Sumber Gambar:Artificial Intelligence
Hai semuanya, Shalom Aleichem!
Selamat malam kalian semuanya!
Pada kesempatan yang sangat berharga ini, gue, Mbak Rora, akan membahas tentang 5 jenis kanker yang menyerang orang dewasa muda yang patut diwaspadai

.
Banyak orang beranggapan bahwa kanker adalah penyakit yang identik dengan usia lanjut. Tidak sedikit pula yang merasa bahwa usia 18–25 tahun adalah masa paling sehat dalam kehidupan, sehingga risiko penyakit serius seperti kanker dianggap sangat kecil. Padahal, data epidemiologi menunjukkan bahwa kelompok usia dewasa muda tetap memiliki risiko terhadap beberapa jenis kanker tertentu.
Menurut
National Cancer Institute, kelompok usia remaja dan dewasa muda (
Adolescents and Young Adults (AYA)) memiliki pola kanker yang berbeda dibandingkan anak-anak maupun lansia. Jenis kanker yang muncul pada usia 18–25 tahun bukan sekadar versi muda dari kanker lansia, melainkan memiliki karakteristik biologis dan distribusi jenis yang khas.
Thread ini akan membahas tentang 5 jenis kanker yang relatif sering menyerang dewasa muda, lengkap dengan penjelasan ilmiah yang mudah dipahami.
Quote:
Mengapa Kanker pada Dewasa Muda Berbeda?
Sebelum membahas jenis-jenisnya, penting untuk memahami bahwa kanker berkembang akibat akumulasi mutasi genetik pada sel. Pada anak-anak, kanker sering kali berkaitan dengan kekacauan genetik sel karena pembelahan sel yang sangat cepat pada saat pertumbuhan jaringan atau kelainan genetik bawaan. Pada lansia, kanker umumnya muncul akibat akumulasi kerusakan DNA selama puluhan tahun akibat penuaan dan paparan lingkungan.
Sementara itu, pada dewasa muda usia 18–25 tahun, spektrum kankernya berada di antara keduanya. Berdasarkan laporan dari
American Cancer Society, kelompok usia ini lebih sering mengalami kanker seperti kanker testis, limfoma Hodgkin, melanoma, dan kanker tiroid. Dalam beberapa dekade terakhir, bahkan terjadi peningkatan kasus kanker usus besar pada usia di bawah 50 tahun.
Artinya, usia muda bukanlah jaminan bebas risiko kanker.
Quote:
1. Kanker Testis
Kanker testis adalah salah satu kanker paling umum pada pria usia 20–34 tahun. Menurut data dari
American Cancer Society, kanker ini termasuk kanker dengan insiden tertinggi pada pria dewasa muda.
Kanker testis biasanya berkembang dari sel germinal yang memproduksi sp3rma. Gejala awalnya sering berupa benjolan atau pembesaran pada salah satu testis, rasa berat pada skrotum, atau nyeri ringan yang sering diabaikan.
Faktor risiko yang telah diketahui, antara lain riwayat testis tidak turun (kriptorkismus), riwayat keluarga dengan kanker testis, dan kelompok ras tertentu (lebih sering pada pria keturunan Eropa).
Kabar baiknya, kanker testis termasuk jenis kanker dengan tingkat kesembuhan tinggi jika didiagnosis dini. Oleh karena itu, pemeriksaan mandiri testis secara berkala sangat dianjurkan pada pria muda.
Quote:
2. Kanker Tiroid
Kanker tiroid lebih sering terjadi pada wanita muda, meskipun pria juga dapat mengalaminya. Berdasarkan laporan
National Cancer Institute, kanker tiroid merupakan salah satu kanker yang paling umum pada kelompok AYA.
Sebagian besar kanker tiroid pada usia muda adalah tipe papiler, yang cenderung memiliki prognosis baik. Gejalanya meliputi benjolan di leher, suara serak yang menetap, sulit menelan, dan pembengkakan kelenjar getah bening di leher.
Paparan radiasi pada masa kanak-kanak diketahui bisa meningkatkan risiko kanker tiroid. Meskipun demikian, banyak kasus kanker tiroid muncul tanpa faktor risiko yang jelas.
Quote:
3. Limfoma Hodgkin
Limfoma adalah kanker kelenjar getah bening. Salah satu jenis limfoma yang paling sering muncul pada dewasa muda adalah limfoma Hodgkin. Menariknya, penyakit ini memiliki pola insiden bimodal, yaitu puncak pertama terjadi pada usia dewasa muda, dan puncak kedua pada usia di atas 55 tahun.
Menurut data dari
National Cancer Institute, gejala limfoma Hodgkin umumnya berupa pembengkakan kelenjar getah bening tanpa nyeri (di leher, ketiak, atau selangkangan), demam tanpa sebab yang jelas, berkeringat di malam hari secara berlebihan, dan penurunan berat badan.
Beberapa penelitian menunjukkan hubungan antara infeksi virus Epstein-Barr dengan peningkatan risiko limfoma Hodgkin, meskipun mekanisme pastinya masih terus diteliti.
Quote:
4. Melanoma (Kanker Kulit)
Melanoma adalah jenis kanker kulit yang berkembang dari sel melanosit. Walaupun kanker kulit sering diasosiasikan dengan usia yang lebih tua, melanoma cukup sering ditemukan pada dewasa muda, terutama mereka yang memiliki paparan sinar ultraviolet tinggi.
Menurut
American Cancer Society, paparan sinar matahari berlebihan dan penggunaan tanning bed menjadi faktor risiko utama.
Tanda-tanda melanoma dapat dikenali melalui perubahan tidak wajar pada t4hi lalat, dengan menggunakan prinsip ABCDE:
Asymmetry (bentuk t4hi lalat tidak simetris)
Border (tepi t4hi lalat tidak teratur)
Color (warnanya tidak merata)
Diameter (lebih dari 6 mm)
Evolving (berubah ukuran atau warna)
Kesadaran terhadap perubahan kulit sangat penting, karena melanoma dapat berkembang cepat dan menyebar bila tidak ditangani segera.
Quote:
5. Kanker Usus Besar
Secara tradisional, kanker usus besar dianggap sebagai penyakit usia lanjut. Namun, laporan ilmiah terbaru menunjukkan adanya peningkatan signifikan kasus kanker kolorektal pada usia muda.
Sebuah studi besar yang dipublikasikan dalam jurnal milik National Cancer Institute menunjukkan tren peningkatan kejadian kanker usus besar pada kelompok usia di bawah 50 tahun dalam beberapa dekade terakhir.
Faktor-faktor yang diduga berperan meliputi pola makan tinggi daging merah dan rendah serat, kegemukan, kurang olahraga, serta perubahan mikrobiota usus.
Gejalanya meliputi perubahan kebiasaan buang air besar, darah dalam tinja, anemia, nyeri perut menetap, dan penurunan berat badan tanpa sebab yang jelas.
Karena skrining rutin biasanya dimulai pada usia lebih tua, kasus kanker usus besar pada dewasa muda sering terdiagnosis pada stadium lebih lanjut.
Quote:
Perbedaan dengan Kanker Anak dan Lansia
Perbedaan kanker pada tiga kelompok usia dapat diringkas sebagai berikut:
Anak-anak: Lebih sering mengalami leukemia akut, tumor otak, atau kanker akibat gangguan perkembangan sel.
Dewasa muda (18–25 tahun): Lebih sering mengalami kanker testis, limfoma Hodgkin, melanoma, kanker tiroid, dan kini meningkatnya kanker kolorektal.
Lansia: Lebih sering mengalami kanker paru-paru, prostat, payudara, dan berbagai jenis kanker lainnya akibat akumulasi kerusakan DNA jangka panjang.
Artinya, spektrum kanker memang berubah sesuai fase kehidupan.
Quote:
Mengapa Kesadaran Ini Penting?
Masalah utama pada kanker dewasa muda bukan hanya insidensinya, melainkan juga keterlambatan diagnosis. Banyak gejala awal dianggap sepele karena usia masih muda. Padahal, deteksi dini sangat menentukan tingkat keberhasilan terapi.
Gaya hidup sehat sejak usia muda (seperti menjaga berat badan ideal, aktif berolahraga, menghindari rokok, membatasi alkohol, serta melindungi kulit dari paparan sinar UV) merupakan langkah pencegahan yang memiliki dasar ilmiah kuat.
Quote:
PENUTUP
Kanker bukan penyakit khusus lansia. Kelompok usia 18–25 tahun tetap memiliki risiko terhadap jenis kanker tertentu yang khas pada fase kehidupan ini. Kanker testis, kanker tiroid, limfoma Hodgkin, melanoma, dan kanker kolorektal adalah 5 contoh kanker yang patut diwaspadai.
Usia muda bukan alasan untuk mengabaikan gejala. Justru, di masa inilah kesadaran kesehatan harus dibangun. Mengenali tanda-tanda awal, memahami faktor risiko, dan tidak menunda pemeriksaan medis ketika ada keluhan yang tidak biasa adalah langkah bijak untuk menjaga masa depan tetap sehat.
Semoga thread ini bermanfaat dan bisa menambah wawasan untuk kalian

.
Quote:
SUMBER
American Cancer Society. (2023).
Cancer facts & figures 2023. Atlanta, GA: American Cancer Society.
American Cancer Society. (2023).
Cancer in young adults (ages 20–39). Diperoleh dari:
https://www.cancer.org/cancer/types/...ng-adults.html
National Cancer Institute. (2022).
Adolescents and young adults with cancer. Bethesda, MD: National Institutes of Health. Diperoleh dari:
https://www.cancer.gov/types/aya
Siegel, R. L., Miller, K. D., Wagle, N. S., & Jemal, A. (2023). Cancer statistics, 2023.
CA: A Cancer Journal for Clinicians,
73(1), 17–48.
Vuik, F. E. R. et al. Kuipers, E. J. (2019). Increasing incidence of colorectal cancer in young adults in Europe over the last 25 years.
Gut,
68(10), 1820–1826.
@itkgid @pabuaranwetan @multimedia.ptrt