy"
--------------------------------------
Tulisan : c4punk@2026
referensi : Gemini
Pic : google

emoticon-Rate 5 Staremoticon-Rate 5 Staremoticon-Rate 5 Star

Mencintaimu Dalam Diam
Diubah oleh c4punk1950... 30-04-2026 22:08
potter.Avatar border
havihadeAvatar border
revadhanaAvatar border
revadhana dan 2 lainnya memberi reputasi
3
78
3
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
Stories from the Heart
KASKUS Official
32.9KThread53.7KAnggota
Urutkan
Terlama
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
Ikuti KASKUS di
© 2026 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved.